Indonesia
NovelToon NovelToon
Kiw! Brondong

Kiw! Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Teen School/College / Cinta pada Pandangan Pertama / Bad Boy
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nurlindaaprilia

Banyak sekali hal yang Nayla lewati. Badai datang silih berganti menyisakan trauma mendalam dalam hidupnya. Gadis kecil yang menyimpan sendiri segala lukanya.

Nayla memilih menutup rapat hatinya. Nayla tidak membiarkan siapa pun mendekatinya.

Hingga pada akhirnya, seorang laki-laki misterius datang dan masuk ke dalam kehidupannya. Laki-laki yang menjabat sebagai adik kelasnya, dengan lancang berhasil mendobrak hatinya.

Zean Putra Atmajaya

Nayla sadar, setelah kehadiran Zean hidup Nayla berubah drastis. Banyak hal baik yang Nayla rasakan. Tetapi, rupanya semua itu tidak berjalan semulus yang di bayangkan.

Masalah datang silih berganti. Untungnya, Nayla memiliki Zean sekarang. Zean selalu ada untuknya. Zean selalu ada mendukungnya. Zean selalu ada membantunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurlindaaprilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian sembilan belas

Sore hari, Nayla dan Fadil berjalan beriringan. Terdapat satu es krim di tangan mereka. Setelah Zean pulang, Nayla langsung bergegas membawa Fadil ke mini market yang tak jauh dari rumahnya.

"Kalo di pikir-pikir yah--"

Nayla menggantung ucapannya membuat Fadil mendongak penasaran, "Kamu baru aja sembuh, jadi jangan makan es krim." Ujar Nayla mengambil es krim yang berada di tangan Fadil.

"Aaaaa Kak Nay! jangan di ambil, Fadil udah sembuh. "

Nayla berlari kecil ketika melihat Fadil berjalan cepat menghampirinya. Ia memang sangat gemar menjahili adiknya, menyenangkan sekali pikirnya.

Brak

"Huwaa!" Mata Nayla membola mendengar teriakan sang adik. Ia langsung berbalik menghampiri Fadil yang jatuh tersungkur, "Kok bisa jatuh sih, Dek?" Tanya Nayla membangunkan Fadil.

"Tadi Fadil nginjek itu, Kak." Fadil menujuk sebuah dompet kulit berwarna hitam yang berada tidak jauh dari kakinya.

"Tebel banget dompetnya, kaya nginjek batu." Gumam Fadil mengambil dompet itu.

Nayla mengambil dompet itu dari tangan Fadil, membuat Fadil mendengus kesal. "Dompet siapa yah, Dek?" Tanya Nayla di jawab gelengan kepala oleh Fadil.

"Buka aja, Kak! pasti uangnya banyak, kita bisa beli es krim banyak-banyak deh."

Pletak!

"Ih jahat, jitak-jitak kening Fadil! "

"Ini punya orang, Dek. Es krim terus yang di otak kamu itu, dosa tau." Nasihat Nayla membuat Fadil mencibir. "Kaya yang nggak aja."

"Buka aja deh, siapa tau ada identitas yang punya." Gumam Nayla, ia membuka perlahan dompet yang terlihat mahal itu.

"Nggak ada uangnya. Kenapa malah banyak kartu-kartu yah, Kak?" Tanya Fadil polos menatap bermacam-macam kartu di dalam dompet tersebut.

"Ck, kamu nggak akan tauu!" Nayla membaca nama pemilik kartu tersebut.

Zoya Putri Atmajaya.

"Kaya pernah denger, yah?"

Drtt

"Mamah telpon, Dek."

"Angkat, Kak."

"Halo, Mah?"

"..."

"Loh, Mamah sama Papah udah pulang?"

"..."

"Ini Nay sama Fadil pulang kok, kita abis dari supermarket."

"..."

"Iyah, dah Mamah."

Tut

"Mamah pulang, Kak?" Tanya Fadil antusias, Nayla menganggukkan kepalanya. "Yeyy, pasti bawa oleh-oleh."

~♡~

Sesuai janjinya, hari ini Nayla menyiapkan bekal makan untuk Zean. Karena takut kejadian mengerikan itu terulang kembali, Nayla memutuskan akan menemani Zean memakan bekalnya tanpa ada gangguan apapun.

"Kak, ini calon menantu Mamah udah nyampe!"

Nayla sedikit tersentak mendengar teriakan membahana milik Mamahnya. Ia segera mengemas kotak bekal tersebut, kemudian memasukannya ke dalam paper bag.

"Kebiasaan banget teriak-teriak. Nay nggak budeg yah, Mah." Ujar Nayla menyalami tangan Mira.

"Kalo nggak teriak, mana denger kamu Kak." Balas Mira malas. Tapi detik kemudian, wanita paruh baya itu langsung tersenyum ketika Zean menyodorkan tangannya.

"Aduh, anak ganteng mau berangkat. Nitip anak Mamah yah, kalo nakal mah jewer aja." Nayla mendelik menatap protes Mamahnya. Sedangkan Zean, hanya bisa tersenyum tipis.

"Nay sama Zean pamit yah, Mah. Assalamualaikum."

"Hati-hati yah! waalaikum salam."

Brum

"Mamah pagi-pagi udah nyebelin deh." Gumam Nayla memeluk erat tubuh Zean.

Zean terkekeh kecil, ia mengusap tangan Nayla yang melingkar di perutnya. "Tadi melakukan apa dulu, hm?" Tanya Zean menatap wajah Nayla lewat kaca spion motornya.

"Ihh iyah, aku tadi masak loh! Nanti kamu makan yah? aku temenin, kok." Ujar Nayla antusias.

"Menyuapi juga?"

Nayla mendelik, "Modus banget sih, Zean!" Gemas Nayla mencubit kecil perut Zean. Sedangkan Zean tertawa puas berhasil menjahili Nayla.

"Hari ini, aku ada jadwal bermain bola."

"Iyah? kok baru bilang sih, Ze?" Tanya Nayla cemberut. Bukan apa-apa, Nayla sudah memikirkan banyak sekali kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. Pasti akan ada banyak siswi-siswi gatal yang menonton Zean nanti.

"Hanya bermain bersama anak-anak, sayang." Jawab Zean dalam hati terkekeh gemas melihat wajah cemberut Nayla.

"Tetep aja." Kesal Nayla, "Jam berapa, Zean?" Tanya Nayla garang, sekali lagi membuat Zean tertawa dua kali di pagi ini.

"Istirahat pertama."

"Oke, nanti aku nonton."

"Astaga, kenapa menjadi cemberut seperti itu?" Tanya Zean tak habis pikir.

Mata Nayla memicing, "Pokoknya nanti kamu jangan tebar pesona, aku gak suka." Peringat Nayla di jawab anggukan oleh Zean.

"Satu lagi, kamu nggak boleh pake baju-baju yang keliatan ketek itu loh!"

"Iyah, sayang."

"Terus, jangan nerima air minum dari siapa-siapa kecuali dari aku sama temen-temen kamu."

"Ayolah, kamu lucu sekali. Iyah sayang, aku akan mengingatnya."

Nayla terdiam sejenak, ia menyandarkan kepalanya di bahu Zean. "Oh yah, aku mau minta anter kamu ke suatu tempat. Kira kira kamu bisa apa nggak, yah?"

"Tentu saja bisa. Minta antar kemana, hm?"

"Nanti juga kamu tau."

"Mau bermain rahasiakah, Nyonya Nayla?"

"Ih apasih, kok Nyonya? nanti juga kamu tau, Zean."

"Oke. Sudah sampai di sekolah Nyonya. " Ujar Zean memarkirkan motornya di parkiran khusus yang ada di SMK Bintang.

Nayla terkekeh kecil, ia turun dari motor gede itu dengan gaya yang anggun. Zean terkekeh, tangannya terulur untuk membukakan helm di kepala Nayla.

"Terimakasih. Nanti bayarannya akan saya transfer." Setelah mengatakan itu, Nayla langsung berlari menjauhi Zean.

Mata Zean berkedip lucu. "Astaga, apakah dia kira aku adalah tukang ojek?"

Nayla berlari terbirit-birit memasuki kelasnya. Ia tertawa cekikikan memikirkan bagaimana wajah Zean, pasti masam. Kelas sudah ramai, tapi ia masih belum melihat Usi.

Nayla mengangkat bahunya, mungkin sebentar lagi akan datang. Ia langsung mengambil buku novel di tasnya, kemudian membacanya.

"Dor!"

"Kok gak kaget sih, Nay?" Tanya Usi menatap Nayla yang tampak acuh.

"Karna gak kaget."

"Gak seru!" Usi langsung duduk di bangkunya. Memikirkan sesuatu, membuat pipi Usi memerah.

"Kenapa lo?" Tanya Nayla menatap Usi yang mesem-mesem sendiri.

"Lo harus tau, Nay." Dengan excited Usi duduk menghadap Nayla, "Gue tadi berangkat bareng temennya Zean. Siapa yah namanya, gue lupa."

Ujar Usi tampak berpikir.

"Aldo?"

"Bukan. Gue juga tau si Aldo mah, Nay."

"Terus, Dian?"

"Ih najis, amit-amit yah!"

"Rizki?"

"Bukan, Nay."

"Irko?"

"Bukan juga, Nay." Jawab Usi membuat Nayla memutar bola matanya malas. "Cuman satu yang belum gue sebut. Zidan, bukan?"

Usi menganggukkan kepalanya cepat, "Nah iyah, si cowok cool." Usi memegang kedua pipinya yang memanas.

"Kok bisa berangkat bareng?" Tanya Nayla sedikit penasaran.

"Awalnya gue berangkat bareng sopir gue. Tapi di jalan ban mobil gue bocor, terus gak lama dari itu ada si Zidan. Karna gue emang dasarnya gak tau malu, yaudah gue cegat aja." Jelas Usi dengan tidak tahu malunya, membuat Nayla menepuk jidatnya tak habis pikir.

"Udah gue duga." Nayla kembali membuka novelnya, ia memilih kembali membaca.

"Eh iyah, gue denger katanya sekarang mereka mau pada main bola. Kita wajib nonton sih, Nay."

"Hm."

"Gue bakalan duduk di bangku paling depan, pokoknya."

"Iyah."

"Terus, gue bakalan bawain minuman buat dia."

"Iyah."

"Terus-"

"Lo udah ngerjain PR sejarah?" Potong Nayla merasa jengah dengan kehebohan Usi.

Usi menepuk keningnya, "Gue lupa anjir, mana buku lo? gue mau nyalin." Pinta Usi dengan cengiran menyebalkan khasnya. Bagi Nayla, itu sudah tidak aneh lagi.

"Kerjainnya yang anteng, jangan banyak ngomong." Peringat Nayla menyerahkan buku catatan miliknya.

Setelah beberapa saat, bel istirahat pertama berbunyi. Beberapa siswa dan siswi berhamburan masuk ke kantin guna mengisi perut mereka. Sedangkan Nayla dan Usi berjalan menuju lapang utama, mereka akan menonton Zean dan teman-temannya bermain bola.

"Gue kira nggak akan serame ini." Gumam Usi menatap sekeliling, banyak sekali yang duduk di bangku penonton.

Nayla berdecak kecil, di tangannya terdapat bekal makan yang ia buat tadi pagi. Matanya menatap sekeliling, mencari Zean.

Gotcha!

Nayla menemukan Zean, ia langsung menarik tangan Usi untuk berjalan menuju Zean dan teman-temannya yang berada di sudut lapang.

"Kita lawan kelas 12, loh!"

"Ya terus kenapa? lo takut?"

"Gue nggak takut, kan ada Zean."

"Dih apaan, banget anjir!"

Sekumpulan laki-laki itu tampak tertawa mengejek satu sama lain. Sampai akhirnya, salah satu mereka menyadari kehadiran Nayla dan juga Usi.

"Eh ada Nayla!" Aldo tersenyum manis menyambut pujaan hati Zean.

"Hai, Aldo." Balas Nayla tersenyum tipis, ia langsung mendekat ke arah Zean yang sedaritadi sudah menatapnya dan Aldo dengan tajam.

"Mampus! si Bos udah kaya mau makan lo idup-idup." Ejek Dian.

"Peace Bos, gue cuman nyapa." Aldo mengangkat dua jarinya. Tatapan Zean sangat mengintimidasi, rasanya seperti membolongi kepalanya.

"Apa sih? natapnya gitu banget, serem tau." Bisik Nayla duduk di sebelah Zean.

"Kamu membalas sapaan Aldo dengan senyuman, aku tidak suka."

Nayla ingin sekali tertawa, "Sorry, aku nggak bermaksud." Ujar Nayla membuat Zean sedikit luluh.

"Bekal yang tadi kamu buatkan, mana?" Cicit Zean terlihat lucu di mata Nayla. Seperti anak kecil meminta permen kepada ibunya.

Nayla mengangkat bekal yang sedaritadi ia bawa, "Aku kan udah janji mau nemenin kamu makan, kira-kira bakalan keburu apa nggak? ini mulainya kapan?" Tanya Nayla membuka kotak bekalnya.

"15 menit lagi."

"Oke, masih ada waktu." Nayla menyodorkan sendok kepada Zean, "Makan, abisin yah." Ujar Nayla, tapi Zean tidak menerima sendok yang sedari ia sodorkan.

"Aku pegel loh, Ze!"

"Suapi aku."

"Uhuk!"

Usi yang sedaritadi berdiri di sana tersedak air liurnya sendiri. Pemandangan macam apa ini? apa ia tidak salah dengar, Zean terlihat manja sekali jika bersama Nayla.

"Tutup mulut, lo! itu udah biasa di mata kita." Ujar Rizki melipat tangannya di dada, ia menatap Nayla yang tengah menyuapi Zean.

"Hehehe, gitu yah?" Usi menggaruk pipinya, mendadak menjadi canggung. Apalagi, Zidan sedaritadi diam memperhatikannya.

"Btw, gue Aldo. Kita belum sempet kenalan." Aldo mengulurkan tangannya, ia tersenyum menggoda membuat Usi bergidik ngeri.

"Jangan ganggu dia." Peringat Zidan datar, membuat Aldo menutup mulutnya tak percaya.

"Yaalloh, fenomena apa ini?" Teriaknya dramatis.

"Lo kristen, Aldo! lama-lama gue ajakin lo login, yah?"

1
D_wiwied
pagi2 yg menegangkan..
D_wiwied
menegangkan..
Vike Kusumaningrum 💜
Ya Allah tegang bacanya, mksh up-nya Thor, selamat datang kembali. jauh liburannya kali ini 😩🙏🙏🙏
Vike Kusumaningrum 💜
Pantas lama ngilang kak Otor, jalan²nya jauh ke Itali. sehat selalu kak 🤲🤲
Vike Kusumaningrum 💜
Zean pergi, kak Linda pergi jg.

ntah kapan mereka kembali, semoga dunia kalian baik² saja kak 🤲😇
Vike Kusumaningrum 💜
Zean pergi, kak Linda pergi jg.

ntah kapan mereka kembali, semoga dunia kalian baik² saja kak 🤲😇
Arin
/Heart/
Vike Kusumaningrum 💜
Jangan jauh-jauh mainnya kak, kami menunggu Zean kemana. kasihan Nayla 😢
Arin
Kemana Zean kok ninggalin Nayla begitu aja...... Apa ini ada hubungannya dengan keluarga Davina????
pembaca gabut: kayanya iyaa
total 1 replies
D_wiwied
double up dong
Vike Kusumaningrum 💜
Keluarganya dibunuh Kaiden kali ya, ya Allah tega benget boneka chucky, makin² aja Zean g akan melepas Nayla, tapi kalau Nayla tau keluarganya begitu karena Zean kan makin ribet lagi urusannya. ah pusing, mksh kak otor update terbarunya, sehat selalu 🤲
Arin
Apa keluarga Nayla kena musibah???
pembaca gabut
kerenn sih arti nama geng nya
Vike Kusumaningrum 💜
Jangan-jangan Vio suka sama Zean . tapi semoga mereka g terganggu oleh orang ke berapapun termasuk Kaiden.
Nurlinda Abdlh
bagus
Nurlinda Abdlh
xixixi, sorry semuanya! bulan kemarin, aku lumayan sibuk banget sama kegiatan sekolah, di tambah aku lagi ujikom sama ujian praktek, minta doanya yah semoga ujiannya di lancarin. kalian semua juga sehat" yah, terus tunggu cerita aku❤️
Vike Kusumaningrum 💜
Nah nah, kamu harus jujur Ze, bilang aja boneka chucky senang lihat kamu menderita.
Vike Kusumaningrum 💜
Alhamdulillah sdh up lagi, sebulan ngilang, mainnya jauh banget kak 🤭 sehat selalu 🤲🤲
D_wiwied
thankyou sdh up lagi kaak 🥰
Nurwana
nda ketukar visual antara Davina dan Nayla???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!