Desa Galulang Sukma kehilangan semua penduduknya karena ulah iblis nafsu yang terus meneror desa tersebut karena ramalan kitab kuno. Sedangkan seorang gadis bernama Lastri di angkat sebagai permaisuri oleh Iblis terkuat di bumi bernama Ghana.
Mahkota keramat yang terbuat dari untaian benang Sukma berhasil memikat Lastri untuk bersekutu dengannya. Sampai 10 tahun kemudian, desa Galulang Sukma dinyatakan hilang dari peta dan membuat beberapa kelompok belajar penasaran dengan keberadaan desa misterius tersebut. Sampai akhirnya misteri sedikit demi sedikit dapat terpercahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syam's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Informasi Aldi
Ke esokan harinya, aku langsung mengunjungi alamat yang di kirimkan oleh Anjani, dengan bermodalkan google maps dan kemampuan membaca jalanku yang cukup bagus. Jadi tidak terlalu susah untuk menemukannya.
Aku sampai dirumah yang cukup besar dengan cat berwarna coklat. Tampak paling disudut diantara rumah yang lain. Aku sampai cukup cepat dibandingkan waktu yang ditentukan oleh Anjani sepupu Aldi tersebut.
"Assalamualaikum" Akupun tak lupa memencet bel kalau-kalau suaraku tidak terdengar sampai ke dalam. Aku memencet bel berkali-kali dan menunggu dengan tabah.Aku tidak menyerah aku terus menelepon Anjani terus menerus secara bergantian dengan nomor Tante Saudia.
Segera seorang perempuan muda yang terlihat lebih muda dariku membuka kan pintu dan tersenyum ramah ke arahku.
"Kak Tria yaa"
"Iyaa." Jawabku singkat dengan mengulas senyum tipis kearah perempuan di hadapanku saat ini
"Silahkan masuk kak."
Aku mengikuti langkah Anjani ke dalam rumah, sembari mataku ikut berkeliling menyapu keadaan rumah yang bersih dan tertata rapi.Lengkap dengan banyaknya bunga hias dimana-dimana. Anjani yang peka dengan apa yang dai tadi aku perhatikan segera menjelaskan.
"Cantik yaa kak, bunga-bunganya"
"Iyaa sangat malah."
"Semua itu di tanam oleh Kak Aldi, katanya sebagai hadiah ketika tante Saudia bangun nantinya."
"Bertahun-tahun kak Aldi mengumpulkan bunga-bunga ini, sampai berkali-kali ke luar negeri mencarinya."
"Dia sangat mencintai bundanya yaa."
"Benar sekali kak."
Setelah cukup menikmati keindahan bunga di taman koleksi pribadi milik Aldi. Kami pun masuk ke dalam rumah.
"Silahkan duduk kak."
"Tunggu sebentar ya kak."
Aku duduk diruang tamu, diatas kursi hias dengan ukiran yang sangat indah. Mataku juga menangkap foto keluarga yang digantung di tembok. Tampak Aldi berdiri di tengan bersama ayah dan ibunya. Berarti perempuan itu adalah Tante Saudia dan pria di sampingnya adalah rekan kerja ayah yang aku juga lihat potretnya di foto koleksi ayah.
Tak cukup lama, Anjani datang membawa segelas teh dan kue kering.
"Tunggu sebentar yaa kak"
"Silahkan di nikmati dulu makanan ini"
"Terima kasih. " Jawabku tersenyum
Aku meneguk teh yang di suguhkan karena tenggorokan ku yang sudah sangat kering sedari tadi. Tak lupa mencicipi kue coklat yang enak sekali.
Jika bukan karena malu aku tidak akan berhenti makan karena merasa kue ini sangat cocok dengan lidahku saat ini. Sayang sekali, Anjani segera datang. Padahal aku berfikir memasukkan ke dalam tas beberapa kue.
"Ini yang ditinggalkan oleh kak Aldi untuk kakak"
Anjani meletakkan kotak yang masih terkunci dengan password di kursi di sampingku. Aku menatap kotak kuning yang ukurannya sedang tersebut
"Password yang di pakai kak Aldi adalah tanggal lahir kakak"
"Haa, kenapa bisa tanggal lahirku?" Tanyaku penuh selidik
"Aku tidak tau banyak kak, kak Aldi hanya berpesan memberikan kotak ini. "
Aku masih menatap kotak disampingku saat ini dengan banyak tanda tanya.
"Kenapa Aldi bisa meninggal?" Aku malah mengalihkan pertanyaan ke berbagai arah tentang Aldi yang tiba-tiba saja meninggal
"Emmm.. "
"Kak Aldi kecelakaan kak. "
Anjani terlihat sangat gugup, aku juga merasakan gerak-gerik Anjani mencurigakan. Namun aku tidak punya alasan untuk mencurigai Anjani sama sekali, karena Anjani adalah sepupu Aldi sendiri.
Kami berbincang banyak hal tapi bukan tentang Aldi hanya membahas tentang bagaimana perjuangan bisa masuk ke Universitas yang kita idamkan. Aku menceritakan beberapa tips yang aku terapkan sampai bisa lolos ke Universitas Tribakti Anugerah Raya (Untar) dengan jurusan yang aku inginkan tentunya.
Anjani menyimak dengan sangat baik, bahkan merekam suaraku agar tidak ada yang terlewat. Tentu saja atas izin lebih dulu dariku.
Aku melihat Anjani seperti diriku, walaupun baru kelas satu di Sekolah Menengah Atas aku sudah membidik kampus dan jurusan yang aku inginkan. Rasanya melihat Anjani yang sangat antusias aku mengingat semua kenangan dan usahaku yang tidak sia-sia selama ini.
Cukup lama aku dan Anjani berbincang, bahkan sampai waktu bergerak dengan cepat. Aku melirik jam tangan yang melingkar di tangan kiriku saat ini.
"Aduhh, sudah siang rupanyaa.. "
"Eh iya kak, maaf Anjani kebanyakan tanya dari tadi. Kak Tria sampai ke siangan gini. "
"Gak apa-apa, aku malah senang bisa berbagi tips dan trik sama kamu. "
"Yang penting kamu konsisten dan mau belajar. Pasti apapun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan. "
Anjani tersenyum cerah, dan menggenggam kedua tanganku.
"Terima kasih banyak kak Tria. "
"Iya sama-sama. "
"Kalau butuh bantuan, atau apapun kamu bisa hubungi aku kapan saja. " Ucapku dengan membalas senyumannya.
Kami berpelukan singkat, lalu aku pulang dengan membawa kotak peninggalan Aldi ku bawa bersamaku.
Saat ini aku melakukan motorku ke rumah. Aku ingin istirahat sejenak di rumah dan mengecek isi kotak yang sudah membuatku penasaran dari tadi. Tanganku sudah sangat gatal untuk membuka kotak ini.
Butuh waktu 1 jama untuk sampai dirumah, karena selain jaraknya yang cukup jauh. Ditambah macet yang sangat padat kendaraan. Bahkan bergerak saja sudah layaknya siput. Berjalan sedikit demi sedikit.
Sesampainya di rumah aku bergegas ke kamar dan membuka kotak tersebut.
"Sembilan belas, kosong dua, kosong, kosong. Aku mengetik perlahan dengan rasa was-was.
Hanya ada buku di dalam kotak kayu ini. Aku langsung mengambilnya.
Buku Aldi cukup tebal, ternyata hasil penyelidikannya selama ini. Dia tulis di dalam buku ini. Bukan waktu yang singkat dia mencari dan mengumpulkan semua informasi ini. Bahkan semua biodata korban di jelaskan semua dalam buku ini. Aldi menjelaskan bahwa semenjak ibunya di vonis koma dan ayahnya meninggal dengan menggorok lehernya sendiri. Aldi sudah merasa ada hal tidak beres dengan kejadian yang menimpa keluarganya. Itulah mengapa dia memulai penyelidikan sorang diri.
Dia juga menuliskan bahwa bundanya pasti akan selamat, dan dia akan menolongnya secepat mungkin. Tak terasa air bening mengalir di sudut mataku membaca semua yang ditulis Aldi. Aku sangat tersentuh dengan kasih sayang Aldi.
Aku langsung teringat kembali dengan sosok Aldi yang bagiku meninggalnya Aldi masih sangat janggal penyebabnya.
Sekarang aku ingin fokus membaca buku ini.
Dimulai dari mahasiswa yang melakukan study tour di sebuah desa terpencil yang cukup viral masa itu.
"Desa Galulang Sukma" Aku mengeja nama Desa ini. Sepertinya aku pernah membaca nama desa ini.
"Ohiya, ruang kerja ayah"
Berarti benar, Aldi bukan penipu atau hanya pengarang novel saja. Tapi seseorang yang benar-benar penyampai informasi yang valid.
Diceritakan bahwa sejak dulu ada iblis nafsu yang menguasai Desa Galulang Sukma, karena diyakini bahwa permaisuri yang akan melahirkan keturunan terkuat lahir dari rahim perempuan desa Galulang Sukma.
Logika ku tak masuk dalam cerita ini, tapi aku tetap melanjutkan karena cukup menarik dan misterius.
Sampai satu ketika mahkota yang dijadikan pencari sosok gadis itu bereaksi terhadap seorang gadis bernama Lastri. Lastri bukan gadis yang cantik ataupun kembang desa, dia memiliki wajah yang tidak cantik tapi dia di pilih oleh Mahkota Keramat.
Sampai akhirnya Lastri dan raja Iblis menikah. Lastri berubah menjadi sangat cantik. Namun naasnya Lastri malah membunuh semua warga desa.
"Tunggu, Lastri membunuh semua warga desa. "
"Lalu dari mana Aldi mendengar semua cerita ini? "
"Jika semua warga habis di bunuh oleh Lastri. "
Ada tanda tanya besar dalam benakku. Tapi saat ini aku harus segera ke rumah sakit jadi aku menghentikan bacaan ku dan bersiap-siap ke rumah sakit kembali.
lmyn seru jga dr awal²ny