Nita, terpaksa datang ke Korea sebagai tenag a kerja demi berusaha membayar hutang keluarganya, ia bertemu dengan Juan,Bos yang sombong dan arogan.Ia selalu bertindak seenaknya namun Nita adalah tipe wanita yang selalu berusaha tegar menghadapi setiap kesulitan dalam hidupnya, siapa sangka ia bertemu juga dengan kakek dan nenek Kim yang merupakan kakek dan nenek nya Juan, dari situ kehidupan nya di Korea berubah menjadi lebih baik. Namun kesulitan nya kembali hadir ketika Yuri, wanita yang dicintai Juan ada di tengah kehidupan mereka. Akankah Nita bisa melewati tiap kesulitan dalam hidupnya termasuk cintanya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emjiea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
"Nita!!" panggil nenek dengan nada agak keras dan seolah khawatir.
"Ya,,ada apa nek?" Nita yang tengah berjalan di depan nenek, kemudian menoleh dan menghadap nenek.
"Kakimu kenapa? dan lagi kenapa dengan pipimu itu? kenapa aku baru menyadarinya. Ya Tuhan, itu pergelangan kakimu sepertinya mulai membengkak biru. Ayo kita ke dokter dulu" ucap nenek penuh kekhawatiran.
"ah tidak apa apa nek.Ini hanya keseleo sedikit tadi ketika turun dari bus kok. Sebentar lagi pasti akan sembuh Nanti ku pijat sendiri pasti akan membaik. Percayalah"
"Jangan bohong,kau tidak bisa menutupi kebohongan mu dihadapan ku."
"Demi Tuhan nenek, ini sungguh tidak apa-apa. Ok"
"anak ini sama saja dengannya. Keras kepala kalau dinasehati. Pokoknya kau jangan terlalu memaksakan. Nanti biar kakek panggil dokter ke rumah".
"Tidak usah nek, aku sungguh baik baik saja. Nenek tidak usah terlalu kawatir.hehe"
Namun sia-sia, walau Nita berusaha menutupi yang sebenarnya tapi kakek nenek itu memang benar-benar tidak bisa dibohongi. Akhirnya Nita mengalah dan menceritakan semuanya pada mereka, hingga akhirnya mereka memanggil dokter untuk memeriksa kaki Nita dan meminta Nita untuk menginap untuk sementara disitu, karena tulang pergelangan kakinya sedikit retak, hingga dokter memintanya untuk tidak berjalan jalan dulu untuk sementara. Nita pun mengirim pesan pada Desi agar dia tidak khawatir.
"Kau tidak usah kerja lagi nit, tinggal lah disini. Penghasilan dari menjual bunga kami lebih dari cukup untuk membiayai hidup kita. Rumah ini juga jadi lebih hangat karena ada kamu. Lagi pula kita hanya berdua, masih ada beberapa kamar kosong di rumah ini" ucap kakek dan nenek saling melengkapi.
"huftt, sebenarnya aku malu pada kalian. Kalian sangat baik, padahal aku hanya orang asing biasa. Bahkan mungkin aku tidak bisa membalas kebaikan kalian. Terima kasih banyak kakek nenek. Doaku semoga kalian selalu sehat,panjang umur dan bisa berkumpul dengan cucu kalian dan keluarga lain.
"Kau bicara apa, kau lah cucu Perempuanku. cucu laki-laki kami nanti adalah suamimu. Semoga kau memperoleh suami yang baik dan selalu mencintai dan membahagiakanmu" ucap nenek kemudian memeluk Nita.
"Oh iya, ngomong-ngomong perut kakek sudah tidak tahan ingin diisi makanan nih.hehe"
"ih dasar si kakek, malah ingetnya makan terus" tutur nenek.
"Ah,maafkan aku kek nek, acara makannya jadi tertunda karena aku".
Di asrama, sore itu Juan tengah duduk di meja makan sambil melihat layar ponselnya seperti sedang mengecek dan memantau sesuatu. Kemudian Liem menelfonnya.
"Ya, kenapa?" jawab Juan.
"Aku sedang di perjalanan ke asrama. Bersiaplah aku akan menjemputmu" ucap Liem.
"hemm,ya. Tapi kau mampirlah beli makanan dan camilan"
"Apa???" kau masih menyuruhku.?
"Terserah kamu saja" Tut
"Huh,dasar manusia es tetaplah manusia es. Suka semaunya sendiri. Tapi sekarang kasian juga si, seandainya aku punya adik perempuan pasti sudah ku jodohkan denganmu.hehe" oceh Liem sambil menyetir.
ting..tung...
sampailah Liem di asrama.
"Masuklah..!" perintah Juan.
"Waw,menakjubkan.Seorang Juan mau tinggal di kamar seperti ini." ucap Liem sambil memasuki kamar itu.
"Tutuplah mulutmu,kalau tidak mau ku hilangkan paksa!"
"Dasar.!! manusia es,ingat kalau tidak ada aku, kamu akan kesusahan tau.!" jawab Liem.
Juan hanya membalasnya dengan pandangan tajam ke arahnya.
"Ya..ya..Ok..Ok..nih titipannya" Liem akhirnya menyerah sambil memberikan beberapa makanan yang dibelinya tadi.
"Aku masih mencurigai beberapa orang dalam masalah ini,aku yakin. Ada dalang lain di belakang Yuri. Ini terlalu rapi untuk dikerjakan seorang diri oleh nya"
"Betul,aku juga sudah mencurigainya dari awal. Hanya saja setiap aku akan menemukan petunjuk,seolah itu terputus tak berjejak" jawab Liem.
"Hubungi detektif Jeno untuk menyelidikinya, dan minta bantuan David untuk mengusut dari luar negeri."
"Siap.! aku selalu siap untukmu. Tapi, apa tidak lebih baik kau pulang ke rumah kakek dan nenek mu.? aku yakin, kakek dengan kekuatan nya akan sangat membantumu menyelidiki kasus ini" ucap Liem.
"aishh...sial.!! Yuri,,karena kau,aku harus menanggung malu di hadapan kakek dan nenek ku. Tunggu balasanku nanti."
"Rasakan kau! anak manja nakal nan angkuh dan bodoh.Membedakan mana orang yang tulus dan baik saja gak bisa. Percuma kau kuliah sampai S3 kalau hanya pintar di ilmu pengetahuan tapi gak pintar dalam perasaan dan kepribadian" ucap Liem dalam hati.
"Simpan makanan itu di kulkas,dan tinggalkan cek di atas meja, setelah itu antar aku ke rumah kakek" perintah Juan.
"hahahaha" tawa Liem
lagi lagi Juan hanya membalas dengan tatapan tajam seolah siap menusuknya.
"s..sorry" ucap Liem yang kemudian berlalu untuk melaksanakan perintah Juan. Tak lama mereka telah siap di mobil dan bergegas melajukan mobilnya menuju rumah kakek dan nenek Juan.
Sementara di STAR HOTEL,Desi dan semua karyawan kembali dikumpulkan oleh Yuri sesuai dengan tiap bagian. Di bagian service dipimpin oleh pak Kang Chul, beliau mengumumkan peraturan baru setelah direktur berganti menjadi Yuri. Selain peraturan,ia juga menyampaikan info terkait resufle pegawai. Betapa kagetnya Desi ketika nama Nita disebut sebagai salah satu karyawan yang diberhentikan dari hotel tersebut. Kaget dan sedih, mengingat beban yang saat ini sedang ditanggung Nita di tanah air.
"Ya Allah Nita,,kasian banget kamu kak. Dan bagaimana kalau kamu mendengar berita ini.? aku harus bagaimana? Ah,aku harus secepatnya menelepon nya untuk memastikan keadaannya saat ini. Jangan sampai dia sedih sendirian,aku harus membantunya dan memberinya semangat" ucap Desi dalam hati,dengan penuh khawatir dan sedih akan keadaan Nita,teman sekaligus saudara perempuan baginya.
Di rumah kakek,tampak Juan telah sampai di depan pintu. Dia ragu untuk mengetuk pintu, cukup lama dia berdiri disana untuk menyiapkan hati dan mentalnya lagi,mengingat pasti akan dihukum kakeknya yang menurutnya terkenal galak dan tegas. Kemana Liem.? tentunya dia tidak mau mengambil resiko untuk mengalami hal yang sama dengan Juan nantinya, sehingga dia hanya mengantar Juan sampai depan rumah Kakek kemudian dia langsung pergi.
"apa ini? bagaimana bisa aku memegang sekuntum bunga mawar merah begini? dan apa ini? kue tart rasa strawberry? ahh,Liem kau benar benar membuatku kesal,awas saja kalau saran mu ini tak berhasil. Aku doakan ga akan ada wanita yang menyukaimu"
"hatciiiimm.!!" Liem yang sedang mengendarai mobilnya tiba-tiba bersin.
Tok...Tok...Tok...
Setelah berkutat lama dengan dirinya, akhirnya Juan mengetuk pintu rumah itu.
"Kenapa sepi sekali? apa mereka sudah ke rumah utama ya? tapi tadi Liem bilang mereka ada disini kok. Ah,biar ku coba lagi deh"
Tok...tok...tok
Masih tidak ada respon,akhirnya Juan mencoba menekan gagang pintu dan ternyata tidak dikunci. Kemudian dia memutuskan untuk langsung memasuki rumah itu sambil memanggil kakek dan neneknya dengan ragu.
"Hem..nek...nenek..kau ada di dalam.? kek..m..ma..maaf,i..ini Ju..Juan cucumu. Maaf aku berkunjung tiba tiba. Ha..halooo..nek..kek.."
"Plukkk" seseorang menepuk pundak Juan,,,