Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Terabai Tuan Sean

Istri Terabai Tuan Sean

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:755.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Sean terpaksa harus menikahi Sri, wanita kampung berkulit sawo matang, yang sama sekali bukan tipe-nya, akibat kesalahan satu malam yang secara tidak sengaja terjadi pada mereka. Perbedaan status, membuat Sri selalu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari ibu mertua, bahkan dari suaminya sendiri.

Saran; Sebaiknya baca dulu cerita 'Kaki Gadis Palsu' karena cerita ini masih berkaitan dengan cerita di sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Bagaimana kondisi kekasih saya, Dok? Apa dia baik-baik saja?" Sean yang sejak tadi sudah tidak sabar ingin mengetahui bagaimana kabar Anya, segera menghampiri Dokter yang baru saja keluar dari ruang perawatan, di mana Anya masih terbaring lemah.

"Pasien sudah sadar dan sudah bisa ditemui. Beruntung Anda cepat membawanya ke rumah sakit dan pasien cepat mendapatkan penanganan. Jika terlambat sedikit saja, pasien bisa saja kehilangan nyawanya," jelas Dokter itu.

"Ya Tuhan, separah itu?" pekik Sean sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "Memangnya penyakit apa yang diderita oleh Anya selama ini, Dok? Anya bahkan tidak pernah menceritakan tentang penyakitnya kepadaku," lanjut Sean dengan wajah cemas.

"Pasien memang sudah lama mengidap penyakit paru akut dan kebetulan nona Anya adalah pasien saya sejak beberapa tahun yang lalu," jawab Dokter itu.

"Benarkah?" Sean terdiam sejenak. Ia memalingkan wajahnya yang murung ke arah lain. "Kenapa Anya tidak pernah bercerita tentang penyakitnya ini kepadaku?" gumam Sean dalam hati.

"Ehm, saya permisi dulu, Tuan Sean." Karena merasa tak ada lagi yang harus dibicarakan, Dokter itu pun pamit dan kembali melanjutkan tugasnya.

Sepeninggal Dokter, Sean pun bergegas masuk untuk menemui Anya di ruangan itu. Dengan langkah cepat, Sean menghampiri bed pasien lalu berdiri di sampingnya.

"A-Anya, bagaimana kabarmu?" tanya Sean dengan terbata-bata.

Sean menyunggingkan sebuah senyuman walaupun saat itu Anya menatapnya dengan wajah menekuk kesal. Sean merasa sangat bersalah. Ia pikir, apa yang terjadi pada Anya adalah akibat perbuatannya. Seandainya ia tidak mengakui pernikahannya bersama Sri, mungkin Anya akan baik-baik saja hingga saat ini.

"Seharusnya kamu tidak perlu membawaku ke tempat ini, Sean. Seharusnya kamu biarkan saja aku mati karena kehabisan napas. Bukankah memang itu yang kamu inginkan?" balas Anya sambil membuang muka.

"Anya, please! Jangan berkata seperti itu. Kumohon, untuk kali ini saja, Anya, dengarkan penjelasanku," ucap Sean dengan lirih.

Lelaki itu menangkupkan kedua tangannya ke dada sambil memasang wajah memelas. Memohon kepada Anya agar memberi dirinya sedikit kesempatan untuk menjelaskan semua yang telah terjadi antara dirinya dan Sri.

"Untuk apa? Untuk menyakitiku lebih dalam lagi?" Anya masih membuang muka.

"Tidak, Anya. Please ...."

Anya menelan salivanya dengan susah payah. Bibirnya terkunci rapat dan tak ingin menimpali ucapan Sean barusan.

"Kejadian itu terjadi saat Gail mengadakan acara selamatan di kediamannya. Malam itu aku mabuk, Anya, dan secara tidak sadar telah meniduri gadis itu. Dengan dibantu oleh Gail serta Lea, Sri mengancam akan melaporkan perbuatanku jika aku tidak bertanggung jawab kepadanya. So, mau tidak mau aku harus menikahinya," tutur Sean dengan lirih.

Anya benar-benar meradang setelah mendengar pengakuan Sean barusan. Ia refleks menoleh lalu mendaratkan sebuah tamparan keras di wajah tampan lelaki itu.

Plakkk!

"Dasar sialan! Jadi, kamu sudah menyentuh wanita jelek itu, Sean?" tanya Anya dengan napas tersengal-sengal.

Sean mengangguk pelan sambil menahan rasa sakit akibat tamparan keras Anya di wajahnya. Bahkan tampak jejak tangan wanita itu di pipi kanan Sean.

"Ya, Anya. Maafkan aku," sahut Sean.

"Kenapa kamu bisa menyentuh wanita jelek itu, Sean? Sedangkan aku? Mungkin sudah ribuan kali aku mengajakmu untuk melakukannya, tapi kamu selalu menolak dengan alasan ingin melakukannya setelah pernikahan! Dusta! Aku yakin kamu memang berhasrat sama wanita itu, 'kan?!" geram Anya dengan wajah memerah.

Sean menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Sumpah demi Tuhan, Anya. Aku berkata jujur padamu."

"Sekarang pergilah, Sean! Dan jangan kembali sebelum aku yang memintamu untuk kembali," ucap Anya dengan tegas.

"Ta-tapi, Anya!" Sean mencoba menolak dan tidak ingin pergi dari tempat itu.

"Pergi atau aku akan berteriak! Biar para perawat mengusirmu dari sini," ucap Anya lagi dengan setengah mengancam.

"Anya, please!" Lagi-lagi Sean memelas, berharap Anya dapat mengubah keputusannya.

"Pergi!!!" Anya berteriak dengan sekuat tenaga hingga beberapa orang perawat yang sedang berjaga, mendengar teriakannya. Para perawat itu pun berlarian menyusul ke ruang kamar Anya lalu mencoba menenangkan wanita cantik itu.

"Tenang, Nona Anya."

"Usir lelaki ini, Sus! Usir dia," kesal Anya.

"Baiklah, aku akan pergi." Sean pun akhirnya mengalah. Ia pergi meninggalkan Anya di ruangan itu bersama para perawat.

Setelah beberapa jam kemudian.

Sean tidak punya pilihan lain selain kembali ke kediamannya. Setibanya di sana, Sean pun bergegas masuk ke dalam rumah dan melangkah gontai menuju kamarnya. Ketika di perjalanan menuju kamar utama, Sean sempat berpapasan dengan Sri yang kebetulan ingin pergi ke luar.

"Aku ingin bicara denganmu, Sri!" tegas Sean dengan wajah memerah menatap gadis itu.

Sri menghentikan langkahnya lalu berbalik dan menatap Sean dengan malas. "Apa?"

"Apa kamu tahu? Anya masuk rumah sakit karena perbuatanmu. Sedikit saja aku terlambat mengantar Anya ke rumah sakit, maka nyawa wanita itu tidak akan tertolong. Ingat, Sri. Berdoalah agar Anya baik-baik saja karena jika terjadi sesuatu kepadanya, maka aku tidak akan segan-segan memberikan perhitungan denganmu!" ancam Sean dengan begitu serius.

"Bagaimana jika aku tidak mau?" tantang Sri, tanpa merasa gentar sedikit pun.

Sean refleks menghampiri Sri lalu mencengkram wajah wanita itu dengan begitu erat. "Aku tidak sedang main-main, Sri!" tegasnya dengan penuh penekanan.

Sri yang tidak pernah menyangka bahwa Sean akan bersikap begitu kasar kepadanya, akhirnya terdiam dengan mata membulat. Sean melepaskan cengkeramannya dengan kasar lalu pergi meninggalkan ruangan itu dan melanjutkan perjalanannya menuju kamar utama.

"Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah salah jika aku ingin mempertahankan rumah tanggaku yang aneh ini?" gumamnya dalam hati.

***

1
Rahma Wati
ceritanya seru,tapi sayang kok tdk ada lanjutannya 😭😭
Rosnah Yusuf
bagus ceritanya ,terima kasih thor
Sri
koq bikin cerita baru yang lama ditinggal & yang parahnya kenapa dikasih tittle "end" padahal belum tamat
Suheni Unyu
kapan ini d lanjut kn lagi tor
Yulya
Luar biasa
keke global
othor terbit karya baru tp yg ini mbok selesaiin dulu
Yunerty Blessa
Makasih kak thor buat karya nya
teruslah berkarya dan sehat selalu😘😘
Yunerty Blessa
cerita nya sudah tamat ya..
Yunerty Blessa
𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁
Yunerty Blessa
𝗷𝗮𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝘂 𝗔𝗻𝘆𝗮..
Yunerty Blessa
𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘀𝘆𝗼𝗸 𝗺𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗽𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗹𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗸𝗲 𝘀𝗮𝗹𝗼𝗻..
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹....
Yunerty Blessa
𝗽𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘀𝗮𝗹..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗿𝗸𝗲𝗷𝘂𝘁 𝗸𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗻𝘆𝗮...𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗽𝘂𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗮𝗸 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗦𝗿𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗻𝗮𝗸𝗺𝘂..
Yunerty Blessa
𝗷𝘂𝗷𝘂𝗿 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝗦𝗿𝗶..
Yunerty Blessa
𝗸𝗮𝘂 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗮𝘂...
Yunerty Blessa
𝘀𝗲𝗺𝗼𝗴𝗮 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗵𝗮𝗱𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗯𝗮𝘆𝗶 𝘁𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗸 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶
Yunerty Blessa
𝗯𝗼𝗱𝗼𝗵 𝗹𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗸𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗔𝗻𝘆𝗮 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗲𝗻𝘆𝗮𝗸𝗶𝘁....𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗺𝘂 𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝘂𝘁𝗮..
Yunerty Blessa
𝘁𝗲𝗴𝗮 𝗻𝘆𝗮 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗺𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗽𝗲𝗿𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗶𝘁𝘂....
Yunerty Blessa
𝘀𝗶𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗸𝗮𝘂 𝗦𝗲𝗮𝗻....𝗺𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗻𝗮𝗿 𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝗸𝗮𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗿𝗶....𝗸𝗮𝘂 𝘀𝗮𝗷𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗮𝗸 𝗺𝗮𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!