Nayla Kei seorang gadis cantik dan manis memiliki sifat periang terpaksa dia menerima perjodohan dengan salah satu sahabatnya yang merupakan anak dari teman dekat ibunya.
Atas dasar balas budi Nayla menerima pernikahannya dengan terpaksa. Namun siapa sangka dalam perjalanan pernikahan itu Nayla mulai merasa hal lain pada suaminya.
Akankah suami Nayla menerimanya sebagai seorang istri?
Akankah Nayla mendapat perlakuan semestinya sebagai seorang istri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Flasback on
“APA? Kalian tidak salah informasi?” seorang pria blasteran tampan nampak geram mendapat kabar dari anak buahnya.
“Tidak bos, ini bos lihat saja” dua orang lelaki bertubuh tegap dan rambut gondrong memberikan kartu undangan dan beberapa foto pada bos mereka.
“B***s**, kalah langkah gue” umpatnya pada diri sendiri. “Kalian keluarlah” perintah pria blasteran itu.
Ttuuuut
Panggilan telepon terhubung
“Yes, honey, what's wrong?” suara lemah lembut terdengar dari balik ponsel.
“Kenapa tidak bilang Rayden menikahi Nayla?” suara penuh amarah menggema dalam ruangan.
“For what honey?, yang terpenting kamu sudah tahu Rayden akan menikah dan kita harus bahagia” ucap seorang wanita diseberang sana.
Pria tampan blasteran Eropa Indonesia itu langsung memutus sambungan teleponnya. “Arrrrrgghh, WHY?, Rayden kau” ia mengepal tangannya hingga kuku menancap pada kulit telapak tangannya. “Atur penerbangan ku sekarang juga ke Indonesia” perintah pria tampan itu tak terbantahkan.
**
Di Indonesia
Dalam mansion mewah seorang pria blasteran nampak melampiaskan emosinya dengan berlatih bela diri. “Honey, ini jus untukmu, istirahat dulu sayang, siang ini kita harus hadir di pernikahan Rayden” ucapan seorang wanita.
“Mmmhhh” sahut pria itu, mengusap peluh di dahi dengan handuk biru.
Ting
Tanda pesan masuk pada ponsel pria blasteran itu.
“Bos, semua sudah siap pada posisi masing-masing, bagaimana bos?”
Isi pesan dari salah satu anak buah pria tampan yang kini sedang terbakar amarah.
Tuuut
Sambungan telepon
“Lanjutkan, aku tak ingin gagal dan ingat jangan lukai ia sedikit pun” ucapnya memerintah sang anak buah.
“Aku begitu mencintaimu sejak kita pertama bertemu Nayla, apa tak dapat kau rasakan? Hah aku pengecut tidak bisa mengungkapkan perasaan ini, kamu Nayla Kei harus jadi milikku, hanya milikku” ucapnya secara mendalam.
Flashback off
Nayla menuju lantai 5 untuk bertemu bunda dan kakaknya. Sesaat pintu lift terbuka , ia pun keluar namun seseorang menarik lengannya dan membekap mulutnya hingga ia jatuh tak sadarkan diri.
“Bos, dia sudah bersama kami, sekarang menuju bandara” ucap seorang pria bertubuh besar. Samar-samar ucapannya didengar oleh Nayla, iya dia sudah sadarkan diri namun tubuhnya masih sangat lemas. Nayla hanya bisa berpura-pura pingsan saja “Ya ampun siapa mereka? Gue mau dibawa kemana?” batin Nayla menangis ketakutan.
Setelah sampai di landasan penerbangan, Nayla yang sedikit menguasai bela diri langsung memukul kedua pria tubuh besar, mereka tersungkur ke aspal, hal ini tidak disia-siakan Nayla, ia segera berlari, tak peduli semua orang menatapnya heran, gadis aneh berlari kesetanan hanya dengan piyama tidur.
Nayla menuju tempat petugas keamanan, dengan napas terengah-engah meminta pertolongan “Bu tolong, aku diculik, aku dibawa kemari, oleh mereka”, tunjuk Nayla pada kedua pria yang saat ini berlari kearahnya. Nayla tidak sempat menceritakan bagaiman kejadiannya, ia hanya bisa memohon, mengiba, dan menangis. Petugas keamanan yang bernama Airi tidak tega melihat wanita didepannya.
“Mohon maap nona kami mengganggu, nona kami mengidap bipolar sejak kecil, kami membawanya untuk bertemu ayahnya yang sakit keras dan ingin bertemu, bisa kami bertemu nona kami?” ujar seorang pria bertubuh besar.
Satu orang pria lainnya menunjukan rekam medis palsu dan surat rekomendasi palsu dari rumah sakit pada petugas keamanan, kertas itu nampak asli mengatakan Nayla mengidap masalah kejiwaan. Didalam sana Nayla hanya menggelengkan kepalanya seraya menahan tangis. Ketika para petugas sedang mengintrogasi kedua pria menyeramkan itu, Nayla mengendap-endap kabur dari ruang keamanan. Ia berlari sekuat tenaga untuk kembali ke hotel.
Berlari sembari sesekali melirik ke arah belakang, membuatnya tidak fokus apa yang ada dihadapannya, ia pun menabrak seorang pria berkacamata hitam
Bruuuk
“Ahhh” pekik Nayla terjatuh.
.
.
.
Sementara di Hotel
Rayden menghubungi ponsel Nayla, namun naas benda pipih sejuta umat itu tertinggal diatas nakas. Pria jangkung nan tampan yang saat ini hanya menggunakan kaos putih dan celana pendek coklat bergegas untuk bertemu mertuanya.
Bunda Nilla pun sama bingungnya, kenapa Nayla belum menemuinya, selepas akad gadis itu akan datang ke kamar Bunda Nilla tapi sudah satu jam tak kunjung datang.
Rayden tiba didepan pintu kamar Bunda Nilla.
Tok
Tok
Bunda Nilla pikir itu Nayla
Klek
“Nak, bunda sud-“ kalimatnya terputus saat melihat hanya Rayden seorang dihadapannya. “Lho, Nak Rayden, Nayla dimana? Dia bilang mau ke kamar bunda” tanya Bunda Nilla.
“Karena itu Rayden kesini, sudah satu setengah jam lalu meminta izin kesini . Rayden pikir Nayla disini bersama bunda” sahut Rayden
“Ngga nak, apa Nayla sama mama Anggi?” tanya Bunda Nilla
Saat ini keduanya dilanda kecemasan luar biasa, terutama Rayden merasa janggal dengan hal ini.
Tim MUA sudah tiba untuk mempersiapkan Nayla, karena acara resepsi akan digelar dua jam mendatang. Mama Anggi yang datang bersama mereka bertanya pada Rayden juga Bunda Nilla. Begitu terkejutnya Anggi mengetahui Nayla menghilang, hingga timbul pikiran menakutkan, apakah penculikan? Tapi mereka tidak memiliki musuh dan selama hubungan dengan rekan bisnis baik-baik saja, atau Nayla engga menjalani pernikahan ini karena perjodohan?.
Rayden tidak tinggal diam, ia berjalan menuju ruang keamanan untuk memeriksa CCTV. Bunda Nilla, Mama Anggi dan Papa Dave turut mengekor Rayden menuju ruang tersebut.
Keempatnya mengamati layar dihadapan mereka, hingga menit Nayla keluar dari lift untuk ke kamar Bunda Nilla, saat itu ia disekap oleh dua pria bertubuh besar menggunakan masker hitam. Mobil Alphard hitam membawa Nayla pergi dari hotel. “SI*L” umpat Rayden melihat istrinya dibawa pergi.
Mama Anggi dan Bunda Nilla langsung menghubungi polisi, sementara Papa Dave menghubungi orang kepercayaannya untuk membantu menemukan Nayla. Hendrik Bradley kakak kandung dari Papa Dave turut serta membantu. Mereka semua tidak ingin nama baik keluarga Bradley tercemar dan dipermalukan.
“Jangan hubungi polisi Nggi, aku akan kerahkan seluruh anak buahku mencari menantumu. Hal ini tidak boleh tercium publik, nama besar Bradley dipertaruhkan” ujar Papa Hendrik. Pria paruh baya ini adalah pewaris utama dari G&B group.
Bunda Nilla hanya bisa menangis, ia takut terjadi sesuatu dengan putrinya. Rayden tidak tinggal diam, ia berniat mencari Nayla diluar sana, namun dicegah Papa Hendrik dan Papa Dave. Cukup berbahaya jika Rayden keluar, bagaimana jika ini hanya pancingan agar Rayden keluar dari hotel dan pada akhirnya menyerang Rayden.
Sudah tiga puluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda keberadaan Nayla. Beberapa anggota keamanan yang merupakan anak buah keluarga Bradley sudah mengetahui keberadaan Nayla saat ini.
Kezia yang mengetahui Nayla menghilang sangat terpukul, tidak mungkin memiliki musuh, mengapa mereka menculik Nayla? Apa yang diinginkan hingga nekad mendatangi hotel yang hari ini dalam penjagaan ketat?.
Jika Nayla tak kunjung ditemukan maka Papa Dave akan membatalkan acara resepsi pernikahan Rayden. Beragam alasan sudah mereka persiapkan untuk para tamu undangan dan media. Kali ini biarlah Papa Hendrik yang maju, jujur ia tidak tega melihat adik satu-satunya mengalami musibah seperti ini ditengah kesehatannya yang menurun.
.
.
.
Bantu dukung aku ya
Yuk, tinggalkan jejak Like, komen dan vote
Makasih
🥰😘😘😘😘