Kenyataan ini seperti mimpi buruk untuk ku,aku yang memiliki cita cita tinggi kini harapan itu musnah ketika orang tua ku menjodohkan ku dengan seorang pria yang aku sendiri pun tak mengenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Ikah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.Menagih janji
("Duh gimana nih,mas gue harus bantuan dia ganti baju sih,tapi kasian juga tangannya kesakitan kalau dia sendiri yang ganti.") batin Natan.
"Ya udah,saya bantu yah." ucap Natan ragu.
"Tapi saya teh malu." ucap Anna.
"Nggak papa,nanti saya merem,kamu tinggal kasih instruksi aja." ucap Natan.
"Tapi nanti kamu ngintip gimana?" ucap Anna.
"Nggak,lagian aku cuma bantu ganti baju aja,kalau daleman,nanti aja ganti nya di rumah." ucap Natan mengantisipasi.
Natan mengambil baju dress di dalam koper, supaya lebih gampang untuk memakainya, setelah itu Natan mendekati Anna.
"Saya udah tutup mata yah, sekarang angkat tangan nya,biar saya bantu buka." ucap Natan.
"Beneran yah merem?" ucap Anna.
"Iyah." Natan meyakinkan Anna.
Anna pun mengangkat tangannya, sedangkan Natan membantu melepaskan baju nya dari bawah ke atas, setelah selesai membuka bajunya, sekarang tinggal mengganti kan baju nya.
"Mana baju ganti nya?" Natan meraba raba, mencari di mana baju berada.
"Ini." Anna memberikan baju nya.
"Sekarang aku bantu masukin baju nya dari atas,nanti kamu yang masukin tangannya pelan pelan." ucap Natan.
"Udah, sekarang boleh buka matanya." ucap Anna.
"Iyah." Natan pun membuka matanya,ia pun bisa bernafas lega.
Anna tersenyum ke arah Natan,kini keduanya saling menatap, entah kenapa Natan sangat menyukai senyuman indah Anna, menurut nya Anna terlihat lebih cantik ketika sedang tersenyum.
Saat mereka sedang saling bertatapan,Natan semakin mendekat kan wajahnya ke depan wajah Anna,namun, mereka di kejutkan dengan suara ponsel Natan yang berdering, dengan salah tingkah,Natan pun mengambil ponselnya.
"Sa-saya angkat telpon dulu yah?" Natan melihat layar ponselnya.
"Siapa yang nelpon?" tanya Anna.
"Andi, sahabat saya." Jawab Natan.
"Ya udah sok ajah." ucap Anna.
Natan pun duduk di sofa yang berada di ruangan tersebut, Sebelum ia memulai percakapan ia melirik Anna terlebih dahulu.
"Iyah Ndi,kenapa?" tanya Natan.
"Loe lagi dimana Nat,gue telponin dari semalam kok nggak di angkat." jawab Andi di balik telpon.
"Gue lagi di rumah sakit,baru pegang hp juga, mungkin semalem gue ketiduran." ucap Natan.
"Hah,loe Kenapa Nat?" tanya Andi panik.
"Gue gak papa, Istri gue yang sakit." ucap Natan.
"Wih,loe apain tuh sampe istri loe sakit gitu,jangan jangan loe bobol nya pake kekuatan super lagi, hihihi." Andi terkekeh sendiri dengan ucapan nya.
"Bobol bobol,loe kira gue perampok apa? main bobol aja." ucap Natan kesal.
"Hehehe,santai bro,bercanda gue." Andi tertawa kecil.
"Itu,istri gue alergi,jadi di rawat semalem, sekarang juga udah bisa pulang kok." ucap Natan.
"Ohh,ya udah nanti gue jenguk deh ke rumah,ada hal penting yang mau gue omongin,ada sesuatu juga yang harus loe lihat." ucap Andi.
"Jangan bikin gue penasaran deh." ucap Natan.
"Gue gak bisa ngomong lewat telepon Nat,loe harus lihat langsung soalnya." ucap Andi.
"Ya udah deh,nanti gue tunggu di rumah yah, sekarang gue mau siap siap buat pulang." ucap Natan.
"Siap bro." jawab Andi yang langsung mematikan telponnya.
Setelah selesai menelpon,Natan melihat ke arah Anna yang memperhatikan nya dari tadi saat ia sedang telponan dengan Andi.
"Suami?" panggil Anna.
"Apa?" ucap Natan.
"Mau di lanjutin?" ucap Anna tersipu malu.
"Lanjutin apa?" Natan heran.
"Itu yang tadi." Anna tersenyum.
"Apa Anna,saya nggak ngerti,udah ah ayo sekarang kita pulang, katanya mau cepat pulang." Natan berdiri,ia mengambil koper lalu memapah Anna keluar dari ruangan tersebut.
("Ih,suami gak peka banget sih,aku kan juga mau nyobain ciuman yang kayak di film film drama Korea gitu, lagian kita kan udah nikah,jadi gak papa,hmmm tau ah.") batin Anna.
"Kamu kenapa manyun gitu?" ucap Natan melihat Anna yang melihat ekspresi wajah Anna.
"Nggak." jawab Anna singkat.
Natan memapah Anna sampai ke dalam mobilnya, Sebelum Natan naik ke mobilnya,ia mengangkat koper nya terlebih dahulu ke dalam bagasinya, kemudian naik dan melaju kan mobilnya.
Ketika di perjalanan,Anna melihat sepanjang sisi jalan terdapat banyak sekali makanan, Anna teringat akan janji Natan yang akan membelikan nya makanan yang enak saat ia sudah pulang dari rumah sakit.
"Suami,suami?" panggil Anna dengan semangat.
"Iyah Anna,ada apa?" Natan menutup saru kupingnya saat Anna memanggil nya dengan keras.
"Suami kan janji,mau beliin makanan enak kalau udah keluar dari rumah sakit,jadi sekarang boleh kan?" Anna tersenyum manis.
("Duh,inget aja sih nih anak.") batin Natan.
"Ya udah, sekarang mau beli apa,tapi ingat kata dokter gak boleh yang pedes pedes?" tanya Natan.
"Anna mau makan ramen,suami,biar kayak di film film Drakor gitu, hihihi." ucap Anna sambil terkekeh.
("Bener ini mah,gue nikah sama ABG,suka nya sama drama drama Korea,untung muka gue kayak artis Korea song Joong Ki,jadi aman lah.") batin Natan.
"Tapi jangan pedes yah?" pesan Natan.
"Iyah,Yeay,ayo kita cari tempat yang ada ramen nya." Anna Sangat antusias.
Natan pun hanya geleng-geleng melihat tingkah istrinya ini, matanya fokus mencari makanan yang di inginkan oleh istrinya itu, hingga tak lama kemudian Natan menemukannya,ia pun langsung memarkirkan mobilnya.
"Ayo masuk." ajak Natan.
"Wah, tempat nya bagus banget." Anna melihat sekeliling dengan takjub.
Natan mengajak Anna ke sebuah restoran yang menyajikan aneka makanan Korea dan Jepang, restoran tersebut bernuansa taman yang di hiasi dengan aneka bunga bunga untuk spot foto.
Natan mengajak Anna duduk di tempat yang sekiranya nyaman, Anna terlihat senang berkunjung ke tempat tersebut,saat mereka baru duduk,ada seorang pelayan yang menghampiri keduanya,Natan membebaskannya Anna memesan makanan apapun yang ia inginkan.
Setelah memesan nya, mereka menunggu sambil menikmati pemandangan yang cukup indah di tempat tersebut.
"Suami? fotoin dong!" Anna mengambil ponselnya di dalam tas. "Yaaah, handphone nya mati,saya lupa nggak cas ." Anna menghembuskan nafasnya.
"Ya udah,pake handphone saya aja." Natan mengambil ponselnya di saku celana.
"Yeay,ide bagus,ayo fotoin, terus nanti kita foto bareng juga yah." Anna tersenyum manis.
Natan memfoto Anna dengan beberapa gaya, sesekali mereka foto berdua, entah kenapa Natan pun merasa bahagia melihat Anna yang terlihat sangat senang seperti itu,Natan pun merasa kembali seperti anak SMA lagi saat bersama dengan istri nya itu.
"Udah yah foto nya,tuh makanan nya udah dateng." ucap Natan ketika melihat pelayan membawa makanan ke meja nya.