Indonesia
NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Sepasang mata Tania menyala begitu dingin dan tajam. Tanpa mengaduh sedikit pun, sudut bibir Tania justru terangkat tipis, membentuk senyuman mendinginkan darah yang membuat Chana mendadak merinding.

Greb!...

Dengan gerakan refleks yang amat cepat, presisi, dan bertenaga, jemari Tania mencengkeram pergelangan tangan Chana yang sedang berada di rahangnya.

Tania memutar pergelangan tangan wanita tua itu ke belakang dengan kencang!

"A-Aakh! Sakit! Lepaskan!" jerit Chana tertahan. Tubuhnya terpaksa membungkuk karena rasa nyeri yang melilit persendian tangannya.

Tania tidak melepaskannya. Sebaliknya, ia makin menekan putaran tangan Chana, lalu mendekatkan wajahnya tepat di samping telinga wanita itu. Tekanan dari cengkeraman Tania bagaikan jepitan besi yang siap mematahkan tulang.

"Dengarkan aku baik-baik, Tante Chana..." bisik Tania dengan suara yang sangat rendah, dingin, dan penuh tekanan yang amat mencekam. "Tania yang dulu , yang sering Tante caci, Tante pukul, dan Tante injak-injak... sudah mati di dalam sungai."

Chana mencoba meronta, namun tenaganya sama sekali bukan tandingan Tania. Keringat dingin merebak di seluruh dahi Chana saat mendengar nada suara yang begitu asing dan membahayakan dari keponakan angkat nya ini.

"Aku Tahu, kebaikan Tante dan Filio beberapa hari ini,.... semuanya palsu" Tania terkekeh pelan melirik wajah tua Chana yang semakin pucat.

"Aku tahu semuanya, Tante..." lanjut Tania seraya menambahkan sedikit tekanan pada pergelangan tangan Chana, membuat wanita itu meringis menahan jerit. "Aku tahu Tante dan Filio yang menyuruh orang membiusku di halte... Aku tahu Tante yang menyuruh preman-preman itu melempar tubuhku ke jurang ... Aku tahu semuanya!"

JLEB!

Kata-kata itu menghantam kesadaran Chana bagaikan petir di siang bolong!

Kedua mata Chana membelalak lebar oleh rasa teror dan ketakutan setengah mati yang melumpuhkan seluruh syarafnya. Darah di wajahnya tersedot habis. Rahasia paling kelam dan paling mengerikan yang ia sembunyikan rapat-rapat... ternyata sudah dikuasai sepenuhnya oleh Tania!

"K-kamu..." patah Chana dengan suara gemetar hebat, napasnya memburu kencang bagaikan tercekik.

"Satu kata saja keluar dari mulut Tante untuk menggangguku atau mencoba menyakitiku lagi..." bisik Tania tepat di depan mata Chana yang membelalak takut. "...maka bukti rencana penculikan itu akan mendarat di meja kerja Kak Ameer dan Kakek Hamzah malam ini juga. Kira-kira... apa yang akan dilakukan Kak Ameer pada dan Filio kalau tahu kalian nyaris membunuhku?, Atau Aku berikan saja bukti nya pada Om Danin"

Membayangkan nama Ameer, pria kejam yang memegang kendali kekuasaan dan tim pengawal bersenjata, membuat lutut Chana seketika lemas. Apalagi melihat wajah suaminya yang pasti akan menceraikannya karena sudah melakukan perbuatan kriminal. Rasa takut yang begitu pekat merayapi seluruh jiwanya. Jika Ameer tahu, bukan hanya mereka dijebloskan ke penjara, tapi hidup mereka akan dihancurkan tanpa sisa.

Tania menghempaskan tangan Chana dengan kasar hingga wanita itu tersungkur ke lantai marmer, memegangi pergelangan tangannya yang memerah dan kesakitan.

"Sekarang... keluar dari kamarku," perintah Tania dingin, berdiri tegar menatap Chana yang terkapar di bawah kakinya. "Sebelum aku hilang kesabaran dan mematahkan tangan Tante"

Dengan tubuh yang gemetar hebat dan raut wajah dipenuhi teror yang tak terlukiskan, Chana merangkak bangun. Tanpa berani mengucapkan satu patah kata pun lagi, wanita itu berlari keluar dari kamar Tania dengan langkah serabutan, menyisakan Tania yang berdiri anggun dan menang penuh dalam kegelapan malam.

____

Malam kian larut di Mansion Hasanuddin. Setelah Chana melangkah pergi dengan ketakutan yang melumpuhkan jiwanya, Tania mengunci pintu kamar rapat-rapat. Ia mengembuskan napas panjang, merapikan gaun tidurnya, lalu meraih ponsel di atas meja rias untuk menghubungi saudara kembarnya di desa.

Di perdesaan kaki gunung yang tenang, Taniza yang sedang berbaring langsung menggeser layar ponselnya begitu panggilan masuk.

"Assalamu’alaikum, Tania..." cicit Taniza lembut.

"Wa'alaikumsalam, Taniza," sahut Tania dengan nada suara yang sudah kembali tenang. "Aku cuma mau memberi tahu... malam ini Tante Chana dan Filio baru saja mencoba meracuniku dengan ramuan perusak rahim."

"APA?!" jerit Taniza tertahan dari seberang sana, napasnya seketika tercekat oleh rasa kaget. "Ta-tania.. kamu tidak apa-apa, kan?! Kamu tidak meminumnya, kan?!"

"Tentu saja tidak. Aku menukarnya dengan minuman Filio, dan dia sendiri yang meminumnya sampai muntah-muntah," jawab Tania santai. "Lalu Tante Chana masuk ke kamarku sambil marah-marah, tapi aku membalikkan tangannya dan mengancam akan membongkar rahasia penculikan itu ke Kak Ameer."

Mendengar hal itu, suara Taniza di ujung telepon mendadak bergetar hebat oleh rasa bersalah yang membuncah. "Tania... maafkan aku... Maafkan aku karena menyerahkan beban seluar biasa ini padamu... Harusnya aku yang menghadapi mereka, bukan kamu yang harus bertaruh nyawa di sana..."

Tania tersenyum hangat, menetralkan nada bicaranya. "Taniza, dengarkan aku. Jangan pernah merasa bersalah. Aku menceritakan ini bukan untuk membuatmu sedih atau cemas. Aku cuma minta dukungan dan doa tulus darimu dari desa... Doakan supaya keadilan dan hak-hakmu yang dirampas bisa kembali sepenuhnya. Biar aku yang jadi pedangmu di sini."

Taniza menahan air mata harunya, mengangguk perlahan di kegelapan kamarnya. "Selalu, Tania... Doaku selalu bersama setiap langkahmu... Seandainya posisiku saat itu berada di situ pasti aku sudah hancur, "

"Tenanglah.... Teruspah berdoa dan selalu jaga kesehatan, kalau sudah waktunya, kita akan berkumpul" bujuk Tania agar Taniza merasa tenang.

"Terimakasih Tania, aku sangat menyayangimu " balas Taniza terisak.

"Sudah malam...., sekarang tidur yang nyenyak... Assalamualaikum!" Tania tersenyum melihat ponselnya...., hatinya merasa tenang setiap mendengar suara kembarannya.

____

Sementara itu, beberapa meter dari kamar Tania, suasana di ruang kerja pribadi sekaligus kamar Ameer terasa begitu riuh oleh gejolak pikiran pria tegap itu.

Ameer duduk di tepi ranjang king size-nya, melepaskan kancing teratas kemejanya yang terasa makin menyiksa dada. Pria blasteran Turki itu mengusap wajahnya kasar, namun seberapa keras pun ia mencoba fokus, bayangan wajah Tania tadi terus berputar di benaknya.

Ameer tidak pernah membayangkan bahwa di balik balutan pakaian syar'i yang selalu longgar itu, Tania memiliki rambut hitam lebat bergelombang yang terurai anggun hingga ke pinggang, leher jenjang nan halus, serta bahu indah yang terbingkai elok oleh gaun tidur terusan yang dikenakannya. Sorot matanya yang tajam dan matang terpancar begitu memikat, sama sekali hilang kesan anak kecil yang selama ini melekat padanya.

DEG...

Dada Ameer berdegup kencang yang tak biasa. Bayangan keindahan dan kedewasaan Tania malam ini benar-benar menghantui dan mengusik ketenangan batin sang pria tegap.

Drrrrrrrt.....

Drrrrrrrt.....

Ponsel Ameer di atas nakas mendadak berdering nyaring, memecahkan lamunannya. Ameer menarik napas dalam-dalam, berusaha menetralkan deru napasnya sebelum meraih ponsel itu.

Layar ponsel menampilkan nama Venera.

Ameer menggeser tombol hijau dan menempelkannya ke telinga. "Halo, Venera..."

Dari seberang telepon, suara Venera yang semula histeris kini terdengar agak merendah, meski ditutupi oleh nada angkuh dan keputusasaan yang tertahan.

"Ameer..." panggil Venera seraya menahan isak tangisnya. "Aku... aku sudah memikirkannya seharian ini. Aku tahu kamu menikahinya hanya karena desakan Kakek dan rasa tanggung jawabmu sebagai kakak..."

Ameer terdiam, mendengarkan dengan pandangan lurus menatap dinding kamar.

"Aku sudah izinkan kamu menikah dengannya, Ameer," lanjut Venera dengan nada menuntut yang kentara. "Tapi dengan satu syarat mutlak! Kamu harus berjanji padaku... kamu hanya boleh menganggap Tania sebagai adikmu, seperti dulu. Dan yang paling penting... jangan pernah sekalipun kamu menyentuhnya atau berhubungan badan dengannya! Kamu mengerti, kan, Ameer?!"

Mendengar tuntutan penuh keposesifan dari Venera di seberang telepon, mata cokelat Ameer yang tajam mendadak menyipit dingin.

Di dalam pikirannya, peringatan Venera soal jangan menyentuh Tania justru mendadak berbenturan hebat dengan bayangan kecantikan Tania bergaun tidur terusan yang baru saja membakar pikirannya beberapa menit lalu.

Ameer tidak langsung menjawab. Pria tegap itu hanya mengembuskan napas berat dalam keheningan malam yang kian pekat.

"Sudah larut Venera, cepatlah tidur...Besok kamu harus bekerja bukan?" Ameer mematikan ponselnya sepihak. Membuat Venera murka dan membanting ponselnya kuat-kuat.

1
Sri Supriatin
Trims upnya Thor, saya mo siap2 ikut pesta Ameer n Tania mo beli barang2 branded habis dpt sawer di desa 🤭🤭
Sri Supriatin
Terhafu n bahagia thor 😍😍🙏🙏
Humay Uum
tinggal mengatasi simantan yg belum yg lagi merasa Menang tapi masuk perangkap 🤭semangat thoor
@Mita🥰
lanjut 🥰
@Mita🥰
semoga jodoh bang Diaz taniza😍😍😍
Sri Supriatin
maantap hr ini up 4 bab 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Tjs upnya thor selamat mlm n beristirahat Indo🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Dias lamar Taniza dong... Pasti pestanya disumbang kakek😍😍😍
Sri Supriatin
Gara2 kalung nama tertukar semua menuju kebahagian.... Jadi pengen hadir🤭😍😍😍
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
suti markonah
asal usul tania taniza jg perlu di selidiki thor~ke kaya'ab orang tua nya skrg siapa yg ngambil alih
suti markonah
tp ngmg² keluarga besar tania taniza yg asli gimana thor?..tentu nya mereka selain orang tua nya, tentu ada keluarga lain jg seperti kakek nenek paman bibi..trs kekayaan orang tua mereka, bukan kah orang tua nya kaya?.tentu saja mereka berdua pewarisnya
@Mita🥰: keluarga besarnya kan gak ada yang mau ngurus mereka
total 2 replies
suti markonah
sekalian saja taniza nikah sm mas dias
Humay Uum
waahh makin seru j ni gosip biar lah gosip tapi Amer dan Tania tetap maju ayooo kita kasih semangat 💪💪 kondangan onlien eey 🤭😍
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
baru kemarin 2 di lapangan desa mendarat helikopter , anggota TNI angkatan udara berlatih di desa kami, dari rumah sampai lari-lari, ikut nonton 🤭🤭🤭
suti markonah
iki mending warga heboh karna ke datangan helikopter..lha aku mbiyen krungu suoro montor mebur langsung metu dongak nduwur
suti markonah
di lanjut thorrr🙏🙏🙏🙏di tunggu pertemuan 2 keluarga tania end taniza
Sukarti Wijaya
🤣🤣🤣🤣🤣 penyambutan yang menghebohkan warga desa👍
suti markonah
tania jgn lupa pembaca setia mu di sawer jg ya~
suti markonah
YA ALLAH thorr aku lagi dag dig dug mikir gmn pertemuan ameer dan mertua nya kok yo adoh temen perjalan'ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!