Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Godaan Rekan Rafka

Rafka dan Senja berjalan di koridor Rumah Sakit mencari ruangan tempat rekan kerja Rafka berada. Nama dan nomor ruangannya sudah di infokan oleh teman-temannya yang lain, mereka hanya mencari saja.

“Ini bukan?” Tunjuk Senja pada pintu yang tertutup, di atas pintu terletak papan nomor dan nama ruangan.

Rafka membaca nama serta nomor itu dan mencocokkannya dengan pesan dari temannya. “Benar ini” tanpa keraguan tangannya terulur mengetuk pintu. Tidak lama setelahnya pintu terbuka menampilkan seorang Pria dewasa. “Oh, Mas Nawfal. Masuk Mas”

“Selamat atas kelahiran anak keduanya, Mas” Tuturnya mengulurkan tangan dan di sambut hangat. “Terima kasih, ya” di belakangnya Senja mengikuti hal yang sama.

“Oh iya ini, hadiah kecil buat si bayi” Rafka memberikan paper bag berisikan hadiah tadi ke tangan Rasya, suami rekannya. “Repot-repot banget, Mas! Padahal cukup datang aja sudah senang kami. Tapi makasih loh sekali lagi” Rafka menjawab sekenanya.

Kini mereka beralih ke arah Ibu dua anak yang justru sudah menunggui mereka sejak datang tadi “Wah, siapa nih” Wanita yang baru saja habis lahiran sudah memiliki tenaga buat menggoda rekannya.

Rafka mendengus, sebentar lagi ada desas desus gosip nih di grup. “Mba baru lahiran ingat, jangan langsung ngegoda orang aja!” Ratu tertawa pelan, sangat pelan.

“Kenalin dulu, jangan di sembunyiin gitu” protesnya pada Rafka, pasalnya Rafka sudah memposisikan Senja bersembunyi di belakang badannya.

Tunangan Senja menyeringai, tapi tak urung menarik pelan Senja untuk keluar dari persembunyiannya “Kenalin, Mba. Tunangan saya” Rafka menggeser pelan agar Senja bisa lebih dekat dengan Ratu.

“MasyaAllah cantiknya. Namanya siapa neng?” tanya Ratu.

Senja mengulurkan tangan bermakud menyalimi sekaligus memberikan selamat “Arunika, Mba” Ratu menerima uluran itu dan menarik pelan cipika-cipiki ala Wanita. “Lucu sekali, Aku Ratu. Rekan kerja nya Nawfal, salam kenal ya”

“Yang lain udah pada ketemu sama Arunika, Fal?” Rafka menggeleng, “Cuma sebatas tau saya tunangan aja, Mba” Pria itu menarik langkahnya menuju ranjang kecil di sebelah kiri ranjang Ratu.

“Si cantik, Mirip Mas Rasya ya, Mba” komentarnya. Ratu mendengus, berbeda dengan Rasya yang sudah tertawa puas. “Iya, mirip Papanya. Aku ngga kebagian sama sekali itu” protesnya persis Ibu-ibu yang lain.

“Senja, sini!” Panggil Rafka membuatnya mau tak mau ikut mendekat. Bukannya tak mau melihat, tapi tatapan mata Ratu begitu terang niatan menggoda mereka. “Lucu banget” gumam Senja, tidak berani menyentuh. Sadar dia baru saja dari luar, kurang baik untuk si Bayi.

“Namanya siapa, Mba?” Tanya Senja. Mau bertanya ke Rafka sudah pasti pria itu ngga tau kan? Ratu menggeleng mengundang kebingungan dua anak manusia yang sudah penasaran,

“Belum nentukan nama” Rasya menjawab, tanpa perlu bertanya lagi mereka sudah paham. Menentukan nama memang tidak bisa asal saja.

Dari luar terdengar suara riuh dan kasak kusuk di balik Pintu terdengar, tak lama pintu terketuk memaksa Rasya beranjak dari duduk tenangnya. Siap menyambut siapapun yang ada di balik pintu.

Benar saja, begitu pintu terbuka, suara ramai dari luar terdengar jelas, begitu berisik. Rombongan rekan kerja Ratu dan juga Rafka datang barengan, Satu persatu menyalami dua tuan rumah. Sejenak dua orang dekat ranjang Bayi terasa transparan dari pandangan semuanya. Sibuk memberi selamat, hadiah dan menanyakan kabar Ibu si Bayi. Hingga

“Lahh siapa ini? Penjaga bayi tah?” celetuk salah satu dari mereka, menyadarkan semuanya. Mereka saling pandang, Senja yang sudah panik mirip seperti di ciduk berbuat macam-macam. Berbeda dengan Rafka yang menatap semuanya santai, bukan itu saja, Pria muda itu justru lebih tertarik menatap makhluk kecil yang tertidur tenang itu.

“Weh wehh, si Nawfal bawa cewe diam-diam aja lagi” Laki-laki yang Senja duga teman Rafka mendekati mereka. “Hai cewek” Sapanya pada Senja.

Senja mengangguk pelan, tersenyum canggung sebagai jawaban, ia bukan orang yang extrovert yang bisa langsung meladeni orang-orang baru. “Heh Playboy! itu dia risih, lo dekatin” Senja melihat gadis yang baru saja berseru.

Bukannya menjauh karena aura risih Senja kentara, Pria tersebut malah terlihat gencar mendekati Senja. “Berisik, Lo! Dia bukan risih, Cuma kaget aja” bantahnya. Dia memamerkan senyuman yang menurut Senja lumayan brengsek. Bodoamat lah gimana akhirnya, tolong maafkan pendapat Senja yang ini.

Senja semakin merapatkan tubuhnya ke Rafka, karena pria itu makin mendekatinya. Dirasakannya rengkuhan di pinggangnya, itu tangan Rafka. dengan cepat ia menoleh ke arah Rafka yang juga sudah menatapnya. “Dia mau kenalan” Bisiknya pelan.

Di dalam hati Senja menggerutu, kenalan mana yang sampe dekat sedekat ini? “Arunika!” ucap Rafka, mensejajarkan posisi di samping Senja berhadapan dengan laki-laki yang mendekati Senja. “Nama dia, Arunika. Mundur! Lo bikin calon gue ketakutan!” ucapnya lagi lebih jelas. Jangan lupakan tangannya yang masih betah merengkuhnya.

“Ohh, Arunika. Gue Leon” di ulurkan tangannya ke arah Senja. Gadis itu melirik uluran tangan Leon. Baru tangannya terangkat, Rafka sudah membalas jabatan tangan Leon.

Seruan terdengar dari berbagai sudut ruangan. “Wow Posesif!” Celetuk yang lain, Senja sudah tidak berani menatap mereka semua, selain karna rengkuhan tangan Rafka tadi ia juga masih syok.

Leon mengangguk-angguk kepala seraya melepaskan tangannya dari Rafka. “Gue mau kenalan sama ‘calon’ lo ini, bukan lo!” ujarnya protes, menekan kata calon yang di tegaskan Rafka tadi.

Rafka menyunggingkan senyum mengejek membuat Leon malas melihatnya dan segera pergi dari hadapan pasangan itu.

“Ngga nyangka, lo bakal bawa tunangan misterius di status lo ke sini. Itu si Viki bakal ngamuk tuh kalau tau” kekeh gadis tadi. Gadis di sebelahnya ikut nyeletuk menyetujui perkataannya “Bener, tau sendiri gimana tuh anak. Ngikutin Nawfal kaya anak ayam demi tau calonnya Nawfal. Sepanjang shift lagi” mereka tertawa menceritakan pria Bernama Viki.

Meski tau dialah yang menjadi bahan topik, Senja memilih diam saja mendengarkan. Sesekali melirik ke arah Rafka yang sama diamnya dengannya. “Hati-hati, Fal! Di terror”

Rafka menganggap lalu peringatan tadi “Mba, Pulang dulu ya. Izinnya tadi ngga sampai malam” Pamitnya pada Ratu. Yang justu mendapatkan protesan dari para gadis.

“Lah, cepat banget baliknya. Baru aja mau ngajakin hang out” celetuknya sedih.

Rafka menggeleng “Next deh, sudah sore” Rafka dan Senja bergantian menyalami yang lain, sekaligus acara kenalan singkat, Sekedar tau nama.

“Bye-bye, Aru. Kalau ketemu Leon di jalan atau dimana pun itu, pura-pura ngga liat atau anggap ngga kenal! Memang kurang ajar nih anak” Saran yang terselip kekesalan pada Leon,

Senja menanggapi kekehan pelan “Duluan, guys” pamit Rafka sekali lagi. Menggandeng tangan Senja keluar ruangan.

Begitu jarak dari pintu ruangan Ratu dan posisi mereka cukup jauh, Senja melepas paksa tautan tangan itu lalu memukul Rafka “Jahat ya, tadi pas aku di dempetin Leon kamu lama banget geraknya!” sudah saatnya ia mengeluarkan uneg-uneg kekesalannya.

Rafka tertawa “Loh, aku kirain kamu bisa meladeni Leon. Makanya aku diam aja” ucapnya membela diri. Senja memutar mata jengah “Ya liat juga dong! Itu temanmu serem banget apalagi pas senyum!”

“Oke, oke. Aku minta maaf ya?” ucapnya tulus “Tapi mukamu pas ketakutan tadi lucu sih” lanjutnya tertawa. buang jauh-jauh pikiran tulusnya Rafka tadi.

Sekali lagi Senja melayangkan pukulan di bahu Rafka lebih keras dari tadi. “ih! Terserah, ngga jadi jalan-jalannya” Marahnya pergi meninggalkan Rafka yang terlonjak kaget karena jalan-jalan mereka terancam gagal. “Yah.. jangan dong! Senja!”

Senja terus berjalan tidak peduli panggilan bujukan Rafka di belakang. Aksi mereka justru di lihatin orang-orang yang mereka lewatin. Peduli amat pikir Senja.

“Senja, heii jangan batal lah. Kita beli es favorite kamu, nonton, main di playground” nihil, Senja tidak tertarik dengan semua hal yang dia sebutin tadi. Dan sekarang mereka justru sudah tiba di depan mobil.

Gadis ngambek itu ngga bisa masuk ke mobil karena Rafka belum membukanya. “Jadi jalankan?” tanya nya tersenyum manis, padahal muka Senja sudah kusut.

“Jalanlah, ya?” Pria di hadapan Senja menaik turunkan alis menunggu jawaban. Tidak ada hasil, Senja tetap diam menunggu pintu di buka. “Tau gini, mending lama-lamain aja di ruangan Mba Ratu. ngga papa ada Leon”

Senja berbalik menatap tajam Rafka, “Hehe, canda” cengirnya menertawakan mulutnya yang asal bicara. Di pencetnya tombol di remote mobil miliknya. Dan

Brak!! Rafka memejamkan mata, bunyi bantingan pintu mobilnya menggema di area basement sekarang. Tanpa berlama-lama Rafka memutari mobilnya ke posisi pengemudi.

Di dalam mobil begitu sunyi. Setelah insiden bantingan pintu mobil, Rafka memilih diam menurunkan rasa kesal Senja. Bukan tak sayang karena berenti membujuk, tapi ada kalanya memberikan waktu untuk mengurangi rasa kesal di hati. Dari pada di bujuk justru makin parah seperti tadi?

Bunyi pesan masuk saling bersahutan berasal dari hp Senja memancing lirikan keduanya. Senja tidak sedang memainkan hp. Gadis itu memilih memandangi jalanan dan langit sore. Awalnya Senja hanya melirik sekilas, mungkin saja grup keluarganya atau sahabatnya yang mengajak kumpul bareng. Jika di hitung dari terakhir mereka berkumpul memang sudah sangatlah lama.

Tapi notif terus-terusan masuk tanpa henti membuatnya mau tak mau memeriksanya. “Apasi! Ribut banget” gerutunya, Melihat pop-up di lockscreen hpnya. Benar, itu dari grupnya

Daye

‘Kamu seriusan mau nikah, Yah? Sama Kamal? Hah?’

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!