Indonesia
NovelToon NovelToon
Biang LaLove

Biang LaLove

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Spin-of Baby's breath untuk Aretha

Arlo dan Queena sudah bersahabat sejak kecil, sebenarnya di bilang sahabat juga bukan atau lebih tepatnya musuh bebuyutan. Lebih pada Queena adalah sasaran empuk kejahilan dan kenakalan Arlo, si cantik putri dari pasangan Rega dan Rhea tersebut sudah menjadi target keusilan putra Hana dan Leo sedari Queena masih bayi.

“Apa? Mi-mom jangan bercanda, ya!” Arlo terkejut saat mi-mom Hana memberikan usulan untuk menikahkan Arlo dan Queena diusia mereka yang masih muda.

Arlo mengusak rambutnya frustasi, kecerobohannya memanjat balkon kamar Queena membuatnya terjebak dalam situasi yang membuat kedua orang tuanya dan orang tua Queena murka. Dan satu-satunya orang yang harus di salahkan adalah kakak sepupu Arlo yang tidak lain adalag Gavin.

Lalu apa alasan Arlo dan Queena menyembunyikan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 # Permintaan Queena

Queena mempercepat langkahnya saat melihat sosok yang sedang tidak ingin dia jumpai.

“Di kejar siapa sih itu anak,” Arlo menggerutu karena langkah Queena semakin cepat, dia jadi harus ikut mempercepat langkah gadis itu. Rupanya Arlo belum menyadari kalau ada dua pasang mata yang memperhatikan dia dan Queena saat ini.

“Arlo!” tubuh Queena mendadak tertarik kebelakang karena ulah Arlo.

Arlo menarik tas ransel Queena dari belakang. “Pelan dikit napa, Queen! Di kejar siapa sih?”

“Di kejar fansmu,” Queena menghempaskan tangan Arlo yang memegangi tas ranselnya.

“Aku bukan artis, Queen. Tidak punya fans,” jawab Arlo.

“Itu siapa kalau bukan fansmu? Tatapannya sudah mau nerkam aku hidup-hidup,” ucap Queena, dia hanya melirik sekilas kearah di mana Sintia sedang berjalan menuju kearahnya.

“Ck ... hama,” jawab Arlo singkat, dia kembali memegang tas ransel Queena. Dia berjalan mendahului Queena sambil menarik tas tersebut agar Queena mengikutinya berjalan.

“Jangan narik-narik tasku!” kesal Queena.

“Patuh atau aku gendong. Biar mereka semua makin tantrum lihat kamu sama aku,” ancam Arlo.

“Dasar red flag. Bisa-bisanya aunty Hana punya anak begini,” gerutu Queena.

“Begini ini juga ganteng. Kamu saja yang belekan, tidak bisa lihat pesona anak mi-mom Hana. Tidak ada duanya ini,” narsis Arlo.

“Cih ... pede ketinggian amat. Ngalah-ngalahin tiang listrik,”

Untung saja Rafa sudah lebih dulu menuju tempat mereka memarkir mobil. Bisa di bayangkan jika putra mama Almira tersebut ada diantara Arlo dan Queena, bukan hanya telinga Rafa... tapi juga ubun-ubunnya bisa berasap karena mendengar perdebatan kedua sahabatnya tersebut.

Aku harus mencari cara agar bisa lebih dekat dengan kak Arlo. Sintia berlalu pergi dari Fakultas Ilmu dan Teknologi, entah apa yang dia lakukan di sana. Padahal dia anak Teknik Informatika. Begitupun dengan Bagas, karena kebetulan dia hanya lewat dan hendak menemui dosen. Kalau bukan karena harus mengurus skripsinya, dia mungkin akan mengejar Queena.

“Mereka masih mengejarmu?” Arlo mensejajarkan langkahnya dengan Queena, dia penasaran dengan Bagas dan Andreas. Arlo cukup paham jika kedua pria tersebut tetarik dengan Queena, hanya dengan melihat tatapan keduanya dia sudah tahu.

“Mana aku tahu, tanya saja mereka sendiri. Aku tidak merasa harus di kejar dan tidak mau di kejar,” jawab Queena.

Arlo mengangguk-angguk. “Lantas bagaimana dengan permintaan kedua orang tua kita, Queen?” Arlo ingin memastikan sesuatu.

“Menurutmu saja,” jawaban singkat yang membuat Arlo tidak bisa berkutik.

Memangnya aku peramal? Bisa membaca isi hati dan pikirian dia. Arlo hanya bisa menghela napas, menghadapi mi-mom dan Aqila saja sudah membuatnya pusing... Ini tambah satu lagi pengendali bumi yang harus dia hadapi.

Dari awal memutuskan untuk mengambil mikrobiologi medis, Queena sudah memantapkan hatinya untuk fokus kuliah. Setidaknya hingga dia lulus S1, baru setelah itu bisa memikirkan urusan percintaan. Queena ingin seperti mama Rhea yang hebat dalam bidangnya, karena itu dia selalu belajar dengan tekun.

Namun, semua yang sudah dia susun sempurna berubah haluan. Meskipun tidak semuanya kacau, tapi cukup membuat dirinya beberapa hari terakhir tidak fokus. Tentu saja gara-gara pemuda yang berjalan di sampingnya tersebut.

“Kalian mampir di mana dulu? Lama banget timbang ke mobil doang,” protes Rafa.

“Biang rusuh mana bisa tidak berulah lebih dulu, Raf. Pake narik tas segala,” ujar Queena yang sudah masuk ke dalam kursi penumpang tengah. “Belum lagi tatapan tajam dari fansnya. Bisa-bisanya anak Fakultas Teknik ke mari,” lanjutnya.

“Ck ... berisik ngalahin Azura,” gumam Arlo.

“Cuma sama kamu aku tantrum,” jawab Queena yang masih mendengar gumaman Arlo.

“Aku bakal kangen momen-momen ini nanti. Minggu depan sudah harus balik Jogja dan bakal jarang pulang. Jangan bertengkar dulu kalau aku tidak ada,” Rafa sudah melajukan mobilnya meninggalkan kampus Queena, tempat selanjutnya tentu saja mereka ke Saga’s Queen Cafe.

***

Queena berkacak pinggang di hadapan Arlo dan Rafa, dia kesal pada dua pemuda tersebut.

“Kalian berdua ngeselin banget,” Queena menghentakkan kakinya, barusan dia mendapatkan pesan dari sang mama. Mama Rhea bilang kalau Arlo dan Rafa tadi ke kantor papa, bukan hanya Arlo. Melainkan mi-mom Hana dan papi Leo juga ada di sana, bahkan mama Rhea ijin dari rumah sakit.

“Jelasin tuh, bro! Sebelum tambah ngambek lagi,” Rafa menyenggol lengan Arlo.

Arlo menggaruk pelipisnya. “Salah kamu sendiri, Queen. Aku dan Rafa beberapa kali menghubungimu, tapi kamu tidak merespon. Aku juga mengirim pesan padamu,” jawab Arlo. “Kamu belum melihat pesan yang aku kirim?” lanjut Arlo bertanya.

Queena menghela napas, dia lantas kembali duduk. “Aku sibuk. Ada banyak tugas yang harus aku selesaikan,” ujarnya yang lantas menatap Arlo tajam. “Ini gara-gara kamu juga. Aku jadi hilang fokus, belum lagi Sintia-Sintia itu. Bukan hanya satu tapi beberapa,”

“Aku lagi yang salah,”

“Memang,” kompak Rafa dan Queena.

Mereka lebih dulu memesan makanan, karena Queena sudah kelaparan. Dia belum makan siang, tidak sempat juga membawa bekal karena tadi buru-buru. Queena berangkat bahkan sebelum mama Rhea sempat menyiapkan bekalnya.

Baru setelah selesai makan siang, Arlo kembali bicara pada Queena... dan kali ini lebih serius.

“Aku sudah memikirkan semuanya, Queen. Karena tidak bisa menolak keinginan orang tua kita, juga demi kehormatanmu. Aku setuju kita menikah,” ucap Arlo, kali ini tidak ada lagi yang bisa di perdebatkan keduanya.

Queena menghela napas berat. “Apa tidak bisa tunangan dulu saja?”

Arlo menggeleng. “Rafa sudah membantu bicara dengan papi dan papamu tentang usulan itu. Tapi mereka menolak, mereka ingin kita langsung menikah.”

Arlo menatap Queena, dia sedikit kesusahan menelan salivanya saat hendak mengatakan salah satu hal yang paling penting. Tentang kapan mereka harus menikah, Arlo sedikit ragu karena dia sudah bisa menebak ekspresi Queena nantinya. Dia lantas menoleh pada Rafa.

“Apa? Katakan sendiri!” Rafa paham arti tatapan Arlo.

“Kalian berdua kenapa malah lihat-lihatan begitu?” Queena merasa ada yang janggal dengan Arlo dan Rafa.

“Para tetua itu ingin kita menikah akhir pekan ini, Queen.” Arlo menatap Queena, dia bahkan sudah siap kalau Queena mengamuk.

“Untuk sementara aku mau pernikahan kita di sembunyikan,” Queena menatap Arlo dengan sendu. “Tolong bilang pada mi-mom. Hanya kamu yang bisa bilang padanya, Arlo. Aku tidak mau pernikahan mewah, hanya kita. Rafa dan beberapa keluarga,” imbuhnya.

Arlo dan Rafa hanya melongo, permintaan Queena membuat Arlo hanya bisa mengangguk. Sekarang dia yang pusing bagaimana harus bilang pada mi-mom Hana soal keinginan Queena.

 

 

 

1
Mamahnya Dewi
lanjut dong kk
a yulaela_fa(Ayu Anfi): sdh kk... sprtny br aja rilis
total 1 replies
zhelfa_alfira
Bagus
zhelfa_alfira
Bagus
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimakasih kk... 💗💗💗
total 1 replies
muthia
maaf g bs sering mampir lg sibuk bantuin kk jaga warung makan soalnya lg pd sakit anggotanya 🙏
muthia: Aamiin🤲 makasih doanya 🙏
total 2 replies
Mamahnya Dewi
lajut dongkk
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk... msh proses review
total 1 replies
Melda indah
jangan-jangan Arlo Uda ngincer kamu queen dari bayi liat aja no nama cafe nya 🤭😂
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 arlo ade-ade aje kan tuh mmg
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semoga bahagia terus Arlo Queena ...semangat updete Author 😊😊
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk ❤️❤️❤️
total 1 replies
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
Nur Asiatun
Alhamdulillah...terima kasih Author,semoga Allah permudahkan urusan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin kk.. trmksh sdh sll dkg karyaq... smg kk dksh sehat dan berkah.. dmdhkn juga urusan kk ❤️❤️❤️
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat Author
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimksh kk❤️
total 1 replies
rose lilian
kak cerita argan dan amora enggak ada ya?
a yulaela_fa(Ayu Anfi): belum sempet aku rilis kak... msh waiting list
total 1 replies
muthia
👍👍👍👍👍👍👍👍
muthia
❤❤❤❤❤❤❤
muthia
pasti seru hari harimu Ueena🙏
Nur Asiatun
Alhamdulillah...semangat Queen,kami medukungmu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): pendukung queen siap jd garda terdepan wkwkwk
total 1 replies
Melda indah
semangat queen 🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 queena kyknya bakal di buat jantungan terus... musuh bebuyutan jadi suami, wkwk
total 1 replies
In
kayaknya senja di ufuk barat deh kak... klo terbit baru di ufuk timur....🙏
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kkk. trimksh ❤️❤️❤️
total 3 replies
muthia
Alhamdulillah, sah❤
muthia: Aamiin🤲
total 4 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah
a yulaela_fa(Ayu Anfi): sah klo kata daddy Axel wkwwk
total 1 replies
muthia
semoga nt ada cerita nya Alvian ya 🙏❤
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤❤❤
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!