Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"aku....". Arga tidak bisa menjawab nya, sebab jas nya memang sudah banyak.

'tidak bisa menjawab kan ? Karena jas mu sudah banyak tertinggal di tempat mu bersama putri'. Batin Ariana menatap Arga yang sedikit gugup.

Tanpa menunggu Arga berbicara lagi, Ariana langsung meninggalkan suaminya menuju ke ke lantai atas.

Arga yang ditinggal menghela nafasnya berat, padahal pria itu sudah sangat senang mendengar laporan dari orang suruhan nya sebab Ariana membeli jas, ternyata dugaan nya salah.

"ah perut ku lapar sekali".

Dengan wajah sedikit lesu, Arga berjalan kearah sofa dan duduk disana. memesan makanan online di sebuah restoran dengan terpaksa karena rasa lapar yang tidak bisa tertahan kan lagi.

"aku tidak menyangka Ariana akan tega seperti ini, membiarkan aku kelaparan". Kekeh Arga merasa Ariana memang betul-betul berubah.

Ingatannya kembali ketika mereka baru saja menikah, saat itu Ariana begitu memperhatikannya. pernikahan mereka sangat bahagia walau harus menikah secara diam-diam karena permintaan sang ibu.

Bahkan Martha menyuruh Ariana meminum pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan nya, semua itu Arga turuti walau Ariana sempat menentangnya. Tapi karena terlalu mencintai Arga akhirnya Ariana terpaksa mengikuti permintaan mertuanya itu, sungguh Ariana sudah sangat berkorban.

Arga menyugar rambutnya kasar, tatapannya lurus kedepan mengingat semuanya. "apa selama ini aku salah ?". Tanya nya pada diri sendiri.

"tapi ini demi kebaikan Ariana sendiri dan kebaikan perusahaan. Seharusnya Ariana mengerti kan ? Aku sudah memberitahu semua alasannya".

"mengenai putri....dia memang manja dan aku sangat suka itu, tapi bukan kah laki-laki bisa memiliki dua perempuan sekaligus di hatinya ? Ibu pun mengiyakan hal itu, jadi apa masalahnya ? Kenapa Ariana tidak bisa seperti ibu yang selalu mengerti aku". Arga terus berbicara sendiri, sesekali menghela nafas berat.

Hingga suara telepon membuatnya terkejut, ternyata itu adalah penjaga gerbang nya.

"antarkan saja kesini". Ujar Arga langsung mematikan ponselnya, pria itu berdiri ketika sebuah ketukan pintu terdengar.

"ini tuan". penjaga gerbang itu menyerahkan sebuah paperbag yang berisi makanan, tapi kening penjaga gerbang itu mengerut karena baru kali ini tuannya memesan makanan online.

Tapi dia tidak ingin memikirkannya karena itu bukan ranah nya, setelah menyerahkan makanan itu, penjaga gerbang langsung pergi sambil berpamitan pada Arga.

Arga langsung menutup pintu kembali dan berjalan kearah meja makan membuka paperbag itu, semerbak bau makanan restoran menyeruak masuk ke indra penciumannya.

Karena sudah sangat lapar, Arga langsung mengambil piring dan menyimpan makanan itu, tak menunggu lama lagi Arga langsung memakan nya dengan lahap.

Dari lantai atas, Ariana melihat Arga makan begitu lahap. "itulah akibatnya suka mencicipi barang dari luar". gumam Ariana langsung masuk kamar lagi.

 * * *

"kak Arga". Putri mengigit bibir bawahnya dengan tangan yang sudah masuk ke dalam jas Arga.

Sesekali wanita itu mendesah kecil sambil memejamkan matanya ketika memegang dada bidang Arga yang begitu proporsional.

Arga yang sedang memeriksa laporan yang dibawa oleh putri langsung menepis tangan itu, hal itu membuat putri memanyunkan bibirnya karena Arga sepertinya tida tergoda.

Brakkkk

Putri tersentak kaget ketika Arga melempar map hitam berisi laporan proyek yang dibawa oleh putri.

Pria itu berdiri menatap putri dengan tatapan tajam. "ini hasil laporan kamu begadang siang dan malam ?". Tunjuk Arga pada dokumen itu.

Putri mengangguk dengan senyum mengembang. "iya, aku bahkan tidak tidur mengerjakan semua ini, kak Arga harus memberi kan aku apresiasi".

Rahang Arga mengeras mendengar jawaban putri. "DASAR B*DOH!!!!". Teriak Arga, putri sampai memejamkan matanya tak percaya dengan Arga yang meneriaki nya.

"semua nya tidak bermutu sama sekali, bahkan laporan mu sangat kacau putri!!!". Arga menggertakkan giginya melihat kearah putri.

"aku...".

Arga menghembuskan nafas berat, tak lama sebuah telepon masuk pada ponsel nya. Itu adalah orang suruhan nya untuk mengikuti Ariana.

"bicaralah". Ujar Arga menahan amarah.

"tuan...nyonya Ariana saat ini pergi ke perumahan taman, tempat itu sangatlah mahal dan juga keamanan nya begitu ketat, kalau tidak memiliki rumah didalam nya Maka dilarang masuk". Lapor orang suruhan itu.

Putri menempel pada Arga dengan telinga ikut mendengar percakapan keduanya, kening wanita itu mengerut mendengar percakapan mereka.

"kalau bukan pemilik rumah didalam nya dilarang masuk, berarti Ariana memiliki kenalan didalam nya ?". tanya Arga pada orang suruhannya.

"betul tuan dan pemilik nya sudah memberi izin nyonya untuk masuk". Jawab orang suruhan itu.

Tiba-tiba Arga mengepalkan tangannya, pikirannya berkeliaran kemana-mana.

"kirim alamat perumahan itu sekarang juga dan terus awasi dia". Pinta Arga langsung mematikan ponsel nya.

Kedua tangan Arga bertumpu pada meja kerja nya, badannya sedikit membungkuk dengan nafas kian memburu.

Putri yang melihat Arga sedang emosi langsung memeluknya dari belakang. Tangannya bahkan sudah bergeliyar masuk kedalam celana Arga.

Arga yang sempat emosi langsung memejamkan matanya merasakan tangan putri bermain dibawah sana.

"bagaimana ? Apa sudah baikan hmmm ?". Tanya putri melihat wajah Arga yang masih terpejam. Pria itu bahkan tidak menjawab pertanyaan putri.

"apa perlu kita bermain disini". Bisik putri ditelinga Arga, membuat sekujur tubuh pria itu meremang merasa sensasi yang luar biasa.

Arga menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya secara perlahan. "jangan disini...kita cari hotel saja". Putri langsung mengeluarkan tangannya kembali memeluk Arga.

"tapi kenapa kak Arga masih saja peduli sama Ariana, bukan kah kak Arga sudah tidak mencintai nya lagi". Arga membuka matanya menghempas tangan Ariana hingga wanita itu terperanjat kebelakang.

Emosi yang sempat mereda kini kembali membara. Arga maju melangkah membuat putri memundurkan langkah nya, apalagi melihat Arga yang menatapnya nyalang.

"kapan aku pernah mengatakan jika aku tidak mencintai Ariana hmmm ?". tanya Arga mulai mencengkram dagu putri.

Cengkraman nya begitu kuat membuat wanita manja itu kesakitan. "le-lepas!!!!". Putri terdengar terbata-bata dalam berbicara, air matanya bahkan sudah membasahi pipinya.

Arga mendengus kesal melepaskan cengkraman nya dari dagu putri. Terlihat putri sudah sangat kacau saat ini.

"buat ulang laporan proyek ini" tunjuk Arga pada map hitam diatas meja nya. "kalau kamu tidak mengerti tanyakan pada kepala divisi proyek".

"minggir". Arga mendorong tubuh Putri ke samping, kemudian melangkah keluar ruangannya meninggalkan putri yang masih menangis.

"s*alan!!!!!". Putri mengepalkan tangannya kuat. "ini semua gara-gara Ariana, j*lang s*alan itu!!! ARGGGGHHHH". Putri menyapu dengan tangan semua barang-barang diatas meja Arga hingga jatuh berhamburan di lantai.

"aku tidak bisa membiarkan ini terjadi, aku harus memikirkan cara untuk menyingkirkan wanita s*alan itu". Putri menggigit kukunya sambil mondar mandir.

"kak Arga tidak boleh berpaling dari ku....dia harus segera menjadi milikku". Ujarnya kembali terus berpikir.

Hingga rencana licik muncul begitu saja di kepalanya, putri tersenyum puas karena rencananya kali ini akan berhasil.

"tunggu saja kehancuran mu Ariana...aku akan membuat dirimu hancur dan jiwa mu juga hancur". Senyum licik muncul pada bibir putri.

Bersambung...

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!