Indonesia
NovelToon NovelToon
Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Aktris Ceroboh Milik Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadinachomilk

Laluna Roselyn memiliki karier yang sempurna sebagai aktris terkenal, sampai sebuah pengkhianatan menghancurkan hidupnya. Ia memergoki kekasihnya berselingkuh dengan asistennya sendiri. Dalam amarah yang tak terkendali, Laluna menyerang keduanya hingga kejadian itu terekam dan tersebar luas.

Dalam sekejap, citranya hancur. Dunia hiburan berbalik meninggalkannya, dan karier yang ia bangun bertahun-tahun berada di ujung kehancuran karena skandal tersebut.
Saat tidak memiliki pilihan lain, Laluna menerima perjodohan dari ibunya dengan Nathan Adikara, seorang pengusaha kaya yang terkenal dingin, kejam, dan sulit didekati.

Pernikahan mereka seharusnya hanya menjadi kesepakatan untuk menyelamatkan nama Laluna. Namun, hidup bersama Nathan membuatnya menemukan sisi lain dari pria itu. Di balik sikap dinginnya, Nathan ternyata adalah satu-satunya orang yang berdiri di sisinya ketika seluruh dunia menentangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadinachomilk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Dijebak

Kevin segera tersenyum dan duduk di kursi yang telah disediakan. Selena mengikuti dari belakang, meskipun langkahnya terlihat ragu. Ia beberapa kali melirik ke arah Kevin, seolah ingin memastikan apa yang harus ia lakukan.

Bagas memperhatikan Selena dari ujung kepala hingga kaki. Tatapan pria tua itu membuat Selena merasa tidak nyaman, tetapi ia berusaha tetap tenang.

"Jadi, gadis ini yang ingin kamu bawa kepadaku?" tanya Bagas sambil menyandarkan tubuhnya di sofa.

Kevin mengangguk cepat. "Benar, Pak Bagas. Selena adalah aktris baru yang memiliki potensi besar. Dia cantik, masih muda, dan memiliki kemauan keras untuk berkembang."

Bagas tersenyum tipis. "Potensi besar?Apa yang membedakannya?" Ia melirik Kevin.. "Semua orang yang datang kepadaku selalu mengatakan hal yang sama. Mereka bilang artis mereka berbakat, berbeda, dan akan menjadi bintang besar."

Kevin tetap tersenyum. Ia segera menarik tangan Selena dan menepuk nepuknya. "Tapi Selena berbeda, Pak. Dia memiliki ambisi yang besar."

Mendengar kata itu, Selena sedikit menunduk. Bagas mulai tertarik dengan percakapan itu, ia mengambil rokok dan wanita sebelahnya menyalakan rokok itu.

"Ambisi?"

"Dia tidak hanya ingin terkenal," jawab Kevin. "Dia ingin berada di puncak."

Bagas menatap Selena lagi. "Benarkah?"

Selena terdiam beberapa detik. Ia tahu pria di depannya memiliki pengaruh besar di industri hiburan. Banyak artis berhasil karena bantuan orang seperti Bagas.

"Aku ingin menjadi aktris terkenal," jawab Selena akhirnya.

Bagas mengangkat bibirnya, senyum miring terukir diwajahnya. "Apa kamus udah setuju dengan semua yang aku inginkan?" tanyanya, dengan senyum yang cukup menyeramkan.

Selena yang mendengar itu segera menatap Kevin, ia bingung dengan pertanyaan itu. Kevin segera membuka suaranya.

"Kami sudah siap tuan Bagas, hanya saja kami meminta satu film terbaik untuk kita perbankan dan semua syarat yang anda perlu akan dipenuhi oleh Selena."

Bagas segera bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekat ke arah Selena dan menaruh tangannya di paha Selena lalu meremasnya.

" Kamu yakin sayang? " tanyanya, genit.

Selena terkejut, ia segera menatap ke arah Kevin meminta bantuan. Ia benar benar takut dengan sikap pria paruh baya itu di depannya, apalagi tatapannya yang tampak genit membuatnya takut.

"Kevin? Apa sebenarnya maksudmu?" tanyanya.

Kevin segera mendekat di telinga gadis itu, "Tenang saja sayang, kamu bantu aku puasin tuan Bagas agar kita bisa kembali ke industri hiburan," jelasnya.

Selena yang mendengar itu menelan salivanya, ia menatap ke arah Bagas yang sudah menarik tangannya untuk mengajaknya berdiri.

"Ayo sayang, setelah aku puas aku akan memberikanmu apa yang kamu mau," ujarnya, sambil menarik dagu Selena.

Selena menatap ke arah Kevin yang masih menatapnya santai, ia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya. Kevin hanya menatapnya dengan tenang sebelum ia benar benar diajak pergi pria tua itu, Kevin kembali bersuara.

"Ini sudah wajah di dunia hiburan Selena, kamu harus mengorbankan dirimu demi terkenal," teriaknya.

Selena diajak pria tua itu kedalam sebuah kamar hotel, ia benar benar takut dengan sikap pria itu.

"Apa yang mau kamu lakukan kepadaku?" tanyanya, bergetar.

Pria itu tidak menjawab, ia mendorong tubuh Selena yang membuatnya terjatuh di atas kasur. Tanpa menunggu persetujuan dari Selena, Bagas segera mencium bibir Selena dengan kasar. Walau tubuhnya tua tenaganya sangat besar bahkan Selena tidak bisa melepaskan tubuh tua itu dari badannya.

"Lepaskan! Aku tidak mau!" teriak Selena.

Namun, teriakan itu tidak diperdulikan oleh pria tua itu. Dengan cepat pria itu melepas semua pakaian Selena.

"Aku tidak mau lepaskan sialan!" teriaknya, meronta ronta.

Bagas yang kesal dengan sikap Selena itu segera mencekik leher wanita muda itu. "Diam kau! Turuti saja mauku, aku akan membuatmu terkenal seperti yang kamu mau," tegasnya.

Mendengar itu Selena terdiam, 'Apa ini yang harus dilalui seorang aktris baru untuk terkenal?' pikirnya.

Pria itu dengan bringasnya segera meraih tubuh Selena dan menyetujuinya. Selena hanya bisa menangis, tetapi di dalam hatinya ia harus menerimanya karena ini satu satunya jalan untuk bisa terkenal dari Laluna.

Setelah pria tua itu puas, Selena segera menarik selimut putih untuk menutupi tubuhnya yang sudah tidak berpakaian. Ia menatap ke arah pria yang tengah merebahkan dirinya di sebelahnya.

"Apa aku sudah bisa menerima kontrak drama itu?" tanyanya, pelan.

Bagas yang masih bersandar di kepala ranjang menoleh ke arah Selena. Ia memperhatikan wajah wanita muda itu yang terlihat kosong, seolah sebagian dirinya sudah tidak berada di tempat itu. Pria tua itu tersenyum tipis.

"Kamu benar-benar hanya memikirkan kontrak itu?"

Selena menggenggam erat selimut yang menutupi tubuhnya. Tatapannya tidak lagi menunjukkan ambisi seperti sebelumnya. Yang tersisa hanya rasa kecewa dan penyesalan.

"Aku bertanya karena itu alasan aku datang ke sini," jawabnya pelan.

Bagas tertawa kecil. "Kamu cukup pintar. Tidak banyak orang yang bisa tetap berpikir tentang tujuan mereka setelah melewati hal seperti ini."

Selena menunduk. Tangannya mengepal kuat. "Aku ingin kontrak itu, aku ingin kontrak yang bisa membuat benar benar terkenal."

Bagas mengambil ponselnya yang berada di meja. "Besok seseorang akan menghubungimu. Peran itu akan menjadi awal kariermu."

Mata Selena sedikit berkaca-kaca. Awal karier. Kalimat itu seharusnya membuatnya bahagia. Namun, entah kenapa yang ia rasakan justru kehampaan.

Ia berdiri perlahan, mengambil pakaiannya dengan tangan gemetar, lalu berjalan menuju kamar mandi tanpa mengatakan apa pun. Di depan cermin, Selena menatap bayangannya sendiri..Wajah yang selama ini ia banggakan terlihat berbeda malam itu.

"Apakah ini benar-benar harga yang harus aku bayar untuk menjadi terkenal?" bisiknya.

Pikirannya kembali pada Laluna. Pada saat mereka masih menjadi asisten dan artis.. Pada saat semua orang memuji Laluna, sementara dirinya hanya berdiri di belakang bayangan wanita itu.

Selena menggigit bibirnya.. Ia ingin terkenal. Ia ingin semua orang melihat dirinya. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya juga bisa lebih hebat dari Laluna. Tapi mengapa setelah mendapatkan kesempatan itu, hatinya justru terasa semakin kosong?

Sementara itu, di luar kamar, Kevin masih menunggu di ruang VIP hotel. Saat Selena keluar, Kevin langsung berdiri.

"Bagaimana? Kontraknya?"

Selena tidak langsung menjawab.. Ia hanya menatap Kevin dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

"Kamu tahu apa yang kamu lakukan kepadaku malam ini?"

Kevin segera menarik tubuh Selena ke dalam dekapannya. "Sudahlah sayang, ini demi karir kita. Memberikan kepuasan kepada pria tua itu tidak seberapa nanti pasti kamu akan terkenal," jelasnya.

Selena tidak menjawab ia masih merasa kesal kepada Kevin yang menjebaknya untuk tidur bersama pria tua itu. Ia segera melepaskan genggaman Kevin dari tubuhnya.

" Besok kita akan mendapatkan kontraknya," ujarnya, lalu berjalan ke arah luar dengan langkah gontainya.

Kevin hanya mengikuti dari belakang, senyum sinis terukir jelas diwajahnya.

'Dasar wanita bodoh, mudah sekali dimanfaatkan,' batinnya.

1
Sri Sulastri
ceritanya bagus .sngga bosan untuk membacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!