Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 20: Perjamuan Istana

Semua mata di dalam aula kini tertuju pada Shen Yue. Para bangsawan menatapnya dengan pandangan meremehkan, kasihan, atau mengejek. Shen Mingzhu bahkan tidak bisa menyembunyikan senyum lebarnya dari kejauhan.

Jenderal Shen Longwei hendak berdiri untuk membela putrinya, namun sebelum sang Jenderal sempat membuka suara, sebuah gerakan anggun dari ujung meja menghentikannya.

Shen Yue meletakkan cangkir porselennya ke atas meja secara perlahan. Dentingan kecil itu terdengar sangat jelas di tengah keheningan aula.

Ia lalu bangkit berdiri dari kursinya. Tanpa gemetar, tanpa menunduk, dan tanpa rasa takut sedikit pun, Shen Yue berjalan pelan ke tengah aula perjamuan, dan berdiri tepat berdampingan dengan Putra Mahkota Zhao Xiao.

Perbedaan aura di antara keduanya sangat mencolok. Zhao Xiao tampak gelisah di balik topeng arogansinya, sementara Shen Yue berdiri tegak bagaikan pohon pinus di musim dingin, tenang, dingin, dan penuh wibawa.

Shen Yue membungkuk hormat secukupnya kepada Kaisar di atas singgasana.

"Yang Mulia Kaisar," ucap Shen Yue dengan suara jernih yang bergema ke seluruh sudut aula tanpa cela. "Apa yang dikatakan oleh Yang Mulia Putra Mahkota adalah benar."

Pernyataan blak-blakan itu membuat seluruh aula terkesiap kaget. Bahkan Kaisar sendiri mengangkat alisnya karena tidak mendengarkan bantahan dari sang gadis.

"Kau... mengakui sendiri bahwa kau tidak pantas?" cibir Zhao Xiao dengan nada merendahkan.

Shen Yue menoleh perlahan ke arah Zhao Xiao, dan memberikan senyuman tipis yang membuat sang Putra Mahkota merasa tidak nyaman.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah singgasana Kaisar.

"Hamba mengakui bahwa hamba tidak pantas," lanjut Shen Yue dengan suara yang makin tegas. "Tetapi bukan karena alasan yang disebutkan oleh Putra Mahkota. Hamba mengundurkan diri dan membatalkan pertunangan ini... karena Putra Mahkota Zhao Xiao sendiri adalah seorang pria yang dangkal, pengecut, dan tidak memiliki visi seorang pemimpin masa depan kekaisaran."

JDUER!

Pernyataan itu menghantam aula perjamuan bagaikan sambaran petir di siang bolong!

Seluruh menteri dan bangsawan membelalak ngeri, beberapa bahkan hampir menjatuhkan cangkir mereka.

Menghina Putra Mahkota secara langsung di hadapan Kaisar dan seluruh petinggi negara adalah kejahatan makar yang hukumannya bisa berujung pada kematian!

Jenderal Shen Longwei bangkit berdiri dengan wajah pucat pasi karena panik. "Yue-er! Jaga mulutmu! Ampuni putri hamba, Yang Mulia Kaisar! Dia mungkin tertekan dan kehilangan akal sehatnya—"

"Diam, Jenderal Shen," perintah Kaisar dengan suara berat yang menghentikan Jenderal Shen seketika.

Kaisar menyandarkan tubuhnya ke singgasananya, matanya yang tajam menatap lurus ke arah Shen Yue dengan rasa penasaran.

Belum pernah ada seorang gadis bangsawan muda yang berani menatap mata Putra Mahkota dan mencelanya di hadapan takhta suci dengan begitu tenang.

"Nona Shen Yue," suara Kaisar menggema dingin. "Kau berani menghina pewaris tahta kekaisaran di hadapan singgasanaku. Berikan satu alasan yang masuk akal mengapa aku tidak harus menjatuhkan hukuman mati padamu saat ini juga."

Suasana di dalam aula perjamuan begitu mencekam hingga suara detak jantung pun seolah terdengar.

Qingzhu yang berada di meja belakang sudah menutup matanya karena ketakutan yang luar biasa. Sementara Jiang Xiuwei di sudut ruangan tersenyum lebar, dan bersorak dalam hati menyambut kehancuran putri tirinya itu.

Namun, Shen Yue sama sekali tidak bergeming. Ia menarik napas panjang, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, lalu menatap Kaisar tanpa sedikit pun rasa gentar.

"Yang Mulia Kaisar yang agung," ucap Shen Yue dengan nada bicara yang sangat terstruktur dan penuh logika. "Hamba tidak berbicara tanpa dasar. Seorang pemimpin kekaisaran yang sejati harus memiliki ketajaman pandangan, kejujuran moral, dan kemampuan menilai kebenaran secara objektif. Namun, apa yang baru saja dilakukan oleh Putra Mahkota?"

Shen Yue memutar tubuhnya sedikit, dan menunjuk ke arah Zhao Xiao dengan tatapan tajam.

"Ia berdiri di hadapan Anda, mengangkat masalah pribadi ke ruang sidang agung hanya untuk memuaskan ego pribadinya dan wanita di sampingnya. Ia menilai seseorang bukan dari kemampuan atau ketulusan hati, melainkan dari rumor murahan yang disebarkan oleh orang-orang licik di belakang layar. Jika seorang Putra Mahkota saja begitu mudah dikendalikan oleh prasangka dangkal dan tidak mampu membedakan intrik rendahan... bagaimana mungkin ia bisa memegang kendali atas ribuan kilometer wilayah kekaisaran dan melindungi rakyat di masa depan?"

Mendengar penuturan Shen Yue, wajah Zhao Xiao pun memerah padam antara malu dan amarah yang meledak-ledak. "Kau—! Lancang sekali mulutmu! Ayahanda, bunuh dia! Dia sudah gila dan menghina istana!"

"Diam, Zhao Xiao!" bentak Kaisar dengan suara tegas yang membuat sang Putra Mahkota langsung terdiam kaku.

Kaisar menatap Shen Yue lebih lama lagi. Di dalam mata sang penguasa, tersirat rasa kagum yang amat mendalam.

Selama bertahun-tahun, Kaisar dikelilingi oleh para menteri penjilat dan keluarga bangsawan yang hanya tau cara mencari muka. Belum pernah ia melihat seorang wanita muda yang memiliki keberanian, ketegasan, serta ketajaman analisis tingkat tinggi seperti Shen Yue.

Sosok inilah yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Istana Timur untuk menopang kepemimpinan kekaisaran di masa depan.

Kaisar perlahan menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya, lalu tertawa pelan, sebuah tawa berat yang bergema di seluruh aula perjamuan, dan meredakan ketegangan yang sempat mencekik leher semua orang.

"Luar biasa! Jawabannya sangat cerdas, jujur, dan tajam!" seru Kaisar.

Ia kemudian mengalihkan pandangannya pada Zhao Xiao dengan sorot mata dingin dan penuh kekecewaan.

"Putra Mahkota, kau meminta pembatalan pertunangan ini hanya karena termakan rumor dan membiarkan matamu dibutakan oleh hal-hal dangkal. Kau hampir saja melepaskan seorang mutiara berharga yang memiliki kecerdasan serta keberanian seluas ini!" tegur Kaisar. "Gadis seperti Nona Shen Yue inilah yang memiliki kualitas sejati untuk menjadi Putri Mahkota dan mendampingi pemimpin kekaisaran!"

Zhao Xiao terhenyak kaku di tempatnya, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

Kaisar mengangkat tangannya, dan menyampaikan titah resmi di hadapan seluruh petinggi negeri.

"Permintaanmu untuk membatalkan pertunangan... DITOLAK!" titah Kaisar menggelegar. "Pertunangan antara Putra Mahkota Zhao Xiao dan Putri Sulung Shen Yue tetap berlaku mutlak! Tidak ada seorang pun yang boleh mempertanyakannya lagi!"

Jlebed!

Seluruh isi aula perjamuan kembali terkejut bukan kepalang! Keputusan Kaisar yang secara tegas mempertahankan Shen Yue karena terpukau oleh kecerdasannya benar-benar di luar dugaan semua orang.

Zhao Xiao mengepalkan tangannya dengan wajah pucat pasi dan terpukul, sementara Lin Wanru di belakang hampir pingsan karena menahan malu.

Di sudut meja lain, Jiang Xiuwei dan Shen Mingzhu melotot syok, rencana mereka untuk mendepak Shen Yue hancur berkeping-keping.

Shen Yue sendiri memicingkan matanya tipis. Meskipun pertunangan itu tidak langsung terputus seperti rencananya, ia tau bahwa posisinya kini berada di atas angin.

Kaisar secara terbuka telah mengakui kecerdasannya dan memberinya perlindungan hukum tertinggi di kekaisaran.

"Hamba menerima titah Yang Mulia Kaisar," ucap Shen Yue tenang sambil membungkuk hormat dengan anggun.

Di hadapan seluruh petinggi negeri, Shen Yue membalikkan badan dan melangkah kembali ke tempat duduknya dengan kepala tegak.

Malam itu, di bawah cahaya bulan istana, babak baru dalam hidupnya resmi dimulai—bukan lagi sebagai gadis malang yang tertindas, melainkan sebagai sosok calon Putri Mahkota yang ditakuti oleh lawan-lawannya dan disegani oleh seluruh istana.

Bersambung....

1
Dewi Habibah
😍😍😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!