Indonesia
NovelToon NovelToon
Om Bodyguard

Om Bodyguard

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: fera LS

seorang pria dewasa yg berniat untuk membantu seorang gadis yg merupakan anak dari almarhum sahabat nya sendiri,pria bernama harry rafaizan harus menyamar menjadi seorang bodyguard dan memakai identitas orang lain untuk bisa masuk ke kediaman olanza

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fera LS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

"wow!! hahaha luar biasa kakak ku yg idiot!!"ejek rosa menertawakan kebodohan devon hari ini.

devon diam dengan nafas memburu,pria itu terlihat sangat emosi dengan ke kegagalan nya di tambah dengan rosa yg terus mengejek nya dari tadi.

"aku bisa saja merobek mulut mu,kalau kau belum juga diam!!!"ancam devon dengan menatap gadis di samping nya nyalang

"uuuuuh,takut.. hahaha,"rosa tak gentar dengan ancaman devon karna ia tau seberapa pengecut nya seorang devon.

"siapa laki-laki tadi?" tanya devon mengetuk jari telunjuk di atas paha nya karna mulai merasa gelisah.

"aku tidak lihat, jadi aku tidak tau,"sahut rosa mulai tersenyum saat melihat gerbang rumah mewah itu yg terbuka,rosa langsung memasuki mobil itu ke dalam pekarangan rumah dan berhenti tepat di depan.

devon turun dengan membanting pintu mobil itu hingga tertutup kembali,rosa yg melihat itu hanya terkekeh dan mengikuti langkah devon masuk ke dalam.

barry dan vania yg memang sudah menunggu kedatangan mereka langsung berdiri dengan alis yg saling bertaut.

"di mana aqeela?" tanya barry 

devon tidak menjawab dan langsung duduk bersandar di sofa,pria itu terlihat memejam kan mata nya.

"gagal,ada seorang laki-laki bersama aqeela tapi itu bukan bodyguard, bukan juga mr.raf,"jelas rosa duduk di samping sang ibu.

"siapa? apa kalian mengenal nya?" tanya barry melihat kedua anak nya dengan serius.

devon membuka mata kembali lalu mengubah posisi duduk nya menjadi lebih tegak,"kita tidak pernah melihat dia sebelum nya,"jawab devon.

barry menghela nafas gusar lalu melihat ke arah rosa,"tanyakan ke teman mu,siapa dia,"perintah barry.

"dia akan meminta uang nya terlebih dahulu,sebelum memberi informasi,"ucap rosa.

barry melihat ke arah devon dan memberi isyarat dengan mata nya agar devon mentransfer uang nya ke rekening rosa.

tingg

rosa langsung melihat handphone setelah itu rosa tersenyum ke arah devon sambil mengangkat kedua alis nya,sengaja menggoda devon.

devon memutar bola mata nya jengah,lalu bangun dari sofa."aku mandi dulu,kabari kalo ada berita baru tentang aqeela,"ujar devon lalu pergi ke kamar nya.

sementara suasana di ruang tamu kediaman rafaizan saat ini sedang mencengkam,harry duduk di sofa depan aqeela,kedua siku nya menopang di atas lutut dengan tatapan nya yg melihat elgan dan aqeela dengan tajam.

"sangat kelewatan kalau kau mengintrogasi di saat kondisi nya tidak bisa di bilang baik,"ujar elgan yg tidak takut sama sekali dengan kemarahan harry,justru saat ini ia lebih fokus dengan kondisi aqeela yg terlihat gelisah,itu semua bisa di lihat dari tangan aqeela yg tidak bisa diam dan terus bergerak menyentuh lengan,leher dan rambut nya.

"semua yg terjadi pada nya itu di sebabkan oleh kelancangan mu yg membawa aqeela keluar tanpa se izin ku,"cetus harry melihat ke arah samping di mana elgan duduk.

elgan mengangkat kedua tangan nya."oke,aku mengaku salah untuk itu tapi harry rafaizan yg terhormat,"elgan menunjuk harry dengan jari nya.

"kau mengabaikan kewajiban mu,kau tau bahwa aqeela masih pelajar dan masih butuh banget pendidikan, selain itu juga kau mengurung nya di mansion ini tanpa memberi nya handphone atau 1 buku pun,"sambung elgan mengucap kan itu semua dengan tegas pada harry,supaya pria itu sadar dan tidak hanya menyalah kan nya.

"apa kau merasa cukup baik dengan itu?"tanya elgan lagi,lalu kembali duduk dan mendengar jawaban apa yg akan di berikan oleh harry.

harry melirik ke arah aqeela sekilas."dia tidak akan sekolah dan menggunakan handphone sampai semua masalah ini selesai,aku tidak ingin semua nya bermasalah dan membuat semua nya lebih lama selesai,"ucapan harry kali ini membuat elgan kaget dan tidak menyangka, apa Harry sudah tidak waras? Kalau begitu sama saja dengan dia mengurung aqeela di sangkar emas nya.

"kalau begitu apa beda nya kau dengan bajingan itu,kembalikan saja aqeela pada barry dan devon di sana aqeela bisa hidup lebih bebas dan bisa beraktifitas sesuai dengan usia nya,"suruh elgan yg mulai muak dengan harry.

harry mengepalkan tangan nya,melihat elgan dengan penuh emosi."kau tidak paham apa yg terjadi elgan jadi stop sok ikut campur dengan urusan aqeela,tugas mu di sini hanya membantu bisnis axel!!"teriak harry mulai terpancing emosi.

"aku mau ke-ke kamar,"pinta aqeela.

harry dan elgan langsung melihat melihat ke aqeela,gadis itu terlihat sangat pucat dan badan nya gemetaran.

harry melangkah mendekati aqeela tapi gadis itu menghindar."aqeela,kamu kenapa?"tanya harry bingung dengan sikap aqeela yg tidak seperti biasa nya.

"jauhin dulu dia har,kita belum tau apa yg terjadi tapi yg pasti aqeela takut,"ucap elgan dengan tatapan yg terpaku pada aqeela.

harry melihat ke arah elgan sekilas lalu mundur menjauhi aqeela."kamu boleh ke kamar,"ucap harry memberi izin supaya aqeela bisa ke kamar.

"terimakasih,"ucap aqeela sebelum pergi ke kamar nya.

setelah aqeela pergi,harry menatap elgan dengan penuh tuntutan penjelasan."aku butuh penjelasan elgan,"tuntut harry.

"tadi devon ingin membawa aqeela,untung nya tidak berhasil,"jelas elgan langsung ke inti nya.

mendengar itu harry langsung menendang meja kaca di depan nya."aqeela trauma brengsek!!"bentak harry murka.

"panggil kan dokter sekarang juga,aqeela sangat butuh itu sekarang,"suruh harry dan langsung di lakukan oleh elgan.

"oke,aku belum paham,kenapa aqeela bisa trauma,apa yg terjadi sebelum nya?"tanya elgan kali ini pria itu yg menuntut penjelasan pada harry.

"pemerkosaan,kekerasan,itu yg devon lakukan pada aqeela di sana dan kau menyuruhku untuk mengembalikan nya ke mereka,you stupid man!!"sentak harry sangat kesal dengan ucapan elgan sebelum nya.

elgan diam seribu bahasa,dia tidak menyangka kalau devon melakukan hal sekeji itu pada gadis yg masih di bawah umur.

"ini gila,aqeela ohh astaga.."racau elgan mengusap rambut nya tidak percaya dengan apa yg baru saja dia dengar.

di tengah perbincangan mereka,derap langkah kaki memasuki gendang telinga ke dua nya,harry dan elgan langsung melihat ke asal suara dan ternyata itu adalah dokter yg di panggil oleh elgan tadi.

"ikut saya ke atas,"harry berjalan paling depan dan menyuruh sang dokter untuk mengikuti nya.

"saya rasa,anda harus masuk lebih dulu karna dia seperti takut dengan laki-laki,"jelas elgan menyuruh perempuan dewasa ber jas dokter itu untuk masuk terlebih dahulu.

"baik tuan,saya akan memeriksa pasien terlebih dahulu,"dokter itu masuk ke dalam lalu menutup pintu kamar itu kembali.

"aqeela.."panggil dokter itu dengan nada lembut,mata nya mencari keberadaan gadis itu.

suara tetesan air dari kamar mandi membuat dokter itu mendekati pintu bercat putih itu lalu mendorong nya ke dalam dengan pelan.

"oh my good!!"pekik nya langsung berlari ke luar dengan muka panik menghampiri harry dan elgan yg masih berdiri di depan kamar.

cklek

"tuan,pasien pingsan di kamar mandi,"ucap dokter itu panik.

tanpa pikir panjang,harry dan elgan langsung terobos masuk dan menuju kamar mandi."aqeela!! heii bangun aqeela,"seru harry menepuk pelan pipi aqeela untuk membangun kan gadis itu tapi sayang nya kondisi aqeela saat ini sudah pucat pasi dan suhu tubuh nya sudah sangat dingin.

"shit!!"umpat harry lalu menggendong tubuh basah aqeela ke atas kasur lalu memanggil pelayan untuk membantu dokter menggantikan pakaian aqeela.

"tangan nya berdarah!!"teriak dokter itu semakin panik saat melihat darah yg menetes ke lantai dan ternyata itu berasal dari pergelangan tangan aqeela.

harry langsung membaringkan aqeela di atas kasur,sebelum meninggalkan nya harry sempat mencium kening aqeela yg dingin lalu langsung keluar bersama elgan dan saat mereka keluar,beberapa maid masuk untuk menggantikan baju aqeela yg sudah basah.

elgan bersandar di dinding dengan lemas dan terlihat putus asa.

"apa kita akan gagal?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!