Indonesia
NovelToon NovelToon
IBU MAFIA

IBU MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Single Mom
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Princess Catalunya

Amara pernah memiliki keluarga yang ia cintai. Namun setelah bertahun-tahun mendukung suaminya dari nol, ia justru dikhianati.

Sebagai ibu tunggal dengan tiga anak, Amara berusaha bangkit dari luka dan kehancuran. Takdir kemudian mempertemukannya dengan seorang pria mafia yang memberinya sebuah kerajaan.

Kini, di mata dunia, Amara hanyalah seorang ibu sederhana yang bekerja sebagai careworker.

Tidak ada yang tahu bahwa di balik sosok pendiam itu, tersembunyi seorang penguasa dunia bawah tanah.

Amara membangun kerajaan demi ketiga anaknya. Ia ingin mereka memiliki masa depan, tetapi tidak pernah ingin mereka tumbuh menjadi manusia yang bergantung pada kekayaan.

Karena seorang ibu akan melakukan apa pun untuk melindungi anak-anaknya.

Bahkan jika ia harus menjadi seorang mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princess Catalunya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tokoh di Balik Rumor II

Sebuah nama yang selama beberapa hari hanya muncul sebagai catatan kecil di antara laporan Compliance akhirnya membuat Arsen menghentikan pekerjaannya.

Bukan karena nama itu terkenal. Justru sebaliknya. Orang tersebut nyaris tidak pernah muncul dalam urusan yang berkaitan dengan jajaran direksi. Tidak memiliki jabatan tinggi, tidak punya akses istimewa, dan tidak tercatat pernah berurusan langsung dengan Amara.

Namun ada satu hal yang membuat Arsen tidak bisa mengabaikannya. Orang itu hadir di tempat yang tepat, pada waktu yang terlalu tepat.

Arsen memperbesar dokumen di tabletnya. Di sampingnya, Raka membaca salinan laporan yang sama. Mereka sedang berada di ruang baca villa, jauh dari hiruk-pikuk keluarga yang menikmati pagi dengan agenda masing-masing.

“Dia staf administrasi divisi Corporate Affairs,” ujar Arsen.

Raka mengangguk.

“Dan dia bertemu seseorang dari Business Development sehari sebelum rumor pertama muncul.”

“Bukan Darren.”

“Siapa?”

Arsen menggeser layar.

Nama yang muncul membuat Raka mengernyit.

“Darren memang tidak ada di sana.”

“Benar.”

“Kalau begitu, kita masih mencari satu mata rantai.”

Arsen menyandarkan tubuhnya. Ada bagian dari laporan itu yang terasa janggal. Staf administrasi tersebut tidak memiliki alasan untuk mengetahui hubungan masa lalu Reza dengan Amara. Informasi yang beredar juga bukan sesuatu yang mudah ditemukan melalui dokumen perusahaan.

Raka mengambil napas perlahan.

“Cari dari awal.”

Arsen menatapnya.

“Mulai dari mana?”

“Bukan dari rumor.”

Raka menunjuk layar.

“Mulai dari informasi yang membuat orang itu bisa percaya bahwa Alya dan Celine punya hubungan dengan keluarga kita.”

Arsen terdiam.

Kalimat tersebut mengubah arah penyelidikan. Beberapa menit kemudian, mereka menghubungi kepala Compliance melalui sambungan terenkripsi. Orang itu muncul di layar dengan sejumlah dokumen yang sudah dipersiapkan.

“Kami menemukan sesuatu, Pak.”

Arsen langsung fokus.

“Jelaskan.”

“Informasi tentang hubungan Reza dengan keluarga Madam A tidak berasal dari dokumen perusahaan. Kami sudah memeriksa akses internal dan tidak menemukan kebocoran dari sistem.”

Raka menyilangkan tangan.

“Jadi informasi itu datang dari luar?”

“Dugaan kami begitu.”

“Dugaan?” tanya Arsen.

“Kami menemukan pembayaran kepada sebuah firma investigasi swasta.”

Ruangan mendadak terasa lebih serius.

Arsen menatap layar.

“Siapa yang membayar?”

“Kami sedang menelusuri sumber dananya.”

“Dan siapa yang menyewa firma itu?”

Kepala Compliance menghela napas sebelum menjawab.

“Seorang mahasiswa magang.”

Raka langsung mengangkat wajah.

“Anak magang?”

“Ya.”

Arsen tidak langsung bereaksi. Ia hanya memandang layar dengan ekspresi sulit dibaca.

“Namanya?”

Sebuah dokumen dikirim.

Nama itu muncul bersama profil sederhana: mahasiswa tingkat akhir, ditempatkan di salah satu divisi pendukung, catatan akademiknya cukup baik, tetapi tidak memiliki hubungan apa pun dengan keluarga Amara.

Raka membaca sampai selesai.

“Kenapa anak magang melakukan penyelidikan seperti ini?”

“Itu yang belum kami ketahui.”

Arsen menggeleng perlahan.

“Bukan. Sekarang kita tahu dia menyelidiki. Yang belum kita tahu adalah siapa yang memberinya alasan.”

Kepala Compliance mengangguk.

“Kami menemukan percakapan antara dia dan Darren Voss.”

Raka menatap Arsen.

“Buka.”

Percakapan tersebut tidak menunjukkan perintah langsung. Darren cukup berhati-hati. Ia tidak pernah mengatakan, selidiki keluarga itu.

Ia hanya memberi umpan dan tentang peluang. Tentang bagaimana seseorang bisa naik lebih cepat kalau memiliki informasi yang tidak dimiliki orang lain. Tentang posisi yang mungkin tersedia jika seseorang mampu membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan membaca situasi.

Dan di antara percakapan itu terdapat satu kalimat yang membuat Arsen berhenti.

Kalau kau bisa menemukan hubungan sebenarnya antara Reza dan Madam A, aku bisa pastikan namamu masuk dalam daftar kandidat untuk posisi tetap.

Raka membaca kalimat tersebut dua kali.

“Jadi Darren memanfaatkan dia.”

“Sepertinya begitu,” jawab kepala Compliance.

Arsen menggeleng.

“Bukan hanya memanfaatkan.”

Ia memperhatikan seluruh rangkaian informasi.

“Darren memberinya alasan untuk mencari tahu. Anak itu kemudian mencari informasi dengan caranya sendiri. Setelah menemukan sesuatu, Darren mengubahnya menjadi alat untuk membangun pengaruh.”

Raka mengangguk.

“Dan rumor mengenai Alya serta Celine menjadi produk akhirnya.”

Namun masih ada satu bagian yang belum terjawab. Bagaimana anak magang itu bisa mengetahui bahwa Reza memiliki kaitan dengan Amara?

Kepala Compliance membuka dokumen lain.

“Kami menemukan sumber awalnya.”

Arsen menatap layar.

“Siapa?”

“Seorang tamu yang hadir dalam pernikahan Madam Amara dan Leon.”

Raka terdiam.

“Dia mendengar percakapan.”

“Percakapan antara siapa?”

“Reza dan Clara.”

Ruangan langsung sunyi.

Arsen menurunkan tabletnya.

Raka menatapnya dengan ekspresi yang berubah.

“Percakapan tentang apa?”

“Kami belum mendapatkan rekaman. Tapi berdasarkan keterangan saksi dan hasil penyelidikan firma swasta, pembicaraan tersebut berkaitan dengan masa lalu Reza dan hubungannya dengan Madam A.”

Arsen berdiri dan berjalan menuju jendela. Jadi rumor itu bukan muncul dari ruang kantor. Bukan pula karena Alya atau Celine pernah menggunakan nama keluarga mereka. Seseorang mendengar percakapan pribadi. Kemudian seseorang merasa penasaran.

Rasa penasaran berubah menjadi penyelidikan. Hasil penyelidikan jatuh ke tangan orang yang melihat peluang. Dan peluang itu berubah menjadi rumor.

Sebuah rantai yang awalnya tidak memiliki hubungan dengan perusahaan, tetapi akhirnya masuk tepat ke jantung Aether Global.

Raka masih membaca dokumen.

“Siapa saksi yang mendengar percakapan itu?”

Nama tersebut tercantum di halaman berikutnya.

Arsen berbalik. Ia mengenal nama itu. Bukan anggota keluarga. Bukan orang dekat. Hanya seseorang yang berada di antara para tamu undangan pada hari pernikahan mereka.

Raka menghela napas.

“Jadi dia tidak sengaja mendengar?”

“Tidak ada bukti bahwa dia sengaja menguping,” jawab kepala Compliance. “Dia berada cukup dekat ketika Reza dan Clara berbicara. Setelah itu, dia menyampaikan cerita tersebut kepada seseorang yang dikenalnya.”

“Dan orang itu?”

“Memiliki hubungan dengan anak magang tadi.”

Arsen kembali mengambil tablet. Satu rantai lagi terhubung. Namun kejutan terbesar belum selesai. Kepala Compliance membuka laporan terakhir.

“Pak, ada satu hal yang mungkin perlu Anda lihat sebelum kami mengambil tindakan.”

Arsen mengangguk.

Sebuah rekaman percakapan diputar. Suara Darren terdengar jelas. Ia sedang berbicara dengan anak magang tersebut.

“Informasi ini tidak boleh keluar dari sini.”

“Kalau begitu kenapa Bapak meminta saya mencari tahu?”

“Karena informasi adalah kekuatan.”

“Bagaimana kalau ternyata tidak ada hubungan?”

“Kalau tidak ada, kita tidak rugi.”

Suara anak muda itu terdengar ragu.

“Dan kalau ada?”

Darren tertawa pelan.

“Berarti kau punya sesuatu yang bisa membuat orang penting memperhatikanmu.”

Rekaman berhenti.

Raka mengusap wajahnya.

“Dia bahkan tidak memahami apa yang sedang dia lakukan.”

“Dia memahami cukup banyak untuk menyewa detektif,” jawab Arsen.

“Dengan uang dari mana?”

Pertanyaan itu belum terjawab.

Kepala Compliance kembali muncul.

“Dana tersebut bukan miliknya.”

Arsen langsung menatap layar.

“Siapa pemiliknya?”

“Darren.”

Raka terdiam. Jadi anak magang itu bukan otak utama. Ia hanya alat.

Darren yang membayar penyelidikan. Darren yang menjanjikan posisi. Darren yang mendorongnya mencari informasi. Setelah mendapatkan bahan yang dibutuhkan, Darren menyebarkannya melalui percakapan kecil, sedikit demi sedikit, sampai rumor itu terlihat seperti sesuatu yang diketahui banyak orang.

Tetapi Darren juga melakukan satu kesalahan. Ia mengira anak magang tersebut akan diam. Padahal anak itu menyimpan seluruh percakapan mereka.

Bukan karena berniat melawan. Ia hanya takut suatu hari nanti Darren menyangkal semuanya. Dan justru ketakutan itulah yang menyelamatkan bukti.

Arsen menatap Raka.

“Panggil Legal dan Compliance.”

Raka mengangguk.

“Darren?”

“Jangan beri dia kesempatan menghapus apa pun.”

“Dan anak magangnya?”

Arsen diam sejenak.

“Dia tetap melanggar aturan perusahaan.”

Raka mengangguk pelan.

“Jadi?”

“Proses sesuai aturan. Jangan dibedakan hanya karena dia dipengaruhi Darren.”

Jawaban itu sangat persis seperti kepribadian Amara. Keadilan tidak boleh berubah hanya karena seseorang memiliki alasan yang terdengar menyedihkan.

Beberapa jam kemudian, hasil penyelidikan dikirim kepada Amara di Swiss. Ia membaca seluruh laporan tanpa menyela. Leon duduk di seberangnya. Arsen dan Raka berada dalam panggilan video dari ruang sebelah.

Setelah halaman terakhir selesai, Amara menutup tablet.

“Jadi rumor itu berasal dari percakapan Reza dan Clara saat pernikahan?”

Arsen mengangguk.

“Seseorang mendengarnya. Informasi itu kemudian berpindah tangan sampai akhirnya ditemukan oleh anak magang.”

“Dan Darren membiayai penyelidikan?”

“Ya.”

Amara menatap layar cukup lama.

“Apa yang dia cari?”

“Hubungan masa lalu Reza dengan Ibu.”

Amara tersenyum tipis. Bukan senyum bahagia.

“Menarik.”

Leon memperhatikan istrinya.

“Kau marah?”

“Tidak.”

Amara bersandar.

“Aku hanya heran bagaimana orang bisa menghabiskan begitu banyak tenaga untuk sesuatu yang bukan urusan mereka.”

Raka menjawab,

“Dia ingin naik jabatan.”

“Dengan memakai namaku?”

“Kurang lebih.”

Amara menggeleng.

“Kalau begitu, jangan beri dia kesempatan.”

Arsen mengangguk.

“Darren dan anak magang itu akan diproses?”

“Ya.”

“Jangan hanya Darren.”

Arsen memahami maksudnya.

“Anak magang juga?”

“Dia ikut menyewa penyelidikan dan menyebarkan informasi?”

“Ya.”

“Kalau begitu, dia juga harus bertanggung jawab.”

Amara tidak menunjukkan sedikit pun keraguan.

“Tidak peduli siapa yang memulainya. Tidak peduli siapa yang menjanjikan apa. Aether Global bukan tempat orang menaiki tangga karier dengan membawa nama keluargaku sebagai pijakan.”

Raka mengangguk.

“Aku akan pastikan.”

Amara kemudian menatap kedua putranya.

“Dan Alya serta Celine?”

“Mereka tidak terlibat.”

“Bagus.”

Tatapan Amara berubah lebih lembut.

“Jangan biarkan masalah ini membuat mereka merasa harus meminta maaf.”

Arsen menjawab singkat,

“Mereka tidak akan.”

Panggilan berakhir.

Leon kemudian mengambil tangan Amara.

“Sudah selesai?”

“Sudah.”

“Kau yakin?”

Amara menghela napas.

“Darren dan anak itu akan keluar dari perusahaan. Setelah itu, aturan diperketat.”

Leon tersenyum.

“Dan kau?”

“Aku?”

“Masih ingin menikmati liburan?”

Amara menatapnya, kemudian melirik ke arah ruang utama tempat suara tawa keluarga mereka terdengar.

“Sekarang iya.”

Leon berdiri dan mengulurkan tangan.

“Kalau begitu, Madam, mari kembali menjadi istriku.”

Amara menerima tangannya.

“Bukankah sejak awal aku istrimu?”

“Kadang-kadang aku lupa kalau kau punya perusahaan sebesar itu.”

“Bagus.”

“Kenapa?”

“Berarti kau melihatku sebagai Amara.”

Leon tersenyum.

“Itulah yang kulihat.”

Mereka berjalan meninggalkan ruangan.

Di Jakarta, keputusan terhadap Darren dan anak magang tersebut segera diproses. Bukti sudah terlalu lengkap untuk diperdebatkan. Tidak ada pemecatan berdasarkan gosip, tidak ada hukuman karena hubungan keluarga, dan tidak ada keputusan yang dibuat untuk melindungi nama besar.

Semua berdiri di atas bukti. Darren diberhentikan karena menyalahgunakan informasi dan mencoba memanfaatkan hubungan dengan keluarga direksi untuk kepentingan kariernya.

Anak magang tersebut juga dikeluarkan karena terlibat dalam penyelidikan tidak sah dan penyebaran informasi pribadi, meskipun ia memang dipengaruhi oleh Darren.

Aether Global kemudian mengeluarkan keputusan internal yang lebih tegas. Nama keluarga bukan alat untuk memperoleh jabatan. Hubungan personal bukan jalan pintas. Dan informasi pribadi seseorang bukan komoditas yang bisa dijual demi promosi.

Sementara itu, Alya dan Celine menerima kabar bahwa penyelidikan telah selesai. Tidak ada permintaan maaf dari Amara kepada mereka karena memang tidak ada kesalahan yang dilakukan Amara.

Tidak ada pula pelukan dramatis atau perubahan hubungan. Hanya sebuah pesan singkat dari pihak perusahaan yang menyatakan bahwa nama mereka telah dibersihkan dari seluruh tuduhan mengenai nepotisme.

Alya membaca pesan tersebut dalam diam.

Celine duduk di sampingnya.

“Sudah selesai?”

Alya mengangguk.

“Sudah.”

Celine tersenyum kecil.

“Bagus.”

Mereka kembali menatap layar laptop. Pekerjaan mereka masih menunggu. Karena pada akhirnya, mereka tidak membutuhkan nama siapa pun untuk menentukan ke mana hidup mereka akan berjalan.

Dan jauh di Swiss, Amara berdiri di balkon bersama Leon, memandangi keluarga yang sedang bersiap keluar menikmati hari.

Rumor itu selesai. Pelakunya telah ditemukan. Namun satu hal yang paling penting bagi Amara tetap sama. Ia bisa memaafkan masa lalu. Ia bisa menghormati anak-anak yang lahir dari kesalahan orang dewasa. Tetapi nama keluarganya bukan sesuatu yang boleh dipinjam siapa saja.

Dan siapa pun yang mencoba menggunakannya untuk kepentingan pribadi akan segera mengetahui satu hal yang selama ini menjadi prinsip Amara:

kebaikan bukan kelemahan, dan kesempatan bukan izin untuk menyalahgunakannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!