Indonesia
NovelToon NovelToon
Tawanan Mantan Suami

Tawanan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Sinopsis:

Lima belas tahun setelah perpisahan yang dipenuhi salah paham, Helena kembali bertemu dengan Arthur Fernando, mantan suami yang tak pernah berhenti mencarinya. Di balik perceraian mereka, tersimpan konspirasi musuh yang ingin menghancurkan klan Fernando. Kini, saat kebenaran terungkap, Arthur bertekad merebut kembali Helena, meski harus menjadikannya tawanan cinta yang tak pernah padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Mengenal Keluarga Baru

Dua minggu telah berlalu sejak Arthur pulang dari rumah sakit. Kini dia sudah bisa berjalan tanpa tongkat, meskipun masih harus berhati-hati dengan gerakan tiba-tiba. Luka di punggungnya sudah mengering, dan rasa sakitnya sudah berkurang drastis. Arthur menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah keluarga Fernando, dikelilingi oleh Helena dan James yang tidak pernah meninggalkannya sendirian.

Pagi itu, Arthur duduk di kursi taman di belakang rumah, menikmati sinar matahari yang hangat. Secangkir kopi ada di tangannya, dan di pangkuannya, sebuah buku gambar terbuka. Dia sedang mencoba menggambar sketsa sebuah rumah di tepi pantai—rumah yang dijanjikan Robert untuk mereka.

Helena keluar dari dapur, membawa sepiring roti panggang dan selai. Dia duduk di kursi di sebelah Arthur. "Kamu sudah menggambar lagi? Dokter bilang kamu harus istirahat, bukan menggambar sepanjang hari."

Arthur tersenyum, menatap Helena. "Aku tidak bisa diam, Hel. Pikiranku selalu melayang pada masa depan. Rumah baru, taman, mungkin kolam renang kecil untuk James."

Helena tertawa kecil, mengambil secangkir kopi dari Arthur untuk mencicipinya. "Kamu terlalu bersemangat. Kita belum pindah ke sana. Dan jangan lupa, kamu masih harus pemulihan."

Arthur menatap Helena dengan tatapan lembut. "Aku ingin cepat pulih, Hel. Aku ingin membangun kehidupan baru bersama kalian berdua. Aku sudah terlalu lama menunggu."

Helena tersenyum, mengusap pipi Arthur. "Kita akan membangunnya bersama, Arthur. Pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru."

James muncul dari dalam rumah, mengenakan kaos olahraga dan celana pendek. Dia tampak masih mengantuk, rambutnya berantakan. "Selamat pagi, Pa, Ma. Ada sarapan?"

Helena menunjuk roti panggang yang dibawanya. "Ada, Sayang. Ayo duduk, Mama sudah buatkan roti dan jus."

James duduk di kursi di antara Arthur dan Helena. Dia mengambil sepotong roti panggang, mencelupkannya ke selai, dan menggigitnya dengan lahap. "Ma, nanti aku mau ke sekolah. Ada ujian matematika. Tapi aku sudah belajar semalaman."

Arthur tersenyum. "Bagaimana kalau aku antar kamu ke sekolah, Nak? Aku bisa jalan-jalan sebentar. Dokter bilang aku perlu bergerak untuk memperlancar sirkulasi."

Helena menatap Arthur dengan tatapan ragu. "Arthur, kamu yakin? Perjalanan ke sekolah cukup jauh."

Arthur tersenyum. "Aku yakin, Hel. Aku ingin mengantar anakku ke sekolah. Seperti ayah lainnya."

James menatap Arthur dengan mata yang berbinar. "Serius, Pa? Kamu mau antar aku?"

Arthur mengangguk. "Serius, Nak. Ayo selesaikan sarapanmu, kita berangkat bersama."

Helena akhirnya mengalah. "Baiklah. Tapi jangan terlalu lama. Jika kamu merasa lelah, langsung pulang."

Arthur tersenyum, mengangguk. "Janji."

---

Setengah jam kemudian, Arthur dan James sudah berada di dalam mobil. Aldi yang bertindak sebagai sopir dan pengawal membawa mereka menuju sekolah James. Arthur duduk di kursi belakang, menatap James yang duduk di sampingnya.

"Nak, bagaimana perasaanmu hari ini?" tanya Arthur.

James mengangkat bahu. "Biasa aja, Pa. Tapi aku seneng kamu mau antar aku. Selama ini, Mama selalu yang antar aku. Tapi kali ini, aku merasa seperti anak-anak lain yang punya ayah."

Arthur tersenyum, merasakan sedikit kesedihan di balik kata-kata James. "Maaf, James. Aku tidak bisa berada di sana saat kamu kecil. Tapi aku janji, mulai sekarang, aku akan selalu ada untukmu. Apapun yang terjadi."

James menatap Arthur. "Pa, kamu masih ingat waktu aku bilang aku ingin jadi arsitek?"

Arthur mengangguk. "Aku ingat."

James tersenyum. "Aku ingin belajar dari kamu. Aku ingin kamu mengajariku menggambar, merancang, dan membangun. Aku ingin suatu hari nanti, kita bisa membangun rumah bersama."

Arthur menatap James, dan air matanya hampir tumpah. "Aku akan mengajarimu, James. Aku akan mengajarimu segalanya. Dan suatu hari nanti, kita akan membangun rumah yang indah bersama. Rumah untuk kita bertiga."

James tersenyum. "Aku akan berusaha menjadi anak yang baik, Pa. Aku tidak akan mengecewakanmu."

Arthur mengusap rambut James dengan lembut. "Kamu sudah menjadi anak yang baik, James. Dan aku bangga padamu."

Mobil tiba di depan gerbang sekolah. James turun dari mobil, lalu menatap Arthur. "Pa, terima kasih sudah mengantar. Aku pergi dulu."

Arthur mengangguk. "Belajar yang rajin, Nak. Aku akan menjemput kamu pulang nanti."

James tersenyum, lalu berlari masuk ke gerbang sekolah. Arthur menatap punggung James yang menghilang di antara siswa-siswa lain. Dadanya terasa hangat.

"Aldi, terima kasih sudah mengantar," kata Arthur.

Aldi tersenyum di kursi depan. "Tidak masalah, Pak. Senang melihat Bapak bahagia."

Arthur kembali menatap sekolah itu. "Aku benar-benar bahagia, Aldi. Untuk pertama kalinya dalam lima belas tahun, aku merasa hidupku lengkap."

---

Sore harinya, Arthur menjemput James tepat di jam pulang sekolah. James terlihat bersemangat saat melihat mobil Arthur berhenti di depan gerbang. Dia berlari mendekat, membuka pintu mobil, dan duduk di samping Arthur.

"Pa, aku dapat nilai bagus di ujian matematika!" seru James.

Arthur tersenyum lebar. "Bagus, Nak! Aku bangga padamu."

James tersenyum. "Pa, nanti malam aku mau masak bersama Mama. Mama bilang dia mau mengajariku membuat sup ayam. Kamu mau makan sama kita?"

Arthur mengangguk. "Tentu, Nak. Aku akan menyantapnya dengan lahap."

Mereka pulang dengan suasana yang hangat. Di rumah, Helena sudah menyiapkan bahan-bahan untuk sup ayam. James langsung berlari ke dapur, memakai apron, dan mulai membantu Helena memotong sayuran.

Arthur duduk di kursi dekat dapur, menikmati pemandangan Helena dan James yang bekerja sama di dapur. Helena tertawa saat James salah memotong wortel, dan James menggerutu dengan lucu.

"Arthur, kamu jangan cuma duduk! Bantu juga dong!" seru Helena.

Arthur tersenyum, berdiri perlahan, dan berjalan ke dapur. "Baik, aku akan membantu. Tapi jangan salahkan aku jika supnya terasa aneh."

Helena tertawa. "Kami akan menanggung risikonya."

Malam itu, mereka bertiga duduk di meja makan, menyantap sup ayam buatan Helena dan James. Rasanya tidak sempurna—sedikit terlalu asin dan sayurnya agak terlalu matang—tapi mereka semua menyantapnya dengan senyuman.

"Ini sup terenak yang pernah aku makan," kata Arthur.

James tersenyum bangga. "Besok kita masak lagi, Pa. Aku mau belajar yang lain."

Helena menatap Arthur dan James, dan dia merasakan kebahagiaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketakutan dan rahasia, akhirnya dia memiliki keluarga yang utuh. Tidak sempurna, tapi dipenuhi cinta.

Malam itu, setelah James tidur, Arthur dan Helena duduk di teras belakang. Mereka menatap bintang-bintang yang bersinar terang.

"Arthur, aku tidak pernah membayangkan ini," kata Helena. "Aku tidak pernah membayangkan kita akan memiliki momen seperti ini."

Arthur menggenggam tangan Helena. "Aku juga tidak, Hel. Tapi aku bersyukur. Kita diberi kesempatan kedua. Dan aku tidak akan menyia-nyiakannya."

Helena bersandar di bahu Arthur. "Aku juga, Arthur. Aku juga tidak akan menyia-nyiakannya."

Malam itu, di bawah langit yang penuh bintang, Arthur dan Helena berjanji untuk menjaga keluarga mereka. Dan untuk pertama kalinya, mereka merasa bahwa masa lalu yang kelam telah berlalu. Yang tersisa hanyalah masa depan yang cerah.

1
Mamah Dini11
selamat untuk pernikahan kalian semoga jdi kluarga yg selalu bahagia , arthur blm ketja ya ke maba asistnmu atthur, kenapa di rumahmu gk ada ART nya arthur , smoga cepet punya momongan lagi biar james punya temen
Mamah Dini11
kok james sm arthur kadang suka panggil kmu , jgn ya james panggil papa aja terus biar enak denger nya yg baca , kalau panggil kmu kayak kurang sopan aja gitu,
Mamah Dini11
semoga kalian tetap bersama saling berbagi kasih sayang saling mencintai mungkin james pindah sekolah dn kmu helen tak usah kerja lgi arthur udh udah banyak uang ,
Mamah Dini11
pada. ke. mana ya thor ko sepi
Mamah Dini11
semoga arthur selamat , tolong thor selamatkan arthur dia baru bertemu dgn masa lalunya dn blm mengetahui semuanya
Mamah Dini11
alhmdulilah james selamat semoga kedepan nya gk ada hendra2 yg kain nya , james satukan ke dua orang tuamu biar punya kluargfa lengkap kmu james anak hebat
Mamah Dini11
blm juga arthur menemui anaknya mengenal anaknya dekat sm anakny udh ada yg nyulik berarti hilang nya helena , ada tim musuh yg mencarinya , dan arthur kmu kalah malah musuhmu yg nenang duluan , semoga james baik2 saja dan cepat kembali ke pelukan helena , kasian helen yg berjuang sendirian tiba2 anaknya hilang di culik enak bener tuh penculik , ayo arthur basmi musuh2mu jgn beri ampun , dn apa sih maunya .
Mamah Dini11
semangat arthur 💪 semoga semua masalahmu cepat selesai cepat terbongkar semua yg berkaitan dgn helena
Mamah Dini11
semoga kedepan nya kmu dn anakmu lbh bahagia sm arthur tentu nya jemputlah helen masa depan kaluan dgn senyuman , dan hadapilah orang2 yg julid dn gk suka sm kmu arthur ada bersamamu helen , jgn pergi lgi james berhak tau siapa ayahnya .lanjut
Mamah Dini11
kenapa msh meragukan mantanmu hel dia baik mbok jum baik , kalau kmu msh cinta lihat arthur juga sampai sekarang msh sendiri ,itu tandanya lelaki setia sm pasangan ,dan hel bersatu lagi kalian kasian james dia butuh sosok seorangf ayah, dn seberat apapun badai yg akan datang hadapilah sm kalian berdua di rasa arthur tdk akan tinggal diam diai pasti bisa mengatasinya , kmu percayakan sm mantannu
Mamah Dini11
beri alasan yg masuk akal arthur ke teman2 nya helena yg masuk akal biar mereka gfk hawatir
Mamah Dini11
tenang helen arthur tdk seburuk yg kamu pikirkan, asal kmu berkata jujur aja apa adanya ok
Mamah Dini11
kayaknya arthur orang baik dehh tpiii kenapa ada perceraian, dn berharap arthur tdk melakukan yg membuat helena bersedih ya malah sebaliknya
Mamah Dini11
semoga pertemuan mu dgn mantan suamimu membawa ke baikan helena bkn menambah ke sedihan , dan moga aja membongkar ke salahpahaman yg berlarut dn pd akhirnya menuju ke bahagian kmu dan anakmu pantas mendapatkan nya
Mamah Dini11
ya kadang2 suka membingungkan cerita di novel mh he he
Mamah Dini11
permisi ikutan nimbrung thor 🙏
Ita Putri
masak horang kaya nunggu 15 th dulu baru dapat orang kepercayaan yg punya kemampuan hebat baru sekarang
Rian Moontero
mampiiirr👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!