Indonesia
NovelToon NovelToon
Ujian Kesetiaan

Ujian Kesetiaan

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Spiritual / Romantis / Tamat
Popularitas:76.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pejel_Manis

Kesetiaan seorang istri diuji ketika suami yang tadinya kaya tapi tiba-tiba jatuh miskin dan tidak punya apapun. Itulah yang dialami oleh rumah tangga Al Ghozali dan Aini.

Apakah ujian akan semakin memperkuat kasih sayang antara keduanya, atau malah membuat Aini menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pejel_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balasan Email dari Seberang

Sesampai dirumah Emak mereka menunggu waktu sholat dzuhur dan makan siang bersama.

"Ayah ... kata bunda nanti habis adek tidul siang kita mau kelumah Uti, Yah?" panggilan Alia kepada kakeknya dari Aini adalah Kakung, kepada neneknya Uti.

"Iya, Sayang. Nanti InsyaAllah kita kerumah Uti,"

"Alhamdulillah, holeee ... sudah lama nggak kesana."

"Ayok kita pulang kerumah dulu, bobo siang. Habis itu InsyaAllah kita jadi kerumah Uti,"

"Siap bunda. Ayok kita bobo," teriak Alia

"Cucu nenek semangat banget, mau kemana ini?"

"Kelumah Uti, Nek,"

"Pantesan seneng banget, nenek ikut yaaa?" goda neneknya.

"Kakek juga ikut dong dek!" ledek kakeknya juga

"Ndak muat, Nek, Kek. Pakai motol, mobil sudah dijual sama ayah," Seketika wajah Al berubah kurang nyaman. Bapak melihat hal itu langsung menggoda cucunya lagi untuk mencairkan suasana kembali.

"Dek, bobo sini aja ya. Biar ayah sama bunda aja yg ketempat Uti,"

"Ndak mau kek, Adek mau ikut kelumah Uti...." Alia berontak dari pelukan kakeknya.

"Haha ... gemes sama cucu kakek ini. Sudah sana bobo siang dulu,"

"Iya ... iya ... ini adek mau pulang," sambil merengek ke Ayahnya.

"Ayo ayah, buluan kita pulang," menarik tangan Al untuk mendekat kearah motor yang terparkir dihalaman rumah nenek.

Alia langsung terlelap ketika memasuki tempat ternyamannya, Aini kembali ke kamar untuk rebahan setelah menemani Alia tidur dikamar anaknya tadi. Aini membuka hp tertera ada notifikasi email masuk.

"MasyaAllah Alhamdulillah ada balasan masuk dari yayasan sekolah di Pulau S," sorak Aini dalam hati langsung bangkit duduk.

Dilihat isinya ternyata panggilan interview.

"Bagaimana ini, interview harus datang langsung. Nggak mungkin kan kita asal nekad," ucap Aini dalam hati.

Al melihat kening Aini yang sedang berkerut tanda lagi bingung, Al mendekat kemudian ikut melihat hp yang ditangan Aini.

"Ada apa sayang? Kelihatannya bingung banget,"

"Astaghfirullah mas Al, kaget banget Ai,"

"Segitunya Ai, lihat mas kaya lihat hantu saja"

"Emang mas pernah lihat hantu?" dengan wajah penuh tanya

"Haha ... mana ada hantu?"

"Ada mas di film, aslinya Ai nggak tau,"

"Mas, Ai dapat panggilan interview dari yayasan di Pulau S, undangannya datang langsung ke sekolah. Ai bingung mas, sudah datang ternyata nggak diterima, nggak datang ini kesempatan yg kita tunggu-tunggu,"

"Gini Ai, kamu balas lagi saja. Saya posisi masih di Pulau J, kemudian sertakan no hp lagi dijawaban. Siapa tau ada pertimbangan buat interview lewat tlp,"

"Iya, Mas. Kenapa nggak kepikiran,"

"Iya lah Ai, karena kamu sudah panik duluan. Merespon apapun langsung pakai perasaan duluan, takut ini dan itu jadinya logika nggak jalan,"

"Itulah mas kenapa Ai kalau ada persoalan apapun nanya solusinya sama mas, karena Ai tau pola pikir laki-laki itu pakai logika, pakai otak. Sedangkan wanita pakai perasaan," sambil nyengir.

"Eh mas, nanti mas ngomong sama mama rencana kepergian kita?"

"Iya Ai, mas InsyaAllah nanti mau ngomong sama bapa mama, siap nggak siap harus siap,"

"Maafin mas ya Ai, gara-gara keadaan mas kita harus jauh dengan orang tua," memeluk Ai yg masih memegang hp.

"Jangan gitu, Mas. Skenario perjalanan hidup kita sudah tertulis sebelum kita lahir. Nggak ada yang perlu disalahkan disini. Ai yakin Allah punya rencana yang lebih indah untuk kita,"

"Aamiin,"

"Mas, tidur dulu sebentar. Selepas asar kita bisa langsung berangkat kerumah mama,"

"Hem..." Al mencoba memejamkan mata tapi pikiran masih berkelana.

...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

Dikediaman Mama Aini

"Ma, lama ya kita nggak ketemu cucu. Kangen sama yg cerewet itu,"

"Bapa, baru aja Minggu kemarin kita ketemu. Tiap hari Ahad mereka kesini. Palingan bentar lagi sampai,"

"Yah gimana lagi Ma, cucu kita baru 1, rasanya Aini masih kecil ya, Ma," sambil menerawang.

"Iya ya pa, rasanya baru kemarin menimang Aini. Eh ... tau-tau sekarang sudah menikah dan punya anak,"

"Ma, sudah masak apa untuk menyambut cucu kesayangan,"

Bapaknya Aini terlihat tegar dan cuek, tapi nyatanya setelah Aini tinggal dengan suaminya beliaulah yang sering mengenang kebersamaan dengan Aini. Aslinya berat tapi harus ikhlas. Bagaimanapun sekarang tanggungjawab dibahunya beralih ke menantunya.

"Assalamualaikum, Akung, Uti," teriak Alia dengan suara comprengnya.

"Adek datang!" teriak lagi

"Wa'alaikumussallam cucu Akung yang cantik," langsung menggendong cucu kesayangannya. Mereka langsung masuk tanpa dipersilahkan oleh tuan rumahnya.

"Wa'alaikumussallam," jawab mama Aini

Aini dan Al menyalami kedua orang tuanya.

"Akhirnya cucu Uti datang juga, Akung sudah uring-uringan dari tadi."

"Ma, maafin kami kesininya terlalu sore,"

"Nggak apa Al, Mama ngarang itu, Bapa tuh tadi hanya bilang lagi kangen sama cucu yg cerewet ini,"

"Akung, siapa yang celewet. Adek tuh cantik bukan celewet" sambil memainkan jenggot Akungnya yg mulai berwarna putih.

"Iya cantik ya dek, Akung tuh suka ngeledek. Giliran ngambek nanti kebingungan," ucap Utinya.

"Cucu Akung malam ini menginap disini?" Alia sudah mengangguk setuju

"Kali ini maaf Kung, Ai nggak bisa. Besok mau ada rapat disekolahkan," jawab Aini

"Nggak apa Ai, masih banyak kesempatan InsyaAllah. Cucu Uti jangan cemberut gitu dong," Mama menenangkan

"Kung, adek mau es klim beli yuk kung," sambil turun dari pangkuan Kakungnya.

"Adek ... barusan nyampai sudah langsung minta keluar," tegur Ai

"Tadi pagi kata kakek juga baru makan es krim. Kesempatan ya dek, sekarang tinggal minta Akung," goda Al

"Biar saja Ai, Al bapa senang kok. Ayuk cucu Akung kita berangkat. Jalan kaki aja ya, gendong sini" sambil jongkok untuk menggendong cucu kesayangannya.

"Siap belangkat," setelah kepergian Akung dan cucunya susana jadi sepi.

"Nggak nginep tapi pulangnya setelah makan malam ya Ai, Al,"

"Iya Ma, Al sama Ai makan malam disini. Kangen masakan mama, iya kan Ai?"

"Tentu saja ma, Ai kangen masakan mama" mengiyakan ucapan suaminya.

"Sudah masak apa belum, Ma?Ai kangen masak bareng mama," ucap Ai lagi

"Sayangnya mama sudah masak Ai, mama sudah selesai sejak tadi. Supaya kalau kalian datang tidak perlu sibuk, kesempatan berkumpul sama kalian. Rugi mama kalau sampai sibuk sendiri,"

"Iya, Mamaku sayang," ucap Aini sambil mendekati mamanya dan memeluk manja sang mama. Al hanya geleng-geleng kepala ketika melihat istrinya berubah menjadi anak kecilnya mama kembali.

"Gimana kondisi kamu Al, sudah baik kan?"

"Alhamdulillah berkat doa mama, Al semakin membaik,"

Aini menuju pantry untuk mengambil air minum buat suami dan orang tuanya. Bapa kopi hitam tanpa gula, mas Al dan mama teh hijau, seperti biasa Aini tidak buat tapi ikut meminum punya bapak. Tiap datang kerumah mama Ai selalu minum apapun yang bapa nya minum, kata Ai jauh lebih nikmat nimbrung minum punya bapa daripada bikin khusus buat sendiri sekalipun punya bapa pait tetap saja suka.

"Ma, Ai ... Al pamit kerumah pakdhe Surya dulu ya. Mau lihat gurameh dikolam pakdhe"

"Ya, Al," jawab mama dan Ai hanya mengangguk. Al kerumah pakdhe seperti biasa selain niat silaturahmi juga karena Al memberi ruang buat Aini melepas kangen bersama mamanya. Walau bagaimanapun Aini butuh waktu bersama orang tuanya meski sudah dewasa.

...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...

Terimakasih kk para pembaca. Like dan komen kami tunggu.❤️

1
ayu cantik
bagus banget
Tri Utari Agustina
Ceritanya bagus banget sebagai pelajaran thor semangat
Tri Utari Agustina
Bagus Aini,Mira orangnya tidak sopan pengin dirumah diusir tidak mengerti
Safa Almira
banget bagus
Safa Almira
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Dehan
sampai sini dlu ya thor bacanya, seru bgt beneran deh..

jangan lupa buat dukung balik karyaku ya thor
Dehan
Al orangnya berwibawa sekali ya.. ternyata begitu, dia gak mau aini yg bertindak karena takut aini bakal dicelakai org lain.. salut sama Al
Dehan
perasaan diawal waktu jumpa beli sayur namanya irma thor, sekarang kok jadi indri ya?
Dehan
yaelah gimana mau dpt suami baik kalau hati dan diri sendiri aja kotor..
Dehan
mau licik tp gatot alias gagal total wkwkwk
Dehan
ini maksudnya irma kan??
kok indri thor?
Dehan
irma mau jadi nyonya Al Ghazali wkwkwkwk ngakak sumpahh
Dehan
Pegawai barunya irma ternyata ya, si mulut kotor
bilangi orang aneh, oadahal dia yg aneh
Dehan
penjahit cantik mampir thor..
Dehan
besok sekalian pake sprei aja,, ya Allah mulutnya dan pikirannya sama tuh bu irma, sama2 kotor minta di cuci pake vanish 🤣🤣
Dehan
katanya gitu ya, nangis aja biar pikiran tenang dan hati jadi plong..
tapi kok aku nggak gitu ya, tetep aja hati dongkol 😂😂
Dehan
setuju sekali thor..
Dehan
biasa pertengkaran kecil seperti itu dlm berumah tangga
Dehan
Al suami bertanggung jawab bgt 👍👍
Maya●●●
halo kak salam kenal.
jika berkenan mampir juga ya di karyaku.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!