Indonesia
NovelToon NovelToon
Hati Kyrene

Hati Kyrene

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Teman lama bertemu kembali / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Kyrene namanya, si no. 1 di sekolah. Pintar dan cerdas tapi ansos dan sombong. Bellvania, cewek cantik dan populer di sekolah, sahabat terdekat Kyrene, setidaknya itulah anggapan para siswa dan Bellvania sendiri. Mereka berdua akhirnya berada dalam kelas yang sama di tahun terakhir mereka di SMA. Tidak hanya itu, Vendra, si no. 2 setelah Kyrene, cowok paling pintar, ganteng, baik dan ramah seantero sekolah juga berada di kelas yang sama dengan mereka berdua. Tanpa ada yang tau, Vendra memendam perasaan suka dan rasa bersalah sekaligus terhadap Kyrene. Kira-kira bagaimana cerita ketiganya menghadapi tahun terakhir mereka di sma. Gimana reaksi Kyrene ketika mendengar pengakuan dari Vendra. Pengakuan tentang perasaannya dan perasaan bersalah di masa lalu. Bisa nggak hati Kyrene menerima kenyataan yang terpampang di depan mata?

Haiii semuanya, please banget tinggalin jejak komen kalian ya, semoga semua terhibur yaaa love u~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan di Waktu Tak Tepat

Tiga hari setelah Ilky dipulangkan ke rumah dengan kruk dan pantangan naik tangga yang membuat Ilky harus sementara tidur di kamar yang dipindahkan ke lantai bawah dan Ilky selalu mengeluh setiap pagi karena tidak bisa mengambil buku-bukunya yang ada di atas.

Papa mengambil cuti lebih panjang. Bell datang setiap sore, sudah tidak membawa makanan klaim-buatan-sendiri, sudah jujur bahwa ia memesan dari warung langganan tapi tetap dalam kotak yang ia dekorasi sendiri supaya terasa lebih personal. Ilky memuji dekorasi kotaknya. Kyrene tidak berkomentar tapi tidak menolak makanannya.

Kyrene keluar pukul enam sore untuk membeli keperluan yang habis. Shampo, sabun mandi, teh yang papa suka, daftar pendek yang bisa diselesaikan di minimarket terdekat.

Di belokan dekat warung Bu Sari, Vendra ada di sana.

Bukan berdiri menunggu dengan cara yang mencolok tapi, duduk di bangku kayu kecil di depan warung Bu Sari, membaca buku yang sudah setengah. Wajar, karena ini jalur utaman sehari-hqri Vendra untuk pergi ke mana saja dari rumah no. empat belas.

"Nunggu siapa?" tanya Kyrene.

"Nggak ada." Vendra menutup bukunya dengan cara seseorang yang memang sudah selesai, bukan yang dipaksa berhenti. "Mau ke mana?"

"Minimarket."

Ia berdiri. "Bareng."

Kyrene tidak melarangnya.

— ✦ —

Di minimarket, Vendra mengikutinya tanpa agenda yang jelas. Mengambil satu dua barang untuk dirinya sendiri, berdiri di rak buku kecil di sudut toko yang menjual alat tulis dan kalender dan terkadang novel populer yang tidak ada hubungannya satu sama lain. Ia mengambil satu pulpen, memeriksanya, mengembalikannya. Mengambil yang lain. Mengembalikannya juga.

Kyrene mengambil semua yang ada di daftarnya dan berjalan ke kasir.

Vendra sudah ada di kasir sebelumnya dan sudah membayar barang-barangnya, dan sebelum Kyrene sempat menaruh barang-barangnya di atas meja kasir, ia sudah membayar untuk barang-barang Kyrene juga.

"Vendra, tunggu."

"Nanti dibayar balik kalau mau." Ia mengambil kantongnya dan kantong Kyrene. "Ayo."

Kyrene menatapnya satu detik. Mengambil kantongnya kembali. "Aku bawa sendiri."

"Oke." Vendra melepaskan kantong itu tanpa berargumen lebih lanjut.

Mereka keluar dari minimarket ke jalan yang sudah mulai redup karena matahari sudah rendah. Lampu-lampu jalan mulai menyala.

Mereka berjalan. Lima menit pertama tanpa kata-kata. Lima menit yang tidak terasa canggung dengan cara yang biasanya terasa canggung tapi terasa seperti dua orang yang memang sudah terbiasa berjalan tanpa harus berbicara setiap detiknya.

Di lima menit ketiga, di bawah lampu jalan yang agak redup karena bohlamnya mungkin sudah perlu diganti, Vendra berhenti.

"Ren."

Kyrene berhenti juga, menoleh.

"Aku suka kamu."

Kalimat itu keluar tanpa pembuka. Langsung, bersih, dengan cara yang tidak membangun fondasi dramatis sebelum sampai ke inti karena membangun fondasi dramatis bukan cara Vendra.

"Bukan karena aku merasa bersalah sama kamu. Bukan karena aku mau menebus apapun atau membuktikan apapun." Suaranya stabil, bukan stabil yang dipaksakan tapi stabil yang sudah dipikirkan. "Karena kamu. Caramu mikir sebelum ngomong. Caramu baca buku sampai lupa waktu dan nggak minta maaf untuk itu. Caramu diam tapi ternyata mengamati semuanya. Caramu ada buat orang yang kamu sayang walaupun kamu pura-pura nggak sayang." Ia berhenti. "Itu yang aku suka."

Lampu jalan di atas mereka berkedip sekali, lalu kembali stabil.

Kyrene menatapnya.

Ada banyak cara untuk merespons ini. Ada cara yang mudah dan ada cara yang jujur, dan keduanya tidak selalu hal yang sama.

"Aku nggak minta jawaban sekarang." Vendra melanjutkan sebelum ada jawaban. "Timing-nya memang salah. Kakakmu baru aja dari rumah sakit, masih banyak yang hatus diurus. Aku tahu itu." Ia mengangkat satu tangan sebentar, gestur yang tidak selesai tapi mengucapkan sesuatu. "Tapi aku nggak mau terus diam. Kamu bilang jangan diam lagi. Jadi, aku tidak diam."

Hening.

Kyrene menunduk sebentar ke kantong belanjaan di tangannya. Shampo, sabun mandi dan teh yang papa suka. Benda-benda biasa dari hari yang biasa di mana seseorang baru saja mengatakan sesuatu yang tidak biasa.

Ia mengangkat wajahnya. "Pulang dulu."

Vendra mengangguk. Tidak memaksa jawaban yang belum waktunya.

Di depan gang, Kyrene belok kanan. Vendra belok kiri.

Kyrene berjalan beberapa langkah. Berhenti.

"Vendra."ucapnya sedikit keras agar terdengar.

Ia menoleh dari jaraknya.

"Tehnya tadi terlalu manis." Kalimat yang sama dengan malam di bangku taman rumah sakit. Tapi intonasinya berbeda sekarang. Lebih pelan. Bukan keluhan, bukan komentar acak.

Vendra menatapnya beberapa detik dengan ekspresi yang sedang memahami sesuatu, lapisan per lapisan.

Kyrene tersenyum, senyum yang kecil dan sungguhan yang tidak meminta balasan atau konfirmasi.

"Aku hafalin seleramu kalau gitu." jawab Vendra tanpa menyembunyikan senyumannya.

Kyrene berbalik dan masuk ke gang.

Di balik tikungan, ia berhenti sebentar. Menaruh satu tangan di dinding gang, menghembuskan napas panjang ke atas, ke langit yang sudah gelap penuh dan sesekali terdengar suara kendaraan dari jalan raya utama.

Setelahnya, ia pulang dengan kantong belanjaan di tangan dan sesuatu yang hangat di dalam dadanya yang tidak ia beri nama dan tidak ia tolak.

— ✦ —

Malam itu, Kyrene duduk di meja belajarnya, membuka buku yang sudah ia coba baca tiga malam terakhir.

Kali ini kalimat-kalimatnya masuk dengan lebih mudah. Entah karena bukunya memang seperti itu atau karena kepalanya lebih tenang dari sebelumnya.

Di luar kamarnya, suara rumah sudah mulai kembali ke ritme normalnya. Suara TV dari kamar yang Ilky nyalakan dengan volume rendah. Suara papa yang menyeduh kopi di dapur sebelum tidur, kebiasaan yang tidak pernah berubah itupun kembali.

Kyrene membaca sampai bab yang sudah ia tandai sebelumnya, menutup bukunya, dan berbaring menatap langit-langit.

Aku hafalin seleramu kalau gitu.

Kalimat yang tidak panjang tapi punya cara untuk duduk di kepala orang dengan sangat nyaman tanpa diminta.

Kyrene menoleh ke jendela kamarnya yang tirainya tidak sepenuhnya tertutup. Cahaya lampu komplek masuk dari sela-sela, membentuk garis-garis samar di lantai kamarnya.

Ia menutup mata.

Dan untuk pertama kali dalam beberapa minggu ini, kantuknya datang lebih cepat dari biasanya, sebelum ia sempat memikirkan hal-hal yang biasanya ia pikirkan di jam-jam ini.

1
Syahira🌹
semangat Thor sukses selalu
Amila FM,IG:amilaeditslife: mkasih kak 🫶
total 1 replies
T28J
masih belum ngerti saya, apa mungkin saya harus lanjut 🤔
Amila FM,IG:amilaeditslife: tokoh cewek di sini byk denial kak, jadi harus baca satu-satu biar tau ada apa hehe
total 1 replies
canvie
kereeen!!!! semangat ya kk. jangan lupa mampir juga di karyaku yang berjudul Sweet Pills🤙🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!