Indonesia
NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27. Hadiah Kecil Bermakna

Jam menunjukkan hampir pukul sebelas malam ketika suara mobil akhirnya terdengar berhenti di depan pagar rumah Naira.

Hati Naira yang sedari tadi berdebar menunggu, seketika meloncat bahagia.

Ia berlari ke cermin sebentar, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu dengan jantung berpacu, ia melangkah keluar rumah menuju gerbang.

Di sana, di bawah cahaya lampu jalan yang remang, Mikael berdiri bersandar pada mobilnya. Pakaiannya sedikit kusut, matanya terlihat lelah, tapi senyumnya masih sama hangatnya seperti biasanya.

Dan saat melihat Naira berlari keluar menyambutnya, senyum itu melebar, seolah semua kelelahan yang ia rasakan seharian itu seketika lenyap begitu saja.

Naira tidak peduli apa pun. Ia berlari kecil dan langsung menghambur ke dalam pelukannya, memeluk pinggangnya erat-erat, menyembunyikan wajah di dadanya, menghirup aroma yang begitu ia rindukan.

Aroma campuran hutan segar dan kehangatan yang khas miliknya. Mikael terkekeh pelan, lalu melingkarkan kedua lengannya di sekitar tubuh Naira, memeluknya begitu erat seolah tidak ingin melepaskannya lagi.

"Kamu benar-benar tidak sabar, ya?" bisiknya lembut di atas kepala Naira, tangannya mengusap punggung perempuan itu dengan penuh kasih sayang.

"Aku merindukanmu," jawab Naira dengan suara teredam, matanya terasa hangat dan bahagia. "Seharian ini terasa lama banget."

Mikael menunduk, mencium puncak kepalanya dengan lembut. "Aku juga, Sayang. Aku juga. Tidak ada tempat yang terasa nyaman jika kamu tidak ada di sana."

Mereka berdiri begitu dalam diam, berpelukan di bawah cahaya lampu jalan yang redup, di bawah langit malam yang tenang. Kehadiran satu sama lain sudah lebih dari cukup untuk mengisi kekosongan yang terasa seharian ini.

Setelah beberapa saat, Mikael perlahan melepaskan pelukannya, namun tangannya tetap menggenggam tangan Naira erat. Ia menatap mata perempuan itu lekat-lekat, lalu dengan senyum misterius namun lembut, ia merogoh saku jasnya yang dalam.

"Sebenarnya selain untuk menemuimu, aku pulang malam ini juga membawa sesuatu untukmu."

Naira mengerjap, matanya berbinar penasaran. "Mikael, kamu pergi ke luar kota untuk urusan mendesak, bukan untuk berbelanja hadiah."

Mikael tertawa pelan, tawa yang renyah dan menular. "Aku tahu, Sayang. Tapi aku tadi melihat ini dan aku langsung teringat padamu. Aku tidak bisa menahan untuk tidak membelinya. Karena ini milikmu. Sejak pertama kali aku melihatnya, aku tahu ia ditakdirkan untukmu."

Ia membuka kepalan tangannya. Di sana, di atas telapak tangan besarnya yang hangat, tergeletak sebuah kotak beludru kecil berwarna merah hati. Dengan lembut, ia membukanya.

Di dalamnya, tergantung sebuah kalung yang sederhana namun sangat indah. Rantai perak yang halus, dan di ujungnya sebuah liontin berbentuk buah ceri yang mungil dan cantik. Warnanya merah lembut, berkilau pelan di bawah cahaya lampu, terlihat begitu manis dan murni.

Naira menatapnya dengan mata terkesima dan terharu. "Ini... ini sangat indah, Mikael."

Mikael mengangkat kalung itu perlahan, membiarkannya berkilau di udara sejenak sebelum menatap mata Naira dengan tatapan yang begitu dalam dan tulus.

"Aku memilih ceri ini karena satu alasan, Naira. Karena kamu persis seperti buah ceri itu. Kamu manis, mungil, dan terlihat sederhana dari luar.

Tapi yang paling penting, cintamu tumbuh perlahan namun pasti. Kamu hanya menunggu musimmu datang. Dan saat akhirnya kamu berbunga,kamu membawa kebahagiaan yang luar biasa bagi siapa pun yang beruntung memilikimu.

Seperti ceri yang menunggu musimnya, kamu menunggu waktumu. Dan sekarang musimmu telah tiba. Dan aku adalah orang yang paling beruntung karena bisa berada di sisimu saat itu terjadi."

Hati Naira berdebar begitu kencang hingga ia merasa dadanya hampir meledak karena kebahagiaan. Air mata bahagia menetes di pipinya, tapi ia tersenyum begitu lebar, begitu tulus, begitu penuh rasa syukur.

"Mikael..." suaranya bergetar lembut. "Kamu selalu tahu cara membuatku merasa begitu berharga. Terima kasih. Ini adalah hal terindah yang pernah aku terima."

"Biar aku yang memakaikannya untukmu," pinta Mikael lembut.

Naira membalikkan tubuhnya, membiarkan punggungnya menghadap ke arahnya. Ia mengangkat rambutnya sedikit ke atas, mengekspos lehernya yang jenjang dan halus.

Mikael dengan hati-hati dan lembut melingkarkan rantai itu di lehernya, mengaitkan penguncinya dengan teliti. Jari-jarinya menyentuh kulit Naira dengan begitu lembut, membuat seluruh tubuh perempuan itu merasakan getaran hangat yang menenangkan.

Saat selesai, Mikael meletakkan kedua tangannya di bahu Naira, memutar tubuh perempuan itu perlahan hingga mereka berhadapan kembali.

Matanya menatap lekat-lekat pada liontin kecil yang kini beristirahat manis tepat di dekat jantung Naira.

"Sempurna," bisiknya kagum. "Terlihat begitu indah di lehermu. Seolah-olah itu memang tempatnya sejak awal."

Naira menyentuh liontin itu dengan ujung jarinya, merasakan bentuknya yang halus dan hangat. Ia menatap Mikael dengan mata yang berbinar penuh cinta.

"Ini bukan sekadar kalung. Ini adalah pengingat. Bahwa cinta yang tumbuh perlahan adalah cinta yang paling kuat."

Mikael tersenyum lembut, mengusap pipi Naira dengan ibu jarinya. "Kamu memahaminya dengan sangat baik. Itulah sebabnya aku mencintaimu. Kamu tidak hanya melihat benda ini sebagai perhiasan. Kau melihat maknanya. Sama seperti kamu melihat makna di setiap hal kecil yang kita lakukan bersama."

Ia menarik Naira kembali ke dalam pelukannya, membiarkan kepala perempuan itu bersandar nyaman di dadanya.

"Pakai ini setiap hari, ya? Dan setiap kali kamu menyentuhnya, ingatlah selalu. Di mana pun aku berada, seberapa sibuk pun aku, hatiku selalu ada di sini, di dekat jantungmu. Detak jantungmu adalah rumah bagiku, Naira. Dan aku tidak akan pernah pergi jauh darinya."

Naira memeluk pinggangnya lebih erat, menutup matanya sambil menikmati kehangatan pelukan itu dan rasa syukur yang memenuhi seluruh dadanya.

"Aku akan memakainya setiap hari. Tidak akan pernah aku lepaskan. Karena ini bukan sekadar hadiah darimu, Mikael. Ini adalah tanda bahwa aku dicintai dengan cara yang paling indah dengan kesabaran, dengan pemahaman, dan dengan hati yang tulus. Terima kasih. Terima kasih sudah mencintaiku apa adanya."

Mereka berdiri begitu berjam-jam di bawah cahaya lampu jalan yang lembut, di antara keheningan malam yang damai.

Tidak ada kata-kata lagi yang diperlukan. Kalung kecil berbentuk ceri itu telah berbicara lebih banyak daripada ribuan puisi cinta. Ia adalah simbol cinta yang tumbuh perlahan, yang sabar menunggu musimnya, dan yang saat akhirnya mekar akan bertahan selamanya.

Dan di sana, dalam pelukan pria yang dicintainya, dengan liontin ceri yang berkilau di lehernya, Naira tahu musim cerinya telah tiba. Dan musim ini tidak akan pernah berakhir.

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!