Indonesia
NovelToon NovelToon
Hasrat Om Tampan

Hasrat Om Tampan

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:198.9k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

Sosok wanita cantik yang mulai mengusik kehidupan seorang pria yang di mulai hasrat yang selama ini dia pendam seolah mulai menunjukkan sisi posesif dan ingin memiliki apa yang wanita itu miliki.
"Hanya aku seorang yang pantas untukmu." Gumam Pria itu dengan mulai menunjukkan hanya dirinya yang pantas memiliki wanita cantik itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

 Hazel akhirnya menjelaskan semuanya pada Claudia siapa Om Haris itu.

 "Begitu ya." Claudia akhirnya mengerti apa yang Hazel ucapkan.

 "Memang kenapa?" Hazel bertanya balik pada Claudia.

 "Tidak ada apa-apa sih, sebenarnya aku pengen mengajak keluar aja." Claudia tak jadi mengajak keluar Hazel.

 Tiba-tiba saja Claudia berteriak,"Iya Ma, sebentar." Ternyata Claudia dipanggil oleh Mamanya.

 "Kapan-kapan kita terusin lagi ya." Claudia langsung menutup sambungan teleponnya.

 Hazel bangkit dari tempat duduknya,"Dari bosan di kamar terus, lebih baik aku keluar saja." Hazel keluar dari kamarnya,posisi Hazel sudah ada di taman belakang.

 "Aku baru tahu, di belakang ada kolam renang."batin Hazel yang saat itu duduk santai di pinggir kolam renang, sembari melihat pemandangan di luar.

 Hazel masuk kembali masuk ke dalam rumah, Hazel duduk santai di ruang tengah sembari membaca buku.

 Semakin lama Hazel tak bisa menahan rasa ngantuk, sampai akhirnya Hazel ketiduran di sofa dengan posisi tangan kanannya memegang buku miliknya.

 Dari luar terdengar suara mobil berhenti didepan pintu masuk,ternyata itu mobil milik Haris.Sengaja ia pulang lebih awal,karena takut ada apa-apa dengan Hazel.

 Apalagi posisi Hazel dirumah sendirian,Haris menggelengkan kepala melihat Hazel tertidur diruang tengah dengan posisi buku di tangannya

 "Benar-benar nakal,kenapa malah tiduran di ruang tengah." Haris mendekati Hazel,ia menggendong Hazel menuju ranjang di dalam kamar.

 Haris duduk di sisi ranjang, sejenak ia melihat handphone sembari mengirim pesan pada seseorang.

 Sesekali ia melirik Hazel yang tertidur pulas,Haris menelisik wajah Hazel dari dekat dari Mata, hidup mancung dan bibir manis Hazel yang nampak begitu merah bagaikan buah Cherry.

 "Cantik sekali wajahnya." Lirihnya,Haris tersenyum melihat wajah Hazel.

Seketika Haris merasakan sesuatu yang mulai menganggu,ia pun segera keluar dari kamar Hazel.

 "Benar-benar aku ingin memiliknya,aku tak ingin kehilangan dirinya." Gumam Haris yang mulai merasakan dia semakin mencintai wanita itu.

 Setelah Haris keluar dari kamar Hazel,Hazel perlahan membuka mata melihat sekeliling ruangan.

 "Bukannya aku diruang tamu,kenapa aku bisa disini." Hazel terlihat bingung dan tidak sengaja badannya bau parfum yang begitu menyengat.

 "Seperti bau..." Seketika Hazel menyadarinya.

 "Om Haris." Hazel mengetahui betul bau parfum itu,Hazel bangkit dari tempat tidurnya.

 Hazel keluar dari kamarnya,saat melewati depan kamar pintu Om Haris Hazel mendengar suara percikan air dari dalam.

 "Apa mungkin Om sudah pulang,tapi ini baru jam 2 siang." Hazel segera turun kebawah,tapi langkah terhenti setelah mendengar sesuatu dari kamar Om Haris.

 "Suara itu lagi." Batin yang masih mengingat kejadian di malam itu.

 Hazel sebenarnya penasaran, dengan apa yang dilakukan di dalam kamar Om Haris itu,"Apa yang sebenarnya Om Haris lakukan didalam, kenapa suara itu sering muncul. Atau mungkin...." Hazel kembali normal kembali,dan mengingat disaat dirinya begitu dimarahi tadi pagi oleh Om Haris.

 "Sudahlah,aku tak mau berpikir aneh-aneh daripada aku dimarahi lagi." Gumam Hazel yang segera pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke dapur dilantai bawah.

 Sedangkan di posisi Haris sekarang,ia baru saja keluar dari kamar mandi, Haris langsung duduk di tempat tidurnya.Sesekali dia menghela nafas panjang.

"Sepertinya dia akan terus mengujiku,sampai kapan aku akan bertahan seperti ini." gumam Haris yang harus menahan rasa itu.

Haris sadar diri kini hatinya mulai tertarik pada Hazel,dia pun tak bisa menunda lagi untuk semakin mendekat dengan Hazel.

"Aku harus merencanakan sesuatu agar aku bisa lebih dekat dengannya." gumam Haris yang sedang berpikir bagaimana caranya dia bisa mendekati Hazel.

 Posisi Haris sudah berada di ruang tamu, ia segera pergi ke dapur mengambil minuman dingin.Haris dikejutkan dengan kehadiran Hazel yang berada di dapur.

 "Hazel." Lirih Haris melihat kehadiran Hazel di tempat itu,Hazel menoleh kebelakang.

 "Om Haris." Hazel tampak begitu kaget dengan kehadiran Om Haris.

 "Bukannya Om seharusnya kerja?"

 "Om pulang lebih cepat, takutnya kamu takut sendirian dirumah." Haris berjalan melewati Hazel.

 "Kenapa Om berpikir seperti begitu itu,hal seperti ini sudah biasa." Haris melirik kearah Hazel.

 "Biasa?"

 Hazel menceritakan alasannya pada Om Haris,reaksi Om Haris hanya menganggukkan kepala,"Jadi seperti itu, Jadi Om tak perlu khawatir begitu."

 "Baiklah, terserah kamu.Tapi ingat pesan Om,jangan sekali-kali kamu masuk ke dalam kamar Om sekaligus menguping didepan pintu kamar Om." Hazel menundukkan kepala, mengingat apa yang dia lakukan sudah sedari awal salah.

 "Iya Om,maaf." Hazel meminta maaf pada Omnya yang telah melakukan hal sesuatu yang tidak sopan.

 "Bagus,jika kamu mengerti."Haris pergi meninggalkan Hazel yang masih bertahan di tempat itu.

 "Sekarang aku harus berhati-hati,jangan sampai Om Haris melaporkan hal ini pada Ayah." Batin Hazel yang merasa mulai ketakutan,jika kejadian itu diketahui oleh ayahnya dan ujung-ujungnya ia dimarahi oleh Ayahnya.

  Di ruang kerja

 Terlihat raut wajah serius dari Haris,yang mulai fokus mengecek beberapa dokumen yang dikirim oleh asistennya.

 Seketika ingatannya kembali dengan wanita itu."Dia benar-benar ingin mencuri hatiku,sampai di titik ini bayangan wajah wanita itu selalu menghantuiku." Haris benar-benar tak berdaya setelah wanita itu berani mengacau pikirannya.

  Haris mencoba menenangkan diri,hingga tak memicu ketegangan pada dalam dirinya.

 Malam hari

 Hazel sudah berada diruang meja makan bersama Om Haris,waktunya mereka untuk makan malam,Hazel terlihat begitu tenang dan tak terlalu banyak bicara.

 Setelah selesai makan,Hazel pergi ke dapur membersihkan piring kotor miliknya, tiba-tiba dari belakang ada Om Haris berjalan mendekati Hazel.

 Om Haris mendekati dari samping,"Biar Om yang membersihkannya." Hazel menggelengkan kepala.

 "Tidak Om,biar Hazel sendiri yang membersihkannya." Hazel tetap membersihkannya,Om Haris tak bisa berkata-kata lagi setelah piring miliknya sudah di rebut oleh Hazel.

 Haris terus perhatian dari belakang, tiba-tiba saja Hazel berteriak,"Akkhhhh." Hazel lari mendekati Om Haris dengan posisi memeluk.

 "Takut,Om." Hazel teriak ketakutan,Om Haris terdiam melirik kearah Hazel yang saat itu memeluk erat dirinya.

 "Takut apa?" Tanya Om Haris yang melihat langsung Hazel secara dekat,bahkan posisi mereka berdua saling berpelukan.

 "Itu Om,ada Cicak jatuh ditangan Hazel." Hazel makin ketakutan hingga Hazel bersembunyi dibelakang Om Haris.

 Reaksi Haris mulai berubah, yang dimana ia mulai merasakan sesuatu yang mengganjal diarea bawah.

 "Jangan lagi." batin Haris mulai merasakan reaksi tegang hingga membuat Haris makin tersiksa dengan apa yang Hazel lakukan pada dirinya.

1
D_wiwied
hmmm positif ni Hazel, gimana nggak orang tiap hari digempur 😆🤭
D_wiwied
Jodohin aja tu Sean ama Claudia
nilim
wess
Mia Camelia
makin seruuuu👍🥰
D_wiwied
pagi2 dah disuguhi yg hot hotttt
D_wiwied
ini gimana ceritanya melamar sambil telanjang gituu😱🤭🤣
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!