Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 3: Time travel

"Aku kenapa?"

Dada Shen Yue semakin terasa terhimpit. Korset ketat yang diikat terlalu kencang oleh para pelayan tadi kini benar-benar menyiksa paru-parunya yang ringkih.

Setiap tarikan napas terasa dangkal dan menyengat. Pandangannya mulai berbayang, cahaya terang dari lentera-lentera emas di Balai Utama membias menjadi lingkaran-lingkaran cahaya liar yang mengabur.

Di depannya, percakapan antara ayahnya dan Putra Mahkota terus berlanjut tanpa menghiraukan kondisinya.

"Pasukan di perbatasan utara butuh tambahan logistik sebelum musim dingin tiba, Yang Mulia," suara Jenderal Shen Longwei terdengar berat dan tegas.

"Logistik sudah dikirim sejak tiga hari lalu dari ibu kota, Jenderal," balas Zhao Xiao datar. Tangannya memainkan cangkir giok dengan gerak jemari yang tenang namun dominan. "Yang menjadi fokusku sekarang bukan sekadar pertahanan, melainkan penguasaan jalur perdagangan."

Jiang Xiuwei yang duduk di sisi Shen Longwei sempat melirik ke arah Shen Yue. Bukannya menunjukkan kekhawatiran melihat wajah putri tirinya yang makin pucat pasi seperti mayat, wanita itu justru melempar tatapan yang penuh ancaman.

Mata Jiang Xiuwei seolah menegaskan: Tetap duduk tegak dan jangan berani-berani mempermalukan keluarga malam ini.

Shen Yue mencoba mempertahankan posisinya. Ia meremas pinggiran meja kayu jati hingga buku-buku jarinya memutih, dan menahan rasa pusing dahsyat yang menghantam kepalanya.

Namun, tubuh manusia ada batasnya. Rasa lelah berbulan-bulan akibat tekanan mental, siksaan terselubung, dan rasa putus asa yang menumpuk mendadak meluap bersamaan.

"Aku tidak tahan lagi..." batin Shen Yue ringkih.

Deg deg... Deg deg...

Detak jantungnya melemah secara drastis. Sebuah keheningan aneh mendadak mendengung di telinganya, dan menutup seluruh suara percakapan politik di dalam ruangan tersebut.

Bruk!

Tubuh ramping yang terbalut gaun mewah itu tiba-tiba rubuh ke samping. Kepalanya membentur lantai kayu keras dengan dentuman yang cukup nyaring.

Cangkir teh di meja Shen Yue tersenggol dan pecah berhamburan, dan menyiramkan air hangat ke atas lantai porselen.

Percakapan di meja utama pun terhenti seketika.

"Yue-er?!" Jenderal Shen Longwei terperanjat dan langsung berdiri dari duduknya.

Jiang Xiuwei pun berpura-pura terkejut, sambil menutupi mulutnya dengan sapu tangan sutra. "Astaga! Yue-er, ada apa dengannya? Kenapa bisa pingsan di saat seperti ini?"

Sementara Zhao Xiao tidak bergeming dari tempat duduknya. Ia hanya menatap tubuh gadis yang terkapar tak berdaya itu dengan alis yang sedikit terangkat.

Tidak ada kekhawatiran di matanya, yang ada hanya rasa terganggu karena jalannya diskusi politik mereka terinterupsi oleh hal yang dianggapnya sebagai kelakuan "wanita lemah."

"Panggil tabib kediaman! Cepat!" perintah Shen Longwei tegas pada pengawalnya.

Para pelayan pun berlarian panik. Namun, apa yang tidak diketahui oleh siapa pun di dalam ruangan itu adalah bahwa di saat tubuh fisik Shen Yue terkapar tanpa napas, jiwa asli sang gadis lemah itu telah berpulang dan padam bagai lilin yang ditiup angin malam.

Di saat yang sama, melintasi ruang dan waktu...

Di sebuah arena latihan beladiri modern bertaraf internasional, seorang gadis berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan sesi latihannya.

Namanya juga Shen Yue, seorang mahasiswi tangguh yang memiliki kehidupan berbanding terbalik dengan pemilik tubuh di masa lalu. Bagi Shen Yue modern, disiplin fisik adalah segalanya.

Di balik paras mewahnya yang menawan, ia adalah atlet beladiri campuran (mixed martial arts) berprestasi. Bahkan, setiap akhir pekan, ia selalu menyempatkan diri mengasah hobinya yang tidak biasa: seni anggar modern dan teknik pedang tradisional (Kenjutsu/Wushu). Ayunan pedangnya presisi, tajam, dan tidak pernah ragu.

Malam itu, usai menuntaskan sesi latihan pedang yang berat, serangan kelelahan jantung mendadak menyerang. Tubuh bugar Shen Yue modern pun ambruk di samping pedang kesayangannya.

Dalam hitungan detik, kegelapan gulita menelannya.

"Apakah ini rasanya mati?" batin Shen Yue modern di tengah kegelapan yang hampa.

Namun, kegelapan itu tidak bertahan lama. Sebuah tarikan gravitasi yang amat kuat langsung menyeret jiwanya masuk ke dalam sebuah pusaran dimensi.

Sensasi dingin menyengat, bau rempah kayu cendana, serta rasa sesak luar biasa di bagian dada akibat gaun ketat menghantam kesadarannya sekaligus.

Uhuk!

Di Balai Utama Kediaman Shen, tubuh Shen Yue yang semula sudah tidak bernapas tiba-tiba kejang dengan pelan.

Jenderal Shen Longwei yang baru saja hendak menyuruh pelayan mengangkut putrinya mendadak berhenti melangkah.

Kelopak mata Shen Yue yang tadinya tertutup rapat kini perlahan terkuak. Tatapan mata yang semula redup, pasrah, dan tanpa jiwa... telah hilang sepenuhnya.

Sebagai gantinya, sepasang mata berbentuk buah almond itu kini terbuka lebar. Insting seorang petarung dan ahli pedang langsung aktif secara otomatis dalam jiwanya.

Sorot mata itu kini sangat tajam, dingin, dan dipenuhi kilatan kecerdasan serta kewaspadaan tingkat tinggi, sebuah tatapan mata dari jiwa modern yang terbiasa menguasai arena pertarungan.

Jiwa baru Shen Yue telah bangkit.

Bersambung...

1
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!