Indonesia
NovelToon NovelToon
Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Segalanya Kamu (Kontrak Pernikahan Dengan Sahabatku) Part Of Rafa Dan Aluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hasriani

“Nikah sama aku saja, Aluna.”

Seharusnya Aluna tertawa saat mendengar sahabatnya mengucapkan kalimat itu.
Bagaimanapun, Rafa adalah Rafa, sahabat yang sudah tumbuh bersamanya hampir seumur hidup.

Namun satu ajakan pernikahan membawa mereka pada sebuah kontrak yang perlahan mengubah segalanya.

Di antara persahabatan yang terlalu berharga untuk dipertaruhkan dan perasaan yang tak pernah berani diungkapkan, Aluna mulai menyadari satu hal

mungkin selama ini, ada seseorang yang telah menjadikan dirinya segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawar Menawar

"Please bantuin gue, gue baru kerja dua hari loh disini dan gue seneng banget sumpah." Pintanya

Aluna menatap Kai dan memohon padanya.

"Yah tinggal bilang aja sama kakak lo, kenapa harus disembunyikan?." Jawab Abra enteng.

Mendengar jawaba Abra, Aluna lalu memasang wajah sedihnya membuat Kai heran sendiri.

"Lo tau gak? Kalau lo telpon kak Abra sekarang, detik ini juga gue langsung di suruh resign sama dia..." Aluna berhenti sejenak

Ia menggantungkan kata-katanya tidak sanggup membayangkannya.

"Gue gak dikasih izin sama keluarga gue buat kerja Kak." Lanjutnya sedikit emosional

Tapi Kai pun berada di pihak keluarga Aluna, untuk apa dia bekerja gitu loh?.

"Emang buat apasih lo kerja? Lo udah punya semuanya, bahkan perusahaan gue ini gak ada apa-apanya kalau dibandingkan sama perusahaan keluarga lo."

Kai tidak habis pikir dengan jalan pikiran Aluna, padahal hidupnya sendiri pastinya cukup nyaman.

Aluna menarik napasnya berat, ia yakin siapapun yang mengenalnya dari keluarga mama ia berasal, pasti akan merasa heran dengan keputusannya yang sangat ingin bekerja.

"Lo pernah gak ngerasain rasanya diremehkan padahal lo tau lo lebih dari mampu berdiri dikaki sendiri?." Tanya Aluna membuka sedikit sisi dirinya yang lain didepan Kai.

"Gue tau mereka ngelarang gue karena mereka sayang sama gue, mereka berusaha supaya gue selalu tercukupi..." Sekali lagi ia menggantungkan kata-katanya, mengumpulkan tenaga untuk mengatakan yang sebenarnya.

"Tapi jujur gue bosan, belum lagi orang-orang yang selalu meremehkan gue. Gue cuma mau buktiin sama orang-orang itu kalau gue juga bisa, gue gak suka kalau terus diperlakukan seperti orang yang harus selalu dilindungi, selalu dibantu dan dikhawatirkan. Ini hidup gue, gue mau hidup sesuka hati gue kak." Jelasnya dengan tatapan penuh keyakinan

Ia yakin ia bisa membuat hidupnya jauh lebih berwarna dengan rutinitas barunya ini dibandingkan dengan hidupnya sebelumnya yang entah akan mengarah ke kehidupan yang seperti apa.

"Tapi gak harus bohongi keluarga lo juga kan, gue ngerti sama yang lo rasakan tapi gue tetap gak bisa simpan rahasia Lo ini dari Abra selamanya." Kata Kai, dari ucapannya Aluna merasa senang karena ada harapan Kai bisa diam mengenai apa yang ia kerjakan akhir-akhir ini, setidaknya untuk sementara saja.

"Gue gak berencana membohongi mereka kok, suatu saat gue bakal jujur sama mereka. Tapi gak sekarang, gue mohon..gue baru aja seneng sama rutinitas baru ini." Pinta Aluna semakin tidak memelaskan wajahnya.

"Gue gak bisa keep rahasia Lo ini lama-lama, gue kasih lo waktu dua Minggu." Ucap Kai tegas.

Ia mengerti bagaimana perasaan Aluna, tapi tetap saja ia tidak bisa menyembunyikan hal ini lama-lama dari Abra sahabatnya.

"Jangan dong, bentar banget." Protes Aluna karena waktu diberikan Kai sangat singkat.

"Itupun udah lama buat gue." Jawabnya menatap Aluna kesal.

"Tiga bulan, kak Kai... please yah, yah." Tawar Aluna kembali memohon.

"Sebulan, gak ada tawar menawar lagi." Kata Kai kemudian memutuskan.

"Kaiii..." Suara Aluna meninggi seketika karena kesal.

"Gue atasan lo sekarang, yang sopan!" Tegur Kai

Aluna hanya menatapnya dengan tatapan seperti siap berperang dengan atasannya itu.

"Udah keluar sana, balik kerja." Perintahnya membuat Aluna semakin kesal

"Ckk." Decak Aluna memutar bola matanya malas.

Ia kemudian berjalan keluar dari ruangan Kai tanpa melepaskan pandangan kesalnya pada Kai.

Saat pintu tertutup Kai menggeleng pelan merasa gemas sendiri pada adik dari sahabatnya itu.

***

Aluna kembali ke meja kerjanya dan duduk disana, tentu saja hampir semua mata diruangan itu menatapnya yang menjadi pusat perhatian hari ini.

"Aluna, kamu ngapain tadi diruangan CEO?" Tanya Mia penasaran

Aluna lalu menatapnya, sebenarnya ia sangat malas membicarakan hal tersebut karena sedang kepikiran dengan waktu yang diberikan oleh Kai untuk dirinya.

"Gak ada apa-apa sih." Jawab Aluna seadanya.

"Well, Jadi gimana? Kena tegur sama Pak Kairav?" Tanya Siska yang berjalan ke mejanya.

"Pak Kairav? oh ternyata Kai dipanggil Kairav disini." Batinnya baru tau nama atasannya itu

Yang ia tau hanya atasannya adalah orang yang suka nyolot dan terus mendebatinya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.

Aluna yang belum lama duduk dikursinya langsung berdiri saat Siska sudah ada didepannya.

"Kena tegur apanya? Justru saya mau ingatkan mbak Siska...Besok saya akan buktikan kalau ide yang mbak Paparkan kemarin adalah punya saya." Ucap Aluna

Ia memamerkan smirk tipisnya pada seniornya yang sangat menyebalkan baginya.

"Masih kekeh juga Lo." Jawab Siska terlihat tersenyum berusaha tenang, padahal jauh dalam hatinya ia sudah panik duluan.

Dengan angkuhnya ia kembali ke meja kerjanya, secepat mungkin ia pergi dari sana agar ia tidak kehilangan kendalinya untuk bersikap tenang.

Dari kejauhan, ada sepasang mata yang memperhatikannya dari kejauhan.

Kai yang akan keluar untuk meeting dengan kliennya di luar, berjalan melewati ruangan Aluna.

Ia melihat bagaimana Aluna mempertahankan kepemilikannya dengan tegas.

"Saya udah bilang saya gak akan klaim ide tersebut andai penempatan titik sama koma pun dipresentasi Mbak sama dengan punya saya!."

"Atas dasar apa mbak bilang saya masuk ke perusahaan ini pakai jalur orang dalam? Mbak tau gak apa yang saya lewati sampai bisa berdiri ditempat ini sekarang?."

Bayangan Aluna yang tadi pagi berdebat dengan Siska secara habis-habisan terlintas di ingatan Kai.

Ia sebelumnya hanya bisa mendengar suara Aluna. Tapi begitu melihat wajah Aluna, ia tidak menyangka gadis itu bisa setegas itu dan sekuat itu mempertahankan dirinya.

"Gue harus buat Abra paham sama situasi adeknya." Gumam Kai

Ia langsung memiliki satu rencana dikepalanya.

Dengan cepat Kai berjalan menjauh dari tempat tersebut, ia tidak berniat untuk ikut campur masalah Aluna sama sekali.

Kai hanya merasa terkesan karena Aluna yang ia kenal sebagai tuan putri kesayangan dari cerita Abra, ternyata memiliki sisi lain dirinya.

Bukan sekedar anak manja konglomerat, tapi seorang perempuan yang tau apa yang ia inginkan.

Kalau Kai boleh jujur, tadinya saat melihat Aluna pertama kali di perusahaannya ia begitu terkejut.

Bagaimana mungkin putri kesayangan keluarga konglomerat sedang berdiri dihadapannya dengan id card perusahaan miliknya yang dia kalungkan dengan rapi di lehernya.

Sungguh Kai merasa Aluna sangat tidak tertebak, belum lagi ia mati-matian memohon agar Kai tidak memberitahu Abra bahwa ia bekerja di perusahaannya.

Tanpa disadari oleh dirinya, saat masuk kedalam mobilnya Kai tersenyum tipis dengan tingkah Aluna sepanjang hari pagi ini.

Ia jadi tidak sabar menunggu gebrakan apalagi yang akan Aluna lakukan di perusahaannya.

Baru pertama kalinya ia melihat seorang karyawan yang baru beberapa hari bekerja sudah berani mendebat seniornya.

1
Mira Hastati
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!