Indonesia
NovelToon NovelToon
KSATRIA SIHIR DAN 9 RAJA ( MAGIC KNIGHTS AND 9 KINGS)

KSATRIA SIHIR DAN 9 RAJA ( MAGIC KNIGHTS AND 9 KINGS)

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syaiful aditya(2)

Cerita ini berkisah tentang 9 raja kerajaan Uxolo dan seorang pemuda bernama Rei. Sejak umur 7 tahun, Rei sudah menguasai ilmu sihir 4 elemen yang merupakan ilmu sihir tingkat 2. Orang tua Rei menginginkan Rei mengembangkan bakatnya untuk menjadi penyihir. Tetapi, Rei menolak dan memilih ingin menjadi Ksatria kerajaan Uxolo.

Saat usianya sudah cukup untuk mendaftar sebagai ksatria, Rei pun berangkat ke ibukota Uxolo. Alih-alih di terima sebagai Ksatria, Rei malah di rekomendasikan menjadi tentara cadangan. Tetapi, ia tak menyesalinya dan akhirnya di terima sebagai tentara cadangan Uxolo.

Suatu ketika ada tragedi yang menimpa Rei dan 3 raja Uxolo yang akhirnya membuka sebuah rahasia bahwa Rei merupakan pemilik reinkarnasi kekuatan sang manusia ciptaan ke-10.

Dari sinilah kehidupan Rei berubah, ia diangkat menjadi Ksatria sihir dan bersama 9 raja harus berjuang matia-matian memerangi kejahatan Axis knight yang hendak membebaskan raja iblis Coenubia dari rantai segel para Dewa dan Dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syaiful aditya(2), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER #17# MUNCULNYA MAKHLUK RAKSASA

Situasi peperangan di ibukota Sofya setelah 2 minggu berlalu mulai berbalik. Pasukan Axis yang awalnya kualahan perlahan berhasil menembus tembok pertahanan Sofya berkali-kali. Tapi, atas kepintaran strategi Yuko yang memimpin pasukan membuat para prajurit Uxolo berhasil memukul mundur lagi para pasukan Axis.

Yuko selama berhari-hari ikut bertarung di garis depan. Sedangkan Rei karena tak pandai menggunakan pedang, ia hanya bisa membantu dari atas gerbang kota. Rei menembakkan sihir-sihirnya kearah musuh serta membuat pelindung jika pasukan musuh menggunakan ketapel-ketapel dan meriam sihirnya untuk menyerang.

" Berapa lama lagi ini berakhir? " keluh Yuko melihat pasukan Axis kembali menyerang di pagi hari saat matahari baru saja terbit.

" Raja Shu dan raja Nano belum kembali juga. Entah kenapa aku punya firasat buruk tentang mereka, " sahut Rei yang duduk di sebelah Yuko.

" Hmh, aku juga memiliki firasat seperti itu, " Yuko berdiri dan menarik pedangnya. " Tapi, walaupun hanya tersisa kita berdua, kita harus melindungi kota ini! "

Yuko mengangkat pedangnya ke atas dan berseru, " SELURUH PASUKAN BERSIAP! "

Seruan Yuko disambut dengan kesigapan para pasukan Uxolo yang membentang dari barat sampai timur benteng.

Tembakan-tembakan peluru catapult dan meriam sihir mulai berdatangan menghujani tembok kokoh kota Sofya.

" Serangan ini lebih besar dari sebelumnya. Apa mungkin ini serangan terakhir? " tanya Rei.

" Ya, sepertinya begi–, "

...Degg...!...

Belum selesai Yuko menjawab, tiba-tiba terasa guncangan energi sihir yang sangat besar. Guncangan itu hanya berlangsung satu detik namun efeknya membuat seluruh pasukan Uxolo maupun Axis mengalami lumpuh sesaat tak terkecuali Rei dan Yuko.

" Energi sihir macam apa itu? " Yuko berlutut karena seluruh badanya lemas terkena efek guncangan sihir.

Rei lang berinisiatif mencari sumber energi sihir itu menggunakan sihir pelacak. Dan ia terkejut seketika saat merasakan bahwa guncangan energi sihir itu berasal dari tanah yang jaraknya 500 meter di depanya.

" I-ini? Energi itu berasal dari tanah di depan kita! " keringat dingin mulai membasahi wajah Rei. Ia memiliki firasat buruk tentang energi sihir itu.

Tak lama kota Sofya tiba-tiba diguncang gempa kuat yang membuat  panik seluruh penghuni kota termasuk pasukan Uxolo. Sedangkan pasukan Axis, mereka hendak menyerbu benteng namun karena gempa kuat dan guncangan energi sihie sebelumnya membuat mereka mengurungkan niat.

Gempa yang terjadi hanya berlangsung 1 menit. Tapi setelah gempa selesai, langit merah yang awalnya sedikit cerah tiba-tiba langsung tertutup awan hitam yang berputar-putar di atas kota Sofya.

...Booom...! Booom...! Booom...!...

Dari awan itu tiba-tiba meluncur tiga cahaya biru yang semuanya mengarah ke gerombolan pasukan Axis. Cahay itu meledak dan memporak-porandakan barisan pasukan Axis.

" Ledakan apa itu!? " ucap Rei yang terkejut melihat ledakan yang menghancurkan pasukan Axis.

" A-apa dewa membantu kita? " tanya Yuko mengira bahwa para Dewa mulai turun ke dunia bawah.

Rei mendongak ke atas. Ia melihat langit yang masih merah dari celah-celah awan hitam. Ia pun menampik pertanyaan Yuko, " Tidak, itu bukan serangan dari dewa. Jika para dewa membantu kita, seharusnya langit sudah tak berwarna merah. "

Saat mereka sedang bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, dari balik awan hitam yang berputar turunlah sesosok makhluk raksasa yang tingginya dua kali lipat tinggi benteng Sofya. Makhluk aneh bermata tiga dengan dua tanduk di dahi itu, memiliki badan setengah ular. Namun, makhluk tersebut berparas cantik dan rambutnya bukan berisi helaian bulu melainkan helaian ular hitam. Di tengah dada makhluk tersebut terdapat kristal biru.

Melihat makhluk raksasa itu menapakkan tubuhnya ke tanah langsung membuat seluruh pasukan Uxolo terdiam dan takut. Banyak dari mereka yang pasrah menunggu kematian dan ada juga diantara mereka yang menganggap bahwa yang turun dihadapan mereka adalah seorang dewa yang asli.

" M-makhluk a-apa itu? " tanya Yuko dengan mata lebar menatap makhluk tersebut.

Rei tiba-tiba menjatuhkan badan. Ia tak bisa berucap apapun melihat makhluk itu.

Makhluk bermata tiga langsung melihat ke arah Rei. Dari mata ketiganya yang berada di tengah dahi, muncul sebuah bols hitam yang perlahan terus berputar dan memadat.

Yuko merasakan bahwa bola itu memiliki energi sihir besar dan hendak di tembakkan langsung berteriak pada Rei, " Rei siapkan sihir perlindungan sekaraaaang...! "

Rei langsung terkejut mendengar teriakan Yuko. Ia langsung berdiri, " HOLY MAGIC : SANCTUARY!!! "

Kubah hijau transparan langsung menutup seluruh kota. Dan tak lama benar saja, bola hitam itu ditembakkan kearah mereka.

...Booooooom...!...

Bola yang ditembakkan berubah menjadi cahaya laser merah yang langsung menghantam sihir pelindung Rei dan menimbulkan ledakkan besar. Saking kuatnya ledakkan membuat kubah pelindung tak bertahan lama. Walaupun berhasil menahan serangan itu, kubah pelindung milik Rei hanya bisa menahan satu serangan saja.

Setelah tembakkan itu, tak disangka kali ini ketiga mata sang makhluk raksasa mengeluarkan bola sihir yang serupa lagi.

" Sial! Satu serangan saja bisa menghancurkan sanctuaryku. Sekarang tiga serangan? " desis Rei.

" Apa tak ada yang bisa kita lakukan? "

" Aku akan mencoba menahannya sekali lagi tapi jika ini gagal, tak ada yang bisa kita lakukan lagi. HOLY MAGIC : SACNTUARY...! HYAAAAAAAAAA...! " teriak Rei merapal mantra sihir kubah pelindung lagi. Kali ini pelindungnya lebih tebal walaupun ketebalanya tak seberapa.

Makhluk raksasa itu tiba-tiba membuka menghentakkan tongkatnya sekali dan kubah pelingdung Rei tiba-tiba hancur seketika.

" Sial! Makhluk itu bisa menghancurkan mantraku! Aku tak sempat merapal lag–, " belum habis berkata, makhluk tersebut langsung melesatkan 3 laser merah kearah Rei.

" FIRE WALL...!! " dari arah barat muncul sebuah tembok api raksasa yang membentang kearah Timur.

...Boooom...! Boooom...! Boooom...!...

Tiga tembakan makhluk itu membentur tembok api dan langsung meledak. Setelah ledakkan itu, tembok api juga langsung menghilang.

" Ma-maaf aku terlambat, "

Dari belakang Rei tiba-tiba terdengar suara seorang pria. Rei langsung menengok kebelakang, " Yang mulia!? " Rei terkejut melihat raja Shu sudah berada dibelakangnya dengan kondisi mulut berdarah.

" Tak kusangka aku dipermainkan makhluk itu, " raja Shu melirik kearah makhluk raksasa.

" Apa maksud anda yang mulia? " tanya Yuko.

" Setelah mengantar Nano ke medan barat, aku bertemu makhkuk itu dengan sosok berbeda. Aku mengejarnya dan ternyata aku di tipu. Ia memancingku pindah ke dimensi ciptaanya. Selama berhari-hari aku mencari jalan keluar dari dimensi itu dan kukira perbedaan ruang dan waktu disana lebih lambat dibanding dunia kita. Tapi ternyata sebaliknya, " jelas raja Shu.

" Apa yang mulia tahu tentang makhluk itu ? " tanya Rei.

" Jika kau tanya tahu atau tidak. Jelas aku sudah tahu sejak lama. Dan ceritanya sangat panjang. Tetapi, intinya makhluk itu bukanlah makhluk yang asing bagi kalian, " raja Shu menarik pedang dan berjalan melewati Rei beberapa langkah.

" A-apa maksud anda? " Rei mendekati raja Shu.

" Yang jelas yang kau lihat sekarang adalah wujud lain dari raja iblis, "

" Bukankah raja iblis sedang berhadapan dengan para raja yang lain? " Rei semakin tak paham tentang yang dikatakan raja Shu.

" Sebelum tersegel, raja iblis membagi dua tubuhnya. Dimana tubuh yang sekarang kau lihat tak memiliki jiwa dan yang memiliki jiwa hanyalah tubuh aslinya yang tersegel, "

" Lalu siapa yang mengendalikan tubuh itu? " tanya Yuko.

" Tutup mata kalian dan rasakan kembali energi makhluk itu, "

Rei dan Yuko menutup mata sesuai perintah raja Shu. Mereka berdua mencoba mendeteksi kembali energi sihir makhluk di depan mereka.

Rei seketika membuka matanya, " I-ini!? "

" Tak mungkin ma-makhluk itu dikendalikan oleh–, " sambung Yuko yang juga terkejut.

" Ya, yang mengendalikan makhluk itu adalah Lilia," sahut raja Shu dengan tenang. " Sebenarnya dia adalah  dewi Tiamat yang terlahir kembali dan menulis ulang takdirnya agar tak ada manusia yang mengenali dia. "

" Jadi yang mengutuk anda adalah nona Lilia? Dan dia mengarang cerita tentang asal mula kutukan yang menimpa anda? " tanya Rei.

" Ceritanya panjang Rei. Tetapi, yang dia ceritakan padamu bukan karangan melainkan kenyataan karena sebelum kematiannya, dia menulis ulang takdir. " raja Shu menyodorkan pedangnya pada Yuko.

" Eh? Kenapa yang mulia memberikan pedang anda pada saya? " Yuko kebingungan karena raja Shu tiba-tiba menyodorkan pedang.

" Makhluk itu hanya bisa dilukai dengan pedangku. Dan aku ingin kau membantuku menyerangnya. Jadi ambilah pedang ini, "

" La-lalu anda bagaimana? " Yuko mengambil pedang raja Shu.

Raja Shu menutup mata, sesaat kemudian muncul banyak sekali butiran-butiran cahaya emas memadat di kedua tangan raja Shu. Perlahan butiran itu membentuk sebuah pedang emas dengan bawah gagang pedangnya terdapat permata berwarna merah darah.

Raja Shu membuka mata, terlihat kedua matanya berubah menjadi biru, " Aku akan menggunakan pusaka dewa dan gerbang surga. Yuko pedang yang kuberikan padamu sudah terikat dengan sihir teleportasi milikku. Dengan kata lain kau bisa berteleportasi kemanapun ke tempat yang ku tandai sihir dengan pedang itu. Mahluk di depanmu juga sudah ku tempelkan tanda sihirku. Kau bisa bergerak bebas menyerangnya tanpa kehabisan energi sihir karena teleportasi yang kau gunakan hanya menyerap energiku, "

" Ta-tapi kondisi yang mulia..., " ucap Yuko yang merasa canggung dan khawatir dengan kondisi raja Shu.

" Aku sudah siap untuk mati. Karena jangan sia-siakan kekuatan yang kupinjamkan padamu. Rei, saat aku dan Yuko berhasil memberi luka pada makhluk itu, langsung seranglah tepat di lukanya dengan sihir suci agar dia tak bisa beregenerasi, "

" Baiklah. "

" Yuko ikuti aku! " seru raja Shu sembari melompat dari atas gerbang. Yuko langsung mengiringi dari belakang.

Melihat rajaShu dan Yuko berlari mendekat, makhluk besar itu menjulurkan rambut-rambut ularnya untuk menyerang mereka berdua.

" Aku akan membuka jalan! Teruslah berlari lebih dekat lalu berteleportasilah! " raja Shu melompat dan menebas semua ular yang mengarah kepadanya.

Sayangnya ular yang sudah tertebas itu ternyata bisa beregenerasi yang membuat raja Shu kesulitan menahannya.

Sedangkan Yuko terus berlari mendekati makhluk itu. Hingga saat sudah dekat, Yuko langsung berteleportasi tepat dibelakang leher makhluk raksasa.

" Gunakan sihir terkuatmu Yukoo! " teriak raja Shu.

Makhluk besar itu menyadari kehadiran Yuko namun karena gerakannya lambat membuat Yuko berhasil menancapkan pedang itu ke leher belakangnya.

" WIND SWORD : HELL WIND SLASH! " pedang yang tertancap itu mengeluarkan cahaya merah. Yuko mencabut pedang itu. Seketika tubuhnya melebur menjadi angin merah yang menerjang makhluk tersebut.

Terjangan angin merah memberikan banyak luka ke tubuh makhluk itu. Tapi serangan Yuko tak berlangsung lama karena makhluk tersebut berhasil menangkis dengan kedua tanganya dan membuat Yuko terpelanting.

" Rei sekarang! " raja Shu berteleportasi menyelamatkan Yuko yang terpelanting.

Rei yang sudah mempersiapkan sihir bola api yang berjumlah ratusan dan mengambang diudara langsung ia tembakkan.

Tembakkan-tembakkan Rei berhasil menambah luka hingga membuat makhluk itu memekik kesakitan.

" Makhluk itu terlalu lemah, " ucap raja Shu yang tiba-tiba  berada di belakang Rei sambil membopong Yuko.

Rei pun menengok dan melihat tangan kanan Yuko patah dan ada luka terbuka di bagian dada, " Yuko! "

"

" Ma-maaf sebenarnya tenagaku sudah terkuras habis di perang kemarin. Untuk sekarang aku hanya bisa mengeluarkan jurus itu saja, " rintih Yuko dengan kepala tertunduk. Ia kecewa dan merasa tak berguna di pertarungan kali ini.

" Kau! Bawa Yuko ke tempat tabib di bawah! " raja Shu memanggil prajurit di dekatnya. Yuko langsung di bopong prajurit itu untuk menemui tabib.

" Tenang saja Yuko tidak apa-apa. Kita memiliki tabib dengan sihir penyembuhan terbaik. Sekarang fokuslah pada makhluk itu, " imbuh raja Shu.

" Entah kenapa makhluk itu perlahan energi sihirnya menurun drastis, " sahut Rei.

" Ya, seharusnya dia lebih agresif dan menyerang kita tapi dia seperti menunggu kita menyerangnya. Dan kita sedikit beruntung pasukan Axis tak ada yang berani maju lagi berkat makhluk itu. Sepertinya kehadiranya diluar rencana mereka, "

Beberapa saat makhluk yang awalnya hanya diam tiba-tiba menatap raja Shu dan tersenyum. Saat ia tersenyum langsung terasa lonjakan energi sihir yang secara cepat terpusat di ketiga matanya.

" Ini! Dia ingin menggunakan kekuatan penuhnya untuk membinasakan kita! " kejut Rei.

" Untuk mengalahkan makhluk itu, hanya perlu membunuh pengendalinya, " raja Shu menancapkan pedang emas ke celah-celah lantai gerbang.

" A-apa yang mulia ingin membunuh nona Lilia? "

" Aku bisa menyelamatkanya tapi itu tak mudah. Menyadarkan seorang dewi Tiamat dari kebencian adalah hal yang hampir mustahil, " jawab raja Shu. Ia mendekati Rei dan memegang bahu kirinya, " Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan? "

" Aku akan menyelamatkan nona Lilia bagaimanapun caranya. Walaupun dia seorang dewi, tapi aku yakin jauh di dalam hatinya masih ada cahaya. Aku hanya perlu mengambil cahaya itu walaupun berada di dalam lautan lava panas! " jawab Rei percaya diri dan tak ingin kehilangan sosok guru yang sudah mengajari dan membantunya.

Raja Shu tersenyum kecil, " Baiklah, aku akan mencobanya. " Ia berjalan ke depan dan meninggalkan pedangnya yang tertancap di atas gerbang tempat mereka berada.

" Yang mulia, pedangmu! "

" Rei gunakan pedang itu untuk menghancurkan makhluk di depanmu, "

" Ba-bagaimana caranya? Pedang ini adalah pemberian dari dewi freya kepada yang mulia dan sudah jelas hanya yang mulia saja yang dapat memakainya, "

" Rei, pendahulumu adalah makhluk yang sangat dicintai oleh para dewa karena kekuatan yang dimilikinya mampu menyeimbangkan dunia bawah dan atas. Selain itu, pendahulumu memberikan seluruh jiwa dan raganya hanya untuk melayani para dewa, berbeda dengan kami yang memilih hidup sebagai manusia di dunia bawah. "

" La-lalu bagaimana caraku menggunakanya? "

" Pegang pedang itu, "

Rei menuruti perkataan raja Shu. Ia mengambil pedang emas itu. Saat jarinya menyentuh gagang pedang, seketika Rei langsung tau cara menggunakan pedang tersebut.

" Kemampuan pedangmu sangat buruk, jadi kusarankan kau gunakan pedang itu selayaknya tongkat sihir. Rei, aku akan mencoba menyelamatkan Lilia dan kau seranglah makhluk itu sekuat tenagamu. Saat makhluk itu mengeluarkan perisai sihir, langsung gunakanlah kekuatan terkuat dari pedang itu. Kau paham? "

" Ba-baik yang mulia, "

" Baiklah, aku harus lebih dekat agar bisa berteleportasi ke tempat Lilia. Rei, tolong lindungi aku dari belakang! " raja Shu melompat lalu berlari ke arah makhluk didepan.

Ular-ular dirambut makhluk itu mulai menyerang raja Shu silih berganti. Dengan kelincahanya sembari dibantu tembakan-tembakan sihir dari Rei, raja Shu perlahan berhasil mendekatinya. Ia langsung menatap kristal di dada makhluk tersebut dan langsung berteleportasi.

Setelah raja Shu berhasil teleportasi, Rei bersama para pasukan menembaki makhluk itu dengan sihir, panah, dan peluru-peluru dari trebucet.

To be Continue...

1
Mikulala 12
wahh
bau" mo tamat..
HORA: sbntar lagi;)
total 1 replies
Alvi Reza
Mengharap Raja Alam mati tragis
Hyakkimaru
lilia siapa eiiiiiii
HORA: baca ulang dri chapt 1 biar paham
total 1 replies
dewita anggraini
naiiseuu
Mikulala 12
aaaaaaaaaaaaaa goblin kambing!!!!!
Krisantia Helena
paha suci🤣🤣🤣
Razel✓
Wahh aku makin penasaran :D
Hyakkimaru
waw
Krisantia Helena
penasaran ama lanjutan nya
Hyakkimaru
kok gak update thor??
Hyakkimaru: udah sabar
tetap aja gak update
total 2 replies
Mikulala 12
aaaaaa tombol next ny ilanggggg
IBNU LHO IKI!!!!
raja edi favoritku :v
Krisantia Helena
lanjutkan ku suka( ;∀;)
Mikulala 12
ya ampun ngakakxD
ahahahah suka bat liat ryuro tersiksa
Krisantia Helena
astaga ngakak, kasian juga dipukul😂
Mikulala 12
Semoga tokoh rei memiliki sifat yang tak terduga:D
Mikulala 12
uwawwww sugoiii
Krisantia Helena
untung gajadi sate:/
Krisantia Helena
uwah (◍•ᴗ•◍)✧*。
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!