Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3
Seketika pasangan suami istri itu pun ribut. Grace melihat keadaan semakin rumit, dia pun akhirnya kembali berbicara
" Aku datang kesini bukan untuk menyaksikan keributan kalian, Tujuan ku kesini hanya untuk menagih hutang biaya hidup. Jika kamu tidak tersedia membayarnya maka aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Jika kamu tidak ingin masalah ini lebih besar lagi, maka silahkan bayar hutang mu padaku selama lima belas tahun lalu dan untuk tiga tahun kedepan. Setelah aku menerima uangnya maka aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali lagi kesini " ucap Grace
" dimana ibumu, masalah ini biarkan aku yang berbicara dan membahas hal ini dengan ibumu" ucap Herlambang berbicara dengan suara lebih rendah dari sebelumnya kepada Grace.
" ibuku sudah meninggal, jika kamu ngotot ingin bertemu dengan nya maka pergilah menyusulnya dan temui dia segara" ucap Grace.
Mendengar perkataan Grace lagi-lagi pria itu tersenyum.
" apa??? meninggal? " kata Herlambang dan kini wajahnya lesu penuh dengan penyesalan.
" jika ibuku masih hidup dia juga tidak akan membiarkan aku datang merendahkan diri ke keluarga ini meminta-minta sebagai pengemis."
" tapi karena keadaan ku saat ini aku terpaksa melakukan nya dan mengabaikan nasehat ibu ku" ucap Grace
"pah ....jangan percaya padanya, bisa saja seseorang mengirimnya untuk menipu mu" ucap wanita itu.
" aku rasa keluarga mu tidak akan bangkrut jika memberiku nafkah selama delapan belas tahun, karena biaya hidupku selama ini juga tidak mahal-mahal banget kok. Kenapa kamu begitu takut dengan itu."
" lagi pula itu suatu keuntungan bagi keluarga ini, karena suatu saat jika aku menuntut keluarga ini kehukum dia bisa membela diri karena sudah memberiku nafkah anak." ucap Grace
" lalu bagaimana jika suatu saat kamu kembali lagi" ucap wanita itu.
" kamu diamlah, ini bukan urusan mu" ucap Herlambang memarahi istrinya
" kamu pikir aku juga tidak punya harga diri" ucap Grace membalas perkataan wanita itu.
" kamu memang mirip dengan ibumu, tidak tahu diri" kata wanita itu
"begini saja, untuk sementara ini kamu tinggal disini dulu. Mari kita lakukan test DNA " kata Herlambang
" apa kamu masih meragukan ku, lalu bagaimana jika hasilnya di atur seseorang. itu bisa saja terjadi melihat bagaimana reaksi istrimu menentangku" ucap Grace
" aku akan pastikan itu tidak akan terjadi " ucap Herlambang
" lalu bagaimana jika kamu memang bukan anak Herlambang " ucap wanita itu.
" aku akan bersedia pergi dengan sukarela tanpa membawa sepeserpun. Tapi karena sudah begini, setelah hasilnya keluar dan terbukti bahwa aku adalah anakmu maka aku akan menjadi bagian dari keluarga ini. Awalnya aku hanya meminta biaya hidup saja, namun kalian mempersulit ku. Maka dari itu aku juga berhak meminta harta warisan mu sebagai mana kamu membaginya dengan anak-anak mu yang lain" ucap Grace
" kamu..... " ucap Wanita itu marah dan tidak percaya melihat bagaimana Grace diumur yang masih seperti ini berani melawan nya.
" bersedia atau tidak, Jika tidak bersedia maka mari kita kembali ke tujuan awalku. Berikan aku hak biaya hidup tanpa ada test DNA, setelah itu aku akan benar-benar pergi dari keluarga ini. Jika kamu tidak memberiku apa yang ku minta, maka aku akan membawa masalah ini ke pengadilan " ucap Grace.
" baik.... Aku akan memberikan hak mu sebagai anakku jika memang terbukti kamu itu adalah anakku" ucap Herlambang
" papah..... Aku tidak mau, sampai kapan pun aku tidak menyetujui ini" ucap gadis remaja itu.
" Aisah....."
" masuk kedalam kamarmu dan ini bukan urusan mu" kata Herlambang
" lalu bagaimana dengan ku, apa papah tidak meminta pendapat ku dulu?" kini salah satu dari pria dewasa itu ikut angkat bicara dan menghampiri Grace beserta kedua orang tua itu.