Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Dengan Sang Jelita

Terjebak Dengan Sang Jelita

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Tamat
Popularitas:267.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

Minimal minta maaf terus bangunin motor gue yang lagi tiduran!" teriak Ralen tak kuasa menahan lengkingan suaranya yang cempreng.

"Kenapa gue mesti minta maaf? lagian motor Lo ngantuk kali jadi tiduran," sahut Ipul melirik motor yang memang tepat berada di samping mobilnya tergeletak di trotoar hampir masuk ke got.

Pertemuan pertama yang membuat wanita bernama Ralensi Jelita sangat marah dan dalam sekejap jiwa galaknya pun mendominasi, tak pernah menyangka jika pertemuan pertama yang terkesan buruk itu malah membuat takdir terus membolak-balikkan kehidupannya, berurusan dengan pria menyebalkan nan songong bernama Saipul Gunawan tidak pernah Ralen bayangkan selama hidupnya.

"Oh Tuhan kenapa takdir ku sangat buruk!" keluh Ralen karena untuk kedua kalinya harus bertemu pria songong yang sama.

"Takdir gue yang buruk karena lagi-lagi harus berurusan dengan elo, siniin dompet gue!"

Ipul tak mau kalah dengan wanita di depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semangat!

Pagi-pagi sekali Ralen sudah mandi dan bersiap untuk bekerja, sungguh dia benar-benar rajin datang pagi dan tidak pernah terlambat, baginya cukup hari pertama saja yang membuatnya harus ketar-ketir saking takutnya tidak bisa mendapatkan pekerjaan.

"Sarapan dulu Len," kata sang ibu yang baru saja menyelesaikan masakannya.

Ah dia turut senang melihat sang anak yang begitu semangat dengan pekerjaan barunya itu, tenang juga hatinya karena anaknya tidak perlu lagi berkeliling sampai malam hanya untuk mencari penumpang dan bekerja sampingan guna memenuhi kebutuhan rumah tangga yang seharusnya di tanggung oleh suaminya.

Sungguh dia merasa beruntung mempunyai anak seperti Ralen, anaknya itu seorang wanita akan tetapi memiliki semangat yang tak kalah besar dengan laki-laki.

"Iya Bu," teriak Ralen dari dalam kamar.

Wanita itu tengah memoleskan bedak di wajahnya, hal yang bahkan sangat jarang dia lakukan, karena dulu sebagai ojek online dia jarang atau bahkan memakai bedak, karena berpikir buat apa memakainya kalau akhirnya wajahnya pun hanya akan dipenuhi oleh debu jalanan.

Selesai memakai bedak Ralen memoleskan pelembab bibir agar bibirnya tidak kering saat bekerja nanti.

Ralen keluar dari kamar lantas melenggang ke dapur mengambil piring lalu menyendok nasi goreng yang masih ada di dalam kuali, tak lupa mengambil air minum baru kemudian membawanya ke ruang tamu untuk makan.

Makan di ruang tamu memang tidak lah aneh bagi kebanyakan keluarga seperti mereka, karena jelas kontrakan sederhana yang mereka sewa itu tidak akan menyediakan nya.

"Bu, nanti pulang kerja rekan ngojek bentar ya," kata Ralen ketika ibunya keluar membawa sepiring nasi goreng untuk sang suami.

"Loh kamu ngojek lagi?" tanya sang ibu memberikan piring ke tangan suaminya.

"Udah capek kerja Len, lebih baik langsung pulang kata kamu kan gaji di kantor itu lumayan lah kok masih mau ngojek aja," timpal Ayahnya yang duduk bersandar.

"Buat bensin Ayah, bensin udah mau abis, lagian Ralen belum gajian kan kalau nunggu gajian ya nggak ada bensin buat berangkat kerja," sahut Ralen menjelaskan kenapa dia masih harus ngojek.

Ya kalau pegang uang juga dia tidak akan melakukan itu, lebih baik dia langsung pulang dan beristirahat karena tidak di pungkiri tiap hari turun naik lift pusing juga kepala, terlebih lagi masih harus mendorong-dorong troli serta mondar-mandir membuang sampah, apa tidak pegal tulang kakinya? rasanya betisnya pun sudah sebesar bambu petung yang biasa tergantung di pos ronda.

"Ya sudah, tapi nanti kalau sekiranya sudah mau hujan kamu segera pulang," peringat ibunya.

"Iya tenang aja Bu, lagian sekarang juga hujannya sudah mulai jarang," kata Ralen.

Memang beberapa hari ini hujan sudah mulai jarang turun, biasanya setiap malam hujan tak pernah absen tapi sudah beberapa hari ini semenjak Ralen bekerja rasanya hujan di malam mulai jarang.

"Kita kan tidak tahu Len, yang punya kehendak itu Allah, semua milik dia kalau sekarang dia mau hujan ya pasti akan hujan," timpal Ayahnya seraya menyuap nasi goreng buatan sang istri.

"Iya Ayah, Ralen ngerti di motor juga kan ada jas hujan," ucap Ralen ikut menikmati nasi goreng ikan asin yang memang menjadi kesukaannya.

****

"Hari ini kamu mulai bersihkan lantai 9 ya Len," kata sang Supervisor saat Ralen tengah membilas alat pel agar bersih dan bisa di gunakan.

"Memang renovasinya sudah selesai Bu?" tanya Ralen dengan tangan tak berhenti bergerak.

"Sudah, makanya saya minta kamu buat bersihin kan, anaknya Bos bakal mulai kerja soalnya dua hari lagi," terang Dita.

"Kira-kira dalam dua hari bisa tapi nggak Len?" tanya Dita kepada anak buahnya yang kini berdiri tegak seraya memegangi gagang pel.

"Cukup nggak ya?" malah jadi bingung sendiri dan meragukan kemampuannya.

"Ralen usahakan deh Bu," sambungnya kemudian tak ingin mengecewakan.

"Atau nanti minta bantuan Ratu aja," saran Bu Dita yang khawatir juga kalau-kalau Ralen tidak bisa menyelesaikan tugasnya dalam dua hari.

"Nggak usah lah Bu, Ralen aja nggak apa-apa, Ratu juga lagi nggak enak badan soalnya, biarin aja Ralen sendiri paling kalau kalau emang itu Ralen lembur," ujar Ralen.

"Nggak apa memangnya kamu lembur?" tanya Bu Dita sangsi pada pernyataan Ralen.

Lembur di kantor dan harus membersihkan lantai yang masih kosong itu bukankah cukup menyeramkan? apa Ralen berani? dia saja yang sudah cukup lama bekerja akan ngeri sendiri jika harus lembur sampai malam.

Jangan di bayangkan, karena konon kata orang-orang ruangan yang lama tidak di huni akan menjadi hunian yang nyaman bagi makhluk tak kasat mata.

"Nggak apa Bu, memangnya kenapa?" Ralen malah balik bertanya seraya menggaruk keningnya lalu menyingkirkan anak rambut yang menghalau mata menghalangi pandangan.

"Atau saya minta Melmel buat bantu?" kini menawarkan nama petugas kebersihan lainnya yang belum terlalu akrab dengan Ralen.

"Nggak usah Bu, beneran deh Ralen nggak apa sendiri juga lagian kan belum tentu juga lembur, bisa aja sebelum dua hari malah sudah bersih tuh lantai 9 sekalian ruangan-ruangannya," tolak Ralen mulai gemas dengan supervisor nya malah begitu khawatir dan perhatian padanya.

Ah Ralen tidak menyangka kalau dia mempunyai supervisor yang begitu baik.

"Ya sudah kalau kamu maunya begitu." akhirnya Bu Dita setuju.

"Tenang aja Bu, hehe," kata Ralen sambil memamerkan cengiran khasnya.

Sepanjang hari ini Ralen bekerja seorang diri di lantai 9, lantai baru yang katanya akan di tempati oleh anak dari bos perusahaan yang sekarang menggajinya.

Huuufft

Berulang kali Ralen menarik napas ketika melihat betapa sangat berdebu nya lantai yang dia pijak ini, bekas-bekas cat yang tak sengaja menetes pun mulai dia bersihkan.

Meski lelah tapi wanita yang mengikat rambutnya itu tetap menunjukkan semangatnya, begitu giat sebab tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah baik padanya karena memberinya kesempatan untuk bekerja.

"Harus bersih sebersih-bersihnya, ingat Ralen betapa baiknya pemilik kantor ini yang mau menerima kamu bekerja ditempatnya bahkan setelah kamu datang terlambat di hari pertama."

Wanita itu sambil tangannya bergerak mulutnya pun tak henti berceloteh mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia harus bekerja dengan baik sebagai ucapan terimakasih karena sudah di beri kesempatan di tengah banyaknya orang yang pastinya juga melamar pekerjaan.

Oh ayolah Ralen itu memang tidak tahu bagaimana caranya dia bisa di terima bekerja di saat perusahaan itu sebenarnya tidak terlalu membutuhkan tenaganya sebab petugas kebersihan di kantor itu sudah lebih dari cukup jika hanya menambah satu lantai saja untuk mereka bersihkan.

Hari sudah semakin sore sudah waktunya juga jam pulang, tapi Ralen memutuskan untuk lembur satu jam guna mengerjakan pekerjaannya yang memang tidak mungkin dia selesaikan hari ini juga.

Lagian hari ini pun dia harus mencari uang untuk mengisi bensin yang tadi sudah hanya tersisa satu garis saja.

Besok mungkin dia baru akan lembur sampai malam agar semuanya benar-benar beres dan bisa di tempati hari berikutnya.

******

1
Nix Ajh
duh jangan ada pengkhianatan lagi, kasihan ralen
Momz Haikal Sandhika
beneran bekas nyamuk yg di garuk pul...
Yunia
Ipul kayaknya bohong ini
Homsiah
inget pul kebohongan akan tetep ketahuan/Shhh/
sikepang
awas y pul kalau kejadian sepupu mu part 2 sampai ada. bisa habis kamu sama ralen dan istri sepupu mu
Momz Haikal Sandhika
ahhhh akhir nya up lagi...
makasih kak.. semangat terus up nya kak
Nix Ajh
hampir lupa jalan cerita awal, tapi bersyukur karena dilanjut. terima kasih 🙏
Homsiah
setelah sekian purnama akhirnya up lagi
sikepang
kak yuni love you sekebon.
makasih sdh mengobati rindu kami untuk bang ipul dan jelita. bang ipul ga pulang2 ntar di balas kamu sma si jelita baru tau y
Yunia
D tunggu update nya Raffan jg ya thor hehehe
Yunia
Terima kasih,ahirnya up juga thor
Ipul pergi kmanakah kamu?
diara
👍
Senaya
siap2 ya Ralen....
Senaya
di tungguin lanjutannya ya kak Yuni....
Senaya
syukurin Ipul.....wkwkwk
Mia Rahmiawati
Setelah sekian lama mati suri ya....akhirnya si Ipul nongol jg/Facepalm//Casual/
Homsiah
habis ntar kamu len di kebun angur/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
sudah sekian purnama kirain udah ga up lagi eh tadi iseng" buka ada notif up langsung deh baca
Diana Susanti
hahahaha 😝😝😝😝
Diana Susanti
muncul
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!