Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
“Nyonya!” seru pelayan itu dengan cemas.
“Bibi... perutku sakit. Tolong selamatkan bayiku!” ucap Ivy dengan napas terputus-putus.
Pelayan itu langsung melihat darah mulai mengalir dari piyama tidur Ivy. Wajahnya seketika pucat.
“Nyonya!”
Ia segera menopang tubuh Ivy yang mulai kehilangan tenaga.
“Tolong! Cepat panggil yang lain! Nyonya mengalami pendarahan!”
Teriakan pelayan itu membuat beberapa pelayan lain bergegas keluar dari kamar masing-masing.
“Apa yang terjadi?”
“Nyonya berdarah! Cepat panggil dokter!”
Ivy memegangi perutnya dengan kedua tangan. Air matanya terus mengalir.
“Bayiku... tolong selamatkan bayiku...”
Tubuhnya semakin lemas hingga akhirnya hampir jatuh ke lantai.
***
Di sisi lain, di sebuah kamar hotel, Leo baru saja selesai mandi. Sebuah handuk melilit pinggangnya, sementara tetesan air masih mengalir dari rambutnya hingga membasahi tubuhnya.
Di atas ranjang, seorang wanita cantik telah menunggunya dengan tubuh yang tertutup selimut tebal.
Wanita itu bangkit dan menghampiri Leo yang berdiri di ujung ranjang. Namun, ketika tangannya hendak menyentuh pria itu, Leo langsung menahan tangannya.
“Sesuai perjanjian, tidak ada ciuman dan sentuhan lain. Tugasmu hanya memuaskanku malam ini. Jika aku merasa puas, aku akan membayarmu dua kali lipat. Jika tidak, jangan berharap aku melirikmu lagi,” ucap Leo dingin.
“Baiklah. Bisa mendapatkan perhatianmu saja sudah menjadi kebanggaanku,” jawab wanita itu.
Leo menatapnya tanpa ekspresi.
“Aku hanya penasaran dengan ratu cantik pilihan tahun ini. Jadi lebih baik kau patuh dan diam. Jaga tanganmu. Jangan sentuh aku tanpa izinku.”
Wanita itu kemudian menyingkirkan selimut itu dan berbaring dengan tanpa sehelai benang.
Leo melepaskan handuknya, naik ke atas ranjang. Ia menarik kaki wanita itu dan melebarkan pangkalan paha tersebut. Ia memandang tubuh wanita itu yang putih mulus dan seksi.
Tanpa menunggu lama ia langsung melakukan penyatuan sambil menahan pinggang wanita tersebut. Pinggulnya bergerak cepat dan menus*k semakin dalam. Sementara wanita itu menahan sakit yang luar biasa karena aksi pria itu yang cukup brutal.
Leo yang sedang menikmati tubuh wanita itu, sama sekali tidak menyadari kini istrinya sedang dalam kondisi buruk sehingga dilarikan ke rumah sakit.
***
Sementara itu, di rumah sakit, Ivy masih terbaring kesakitan di ruang penanganan. Para dokter dan perawat sibuk memberikan pertolongan untuk menghentikan pendarahan.
Di luar ruangan, Bibi Ju mondar-mandir dengan wajah cemas. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Leo, tetapi tidak pernah mendapat jawaban.
“Bagaimana? Apakah nomor Tuan masih belum bisa dihubungi?” tanya seorang pelayan lain.
Bibi Ju menggeleng.
“Lebih baik aku tinggalkan pesan dulu. Setidaknya Tuan harus tahu Nyonya sedang di rumah sakit.”
“Apa yang akan terjadi pada bayi dalam kandungan Nyonya?” tanya pelayan itu khawatir. “Sejak hamil, kondisi Nyonya memang sudah tidak begitu baik. Hubungan Nyonya dan Tuan juga semakin buruk. Kalau sampai terjadi sesuatu pada bayinya, Nyonya pasti tidak akan bisa menerimanya.”
“Benar juga...” Bibi Ju menundukkan kepala. “Semuanya tergantung nasib mereka.”
Tidak lama kemudian, pintu ruang penanganan terbuka.
Seorang dokter keluar dengan wajah serius.
Bibi Ju dan para pelayan langsung menghampirinya.
“Dokter, bagaimana keadaan Nyonya?” tanya Bibi Ju dengan cemas.
Dokter menarik napas panjang sebelum menjawab.
“Pendarahannya sudah berhasil kami hentikan. Tapi...”
Dokter terdiam sejenak.
“Apa yang terjadi, Dokter?” tanya Bibi Ju semakin panik.
“Maaf. Kami sudah berusaha menyelamatkan kandungannya, tetapi Nyonya mengalami keguguran.”
Wajah Bibi Ju langsung pucat.
“Tidak mungkin...”
“Usia kandungannya baru sekitar dua bulan. Kondisinya memang sudah cukup lemah, ditambah tekanan berat yang dialaminya belakangan ini. Kondisi tersebut kemungkinan besar memperburuk keadaannya hingga menyebabkan keguguran.”
Bibi Ju menutup mulutnya, menahan tangis.
“Lalu... bagaimana keadaan Nyonya?”
“Untuk saat ini dia masih lemah dan belum sadar. Kami akan terus memantaunya.”
Dokter kemudian pergi meninggalkan mereka.
Bibi Ju menatap pintu ruang perawatan dengan mata berkaca-kaca.
“Kasihan sekali Nyonya...”
***
Leo yang masih belum mengetahui kejadian tersebut, masih sedang menikmati tubuh wanita itu. Gerakannya semakin cepat dan brutal sehingga mencapai puncak kenikmatan berulang kali.
Sementara wajah wanita itu semakin pucat karena kesakitan.
"Demi karier aku harus bertahan, pria ini tidak bisa disinggung. Dia sangat kuat dan sudah melakukan beberapa kali masih tidak kewalahan," batin wanita itu.
Setelah puas Leo langsung bangkit dan melilit handuk ke pinggangnya, ia menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Terlihat wajahnya yang penuh semangat setelah melampiaskan hasratnya.
"Sejak Ivy hamil, aku tidak bisa menyentuhnya karena kondisi tubuhnya yang lemah. Tidak kusangka kali ini aku hanya bisa melampiaskan ke wanita lain," batin Leo.
Beberapa saat kemudian, Leo keluar dari kamar setelah berpakaian rapi. Ia mengambil sebuah kartu dan meletakkannya di meja samping ranjang.
“Di dalam kartu ini ada uang sebagai bayaran untuk malam ini,” kata Leo dingin.
Wanita itu mengambil kartu tersebut, lalu menatap Leo.
“Tuan, apakah kau akan mencariku lagi?”
“Tidak perlu.”
Leo merapikan jasnya tanpa menoleh.
“Seperti yang sudah kukatakan, kita melakukan ini hanya demi kesenangan. Kau mendapatkan uang, dan aku menikmati tubuhmu. Tanpa cinta, tanpa harapan. Hanya sebuah hubungan satu malam.”
Setelah mengatakan itu, Leo berbalik dan meninggalkan kamar tanpa menoleh sedikit pun.
“Bagaimanapun, aku adalah ratu kecantikan tahun ini. Tapi tetap saja, aku tidak berhasil mendapatkan hatinya,” batin wanita itu dengan kesal.
Ia menatap pintu yang baru saja ditutup Leo.
Kemudian sebuah senyum tipis muncul di wajahnya.
“Kalau begitu, lihat saja nanti. Aku akan mengirimkan rekaman video ini kepada istrimu.”
Tatapannya berubah penuh perhitungan.
“Aku ingin melihat bagaimana reaksi Ivy ketika mengetahui apa yang dilakukan suaminya.”
Leo yang baru kembali ke rumah langsung dihampiri seorang pelayan rumah tangga dengan wajah cemas.
“Tuan, akhirnya Anda kembali,” seru pelayan itu.
Leo mengernyit.
“Apa yang telah terjadi?”
Pelayan itu menundukkan kepala, terlihat takut untuk menyampaikan kabar tersebut.
“Nyonya... semalam mengalami keguguran. Saat ini beliau masih berada di rumah sakit.”
Langkah Leo seketika terhenti.
“Apa?”
Wajah tenangnya berubah menjadi tegang.
“Bagaimana kalian menjaganya?” bentak Leo dengan nada tegas dan tajam.
Pelayan itu semakin menundukkan kepalanya.
“Kami sudah berusaha, Tuan. Bibi Ju yang mengantar Nyonya ke rumah sakit. Tapi pendarahannya sangat banyak dan—”
“Kenapa tidak ada yang memberitahuku sejak awal?”
Suara Leo terdengar semakin dingin.
“Kami sudah berkali-kali menghubungi Anda, Tuan, tetapi nomor Anda tidak bisa dihubungi.”
Leo terdiam.
Tangannya mengepal erat.
Keguguran.
Anak yang selama ini ia perintahkan untuk digugurkan kini benar-benar telah pergi.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Leo langsung berbalik dan berjalan menuju mobilnya.
Ivy Zhang, usia 26 tahun. seorang pengacara cerdas. Menikah dengan Leo Fung, pria berkuasa namun telah menyakitinya.Ivy yang perlahan bangkit dari keterpurukan berusaha mengumpulkan bukti untuk mengugat cerai suaminya.
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏