kisah cinta yang sangat hangat yang di bumbui rasa cinta yang mendalam ikatan cinta yang halal antara Rey dan Maria
semua terlihat sempurna dan impian banyak pasangan
rupanya hidup ini tak ada yang sempurna bahkan kebahagiaan tak selamanya bersama pasangan harmonis ini
Rey terpaksa berpoligami karena paksaan dari sang ibu nya ,bagaimana kah kisah menyakitkan yang harus di hadapi Maria sebagai istri Rey yang ternyata madunya adalah bekas istri mantan pacar Maria yang dulu
simak terus dan jangan lupa like dan komen🙏🙏 dan tandai sebagai novel favorit mu agar terhubung ke notiifikasi mu☺️☺️☺️☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
akhir pekan
tring,,,,,
handphone bergetar dengan sangat kencang membuat Maria harus terpaksa bangkit dari alam mimpi yang sudah terkubur setengah jam itu
iapun meraih benda yang masih bergetar itu dia atas meja
mengusap kembali matanya melihat siapa yang mengganggu nya tidur
kemudian menekan tombol hijau
" maria cepat keluar aku sama Dita udah di depan gerbang rumah mu ini ,,," suara Amara yang bahagia di balik pesawat telpon
" ngapain pagi pagi kesini aku masih ngantuk ah" malas meledeni temannya yang entah apa mau mereka mengacaukan akhir pekannya
" kita jalan-jalan akhir pekan lah ,,,cepat aku tunggu di sini 10 menit harus selesai " Amara langsung memutuskan sambungan telpon
Maria bangkit dari ranjang tidur dengan kesal kemudian mendekat ke jendela membuka sedikit gorden jendela ,,ia melihat mobil Amara yang sudah terparkir di depan gerbangnya
terpaksa maria harus memaksa diri untuk bergerak ke kamar mandi bersiap-siap menyusul dua temannya yang katanya ingin jalan-jalan akhir pekan
tapi memang Meraka sudah sangat lama tidak pernah jalan-jalan bertiga Maria pun berfikir seru juga kalau menghabiskan hari yang bahagia dengan tertawa bersama mereka
15 menit Maria sudah berhasil siap ,dengan buru-buru ia menyelesaikan semuanya meski kesal tapi tak mau membuat temannya menunggu nya dengan lama,,,, iapun juga sudah tak sabar menghirup udara keramaian akhir pekan di suasana kota
iapun mengambil tas samping memasukkan handphone ke dalam nya tak lupa ia juga meraih dompet dari dalam tas kerjanya memasukkan kedalamnya juga
setelah berbalik sekali lagi ke arah cermin merasa semuanya sudah sempurna iapun lalu keluar dari kamar melewati ruang keluarga
" mau kemana" ayah beralih menatap Ke arah Maria yang sedari tadi menatap layar televisi
" jalan-jalan sama Dita dan Amara yah "ayah pun mengangguk ,
Maria langsung berlari kecil meraih gagang pintu dan kemudian keluar dari rumahnya
" udah lewat 10 menit kemana aja kamu lama banget " titah Amara saat tangan Maria sudah memegang pintu belakang
"makanya kalau mau jalan itu kabarin dulu kek gitu ini ngasih kabarnya dadakan Terus pakek batas waktu lagi emang aku robot gitu " Maria langsung membuka pintu mobil duduk di samping Dita yang sedang ngemil cantik
" iya-iya " Amara akhirnya harus ngalah juga ,,,kemudian setelah Maria memakai sabuk ia pun menekan gas melaju untuk membelah jalan menuju ke tempat yang ia rencanakan tanpa memberitahukan mereka
" kita mau kemana ini " tanya Maria mengambil handphone dari tas sampingnya
" nongkrong lah,,,,buat ademin otak yang sudah bekerja keras " jawab Amara yang sedang fokus mengemudi
" kemana emangnya Amara " Dita pun ikut penasaran Kareena tadi Amara tak mengatakan kemana mereka akan jalan-jalan hari ini
" udah kalian duduk cantik aja ya ,,,,,nanti juga tau sendiri kita akan ke tempat yang lagi hitz banget di kalangan remaja "
" emang kita masih remaja" Dita membuka keripik nya yang di bawa untuk sengaja ngemil di perjalanan
" udah Diam sewot banget kamu " Amara kembali mengalah selalu saja kata-katanya kali ini di pangkas oleh temannya
satu jam perjalanan akhirnya mereka tiba di sebuah tempat di dekat pegunungan
suasana yang benar-benar adem membuat kepala yang membeku langsung segera cair saat menghirup udara segar yang jauh dari. kotoran polusi udara
ternyata jalan-jalan ke puncak kawasan gunung jauh lebih seru dan nyaman dari pada berebutan tempat di cafe populer pusat kota
" wihhhh,,,,Amara dari mana kamu tau tempat ini " Dita mengeluarkan tas ransel dan kemera kecilnya dari mobil ,,sepertinya ia tak sia-sia membawa kamera untuk mengabadikan moment indah di tempat ini
mereka meninggalkan parkir kemudian berjalan menaiki tangga jalan masuk utama yang terlihat terbuat dari batu-batu besar yang di bentuk sebagai pijakan Anak tangga
belum sampai di puncak atas mereka sudah bisa melihat tempat nongkrong khusus ngopi dan buat rileks dengan background pegunungan yang di tutupi dengan rerumputan menjalar di dinding cafe tak kalah dengan pemandangan gunung yang bisa di nikmati saat menikmati secangkir kopi hangat
"aaaa,,, benar-benar enjoy " teriak Dita saat mereka sudah berada dia atas kawasan cafe yang elit di puncak pegunungan ini
" yuk cepat " Amara menarik tangan kedua temannya membawa mereka naik ke atas lantai cafe itu
Dita Sampai menjerit-jerit kegirangan saat melihat pemandangan yang semakin amazing dari lantai atas cafe ,,,dia langsung mengambil kameranya mengabadikan moment indah ini
" lihat deh cantik kan " Dita memperlihatkan hasil potretan nya ke arah dua temannya
" selamat siang Nona ada yang bisa kami bantu" seorang pelayan laki-laki tampan datang menghampiri mereka yang sedang asik nya menikmati pemandangan alam
Maria segera memilih menu apa saja yang akan menemani mereka santai sambil melihat kehijauan alam di depan mereka
" setelah dari sini kita kemana lagi ya " tanya Amara pada kdua temannya
" kita ke wahana aja ,,,biar puas teriak-teriak melepas beban " jawab Dita yang masih fokus pada kameranya
" di sini aja aku mau teriak di sini jarang kan kita melihat pemandangan alam yang hijau begini " Maria tak mau meninggalkan tempat ini terlalu cepat dia ingin menghabiskan hari akhir pekan dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata ini
Amara dan Dita akhirnya sibuk mencari lokasi untuk berpose mengabadikan keindahan alam yang mereka datangi ,,,,dari atas berbalik ke bawah kemudian ke ujung cafe yang melintasi jurang yang sangat dalam lalu naik ke atas kemudian balik lagi ke bawah ,,jika ada yang melihat mereka pasti akan puyeng melihat mereka muter-muter ngak jelas dari tadi sambil ketawa-tawa bahagia ,,, sedangkan Maria lebih memilih duduk dengan santai di temani secangkir kopi nikmat dan makanan sampingan yang membuat lidah penikmat kopi lebih manja
"apa Dunia yang terlalu kecil ataukah Doaku yang selalu di kabulkan semenjak ini" sebuah suara datang dari depannya Menarik kursi dan kemudian duduk
khuk,,,, khuk,,,,,,
maria langsung tersedak saat memasukkan makanan ke dalam mulutnya dan berkali-kali ia memukul dadanya
" kamu kenapa" lelaki itu terlihat panik saat melihat Maria yang masih mengelus dadanya akibat sakit dengan sedakan nya
" Rey??" Maria masih tak percaya kalau yang di hadapannya ini adalah lelaki itu ,,,yang ia gelar dengan lelaki sok akrab
" aku bahkan sudah berlari ke puncak gunung tapi masih saja bertemu dengannya" batin Maria
" kenapa ? kamu kaget ,,,,mungkin takdir yang selalu mempertemukan kita " Rey melipat sikunya di depan Maria dan tersenyum seperti biasa ,,,mungkin saja senyuman kali ini akan membuat terhipnotis yang Melihat Maria langsung menatap ke arah lain menghindari senyuman mematikan dari Rey
" hahahah,,,,anda bicara apa Rey inikan namanya tidak sengaja bertemu " maria langsung memangkas kata-kata Rey yang membuat telinga nya geli saat mendengar kata-kata Rey tadi
" ya tidak sengaja ketemu itukan takdir namanya
tuhan sengaja menggerakkan hati kita untuk. pergi ketempat tujuan yang sama " Rey berkata langsung membuat Maria tak bisa lagi membantah
" pantesan saja kau populer rupanya kau sangat mudah untuk mematahkan argument orang lain,,,tapi yang di katakan nya selalu benar"
" yang lain kemana" tanya Rey kemudian setelah menciptakan suasana hening sesaat,,ia tau kalau Maria tak mungkin sendirian kesini ,,pasti dia pergi dengan dua temanya yang kemarin ,,pikir Rey
" pengacara Rey,,,," dua tubuh yang sedang girang tiba-tiba sudah ada di depan mereka
" ngak salah memang tebakan saya "
" hei Maria kalian sengaja janjian ya " Dita menyenggol tangan Maria dengan tatapan untuk menggodanya
" tidak!!!!"
"iya " Rey langsung memotong dan kali ini ia berkata bohong besar ,,,Maria langsung menggigit bibir dengan geram
" Maria!!! apa-apaan kamu ini ,,,,kamu tidak mengatakan pada kami kalau kamu punya hubungan pribadi dengan pengacara Rey kok" lagi-lagi keduanya bertatapan kesal ke arahnya dan juga rasa kecewa yang menyangka kalau selama ini Maria sudah menutupi banyak rahasia dari mereka
" kalian yang apa-apaan siapa yang punya hubungan pribadi dengan pengacara Rey hah" Maria bersuara setengah berteriak pada mereka
" tenang semua tenang tadi saya hanya bercanda kami hanya tidak sengaja bertemu tadi saya ada janjian dengan teman saya di sini dan katanya sebentar lagi dia akan sampai jadi kebetulan saya melihat Maria jadi menyapa nya " akhirnya Rey mengaku daripada malah membuat ketiga teman ini berantem salah paham
" maaf ya maria " Rey menatap serius ke arah maria berharap kalau Maria tidak marah dengan katanya tadi yang hampir melempar bom ke arah temannya
" hemmmm,,,,," Maria hanya menjawab cuek terlihat aura kesal itu masih membekas di wajahnya
" Rey,,,,," seorang mendekat ke arah Meraka dan bertuju pada Tempat duduk Rey
" kenapa di sini" lelaki itu melihat ke arah tiga gadis di depannya
"mantap juga kamu ya Rey sekali dapat langsung tiga orang" lelaki itu berbisik ke arah Rey dengan senyum kecil
" ya sudah terimakasih tumpangannya saya duluan ya " Rey pun langsung bangkit dan tersenyum lagi ke arah mereka menarik tangan temanya dan kemudian berjejak meninggalkan mereka yang menatap kepergian dua lelaki itu
bersambung,,,,,,,
🚖 , , 0,@
, 🛷,
da CD,, 00= ,,. 0, ,,
moga aja pernilahan rey dan sinta kelak jika twrjdi nggak ada ank, malah nanti ug hamil maria...
bukan hanya sadar d depan Maria ajj tapi di depan Ema Ny s Rey juga harus sadar