Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Cewek Belanda

Mengejar Cewek Belanda

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:17.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Yoemi

Meski bapaknya seorang hansip kelurahan yang nyambi kerja menjadi penjaga malam di sebuah komplek perumahan, Jono tidak pernah malu bergaul dengan anak-anak komplek yang bersebelahan dengan kampung tempat tinggalnya. Anak-anak komplek perumahan juga menerima Jono sebagai teman mereka. Apalagi ketika Jono yang jaga malam menggantikan bapaknya, anak-anak komplek selalu ngumpul di pos jaga dekat pintu gerbang masuk ke areal perumahan yang bernama Citra Regency.

Jono yang luwes bergaul serta rajin bila disuruh apa saja oleh orang-orang komplek perumahan, memang disukai hampir semua anak-anak di komplek itu, tidak terkecuali anak-anak cewek. Meski bergaul akrab dengan mereka, Jono biasa saja kecuali dengan Daniella, cewek blasteran Indonesia-Belanda yang baru pindah di Citra Regency, komplek perumahan yang terletak di sebelah perkampungan tempat tinggal Jono. Pemuda sederhana itu jatuh hati setengah mati kepada Daniella meski ia tak berani menyuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Emak

Dua Minggu setelah menjadi anggota keluarga Van Dijk dan tinggal di rumah keluarga Belanda-indonesia itu, Jono sengaja pulang ke rumah orangtuanya yang berada di sebuah perkampungan tidak jauh dari komplek perumahan Citra Regency, rumah keluarga Daniella Van Dijk. Selain melepas rindu kepada emak, Jono juga ingin bercerita banyak perihal kehidupannya sekarang. Juga kemajuannya yang sudah belajar nyetir mobil. Tentu dengan seorang tutor cantik rupawan bak seorang dewi. Daniella, cewek pujaan hatinya.

"Pulang lu? Gimana rasanya jadi anak angkat orang tajir? Bau lu aja udah beda sekarang," kata Emak memuji Jono ketika anaknya itu tiba di rumah.

"Masa aku bau sih, Mak?" Jono sibuk mengendus-endus tubuhnya sendiri. Sebelum pulang ke rumah Emak, pemuda itu sudah mandi, masa masih dikatakan bau?

"Itu perumpamaan, begok!" Emak kesel.

"Maksudnya apaan itu?" tanya Jono semakin terlihat begok. Wajah culunnya tampak lagi.

"Aroma lu udah kayak anak gedongan, bukan seperti dulu lagi. Lu itu cuma anak kampung dan tinggal di rumah gubuk." Emak jadi nyerocos, membandingkan Jono yang dulu dan sekarang.

"Rumah kita ya, nggak gubuk-gubuk amat sih, Mak," timpal Jono.

"Kalau dibanding rumah orang Belanda itu, bagaimana?"

"Emang Emak pernah ke sana dan tau bentuk rumahnya?" sahut Jono mengetes sang Emak.

Emak bengong juga ditanya begitu sama anaknya yang bernama Jono itu. Anak laki-laki satu-satunya yang hobi adu mulut sama Emak.

"Ya, memang nggak pernah, sih. Kalau lewat dari depan komplek, 'kan keliatan bentuk rumahnya di komplek itu. Semuanya gede-gede, bagus, dan mentereng!" Emak beralasan.

"Emak seneng, dong?" Jono menyelidik.

Emak menatap Jono. "Lah, elu yang tinggal di sono. Elu dong yang ngerasain senengnya," emak berkilah.

"Mmm ... maksudnya gini, Mak. Emak seneng nggak sekarang Jono tinggal di sana, jadi anak angkat keluarga Van Dijk?"

"Seneng sih, meski kadang-kadang, Emak sedih juga."

Emak terdiam sejenak. Jono memperhatikannya.

"Emak sedih kenapa?" tanya Jono lirih.

"Nggak ada lagi yang bisa Emak suruh-suruh," ujar Emak tak kalah lirih dari Jono. Raut wajah wanita itu benar-benar menunjukkan kesedihan.

Jono terperangah kaget. Kirain emaknya sedih karena berpisah tinggal dengan anaknya. Eh, nggak taunya cuma karena nggak ada orang buat disuruh-suruh.

"Si To'ing 'kan ada, Mak?" sahut Jono.

"Itu anak tetangga dan masih kecil. Apa iya anak umur 7 tahun, Emak suruh nganterin ke pasar? Naek sepeda aja dia masih kagok, ini disuruh bawa vespa Bapak elu yang bodinya segede gaban?"

"Ya, udah. Besok-besok kalau Emak mau ke pasar, telepon aja Jono. Ntar biar dijemput ke sini." Jono memberi solusi.

"Emang lu bisa?" Emak memandang Jono dengan ragu.

"Bisalah, Mak. Lagian Jono 'kan belum masuk kuliah. Sehari-hari di rumah doang. Bersih-bersih taman, bersihin kolam ikan, ngasih makan ikan sama burung. Pokoknya kerjaan rumahlah, Mak."

Jono bercerita panjang lebar tentang kesehariannya. Namun, Emak justru kaget mendengar semua itu.

"Elu diangkat jadi anak, apa tukang kebun, sih?" tukas Emak.

Jono tersenyum. Dia tak menyangka emaknya bakal berpikir jika Jono jadi kayak tukang kebun.

"Mak, namanya tinggal di rumah orang. Kita harus tau diri jugalah. Masa iya makan tidur, doang?" tutur Jono. Pemuda itu memasang ekspresi polosnya sambil tersenyum. Tak ada beban yang terlihat di wajahnya. Seolah Jono tak merasa keberatan melakukan semua pekerjaan itu.

"Katanya lu diangkat jadi anak, mau dikuliahin? Mana yang bener ini?" kejar Emak yang penasaran dengan nasib anak laki-lakinya.

"Jono 'kan belum kuliah, Mak. Ntar nunggu ada penerimaan mahasiswa baru, tahun depan. Itu dulu 'kan pernah kita bahas juga, sama Bapak," Jono mengingatkan.

Emak manggut-manggut. Tampaknya mulai mengerti dengan penjelasan Jono.

"Makan minum lu di sana gimana?" tanya Emak menyelidik lagi.

"Terjamin, Mak."

"Iya, keliatan lu lebih terawat sekarang. Tongkrongan lu, emang udah kayak anak gedongan," puji emak. Kali ini Emak terlihat lebih tenang dan bahagia.

"Biasa aja, Mak. Tapi, Jono udah diajarin nyetir mobil juga, sama Daniella," cerita Jono bersemangat.

"Yang bener, lu? Udah bisa bawa mobil sekarang? Kapan-kapan, antar Emak ke pasar pakai mobil, ye?" Emak cengengesan pula, membayangkan ke pasar naik mobil diantar anaknya. Bisa naik pamor nanti dilihat tetangga.

"Yaelah, Mak ... ke pasar aja pakai mobil, biasanya juga pakai motor kesayangan Jono. Lagian Mak, Jono belum bisa-bisa amat nyetir. Nanti malah nabrak, berabe kita," ucap Jono.

"Iya, juga ... nanti kita malah nyungsep, tak jadi belanja."

Jono terdiam sejenak lalu mengambil sesuatu dari kantongnya. Emak melirik dan melihat Jono menggenggam lembaran duit berwarna merah.

"Ini buat Emak," ujar Jono sambil tersenyum.

"Duit dari mana, lu?" emak ragu-ragu menerimanya.

Jono tertawa pelan. "Mak, di sana Jono dikasih uang saku."

"Uang saku?" Emak masih tidak percaya.

"Iya, Mak. Dikasihnya untuk sebulan. Ditransfer ke rekening Jono." Jono memberi penjelasan.

"Emang lu punya rekening?" kejar Emak. Rupanya Emak belum percaya sepenuhnya pada ucapan Jono.

"Disuruh bikin sama Papi-maminya Daniella. Baru tiga seminggu yang lalu, Jono buka rekening."

"Oh .... Berapa uang saku lu sebulan?" Emak penasaran.

"Lima juta, Mak." Jono senyum-senyum ketika menyebutkan jumlah uang saku yang dia terima.

"Apa?! Nggak salah denger ini, Emak? Gedean uang saku lu, ketimbang gaji Bapak jadi hansip!"

"Makanya ini, Jono bisa ngasih buat Emak." Jono terlihat bangga.

Emak menghitung yang dikasih Jono kepadanya.

"Banyak amat ini, Jono. Buat elu apa?" tanya Emak setelah selesai menghitung lembaran merah di tangannya.

"Jono juga buat apa pegang duit banyak-banyak. Makan nggak beli, apa-apa nggak beli," Jono beralasan.

"Iya, lu ngasih Emak tiga juta, sisanya dua juta buat elu. Apa itu cukup?" Emak khawatir.

"Cukuplah, Mak. Lagian itu cuma untuk uang saku, doang. Kata Maminya Daniella kalau untuk kebutuhan lain, uangnya beda lagi. Misal kalau mau beli pakaian, sepatu. Atau mau beli keperluan lain tinggal bilang aja. Nggak usah malu-malu. Begitu kata Maminya Daniella, Mak," jelas Jono.

Emak tersenyum. "Nasib lu emang bagus, Jono. Baik-baik tinggal di rumah orang, jujur dan jangan suka panjang tangan," nasihat Emak kepada Jono.

"Emangnya Jono punya bakat maling? Nggaklah, Mak."

"Halah, dulu waktu masih kecil. Lu terus yang diuber-uber Haji Mali. Karena cuma elu doang yang berani menggasak kebonnya dia. Abis buah kesemek sama buah gohok Haji Mali, lu embat!" Emak mengingatkan.

Jono nyengir sendiri, teringat akan masa kecilnya. Dia dulu cukup bandel juga.

"Yaelah, Mak. Itu 'kan kenakalan anak kecil. Timbang nyolong buah, doang. Presiden kita juga waktu kecilnya pasti pernah nyolong buah punya tetangganya. Udah gede begini Jono nggak pernah berbuat kriminal. Ngembat harta benda orang, kan?" Jono membela diri.

"Iya, Emak tau elu anak baik. Makanya Emak ingatin, supaya lu itu tetap jadi anak baik."

Jono terharu juga mendengarkan nasihat dari emaknya. Meskipun kelihatannya perempuan itu nyablak banget dan nggak bisa lemah lembut kalau ngomong sama anaknya, tapi Jono tahu bahwa sebenarnya Emak sangat sayang kepadanya. Hanya saja memang perempuan kampung yang cuma bersekolah sampai tingkat SMP itu, tidak bisa mengekspresikan rasa sayangnya seperti kayak di film-film bertema keluarga yang penuh basa-basi dan drama!

1
Lylac
🤭🤭🤣🤣🤣
Lylac
seru seru bacanya
Lylac
lagi scroll favorit buku eh ketemu cerita ini, coba baca deh kayaknya seru...
Husbunable
Masih menanti S2
dheselsa
Cerita yang menarik.
Tidak banyak berkelit seperti cerita yang banyak menguras emosi. Rupanya aku salah, aku pikir saat kali pertama membaca bab pertama menduga jika arah novel ini ke horor ✌️. Kupikir Jono menyukai gadis jejadian. Rupanya bergenre romansa yang dikemas senatural mungkin dengan bumbu komedi. Hanya saja, open ending. Menurut aku yang suka nulis open ending seperti ini memang paling pas agar pembaca bisa mengeksplor pikiran mereka masing-masing sesuai ending yang mereka inginkan.
Terimakasih sudah menyajikan kisah ini.
Sampai jumpa di novel selanjutnya.
yudhi
ditunggu season 2 nya
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
cepet banget abisny kakk
Ami batam
kok jono ny tamat thor, padahal bikin baper loh, sampai menetas air mata lihat kesedihan daniela 😭, di tunggu seasons ke dua ny ya thor
Ami batam: di tunggu secepatnya ya thor kisah cinta jono dan daniela 😘, pengen lihat daniela nyusul jono ke kalimantan, suka dg sifatnya daniela yg sok jual mahal ujung-ujungnya nyariin jono juga☺
total 2 replies
Ami batam
jono kok blm di uplod author
Ami batam
klo jono pergi merantau ke sumatra atau kalimantan, daniela pasti galau maksimal☺,di tinggal jono plg kermh emak ny Daniela udh nggk bisa tidur apalgi di tinggl merantau jauh😄
Ami batam
sedih bacanya jono pergi dari rumah Daniela😭, Daniela sih egois mau menang sendiri, ngapain sih nggk berterus-terang klo dia juga suka sm jono, giliran jono pergi bingung kan daniela
yoemi noor: begitulah wanita yang membingungkan 😅😅😅
total 1 replies
👑Ria_rr🍁
itu sudah biasa Mak. kebiasaan anak² klo di panggil 'iya muluk' kgak brangkat menghampiri emaknya🤭
Nikodemus Yudho Sulistyo
Penasaran, jaman sekarng masih ada yg ksih nama anaknya Jono nggak ya 🤔😁
Ami batam
klo jono deket sm tiara udh marah marah tak jelas daniela 😃, giliran dia deket sm Andre jono nggk boleh marah, mmng wanita sifatnya sulit di mengerti 😄
Badru
👍
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
cemburu bilang bosss jangan uring uringan sendiri semua org jadi salah..... Daniella Daniella 🤣🤣🤣🤣
yoemi noor: cewek kan begitu, cemburu mana mau ngaku😝
total 1 replies
Ami batam
bagus ceritanya, di lanjut lg thor
Ami batam
wkwkwk Daniela skr yg cemburu
yudhi
ceritanya kocak
yudhi
update lagi thor, ceritanya kocak
yoemi noor: siap kak, terima kasih udah baca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!