Di jodohkan oleh sang kakek kepada putra sahabat kakek nya. bertemu dengan jodohnya namun sangat tidak menyukai sifat angkuh sang pria.
Berpendidikan namun malas belajar, itulah jalan yang di pilih oleh Anggun aswani. gadis belia itu sudah tahu mengenai perjodohannya dengan seorang pria putra dari sahabat kakeknya itu. Anggun lebih memilih untuk belajar di rumah daripada pergi ke sekolah, usianya 18 tahun. dia tidak ingin perjodohan yang dilakukan dan dibuat oleh sang kakek menghancurkan masa depannya, pertemuan pertama dengan pria yang dijodohkan sang kakek itu menyebalkan, pertemuan kedua sangat menyebalkan, pertemuan ketiga itu lebih menyebalkan.
Namanya adalah Damian, pria berusia 15 tahun lebih tua dari anggun. Hal itu membuat Damian pun lebih memilih untuk tidak menghiraukan permintaan sang ayah untuk dijodohkan dengan gadis ingusan yang dipilih oleh sang ayah. akankah mereka bersatu dengan perbedaan yang begitu luar biasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ke perusahaan kakek Handoko
"Dasar lebay." ucap Damian.
"Kau yang lebay, berani sekali kau mengatakan aku lebay." Anggun yang terlihat sangat kesal dengan cibiran dari Daniel.
** keesokan hari **
"Kau mau ke mana tuan galak?" tanya Anggun saat melihat Damian sudah berpakaian rapi hendak pergi.
"Apakah kau lupa kalau kau memintaku untuk membawamu ke perusahaan kakekmu." jawab Damian.
"Oh iya aku lupa." ucap Anggun yang kemudian pergi ke kamarnya.
"Segera kau pakai pakaianmu, nanti aku akan meninggalkanmu." jawab Damian.
"Iya tunggu bentar kali, main ninggal aja." jawab Anggun yang kemudian memasuki kamarnya. sekitar 15 menit kemudian Anggun sudah keluar dengan memakai pakaian yang membuat Damian langsung tertegun.
"Cepat kita ke perusahaan." ucap Anggun.
"Apakah mau ke perusahaan dengan memakai celana jeans dan pakaian seperti itu?" tanya Damian yang membuat Anggun menatap pakaiannya yang dia pakai.
"Memangnya kenapa?" tanya Anggun.
"Ya Tuhan apakah kau tidak mempunyai selera sebagai orang kaya, kalau kau ke perusahaan itu setidaknya memakai dress, pakaian formal untuk kerja atau pakaian yang lebih cocok untuk seorang pekerja." jawab Damian.
"Aku kan ke perusahaan kakek memakai motor masa aku memakai dress atau pakaian formal, pakaian kerja, nanti bagaimana caraku untuk membawa motorku?" tanya Anggun.
"Ya ampun kamu ini wanita apa tidak sih, Apa kamu waktu lahir itu salah lahir atau salah tempat, masak mau ke perusahaan memakai pakaian seperti itu cepat ganti pakaian. kamu akan satu mobil denganku Jangan membuatku semakin marah!" seru Damian yang membuat Anggun langsung masuk kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Anggun memang tidak mempunyai pakaian dress atau pakaian seksi yang lainnya, terlihat gadis itu hanya memakai pakaian santai dan beberapa pakaian kerja yang dibelikan oleh kakek Wiryawan. setelah mendapat teguran dari damaian akhirnya Anggun menuruti apa yang dikatakan oleh Damian. Ada beberapa pakaian casual semi dress yang dia miliki, terlihat Anggun memadupadankan pakaiannya dengan kosmetiknya, memang tidak terlalu tebal tapi Anggun terlihat begitu cantik.
"Ayo Tuan galak!" seru Anggun yang membuat Damian memutar tubuhnya, pria itu melihat Anggun yang baru turun dari tangga lantai 2 rumahnya. tatapan mata dan nampak tertegun dengan penampilan Anggun, pagi ini Gadis itu benar-benar cantik dengan dress berwarna semi pink agak orens.
"Kenapa kok diam saja, ayo cepat kita harus segera ke perusahaan kau kan bilang aku harus pakai pakaian seperti ini." ucap Anggun yang kemudian menarik tangan Damian hingga membuat pria itu mengikuti langkah kaki Anggun.
DEG...
seketika jantung Damian berdebar begitu kencang saat melihat paras cantik namun sederhana yang ditampilkan oleh Anggun. seorang gadis muda yang mempunyai tinggi badan sekitar 160 cm.
"Kita berangkat berdua atau sama Mas Muchtar?" tanya Anggun kepada Damian.
"Muchtar aku tugaskan untuk menghandle perusahaan bersama kakek, sedangkan aku akan ke perusahaanmu bersama denganmu." jawab Damian.
"Lalu kita naik apa, apa kita naik motor saja?" tanya Anggun yang membuat Damian menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja naik mobil, Aku tidak suka memakai motor." jawab Damian.
Seketika Anggun menganggukkan kepalanya, hari ini dia harus menurut kepada Damian jika tidak pasti Damian tidak akan mau menolongnya.
"Ya sudah kalau begitu kita naik mobil saja, Hari ini aku menurut karena jika tidak aku tidak akan membantuku." ucap Anggun yang membuat Damian menggelengkan kepalanya.
Di dalam satu mobil di kursi depan terlihat hari ini Anggun benar-benar begitu mempesona terlihat begitu Anggun seperti namanya. Tidak petakilan seperti biasanya yang membuat Damian benar-benar mengelus dada.
"Tumben sekali kau pendiam seperti ini?" tanya Damian.
"Tentu saja dong, kalau aku tidak menurutimu pasti kau tidak akan membantuku jika tidak membantuku pasti aku kena amukan kakek." jawab Anggun sembari tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha dasar gadis tengil, bocah tengil sepertimu ini benar-benar membuat aku gregetan." ucap Damian yang terlihat memukul dahi anggun dengan kotak tisu yang ada di mobil.
"Jangan gitu dong Tuan galak, sekali-kali kau itu bersikap baik padaku jangan selalu mengajakku bertengkar." ucap Anggun yang membuat Damian benar-benar tidak bisa menjawab perkataan gadis muda itu.
"My little wife benar-benar sangat menjengkelkan, Apakah kau tidak bisa bersikap sebagai gadis normal pada umumnya?" tanya Damian.
"Oh my suami galak, Tentu saja aku bisa bersikap begitu romantis Bahkan aku akan membuat perlakuan yang sangat romantis kepadamu." jawab Anggun yang membuat Damian tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha..., kau itu cewek tomboy tidak tahu aturan petakilan barbar suka berkelahi Tidak bisa berkata manis dan masih banyak lagi." ucap Damian yang membuat Anggun langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Damian.
Seketika Demian yang mendapat perlakuan seperti itu sontak membuat salah satu kakinya menginjak rem.
CITTTTTT....
mobil yang melaju tidak terlalu kencang itu tiba-tiba saja terhenti, Anggun Yang mendapat kelakuan seperti itu wanita itu langsung terkejut bahkan tidak sengaja Anggun malah mencium pipi Damian.
CUP..
satu ciuman sudah melekat di pipi Damian, Hal itu membuat jantung Damian berdebar begitu kencang hingga saking kencangnya serasa jantungnya itu hendak keluar dari tubuhnya.
DEG...
DEG...
DEG...
jantung Damian berdebar begitu kencang, wajahnya seperti terbakar tubuhnya pun seperti terbakar saat mendapat perlakuan seperti itu dari Anggun. tiba-tiba pria itu menyentuh pipinya.
"Maaf tuan galak Maaf tidak sengaja, habis kau menginjak remnya tiba-tiba sih..," ucap Anggun yang terlihat langsung menggeser tubuhnya jauh-jauh.
"Aku barusan bilang apa, Bisa tidak kau menjadi gadis baik-baik dan tidak petakilan seperti itu. kau ini seperti monyet saja." ucap Damian yang agak kesal. dia harus memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Anggun, wajahnya seperti tersiram air panas begitu panas hingga membuat jantungnya seolah ingin meledak.
"Iya iya maaf, aku kan tidak sengaja." ucap Anggun yang terlihat menatap wajah Damian.
Biasanya pria itu akan sangat marah dan kesal saat mendapati Anggun seperti itu, namun hari ini Damian bersikap begitu santai dan biasa saja.
"Kau tidak marah kan Tuan galak, Kalau kau marah nanti kau tidak akan membantuku." ucap Anggun.
"Asal kau mau menuruti seluruh perkataanku aku akan membantumu, tidak mungkin kau berada di perusahaan dalam hitungan 1- 2 hari saja kemungkinan aku akan mendidikmu selama satu bulan." jawab Damian yang membuat Anggun menganggukkan kepalanya.
"Lalu pekerjaanku yang ada di perusahaan kakek Wiryawan bagaimana?" tanya Anggun.
"Kau fokus aja dengan perusahaan kakekmu jika tidak bisa-bisa anak buahmu itu menghabiskan dan mengkorupsi seluruh uang yang ada di sana." jawab Damian.
"Kejam banget ya." ucap Anggun.
"Dunia bisnis adalah dunia yang kejam bahkan lebih kejam dari pembunuhan." jawab Damian sembari tersenyum.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife