"Wanita yang dulu kau buang seperti sampah, kini menjadi Ratu yang tak sanggup kau beli!"
Demi Fandi, Maya rela melepas statusnya sebagai supermodel ternama dan menjadi ibu rumah tangga biasa. Namun, pengorbanannya dibalas penghinaan. Begitu penampilannya tak lagi segar, Fandi menceraikannya demi wanita lain dan mengusirnya tanpa membawa apa pun.
Fandi mengira hidup Maya sudah hancur. Namun, ia salah besar.
Di balik kehancurannya, Maya bangkit merintis kembali kerajaannya. Ketika Maya berdiri di puncak kejayaan sebagai wanita paling berpengaruh, Fandi merangkak dalam penyesalan yang tak bertepi.
Sayangnya... Ratu yang dulu disia-siakannya kini melayang terlalu tinggi untuk kembali.
bagaimana ceritanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. DSKKR
Tak terasa proses transformasi Maya yang baru berlalu dengan cepat. Setiap pagi, sebelum matahari terbit sempurna, Maya sudah membiasakan diri berlari kecil di sekitar kompleks perumahan ibunya, dilanjutkan dengan sesi latihan kekuatan bersama Elena di pusat kebugaran. Hari-hari Maya di rumah, ia tak lupa untuk mengerjakan pekerjaan nya. Hingga akhirnya, Perubahan itu tak lagi sekadar bayangan. Bentuk tubuhnya yang dulu kendur kini mulai memadat dan terbentuk indah. Lemak di area perut dan lengan perlahan meluruh, berganti dengan otot yang kencang dan proporsional. Ditambah dengan pola makan bernutrisi tinggi dan perawatan kulit yang intensif, kulit wajah Maya kini memancarkan rona kemerah-merahan alami yang segar sama sekali tak membutuhkan riasan tebal untuk terlihat memikat.
Pagi itu di rumah Ibu, Maya turun mengenakan gaun simpel berwarna cokelat susu berpotongan A line yang membingkai pinggangnya dengan sempurna. Rambut hitamnya yang kini berkilau sehat dibiarkan terurai bergelombang di bahunya.
Ibu yang sedang menata piring di meja makan mendadak menghentikan tangannya. Matanya membelalak, lalu berkaca-kaca menatap putrinya.
"Ya Allah, May..." bisik Ibu terpesona, mengusap dadanya. "Ibu kayak lagi lihat Maya sepuluh tahun lalu waktu masih sering masuk majalah. Cantik banget, Nak..."
Arka, Arki, dan Kirana yang sedang makan sereal ikut mendongak.
"Ibu cantik banget kayak putri di dongeng!" seru Kirana sambil bertepuk tangan gembira.
Maya berlutut di dekat anak-anaknya, memeluk ketiga buah hatinya erat-erat. "Ibu beda karena ada kalian dan Nenek. Ibu janji, kita bakal hidup bahagia terus."
Sementara itu, di kantor pusat VANE Group, suasana ruang konferensi tampak penuh sesak. Hari ini adalah internal preview pertama di mana Maya harus mempresentasikan prototipe fisik dari sepuluh koleksi pertamanya di hadapan dewan direksi dan para investor utama.
Arch duduk di kursi pimpinan, mengamati Maya yang berdiri tegak di depan ruangan. Tatapan Arch begitu hangat, menyimpan rasa bangga yang amat dalam melihat perubahan pesat pada wanita di hadapannya.
"Selamat pagi, semuanya," sapa Maya tenang. Suaranya terdengar jernih, penuh percaya diri, dan berwibawa.
"Pagi.." Jawab para hadirin.
Satu per satu model melangkah masuk memperagakan rancangan Maya. Perpaduan desain yang tajam, elegan, namun sangat nyaman dikenakan membuat para direksi yang hadir berkali-kali mengangguk kagum. Tidak ada lagi keraguan di wajah mereka. Maya terbukti bukan sekadar 'mantan model yang mencoba mendesain', melainkan seorang maestro sejati yang paham betul anatomi dan estetika busana wanita.
Ketika presentasi selesai, ruang konferensi gemuruh oleh tepuk tangan meriah.
"Wahh.. Luar biasa, Maya," puji salah satu investor senior asal Singapura seraya berdiri dan menjabat tangan Maya. "Ini adalah salah satu konsep koleksi paling segar yang pernah saya lihat dalam lima tahun terakhir. VANE mengambil keputusan tepat memilihmu."
Maya tersenyum anggun, membalas jabat tangan itu dengan tegas. "Terima kasih banyak atas kepercayaannya."
Arch mendekat setelah para investor keluar ruangan. Pria jangkung itu menatap Maya dari dekat, mengamati leher jenjang dan garis rahang Maya yang kini kembali tegas.
"Kamu benar-benar melampaui ekspektasiku, Maya," bisik Arch lembut, ada nada kekaguman terselubung dalam suaranya. "Dan penampilanmu hari ini... sangat memukau."
Maya terkekeh tipis, menyibak sedikit rambutnya ke belakang telinga. "Ini baru permulaan, Mas Arch. Aku belum selesai."
"Selalu aja ada kejutan dari kamu."
Aku hanya tersenyum lalu kami merayakan acara yang sukses hari ini dengan perjamuan makan berteman "Summer Royalty".
"Enak sekali yaa dek.." ucap Kirana yang sedang mencicipi berbagai hidangan.
"Nyam.. nyam.." ucap Arki yang belum bisa lancar bicara.
"Makannya pelan-pelan, nanti tersedak loh." Sahut ibu yang juga ikut ke acara hari itu.
"Iyaa omah.. ibu sekarang seperti bidadari.. emmm cantik sekali.." sahut Kirana
"Iyaa.. doakan mama kalian selalu ya"
"Tentu omah.. mamaaa..omah mama kesini itu.." Teriak histeris Kirana melihat Maya mendekat.
"Eh Om ini siapa? Ganteng sekali.." ucap Kirana pada Arch.
Arch berjongkok untuk bersalaman dengan Kirana. "Halo sayang, kamu pasti Kirana ya? Salam kenal yaa.. om namanya arch"
"Aci? ihihi nama om lucu kaya tepung"
Mendengar jawaban Kirana, arka dan arki ikut tertawa. "Kok om tepung?" Sahut arch heran namun akhirnya dia juga tertawa melihat tingkah lucu anakku.
"ihihi.. om juga kulitnya putih sekali seperti Aci ihihi"
"Sayang, tidak boleh seperti itu, om arch ini teman mama kalian yang baik" sambung ibu.
"Tidak apa-apa Bu, Kirana panggil aja semua kamu ya cantik" bela arch.
Aku hanya menggelengkan kepalaku, "ma.. ini mas Arch" ucap maya mengenalkan nya pada ibu.
"Senang sekali bertemu dengan orang baik seperti kamu nak arch. Terimakasih banyak karena sudah beri anak mama kesempatan"
"Salam kenal Bu, sama-sama Bu. Semuanya adalah hak dan kerja keras maya selama ini" ucap Arch berjabat tangan dengan ibu.
Akhirnya perbincangan itu selesai karena ada banyak tamu yang memanggil maya dan arch.
"Bu Maya, setelah melihat presentasi anda hari ini kami yakin keberhasilan project ini mencapai 100%."
"Terimakasih pak axel, kami akan mengalokasikan nya dengan sangat maksimal" jawab maya.
"Iyaa.. kami juga akan mendukung secara maksimal juga Bu"
"Terimakasih banyak mr.axel. VANE tidak akan mengecewakan para investor" sahut arch.
~Bersambung..~