Indonesia
NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Duel Hidup dan Mati

Berita mengenai duel Lin Yuan dan Zhao Feng menyebar ke seluruh Sekte Awan Langit dalam waktu singkat.

Para murid berbondong-bondong menuju Arena Hidup dan Mati, seolah takut kehilangan pertarungan yang paling mengejutkan dalam beberapa bulan terakhir.

Lin Yuan berdiri tenang di salah satu sisi arena.

Di seberangnya, Zhao Feng telah menunggu dengan pedang panjang tergantung di pinggang.

Tetua Han berdiri di antara keduanya.

"Begitu kontrak duel disahkan, sekte tidak bertanggung jawab atas kematian salah satu pihak."

Tatapannya bergantian memandang mereka.

"Kalian masih bisa mundur sebelum duel dimulai."

Zhao Feng tersenyum dingin.

"Aku tidak akan mundur."

Tetua Han menatap Lin Yuan.

"Bagaimana denganmu?"

Lin Yuan hanya menggeleng.

Tetua Han akhirnya mengangkat tangan.

"Duel Hidup dan Mati disahkan."

Kerumunan langsung gaduh.

Sebagian besar murid masih sulit mempercayai keberanian Lin Yuan.

Zhao Feng merupakan Murid Luar Nomor Satu dengan kultivasi Alam Fondasi Roh Lapisan Keenam.

Sedangkan Lin Yuan baru berada di Alam Fondasi Roh Lapisan Keempat.

Selisih dua lapisan bukan sesuatu yang mudah diseberangi.

Mu Qingxue berdiri di antara kerumunan. Tatapannya tidak pernah meninggalkan sosok Lin Yuan sejak pemuda itu memasuki arena.

Tetua Han mundur.

"Mulai!"

SRET!

Pedang Zhao Feng keluar dari sarung.

Aura Fondasi Roh Lapisan Keenam meledak, kemudian menyatu dengan bilah pedangnya.

"Lin Yuan."

Zhao Feng berjalan perlahan.

"Keberuntunganmu berakhir hari ini."

Ia menghentakkan kaki.

Tubuhnya melesat.

Pedang berayun langsung menuju dada Lin Yuan.

CLAAANG!

Lin Yuan mengangkat pedangnya untuk menahan.

Benturan keras membuat lengannya mati rasa.

Tubuhnya terdorong mundur beberapa langkah.

"Benar!"

Seorang murid berseru.

"Perbedaan dua lapisan terlalu besar!"

Zhao Feng tidak memberikan kesempatan bernapas.

Pedangnya kembali bergerak.

"Teknik Pedang Awan Mengalir!"

Qi menyelimuti bilah pedang, membuat lintasannya berubah lembut tetapi sulit diprediksi.

Itu adalah Teknik Roh Kualitas Rendah yang telah dikuasai Zhao Feng hingga Tahap Mahir.

Pedang pertama datang dari kanan.

Kemudian berubah arah di tengah perjalanan.

【Naluri Tempur aktif.】

Lintasan serangan muncul dalam pikiran Lin Yuan.

Ia memiringkan tubuh.

SRET!

Bilah pedang lewat beberapa inci dari lehernya.

Serangan kedua langsung menyusul.

Lin Yuan menghentakkan kaki.

CRACK!

Kilatan petir muncul.

Jejak Petir!

Tubuhnya bergeser beberapa langkah sebelum pedang Zhao Feng menebas tempatnya berdiri.

Kerumunan mulai terdiam.

Zhao Feng menyerang lagi.

Lin Yuan kembali menghindar.

Satu serangan.

Dua serangan.

Lima serangan.

Semakin cepat Zhao Feng bergerak, semakin jelas pola serangannya terbentuk dalam Naluri Tempur Lin Yuan.

Namun Lin Yuan tidak terburu-buru membalas.

Ia sedang mengamati.

Zhao Feng menyadarinya.

"Kau pikir menghindar terus akan membuatmu menang?"

Pedangnya tiba-tiba bergetar.

Gerakan yang sebelumnya lembut berubah semakin sulit dibaca.

Satu tebasan seolah menghasilkan tiga kemungkinan arah.

【Perubahan lintasan berlapis terdeteksi.】

【Akurasi prediksi menurun.】

Mata Lin Yuan menyipit.

Zhao Feng tersenyum.

Pedangnya berubah arah sekali lagi.

SRET!

Darah memercik.

Sebuah luka muncul pada bahu kiri Lin Yuan.

Mu Qingxue tanpa sadar maju setengah langkah.

Zhao Feng tidak berhenti.

"Keberuntungan memang membuatmu mendapatkan beberapa peluang."

Ia kembali menyerang.

"Tetapi itu tidak mengubah kenyataan bahwa kau pernah menjadi sampah!"

Lin Yuan menghindari tebasan berikutnya.

Tatapannya justru semakin tenang.

Ia tidak memperhatikan ejekan Zhao Feng.

Matanya hanya mengikuti pedang.

Ada perubahan kecil setiap kali dia mengganti bentuk serangan.

Teknik Pedang Awan Mengalir memang sulit diprediksi.

Namun setiap perubahan membutuhkan aliran Qi baru.

Dan pada saat itulah...

terdapat jeda yang sangat kecil.

Zhao Feng mengangkat pedang.

"Awan Mengalir, Tiga Perubahan!"

Tiga bayangan pedang muncul.

Lin Yuan tidak mundur.

Naluri Tempur membaca kemungkinan pertama.

Mata Takdir menangkap perubahan kedua.

Kemudian—

Lin Yuan menemukan titik yang dicari.

CRACK!

Jejak Petir meledak.

Ia menerobos langsung ke antara bayangan pedang.

"Apa?!"

Wajah Zhao Feng berubah.

Lin Yuan mengangkat pedangnya.

Ia tidak menebas tubuh Zhao Feng.

Bilahnya menghantam tepat ketika aliran Qi lawannya berpindah menuju perubahan berikutnya.

"Tebasan Pemutus Takdir!"

CLAAANG!

Qi pada pedang Zhao Feng mendadak kacau.

Tiga bayangan pedang lenyap bersamaan.

"Apa yang kau—"

Zhao Feng belum selesai berbicara ketika Lin Yuan sudah berada di depannya.

BUK!

Tendangan menghantam dadanya.

Tubuh Zhao Feng terdorong mundur beberapa langkah.

Untuk pertama kalinya sejak duel dimulai...

Murid Luar Nomor Satu Sekte Awan Langit dipaksa mundur oleh Lin Yuan.

Arena mendadak sunyi.

Lin Yuan menurunkan kakinya perlahan.

Darah masih mengalir dari luka di bahunya.

Namun tatapannya jauh lebih tajam daripada sebelumnya.

Zhao Feng memandangnya dengan wajah yang perlahan berubah gelap.

Sementara di antara para penonton, seseorang akhirnya berbisik tidak percaya.

"Dia benar-benar..."

"...melawan seseorang dua lapisan di atasnya."

Zhao Feng menunduk memandang bekas tendangan pada dadanya.

Ketika mengangkat kepala kembali, penghinaan di wajahnya telah menghilang.

Lin Yuan bukan lagi seseorang yang bisa ia bunuh dengan beberapa serangan.

"Jadi itu kemampuanmu."

Zhao Feng menggenggam pedangnya lebih erat.

"Menemukan kelemahan teknik orang lain."

Lin Yuan tidak menjawab.

Tebasan Pemutus Takdir memang berhasil memutus perubahan Teknik Pedang Awan Mengalir, tetapi serangan tadi membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.

Zhao Feng tiba-tiba menerjang.

Kali ini tidak ada bayangan pedang.

Tidak ada perubahan rumit.

Hanya satu tebasan lurus yang dipenuhi Qi Alam Fondasi Roh Lapisan Keenam.

Lin Yuan segera mengangkat pedang.

CLAAANG!

Tubuhnya terdorong mundur.

Telapak tangannya terasa nyeri akibat benturan.

Lin Yuan langsung memahami maksud Zhao Feng.

Dia meninggalkan perubahan teknik.

Semakin sederhana serangannya, semakin sedikit titik yang dapat diputus Tebasan Pemutus Takdir.

Zhao Feng menyerang lagi.

Lin Yuan menggunakan Jejak Petir untuk menghindar, tetapi konsumsi Qi mulai meningkat.

Perbedaan dua lapisan akhirnya kembali terasa.

"Kenapa tidak menggunakan tebasan anehmu?"

Zhao Feng mengejar.

Lin Yuan menahan satu serangan sebelum bergeser.

"Kau takut?"

"Sebaliknya."

Lin Yuan tersenyum tipis.

"Aku baru tahu kau masih bisa menggunakan otak."

Wajah Zhao Feng menegang.

Pedangnya menyapu lebih keras.

Lin Yuan menghindar, tetapi pada saat itulah Mata Takdir tiba-tiba bergetar.

WUUUNG!

Garis keemasan muncul.

Lin Yuan sempat mengira garis tersebut terhubung kepada Zhao Feng.

Ternyata tidak.

Garis itu menembus lantai arena.

【Peluang Takdir tanpa pemilik terdeteksi.】

【Sumber peluang berada di bawah Arena Hidup dan Mati.】

Lin Yuan terkejut.

Jadi perubahan Takdir yang dilihatnya di gerbang sekte bukan berasal dari Zhao Feng sendiri.

Ada sesuatu di bawah arena.

Namun ia tidak memiliki kesempatan memikirkannya.

Zhao Feng tiba-tiba berhenti menyerang.

"Lin Yuan."

Napasnya terdengar berat.

"Aku mengakui kau sudah berubah."

Ia mengangkat pedangnya.

"Tapi itu justru membuatku semakin yakin bahwa kau harus mati hari ini."

Qi di tubuhnya mulai mengalir dengan cara berbeda.

Lin Yuan langsung merasakan sesuatu yang salah.

Kabut hitam tipis muncul pada bilah pedang Zhao Feng.

Matanya berubah.

Ia mengenali aura tersebut.

Pedang kuno!

Hubungan antara jiwa asing dan Zhao Feng memang sudah diputus di reruntuhan.

Namun rupanya sebagian kekuatan benda itu tertinggal di tubuhnya.

Zhao Feng tersenyum ketika melihat perubahan ekspresi Lin Yuan.

"Kau pikir hanya kau yang mendapatkan sesuatu dari reruntuhan?"

Kabut hitam semakin pekat.

Aura Zhao Feng masih berada di Fondasi Roh Lapisan Keenam, tetapi tekanan dari pedangnya meningkat tajam.

Tetua Han berdiri dari tempat duduknya.

"Aura macam apa itu?"

Beberapa murid mulai mundur.

Mu Qingxue memandang Zhao Feng dengan wajah pucat.

"Zhao Feng..."

Namun pria itu seolah tidak mendengarnya.

Kabut hitam menyatu dengan pedang, kemudian membentuk bayangan bilah besar di atas arena.

Lin Yuan merasakan kulitnya seperti ditusuk jarum.

【Ancaman fatal terdeteksi.】

Naluri Tempur langsung aktif.

Satu kemungkinan muncul.

Lin Yuan bergerak ke kiri.

Pedang mengenainya.

Kemungkinan kedua.

Ia mundur.

Tetap terkena.

Kemungkinan ketiga.

Jejak Petir digunakan sepenuhnya.

Masih terlambat.

Semakin banyak lintasan dihitung, semakin berat ekspresi Lin Yuan.

【Analisis selesai.】

【Tidak ditemukan jalur keselamatan.】

Untuk pertama kalinya sejak Naluri Tempur bangkit, seluruh kemungkinan yang diperlihatkan Sistem berakhir dengan hasil yang sama.

Serangan itu akan mengenainya.

Zhao Feng mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.

"Berakhir sudah!"

Bayangan pedang hitam jatuh.

"MATI!"

BOOM!

Tekanan mengerikan memenuhi arena.

Namun Lin Yuan tidak mundur.

Jika seluruh jalur yang tersedia berakhir pada kematian, menghindar tidak lagi memiliki arti.

Ia justru melangkah maju.

Satu langkah.

Kemudian langkah kedua.

【Peringatan!】

【Pengguna memasuki pusat lintasan serangan.】

Lin Yuan menggenggam pedangnya dengan kedua tangan.

Naluri Tempur masih menghitung.

Mata Takdir memperlihatkan Benang Takdir yang bergetar hebat.

Dua kemampuan itu bekerja bersamaan sampai rasa sakit menusuk kepalanya.

【Tidak ditemukan jalur keselamatan.】

Lin Yuan mengangkat pedang.

Tatapannya tidak sedikit pun bergeser dari serangan yang sedang jatuh.

"Kalau tidak ada jalan untuk selamat..."

Qi Fondasi Roh Lapisan Keempat mengalir menuju bilah pedangnya.

Jejak Petir berkumpul di bawah kedua kakinya.

Tebasan Pemutus Takdir siap dilepaskan.

Sudut bibir Lin Yuan perlahan terangkat.

"...aku akan membuatnya sendiri."

......................

Bersambung...

1
bang dul
cerita ini sebetulnya bagus tanpa sistim seperti di novel2 lainnya
Otna Forever: Bang aku lagi melakukan revisi, tolong dibaca dari awal lagi, nanti untuk seterusnya kekuatannya tidak akan bergantung pada sistem 🙏
total 2 replies
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!