sebuah perjanjian muda antara sepasangan sahabat yaitu Gavin dan Morgan yang melibatkan anak mereka untuk menjalankan sebuah hubungan tak terduga yaitu perjodohan
bagaimana cerita selanjutnya ayok baca disini..... 😄😄😄
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra_marbun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~•
Tim 29 juga ternyata merasakan hal yang sama, yaitu tersesat dan tidak ada jalan pulang, karena salah satu dari mereka mengucapkan kata kata yang kotor sehingga tidak baik untuk mereka.
pukul 17:59
sesampainya pak jaya dan kelima bagian organisasi itu di area tenda, Sean segera menghampiri pak jaya.
"pak apa saya bisa bicara dengan bapak?" tanya Sean
"oh iya mari nak" jawab pak jaya lemas
mereka berdua mengambil tempat yang cukup jauh dari tenda agar tidak terganggu oleh yang lain.
"jadi saya ingin membicarakan satu hal kepada bapak" ucap Sean dengan wajah yang serius.
"silahkan " jawab pak jaya
"saya sudah mengetahui bahwa tim 23 dan tim 2 tidak kembali sedari tadi ke are tenda kan pak?" tanya Sean
"jadi saya ingin bercerita sedikit, dulu waktu saya masih berada di taman kanak kanak, saya dan seluruh siswa di kelas saya melaksanakannya study tour yang sama dengan yang sekarang. Dan pada saat itu juga tim saya dinyatakan hilang selama 2 hari di dalam pohon pohon lebat itu"jelas Sean
"jadi maksud kamu?" tanya pak jaya mulai penasaran
"ya benar pak, saya juga menduga hal itu terhadap mereka, hal seperti ini tidak mungkin terjadi jika mereka tidak melakukan sebuah kesalahan yang menggangu alam sekitar" ucap Sean kembali
" astaga, gimana ini, apa yang sudah mereka perbuat, saya juga sebenarnya sudah bingung nak, bagaimana caranya agar mereka bisa kembali sebelum malam tiba" ucap pak jaya khawatir
" saya akan mencari mereka pak, saya tau bagaimana caranya bisa menyelamatkan mereka" ucap Sean
" tidak nak, saya tidak mau ada siswa dan siswi disini yang terjebak lagi" jawab pak Sean trauma
" apa bapak tidak percaya pada saya?, lalu bagaimana kami bisa keluar dari sana? "tanya sean
Sean yang melihat pak jaya hanya tunduk lemas saja langsung mengambil senter yang ada di dekat sana dan langsung berlari ke arah pohon pohon lebat itu.
" SEAN JANGAN GEGABAH!! "teriak pak jaya yang lemas seketika
" tenang aja cella, gue bakalan nyelamatin Lo" gumam Sean dalam lari nya
Sean segera sampai di persimpangan tiga di dalam pohon pohon lebat itu(hutan).
" pasti mereka lewat dari kiri makanya bisa gini" gumam Sean langsung melangkah ke sebelah kiri.
Sean melihat sesajen yang ada di samping pohon itu rusak dan berantakan, akhirnya Sean merapihkan kembali sesajen itu dan meminta maaf lalu berjalan lurus ke depan.
Sean berjalan sekitar 10 menit dan akhirnya melihat 5 orang yang ternyata itu tim 23.
Di dalam hutan terlihat sudah sangat gelap dan sunyi membuat Sean sedikit kewalahan melihat mereka namun tetap bisa melihat mereka.
Sean segera menghampiri mereka yang terlihat sudah lelah dan tak berdaya disana. Mereka sudah tidak makan dan minum selama 10 jam sehingga membuat mereka terlihat lemas.
" akhirnya gue nemuin kalian semua" ucap Sean tiba tiba
Sontak mereka berlima melihat ke arah sumber suara Sean.
" HAH KAK SEAN?" tanya cella kaget bangkit dari duduknya
"iya ini gue cella" ucap Sean mendekati cella
"AA makasih kak, udah nyelamatin kita" ucap cella menangis terharu
"gimana Lo bisa sampai disini?" tanya geo juga kaget
"Lo kok tau kita ada di sini?" tanya Regan kembali
"iih, makasih banyak ya sean, walaupun Lo itu bukan orang yang penting, tapi makasih deh udah nyelamatin gue, udah yuk balik, gue udah laper dan kotor banget nih" ucap cella melihat dirinya sendiri
Sean yang mendengar hal itu hanya bisa memutar bola matanya malas dan akhirnya beralih ke Zayn.
"kok Lo bisa nemuin kita?" tanya Zayn datar
"nanti deh gue ceritain, sekarang kita keluar dulu dari sini, kalian semua di bekalang gue aja ya, jangan ada yang ngomong kasar atau ganggu apapun itu" jelas sean
" iya aman aman " jawab geo dan Regan bersamaan
" aman kak" ucap cella tersenyum simpul
"dih apaan sih cella, caper banget ke semua cowok, kayak cewe pick me tau ga" gumam queen menatap sinis cella dari belakang.
Zayn hanya bisa mengikuti arahan dari Sean dan Zayn berjalan di belakang bersama geo.
Sean yang hanya bermodalkan satu senter Saja hanya bisa berjalan pelan pelan agar mereka bisa menemukan jalan keluar.
Dan benar saja setelah Sean memperbaiki sesajen itu dan meminta maaf, jalan keluar akhirnya muncul dan mereka bisa keluar dari hutan dengan selamat.
" yay, akhirnya bisa keluar dari hutan gelap ini" ucap queen langsung berlari ke arah tenda tanpa mengucapkan kata apapun dengan mereka
" makasih ya bro" ucap Regan langsung berlari menyusul queen
"oke deh kalo gitu, kalian bertiga balik aja ke tenda, gue harus nyari tim 29 dulu, biar ga keburu malam, ntar gue nyusul deh" ucap Sean
" tapi ga aman buat kakak pergi sendirian ke hutan yang gelap gini" ucap cella khawatir.
"gapapa kok" ucap Sean tersenyum kecil
"gue ikut aja" ucap Zayn
"eh ga usah, Lo pasti udah lemas banget, mending Lo bawa cella balik aja ke tenda, biar kalian bisa istirahat" ucap Sean
" geo bawa cella dulu ke tenda, gue bakalan ikut sama Sean buat nyari tim 29" ucap Zayn pada geo
"owh oke oke deh, yaudah kita ke tenda dulu ya, kalian cepat baliknya, kalo ada apa apa langsung balik aja jangan dipaksain ya, terus kalian hati hati juga jangan sampai terluka" ucap cella cemas.
" udah cella kita balik ke tenda, yaudah kami duluan ya" ucap geo memapah cella yang kakinya masih sedikit sakit akibat terjatuh dari pohon tadi.
Sean dan Zayn langsung bergegas masuk ke dalam hutan, di persimpangan tiga merak belok ke kanan, tak berselang lama Sean menjumpai sebuah pohon yang sangat besar disana, dan akhirnya dia meminta maaf dengan sangat tulus dan berdoa sejenak.
Lalu mereka berjalan sedikit menjauh dari sana dan dengan cepat menemukan tim 29 yang sudah tak berdaya lagi di sana.
" kalian oke ga? " tanya Sean
" kalian datang nyelamatin kita? Tanya salah satu dari tim itu dengan sumringah
"iya, kalian udah selamat, sekarang kita semua keluar dari sini okey" ucap Sean memapah mereka.
Zayn juga dengan sigap memapah 2 orang dan satu orang lagi masih bisa berjalan sendiri.
Sean segera mengambil jalan di depan, walau kesulitan akibat kedua tangannya tak bisa memegang senter, sena hanya bisa mengandalkan mulutnya untuk memegangi senter itu.
Tak berselang lama, mereka sampai di luar hutan dengan selamat
Lanjut Episode 25~•