Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti Aturan Tidak Tertulis

Tok tok...

Suara ketukan pintu kamar Aluna membuatnya kembali turun dari tempat tidurnya, padahal ia sudah sangat ingin tidur.

Wajahnya yang sudah suntuk bertambah kesal saat membuka pintu dan mendapati Rafa sudah berdiri didepan kamarnya dengan dua paper bag ditangan kirinya dan satu kantong plastik hitam di tangan kanannya.

"Perasaan tadi bilangnya aku gak mau ngomong sama dia dua bulan deh. Baru beberapa jam aja, dia udah ada didepan aku."

Batin Aluna merasa gondok.

"Ngapain kesini?." Tanya Aluna

Wajah kesalnya sangat tidak bisa ia sembunyikan, terlebih ia memang sangat lelah hari ini.

"Mau minta maaf." Jawab Rafa

Ia tersenyum dengan penuh ketulusan sedang Aluna hanya menatapnya dengan tatapan datar.

"Kan tadi udah dimaafin, ngapain nyusul segala." Kesal Aluna

Ia berharap Rafa tidak membahas lagi pembahasan mereka dikantor tadi.

"Boleh masuk gak sih? Aku capek berdiri terus." Pinta Rafa sambil mengeluh

"ck, masuk aja." Decak Aluna.

Aluna berbalik dan kembali masuk ke dalam kamarnya sementara Rafa mengikutinya dari belakang, ia menutup pintu kamar Aluna dan langsung berjalan ke sofa yang ada didalam kamar Aluna.

Ia menyerahkan bawaannya untuk Aluna yang sudah duduk duluan di sofa panjang itu.

"Buat kamu nih, hmmm...ini sih suap yah biar kamu gak ngambek."

Rafa dengan jujur mengatakan bahwa yang ia bawakan malam ini untuk Aluna adalah bentuk suap agar Aluna tidak kesal lagi.

Aluna menarik paper bag tersebut dari atas meja dan mengintip isinya.

"Minggu lalu juga makan ini dari kamu." Ucapnya seakan cake kesukaannya masih kurang.

"Makanya sekarang ada temennya." Jawab Rafa menyodorkan plastik hitam yang lumayan besar itu untuk Aluna.

Dengan senang hati gadis tersebut membuka plastik hitam yang berisi banyak sekali jajanan dan ice cream didalamnya, sontak ia terkejut.

"Banyak bangettt, kamu mau buat aku gendut yah!." Serunya saat melihat isi dari plastik hitam tersebut.

"Gendut aja masih cantik kok."

"Rafa!. Jadi maksud kamu aku gendut?."

"Sedikit.."

"Ini kamu niatnya mau minta maaf atau nambah masalah sih."

Aluna menyerah berdebat dengan sahabatnya itu, ia lebih memilih mencicipi cake favoritnya dan juga memilah cemilan mana yang bisa ia makan setelah cake tersebut.

"Enak gak?." Tanya Rafa penasaran karena Aluna memakannya dengan lahap.

"Tau aja yang ini enak." Cibir Aluna

Ia kembali memasukkan sesendok dessert tersebut ke dalam mulutnya.

"Kesukaan kamu semua." Ucap Rafa yang selalu tau apa yang disuka dan tidak disukai oleh Aluna.

"Baru selesai makan malam kan? dessert best loh buat naikin mood."

Rafa seakan mempromosikan makanan yang ia bawa untuk Aluna, tapi kelihatannya ia juga ngiler sendiri melihat Aluna sangat menikmati suapan demi suapannya.

"Mau gak?." Tanya Aluna.

Ia menyadari Rafa terlihat ingin memakan makanan yang ada ditangannya.

"Enak?." Rafa malah bertanya balik sekedar basa-basi.

"Enak lah." Jawabnya lalu kembali memasukkan sesendok penuh soft cake kedalam mulutnya, membuat Rafa menelan ludahnya karena ngiler.

"Suapin kalau gitu." Pintanya kemudian.

"Manja bener sih..." Seru Aluna memutar bola matanya malas.

Namun...

"Bilang Aaa."

Ia tetap menyendokkan sesuap untuk Rafa dan bersiap menyuapinya.

"Aaaa.... hmmmm enak bangett."

Dengan senang hati Rafa menyambut suapan Aluna yang walaupun sedang kesal tapi malah menggemaskan dimatanya.

"Masih kesel?." Tanya Rafa kemudian, berharap tumpukan makanan manis yang ia bawa bisa meredakan rasa kesal Aluna.

"Sedikit." Jawab Aluna singkat.

"Biar keselnya hilang...kamu maunya apa? Aku turuti semua deh."

Aluna menatap Rafa antusias karena tawaran Rafa terdengar menarik.

"Mau apa yah?." Gumamnya sembari mulai berpikir dengan serius.

Rafa merasa gemas sendiri melihat Aluna yang tengah berpikir dan menghentikan aktivitas mengunyahnya.

Jejak cokelat di sudut bibir Aluna menjadi perhatian Rafa, dengan cepat ia menyeka cokelat tersebut menggunakan tangannya.

"Udah kepikiran mau apa?." Tanyanya

Ia lalu menyeka jejak cokelat tersebut dengan penuh perhatian.

"Makannya belepotan banget sih." Gumamnya

Rafa lalu menarik tissu dari kotaknya yang ada diatas meja dan mengelap tangannya.

"Gak ada sih. Aku belum kepikiran apa-apa, nanti aja kalau udah ada, sekarang kamu utang dulu."

Setelah berpikir lama, ternyata tidak ada yang diinginkan dalam waktu dekat ini oleh gadis tersebut

Rafa tertawa kecil mendengar Aluna yang belum punya keinginan apapun dan malah menganggapnya sebagai utang permintaan untuk Rafa.

"Gak perlu jadi utang juga sih. Apapun yang kamu mau dan kapan aja, kamu boleh minta ke aku."

Aluna mengangkat alisnya merasa takjub dengan kesetiakawanan Rafa padanya.

"Lucu deh, udah seperti aturan gak tertulis aja." Ucapnya merasa selama ini seperti ada aturan yang tidak tertulis diantara mereka tentang keinginan Aluna yang harus selalu bisa dituruti oleh Rafa.

Rafa menatap Aluna yang tersenyum ke arahnya, senyuman yang sangat cantik di mata pemuda tersebut. Rasanya sangat berat melepaskan pandangannya, ia tetap betah menatap wajah cantik Aluna yang selalu menjadi favoritnya sejak kecil.

Tok tok...

Suara ketukan pintu langsung menyadarkannya, dengan cepat ia memperbaiki posisi duduknya.

"Mama bawain buah buat kalian."

Mama Aluna masuk dengan piring berisi buah ditangannya dan meletakkannya diatas meja didepan mereka berdua.

"Terima kasih Tante...Makasih Maa.." Ucap Rafa dan Aluna bersamaan.

"Sama-sama."

Mamanya Aluna kemudian melemparkan tatapannya pada Rafa.

"Ohiya, kamu udah makan malam Rafa?." Tanyanya

"Belum sih Tante." Jawab Rafa santai, seperti kembali ke masa lalu.

"Loh ini udah lewat banget jam makan malam loh."

Mamanya Aluna merasa tidak enak karena ulah putrinya, Rafa malah melewatkan jam makan malam.

"Gara-gara kamu ngambek nih Aluna, Rafanya pulang kantor langsung kesini."

Sekarang Mamanya malah menyudutkan putrinya.

"Apasih Ma!, gak ada yang nyuruh juga." Kesal Aluna tanpa mempedulikan ada Rafa disana atau tidak.

Mamanya hanya bisa mendengus mendengar perkataan putrinya, untung saja Rafa sudah lama mengenal Aluna dan mereka semua, jadinya tidak ada suasana canggung yang tercipta.

"Makan dulu ya Rafa." Kata Mamanya Aluna menawarkan.

"Iya Tante." Dengan senang hati Rafa tidak menolak ajakan Mamanya Aluna.

Ia langsung berdiri dari duduknya dan bersiap turun untuk makan malam.

"Temenin Rafa." Perintah Mamanya kemudian pada Aluna yang langsung memberikan Mamanya tatapan penuh protes.

"Dia udah besar Ma..."

Aluna mulai kesal dan menatap Rafa dengan tatapan sinis.

"Sana makan sendiri aja. Pasti udah disiapin sama Bibi juga, aku mau tidur."

katanya kemudian menyuruh Rafa untuk makan sendiri saja, ia yakin Rafa tidak akan canggung lagi karena sedari dulu bisa dibilang rumah Aluna adalah rumah kedua Rafa. Hampir setiap dari dalam seminggu ia berkunjung bahkan sampai menginap dirumah ini.

"Aluna..."

Nada suara Mamanya mulai rendah yang menandakan perintah tersebut harus dijalankan.

"Temenin yuk, harus mau pokoknya. Kamu juga bisa lanjut makan cakenya tuh, aku udah effort bawain kamu loh."

Rafa malah menarik tangan Aluna membuat gadis itu bertambah kesal.

"Nih bawa balik aja." Ucapnya sembari menyerahkan box kue yang sudah hampir tersisa setengah saja.

"Aluna!." Seru Mamanya makin tidak sabaran.

"Iya iyaaa, ganggu banget sih semuanya."

Pada akhirnya Ia menyerah dan langsung mendahului Rafa keluar dari kamarnya.

"Makasih Tante, Rafa ke bawah dulu yah." Ucapnya pada Mamanya Aluna.

"Makan yang banyak yah Rafa." Pesan Mamanya Aluna sebelum ia benar-benar meninggalkan kamar Aluna.

"Iya Tante." Jawabnya dengan senyum penuh kemenangan.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!