Indonesia
NovelToon NovelToon
The Monster

The Monster

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Roh Supernatural / Iblis / Dunia Lain / Perperangan / Romansa Fantasi
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: sky tulip

Pindah tugas tiba-tiba dari Rumah sakit besar terkenal ke puskesmas desa pelosok.
Gamaliel Perempuan matang berusia dua puluh lima tahun bertemu banyak hal yang akhirnya menjelaskan siapa Gamaliela sebenarnya dan kenapa bisa semua hal aneh dan di luar logika tertuju pada Liel.

Pertemuan dengan pria bernama Azzure membuat semuanya berubah bahkan ia tak lagi bisa kembali seperti sebelumnya.
Ia sadar jika ia ada di waktu dulu sampai sekarang dan siapa yang disalahkan dalam hidup yang aneh ini.
Pria bernama Azzure adalah perubahan awalnya tapi, siapa monster yang sudah menunjukkan dirinya tapi, tetap Gamaliela tak puas akan hal itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azzure bukan lawannya

Mahluk itu mendesah nafasnya dan Liel jelas mendengarnya. Ia memecahkan perabotan kaca, hanya satu saja membuat tanda keributan di dapur.

Tapi, tiba-tiba Liel berjalan mendekat ia harus mendekat kesana mau tak mau.

"Monster sepertiku tidak bisa melawannya kau itu milik Azzure dan kau bahkan membuatku kesal lagian siapa yang menginginkanmu malang nya, dasar manusia! Mereka lebih seram kejam dan sadis dari pada kami."

Ia berjalan mendekati Liel yang perlahan mundur dan jatuh duduk di lantai samping kulkas dekat meja makan.

"Penakut ternyata."

"Apaa!" Liel tak terima di bilang penakut tapi, kenyataannya ia memang sedang takut.

Matanya berubah hitam gelap tanpa ada warna putihnya. Ia menyeringai dengan gigi merah tajam-tajam seperti dalam film.

"Kau mau ikut denganku, hanya tubuhmu, bagaimana?"

"Tidak." Liel bergerak menjauhinya seketika berjalan ke pintu depan berhenti, tiba-tiba teringat.

Ia tak bisa keluar jika lewat sore mata hari terbenam desa Anpasar akan sangat bahaya.

"Hanya ikut saja, atau aku janji tak akan menyakitimu, jika kau berteriak aku akan menyakitimu."

"Tidak mau! Pergilah! Aku tidak mau ikut denganmu, ada apa dengan tubuh ini hah!"

Wanita itu tertawa keras sambil berjalan mendekat dengan langkah kaki yang anggun.

Liel terus mundur sampai ia membuka pintunya sendiri jatuh didepan pintu dan lantai teras yang dingin terasa di telapak tangannya yang menahan badannya jatuh terduduk.

Wajahnya panik, trus otak Liel itu mencari cara.

Cara nya bagaimana ia bisa kabur.

Liel segera berdiri berbalik. Apa yang ia lihat membuat membeku di tempat Kaos putih pendek lengannya kebesaran di tubuh kurusnya wajahnya sangat pucat kaca matanya mulai berembun karena udara di teras luar sangat dingin rambutnya yang tak bisa ikut di ikat terus bergerak terkena angin malam.

"Makanan...."

"Makanan..."

Suara dari mahluk dengan berbagai macam mereka melihat Liel sebagai makanan dan mereka mencium bau badan Liel yang membuat mereka tertarik, beberapa dari mereka ada yang tertawa ada yang menangis atau bahkan sudah mendekat dan mengendus.

Semakin merinding rasanya.

Sosok wanita rambut panjang wajahnya berubah lebih cantik dari sebelumnya dengan mata hitam gelap itu berdiri menjulang di belakangnya.

Liel membuku sangat membeku.

Saat jari dengan kuku panjang hitam runcing ada bau bangkai yang bisa Liel cium dari sosok di sampingnya.

Jarinya hampir mendekati sehelai rambut nya lalu sosok lainya dengan darah terus menetes keluar dari wajahnya yang rusak, bau darah dan amis juga bau telor busuk, tiba-tiba pusing rasanya mau muntah.

"Pergi Kalian! Pergi... Tolong!" Liel menjauh berusaha teriak tidak bisa bertahan lagi di situasi ini. Kakinya tanpa alas berjalan keluar teras menginjak rerumputan yang masih ada tanah disana.

Rumput yang tumbuh tak rata dan basah juga tanah yang becek. Sosok-sosok banyak jenis macam hingga berbau menyengat membuat Liel tak tahan.

"Tolong...." Liel mundur dan terhenti menabrak sesuatu.

Sosok besar tanpa kepala dan membawa arit barusan Liel tabrak.

Leher tanpa kepala bergerak seperti melihat kebawah.

Liel jatuh menatap keatas wajahnya tak bisa bergerak beralih menatap lain arah.

"Azzure!"

Memejam berteriak sekuatnya satu kata yang keluar dan tiba-tiba badanya terasa terangkat dan bau harum yang biasanya ia kenal masuk ke indra penciumannya.

"Jangan buka matamu."

Lebih rapat Liel memejam. Azzure geli sendiri melihat sikap penakut Liel.

Bilangnya berani tapi, ujungnya tetap penakut bahkan nama Azzure yang selalu di panggilnya.

Rambut hitam gelap mata yang merah gelap dengan kulit pucatnya seketika berdiri menjulang di antara mereka.

Wajahnya sangat menakutkan namun, tampannya tak bisa di sembunyikan.

"Sudah kubilang ia mulikku dan apa yang kalian lakukan."

"Muncul juga pawangnya." Kata wanita itu yang terkekeh dengan nyaring.

Satu desa tak ada yang mendengar itu karena ini malam hari di Anpasar yang tak bisa Manusia biasa pahami.

Azzure menutup telinga Liel dan tak mendengarkan apapun.

"Aku hanya kerja sampingan dan aku iri dengannya, kenapa anda membuatnya mudah sedangkan kami, seperti ini!" Bentaknya tiba-tiba di akhir ucapannya.

"Aku hanya ingin keduanya jangan mencoba menganggu.

Tebas sekali mahluk yang memegang sehela rambut Liel tadi menghilang seperti asap lalu lainnya sampai kepala buntung dan terakhir wanita gaun merah polos panjang menutup kaki dan terseret di lantai rambut hitam panjang dengan tanduk pajang keatas bagian tengah agak melengkung.

"Dia memilikumu bagaimana dengan..."

Zrasss

"Tidak ada ucapan selamat tinggal kau bahkan tak boleh menganggu ketenangannya selain aku."

Di tempat lain Zico meringis dengan banyak daftar menghilang dan tersisa beberapa lagi.

Di tempat lain lagi di waktu yang sama dengan azzure dan zico.

Pak tua dengan banyak pralatan pemujaan marah dengan ulah Azzure.

"Azzure sialan... dia tidak bisa tidak ikut campur."

Liel membuka matanya saat merasa ia di letakkan diatas tempat nyaman dan empuk.

"Minum."

Memberikan segelas air dan ada teh manis disana.

"Pak apa itu tadi mahluk yang katanya jadi pengantar santet."

"Lupakan, otak mu tidak sampai kesana."

Mendengus kesal tak di jawab dengan benar oleh Azzure.

Tangannya memegang secangkir keramik ukuran sedang agak tinggi itu merasa hangat dan nyaman.

"Mahluk wanita tadi bilang kalo dia mau tubuh ini, memangnya ada apa sama tubuh ini pak, Saya sama sekali gak tahu spesialnya dimana dulu waktu badan Liel asli perempuan nama Alezarya make tiba-tiba waktu saya gak sadar entah kapan sekarang kenapa lagi?"

Azzure menyerahkan bubur putih yang ia buat dengan kuah gula merah yang baunya manis harum.

"Makan ini kamu laper kan..."

"Enggak!"

"Liel saya gak akan cerita kalo kamu gak habisi bubur sumsum ini."

Memangku mangkuknya seketika dan memakannya pelan-pelan karena masih panas dan tak luput tatapan tajamnya menatap Azzure.

Sampai habis tak tersisa dan kenyang Liel menuntut jawaban dengan matanya.

Ia mengambil air putih meminumnya lalu kembali duduk tenang dan siap mendengar penjelasannya.

"Liela itu sama seperti kamu, hanya beberapa manusia yang terlahir spesial yang membuat banyak mahluk gaib menginginkannya."

"Termasuk bapak? Eh.. iya maaf lanjut lagi." Liel membuat Azzure diam dan menatap nya tajam memotong ceritanya.

"Lalu Alezarya bisa itu dia dulu sama seperti kamu tapi, masa lalu alezarya tak sama dengan kamu ia menyukai ayahku tapi, tak bisa mendapatkannya bangsa manusia dan kami sudah sejak awal tak bisa berdampingan tapi, terpaksa Ale memaksakan diri bersama Ayahku tapi, tetap tak bisa dan ia kembali lagi bertemu denganku, awalnya aku tak tahu Alezarya itu perempuan yang membunuh ibuku dengan sihir hitam yang ia punya."

"Setelah aku tahu Kakek dan ayah juga semua bangsaku di buatnya tak berdaya bahkan aku kehilangan mereka semua, aku hidup sendiri sampai sekarang, Aku terbiasa sendiri sampai aku melihatmu dan kau bertemu dengan salah satu mahluk yang tidak taat aturan dan ia bagian dari tahanan rumah bangsaku."

"Tapi," Liel menatap Azzure.

"Kesan pertama melihatmu adalah kamu bukan perempuan sembarangan sifatmu mirip dengan kebanyak perempuan tapi, satu sisi itu tak di miliki orang lain. Hanya dirimu yang punya."

"Aku terpaksa membunuh Liel asli karena kalian tak bisa bersatu dan Liela butuh jiwa baru dan sehat jiwanya sudah rusak karena masa lalu nya dan penyakitnya."

"Aku tak bisa mengambil Liela untuk menjadi sepertimu karena ia tak bisa bertahan, kau bisa... makanya banyak mahluk suka dan batu permata merah itu menyatu denganmu karena Jiwamu yang sehat dan belum tercemar apapun..."

Tercemar?

Ini gak bener Azzure ini apa gak tahu sesuatu.

"Tapikan..." Liel terdiam ketika wajah Azzure lebih datar dari sebelumnya.

"Aku tahu tapi, kau mengurus dan menyembuhkan dirimu dengan baik."

Diam Liel sepenuhnya.

Seseorang di gapura Anpasar sekarang duduk bersama sosok besar yang duduk bersila diatas tanah.

"Mereka memaksakan diri melawan."

"Mereka akan kapok sendirinya."

Penjaga gapura dan Pak De mengobrol sambil ngopi bersama.

1
Windy Miller
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
Prasetya Wibowo
Good news! Cerita author bikin aku halu..
SongbirdGarden
Aku setia rebahan disini menunggu cerita kakak hihi
Selamat Saint
lanjut tor..jngn tellu lama up nya..novelnya bagus👌
Cinta Insta
Baru kali ini baca karya yang bikin lupa waktu. Sumpah! Sampe enggak nyadar udah jam berapa!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!