Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Khayalan

Cinta Seindah Khayalan

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Anak Genius / Tamat
Popularitas:94.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dewi Payang

Sizy Caserina, tidak pernah menduga bila dirinya bisa dijebak oleh seorang pria kecil sehingga bisa tidur dengan seorang pria konglomerat yang bernama Clive Mandelson.

Begitulah cara Berry, pria kecil yang jenius yang berusia 5 tahun, memilih seorang wanita cantik untuk menjadi ibunya.

Ikuti kisahnya di Cinta Seindah Khayalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Payang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Apa Yang Kamu Sembunyikan?

Pukul 22:00, dirumah Yuna.

"Akhirnya selesai juga," Yuna memandang sesaat ruang keluarga yang terlihat berkilau, ruangan terakhir yang telah ia bersihkan malam itu.

Setelah memastikan semuanya sudah rapi dan bersih, bocah perempuan itu mengangkut alat pel manual dan embernya menuju toilet, membersihkan dan menyimpannya disana.

"Tubuhku terasa remuk, dan perutku juga sangat lapar," Yuna bergumam sendirian sambil berjalan tertatih menuju dapur dengan rasa lesu. Sekecil itu, ia sudah terbiasa dengan tugas bersih-bersih. Hanya saja, karena gerak tubuh kecilnya yang serba terbatas, membuatnya harus memakan waktu lama menyelesaikannya.

Seperti yang dikatakan ibunya sore tadi, memang tidak ada satupun makanan tersedia dimeja makan. Ingin menyalakan kompor takut ibunya mendengar dan memarahinya, dan ia takut dengan api, khawatir bisa membakar rumah.

"Roti yang diberikan Bibi," wajah lesu Yuna seketika berbinar mengingat Sizy telah memberikan sekotak roti padanya tadi sore.

Dengan semangat, ia berjalan menuju kamarnya yang berada disebelah toilet sambil menahan rasa remuk pada seluruh tubuhnya yang begitu lelah membersihkan rumah semenjak sore tadi, juga pasca perundungan Leo di sekolah.

"Pasti enak," gumamnya lagi, menatap bulatan roti isi daging ditangannya dan mulai menggigitnya.

"Iya, ini enak sekali, lezat..." satu gigitan yang ia kunyah terasa begitu nikmat, membuat Yuna kembali menggigitnya lahap hingga mulut penuh.

Rasa lapar yang teramat sangat membuat bocah perempuan itu menghabiskan satu roti daging berdiameter 8 cm itu dalam waktu singkat, dan kembali mengambil satu lagi dari kotak wadahnya.

Bruak!

Roti yang baru diambil jatuh menggelinding dilantai begitu saja, wajah Yuna yang kelelahan semakin pucat pasi, saat dirinya sedang tertangkap basah sedang memakan rotinya. Kehadiran sang mama membuatnya kaget, bahkan seluruh tubuhnya gemetaran karena takut.

"Dasar anak tidak patuh! Bukannya Mama sudah melarangmu makan sebagai hukuman kenakalanmu!" hardik Lidiya marah.

"Y-Yuna l-lapar Ma..." suaranya bocah perempuan itu terdengar bergetar.

"Tidak makan satu bulan-pun kamu tidak akan kurus! Dimana kamu mencuri roti ini? Jujur sama Mama!" Lidiya merampas kotak roti dari tangan Yuna yang sedang berdiri disisi tempat tidurnya tanpa belas kasihan.

"Yuna tidak mencurinya Ma, t-tapi Bibi, mamanya teman sekolah Yuna yang membagikannya pada Yuna," jujur bocah perempuan itu, bibirnya bergetar menahan tangis dalam dadanya, hanya airmatanya saja yang merembes keluar.

"Lain kali jangan sembarang menerima makanan apapun dari orang lain, bisa jadi mereka berniat meracunimu! Sekarang waktunya tidur, jangan menangis! Dan jangan sampai terlambat bangun besok pagi!" sentak Lidiya lagi, lalu beranjak dengan kotak roti ditangannya dan kembali membanting pintu dengan keras seperti kebiasannya yang sudah-sudah.

Tubuh gembul Yuna meluruh kelantai dengan sedih, tangannya meraba-raba dibawah kaki tempat tidurnya.

"Dapat," begitu tangannya menyentuh roti bulat isi daging yang tadinya sempat menggelinding dilantai dan bersembunyi dibawah tempat tidurnya.

"Andai Bibi meracuniku, tidak mengapa, aku lapar sekali..." sambil menangis tanpa suara dikaki pembaringannya, Yuna kembali menggigit dan mengunyah roti dagingnya yang sudah bercampur airmata.

...***...

Diruang kerja Clive.

"Kenapa sekaget itu? Bukannya wajar aku hamil setelah malam itu?" Sizy menatap wajah tegang Clive dengan raut tidak biasa pria itu.

"I-iya, itu wajar... " Clive tidak mampu berkata-kata, ia menelisik wajah Sizy, bahkan setiap gerak yang ditimbulkan wanita itu tidak luput dari perhatiannya.

"Benar kamu hamil?" tanya Clive memastikan, logikanya sama sekali tidak bisa menerimanya.

"Aku sudah telat 8 hari dari biasanya," sahut Sizy.

"Sudah tespek? Atau USG di dokter kandungan?" kejar Clive.

"Belum. Dan aku tidak memerlukannya, yang aku tahu, aku hamil. Sepertinya kamu meragukanku, benar begitu? Bukannya ketika itu kamu mengakuinya kalau kita berdua melakukannya dimalam itu?"

"I-iya, aku memang berkata seperti itu, t-tapi--" Clive memutus ucapannya, tidak mungkin ia jujur apa yang sebenarnya terjadi sehingga dirinya bisa menikahi wanita itu.

"Tapi apa?" tanya Sizy penuh selidik, tapi Clive masih bungkam, tidak mau meneruskan apa yang tersimpan dalam kepalanya.

"Apa ada yang kamu sembunyikan? Atau mungkin kamu tidak mengakui anak ini adalah anakmu?" Sizy mengusap perutnya yang masih rata, membuat Clive semakin frustrasi dengan apa yang dilakukan oleh isterinya itu.

"Tentu saja aku mengakui bayi yang kamu kandung itu adalah anakku," Clive yang mendadak blank terpaksa bicara seperti itu, dan otaknya terus berfikir keras.

"Syukurlah, sekarang aku bisa lebih tenang setelah mendengar pengakuanmu. Tadinya aku berfikir kamu akan menolak anak ini. Sekarang aku pamit untuk istirahat lebih dulu," Sizy berdiri dari duduknya dan gegas beranjak.

"Nanti aku akan menyusulmu beristirahat, aku masih menyelesaikan sedikit pekerjaanku. Jaga baik-baik kesehatanmu, juga kandunganmu," Clive berucap pelan.

Sizy menghentikan langkahnya, menoleh dan mengangguk pelan saat netranya dan Clive saling bertemu.

"Tentu, aku pasti menjaga anak dalam kandunganku ini dengan baik, supaya ayahnya tidak menyalahkanku," Sizy kembali berbalik setelah mengucapkan itu, ia melangkah keluar dan menutup rapat pintu ruang kerja Clive dengan hati-hati dibelakannya, menyandarkan punggungnya pada daun pintu, menarik nafas dalam dan menghelanya perlahan.

Sementara itu, Clive masih memandangi pintu ruangannya yang tertutup rapat, detik berikutnya ia meraih gagang telepon diatas meja untuk menghubungi David kembali.

📞"David, aku membutuhkan cocktail sekarang juga.

📞"Baik Tuan, saya akan segera mengantarkannya."

Clive meletakan kembali gagang telepon pada tempatnya.

"Bagaimana wanita itu bisa hamil anakku?" Clive menyentuh pelipisnya yang berdenyut sambil memejamkan matanya.

"Aku memang melepas semua pakaiannya malam itu, tapi segera membungkus tubuhnya dengan selimut. Aku berani bersumpah pada diriku sendiri, aku sama sekali tidak menyentuhnya," monolognya, masih dengan mata terpejam.

...***...

"Maafkan aku tuan Clive, aku terpaksa melakukan ini padamu," Sizy masih menyandarkan punggungnya pada daun pintu ruang kerja Clive, sambil merasakan cairan panas yang keluar dari inti tubuhnya.

Ia tidak berbohong tentang tamu bulanannya yang terlambat datang hingga 8 hari ini, tapi sore tadi saat berada dirumah Yuna, cairan itu mendadak keluar dengan derasnya hingga menembus kain celana kerjanya, untung saja berwarna hitam sehingga bisa tersamarkan.

"Aku merasa yakin kalau kamu tidak menyentuhku malam itu. Tidak ada tanda-tanda pada area itu, ya aku yakin sekali," lirihnya.

"Tapi apa alasanmu melakukan itu padaku tuan Clive?" Sizy memejamkan matanya mengingat kejadian dirinya yang bangun dalam keadaan bugil dan dipeluk oleh pria itu.

"Agar supaya kamu bisa menikahiku?" Sizy kembali menghela napasnya sembari menggeleng pelan.

"Aku bahkan bukan wanita berkelas, bangsawan, dan unggul seperti dirimu, atau apapun yang mampu memikatmu. Aku hanya perempuan biasa, dan dari keluarga biasa-biasa saja. Bahkan seorang Edwin yang berasal dari kalangan biasa sepertiku mencampakan aku. Tapi kenapa kamu mau menikahiku hanya karena Berry suka padaku?"

"Aku harus tetap waspada pada pria kaya sepertimu. Bisa jadi kamu menjadikanku alat untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan itu. Setelah mendapatkannya, kamu akan membuangku."

"Seperti mudahnya kamu memaksaku untuk menikah, semudah itu juga pria sepertimu mampu mencampakan aku seperti barang rongsokan."

Sizy terus berkutat dengan pemikirannya sendiri, berbagai pertanyaan, dan teka-teki yang kian riuh memenuhi kepalanya, berusaha meraba dan menebak alasan pasti pria itu sampai menikahinya.

"Nyonya, anda disini?" David merunduk hormat, sementara sepasang tangannya sedang membawa nampan berisi pesanan Clive.

"Aaa, i-iya. Saya berniat kembali kekamar," Sizy tergagap, baru menyadari kehadiran David.

"Apa tuan Clive biasa meminum minuman seperti itu saat berkerja dimalam hari?" menunjuk apa yang dibawa David.

"Terkadang saja Nyonya," sahut David singkat, tidak berani banyak bicara takut salah kata.

"Baiklah, antarkan saja pada tuan Clive, saya akan kembali kekamar sekarang," Sizy mengulas senyum walau David tidak melihatnya karena terus merundukan kepalanya.

"Iya Nyonya."

Bersambung...✍️

1
Elisabeth Ratna Susanti
top banget 🥰
Dewi Payang: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
kenapa masih saja ada perundungan ya
Dewi Payang: Dari jaman ke jaman tidak pernah punah😭
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Zenun
iya benar sekali
Dewi Payang: Cucok👍🏻😁
total 1 replies
Zenun
terimakasih untuk apa nih🤭
Dewi Payang: Untuk segalanyaaa😁
total 1 replies
Oma yeni*🦋
udah tamat dengan akhir yg sangat indah. Makasih karya indahnya 🥰
Dewi Payang: Ma kasih juga kak, udah setia membaca hingga akhir😘😘😘😘
total 1 replies
Oma yeni*🦋
oke thor siaappp makasih sarannya, semoga selalu bahagia dan penuh cinta ❤️🥰
Dewi Payang: Amin Akak🫰🫰😍
total 1 replies
Oma yeni*🦋
dilarang terbang lagi kyknya nih
Dewi Payang: Disuruh netap/Joyful/
total 1 replies
Oma yeni*🦋
si babe sistimnya liberal/Chuckle/
Oma yeni*🦋
yuk makan makan thoorrr
Dewi Payang: Ayuk😅😅
total 1 replies
Oma yeni*🦋
horeee,,,, sah jadi pasangan suami istri...
Dewi Payang: Ehemmmn😅
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah hadir... pertama malah/Sneer//Joyful/
Dewi Payang: 😄😄😄iya kak😍😍😍
total 1 replies
neng ade
aku udah hadir disana thor 🙏❤️
Dewi Payang: Iya Kak, terima kasih banyak ya kak😍😍😍
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
wah dikibarkan baju Teletubbies nya 😆
Dewi Payang: Haha😅😅😅😅
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ciusss end Bun? kok aku nda ikhlas huwwwaaaaa
Dewi Payang: Haha kebanyakan bab na kak😄
total 1 replies
Zenun
sah sah sah🥳
Dewi Payang: Berry-Yunna : 😍😍😍
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Papay juga kak Dewi... di tunggu karya luar biasa selanjutnyaaa❤️❤️❤️❤️😘😘😘
〈⎳ FT. Zira: sehat selalu juga buat akak🫰🫰🫰... jangan lama lama luncurin karya barunya yaaa.. menanti/Kiss/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... enddd😳😳😳😳
〈⎳ FT. Zira
jawaban cerdas
Dewi Payang: /Joyful/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
kalo gak berakhir indah.. judulnya bukan cinta seindah khayalan lagi nanti
Dewi Payang: Yuna : 😍😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!