Indonesia
NovelToon NovelToon
Luka Hati

Luka Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mata-mata/Agen / Menyembunyikan Identitas / Cinta setelah menikah / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:718.9k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

~Bahkan, goresan peluru sekalipun tak pernah sesakit ini...

Pandu tak pernah menyangka akan terjebak dalam permainan seorang wanita licik penuh rahasia bernama Celine.

Terikat dalam pernikahan bersama wanita itu tak pernah memberikan bahagia untuk Pandu. Hingga lama kelamaan, perlahan kebencian itu mulai menghilang dan menghadirkan rasa yang asing di hati Pandu.

Namun, ketika Pandu memutuskan untuk mengutarakan isi hatinya, Celine malah berpamitan pergi. Tidak hanya dari rumah Pandu tetapi juga dari kehidupan lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Balas dendam yang sepadan

"Hmm... Wulan! Kamu bisa pulang sendirian nggak?" tanya Pandu dengan senyum tak enak pada Wulan.

"Bisa kok. Bisa!" jawab Wulan dengan cengir canggung. Wanita itu bergegas meraih tasnya di atas meja sebelum berpamitan.

"Di dalam laci itu, ada uang. Ambil untuk ongkos taksi kamu!" cegat Pandu sambil menunjuk pada sebuah laci nakas di samping kursi tamu.

"Nggak apa-apa nih?" tanya Wulan tak enak.

"Nggak apa-apa. Anggap aja sebagai permintaan maaf aku karena udah manfaatin kamu buat bikin istri aku cemburu!" jawab Pandu dengan napas tersengal.

"Y-ya udah,, aku pamit ya!" kata Wulan usai mengambil uang dari laci nakas. "Permisi ya, Mba!" pamitnya pada Celine saat dirinya sudah membuka pintu untuk keluar.

Secepat kilat, Wulan berlari dari sana. Ia tak enak menganggu kemesraan sepasang suami istri yang sepertinya sudah kembali akur itu. Lihat saja tadi! Pandu menggendong istrinya dengan mesra begitu. Ahhhh... Wulan seharusnya marah karena sudah di manfaatkan sekaligus di permalukan. Tapi, yang ada justru dirinya malah tertawa oleh tingkah kekanakan suami istri yang sepertinya terlalu dini untuk menikah itu.

"Pandu! Turunin!" teriak Celine sekali lagi. Kakinya ia sentakkan berulang kali.

"Oke!" ucap Pandu menyerah. Astaga! Pinggangnya serasa hampir patah akibat Celine yang sedari tadi tidak mau diam saat di gendong.

"Apa-apaan sih kamu?" Celine langsung menyerang Pandu begitu lelaki itu menurunkannya.

"Kamu yang apa-apaan?" balas Pandu seraya menahan kedua tangan Celine yang tadi memukulinya. "Mau kemana kamu dengan pakaian kayak gini, hah?" tanyanya nyalang.

"Bukannya aku udah bilang? Aku juga mau nyari kesenangan di luar seperti yang kamu dapetin tadi dari perempuan itu!" balas Celine dengan tatapan tak kalah nyalang.

"Benar-benar udah gila ya, kamu?" tanya Pandu tak habis pikir.

"Gila? Kamu bilang aku gila? Kenapa kamu bisa mesra-mesraan sama perempuan lain sementara aku nggak bisa? Bukannya itu nggak adil?" teriak Celine tak terima.

"Aku nggak ngapa-ngapain, Celine! Tadi itu cuma bohongan!" kata Pandu membela diri.

"Bohongan? Mana ada bohongan sampai beneran di pangku kayak gitu? Kamu pikir aku anak kecil yang bisa kamu kibulin?"

Menilik dari ekspresi Celine yang berapi-api, Pandu bisa menangkap sesuatu yang sontak merubah mood-nya menjadi senang.

"Kamu cemburu?" tebak Pandu dengan ekspresi yang tiba-tiba mendadak tersenyum. Kedua tangannya bersilang di depan dada dengan tatapan jahil menghakimi. Sebelah alisnya terangkat yang semakin membuat Celine menjadi salah tingkah.

"Ih..." Celine menyentakkan tangannya dan melangkah mundur menjauhi Pandu. "Nggak sudi," jawabnya berbohong. Padahal, jauh di dalam lubuk hati, ia ingin membunuh Wulan detik ini juga andai perempuan itu menolak untuk meninggalkan suaminya.

"Jangan-jangan, kamu mulai jatuh cinta sama aku ya?" tebak Pandu tepat sasaran.

"Iya" jawab Celine dalam hati yang sayangnya belum mampu untuk ia akui secara langsung untuk saat ini.

"Jangan kege-eran.Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau aku ini punya maksud tersembunyi buat dekatin kamu?"

Pandu lagi-lagi menghela napas. "Jangan memancing keributan lagi, Celine! Apa kamu nggak capek bertengkar sama aku terus?"

"Kamu yang selalu mulai duluan, Pandu!"

"Karena kamu yang terlalu banyak menyimpan rahasia dan kebohongan, Celine!" debat Pandu tak mau kalah.

Celine membisu. Perkataan Pandu sukses memotong segala kalimat yang hendak Celine ungkapkan. Wanita itu benar-benar kehabisan kata-kata.

"Aku capek! Aku mau istirahat!" kata Celine mengakhiri topik pembicaraan sambil melangkah masuk menuju tempat tidur. Meninggalkan Pandu dengan segala rasa penasaran karena Celine selalu saja menghindar untuk membahas tentang dirinya.

"Selalu aja berakhir kayak gini!" gumam Pandu setengah kesal.

****

"Udah tidur?" tanya Pandu pada wanita yang tengah berbaring membelakanginya. Sejak pembicaraan mereka di ruang tamu selesai, Celine masih belum pernah mengajaknya bicara lagi sampai sekarang.

"Belum," jawab Celine singkat tanpa berbalik.

Jarak yang tercipta akibat pertengkaran mereka tadi siang di pantai Kelingking terasa begitu nyata. Seolah-olah, ada sekat tak terlihat yang membatasi keduanya.

"Maaf karena aku udah ninggalin kamu tadi siang!" Pandu berucap lirih dengan tulus. Ia baru menyadari kesalahan besarnya dengan meninggalkan Celine sendirian di pantai yang sepi saat tadi perempuan itu tiba di hotel larut sekali. Pandu mendengar dari salah satu pegawai hotel, bahwa Celine sempat kesulitan untuk pulang karena tidak membawa uang sepeser pun. Celine bahkan berutang pada pegawai hotel tersebut karena dompetnya masih berada di dalam kamar untung membayar ongkos taksi.

Celine meneguk ludahnya susah payah. Pandu memang benar-benar seperti dugaannya. Mirip cuaca yang gampang berubah-ubah. Ya, walaupun Celine tahu bahwa perubahan itu tentu saja atas permintaan Bima Dirgantara. Tapi, bolehkah Celine menuruti kata hatinya kali ini? Berpikir bahwa permintaan maaf Pandu benar-benar murni karena dorongan hati nurani lelaki itu sendiri tanpa paksaan siapapun.

"Aku juga minta maaf karena belum bisa jujur sama kamu! Kelak, kalau waktunya udah tepat, aku pasti bilang kok. Katakan pada Pak Bima dan Sam bahwa aku akan mengungkapkan semuanya suatu saat nanti. Hanya saja, tidak sekarang. Tunggu sedikit lagi sampai aku merasa siap."

Napas Pandu tertahan sempurna. Apa maksud Celine? Jadi, itu artinya wanita ini sudah sempat membaca pesan Sam tadi pagi dan masih berpikir untuk menyangkal sampai tadi siang?

"Jadi... kamu beneran baca pesan itu?" tanya Pandu syok.

Celine mengangguk tanpa berniat berbalik menghadap Pandu. Setetes cairan bening lolos membasahi bantal putih yang ia gunakan sebagai penyangga kepala.

"Tapi, Pandu! Sekalipun semua kebaikan yang kamu lakuin ke aku beberapa hari ini atas perintah orang lain, aku tetap ingin berterima kasih dengan setulus hati!" Celine menjeda ucapannya. Secarik senyum muncul tanpa bisa di lihat Pandu.

"Terima kasih karena sudah membuat aku merasakan apa itu bahagia. Aku sangat senang sampai-sampai lupa kalau kebencian kamu pasti justru terus-menerus bertambah karena aku! Dan, untuk itu, sekali lagi aku minta maaf! Maaf karena aku datang dan menghancurkan masa depan kamu!" cicit Celine di akhir kalimat.

Tanpa di duga Celine, Pandu tiba-tiba mendekat dan memeluk tubuhnya dari belakang. Satu buah kecupan lelaki berlesung pipi itu daratkan di bahu mulusnya.

"Maaf!" ucap Pandu lirih. Hanya kata itu yang bisa ia berikan untuk Celine. Matanya benar-benar terbuka malam ini. Celine bukan ancaman untuknya apalagi untuk Bima dan keluarganya. Celine hanyalah seorang perempuan lemah yang di paksa untuk kuat dan berlaku licik oleh dunia yang terkadang memang tidak adil untuk segelintir manusia.

Pandu tahu akan hal itu, karena bertahun-tahun yang lalu, dirinya pernah berada di posisi Celine hingga Sam datang dan menyelamatkan dirinya.

"Kamu ngapain?" tanya Celine yang berniat mengurai pelukan Pandu.

"Jangan bergerak!" perintah Pandu yang semakin erat melingkarkan lengannya di perut Celine. "Aku suami sah kamu, Celine! Aku berhak atas kamu dan kamu nggak boleh menolak sama sekali!"

"Ta-tapi..." Jantung Celine lagi-lagi rasanya hendak melompat keluar dari tempatnya. Tak tahukah Pandu kekacauan apa yang baru saja ia sebabkan di lubuk hati wanita itu?

"Cuacanya dingin! Dan, dengan meluk kamu kayak gini, rasanya jauh lebih hangat! Aku suka!" kata Pandu sebagai penutup perbincangan berat mereka malam ini.

1
Gintania nia
bagus banget
Dati Purwani
bener banget...👍👍👍..setuju...setuju...setuju..♥️
Nicky
masih belum nyambung aku, ini Gabriella dr Singapura tempat madam chue, dia nemuin bima, pandu dll di Indonesia? akomodasi alias uang, sarana prasarana aja ga ada. Atau ada paragraf yang terlewat baca?
Nicky
darimana gaby ini bisa tahu dengan pandu kalau dia suaminya Celine. Toh selama ini dia di kurung oleh madam chue, pernikahan pandu Celine juga tertutup kan.
itin
demen banget lihat zhao lusi aka celine. gemesin. defenisi gadis mungil super cute yg ga bisa diabaikan
Surati
bagus ceritanya
Mimi rachmah
mantaap banget ceritanya
Puspa Sella
sumpah baca karakter calline BKN emosi kenapa gak mau jujur heran aku
Dewa Nara
kenapa pisah
Maria Tri Wulandari
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
whaaa.. kereeen.. mantap Ellana🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
hahhaahhaha.. nangis sambil guling2🤣🤣🤣
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa jd Rindu si Top1 yg meninggal akibat di hianati sahabat2nya sndiri😭😭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
Luar biasa
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aaa aku rindu Darren 🤗🤗🤭
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
jangan2 si Lorna itu kakaknya Pandu yg di culik🤔🤔🤔
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
aku kembali cari pandu pke akun baru thor.. dlu ceritanya belum selesai ku baca
Ririn Satkwantono
UTK PEMILIK HATI SUAMIKU... apa blm ada yah.. kok aqcari lagi nggk ada
Mila Jamilah
cerita tentang roscoe belum up lgi Thor bari satu episode aku buka lapak nya
Anonim
suka ama karyamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!