Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Istriku CEO Terkaya: Pengawal Rahasia Sang Ratu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Maya Maheswari adalah CEO muda, anggun, dan dingin yang memimpin konglomerat terbesar di Indonesia. Sementara Leo, suami yang dinikahinya lewat perjanjian kontrak, hanyalah mantan prajurit berpenampilan santai yang bekerja sebagai pengawal pribadinya. Dianggap sebelah mata oleh keluarga besar Maheswari, Leo selalu diam dan berdiri tegap satu langkah di belakang sang istri.

Namun, di balik sikap tenangnya, Leo menyimpan identitas rahasia sebagai pendiri jaringan keamanan dan intelijen global yang memegang kendali atas data rahasia para elite dunia. Saat intrik pengkhianatan dari dalam perusahaan mulai mengancam nyawa dan takhta Maya, Leo perlahan membuka topengnya. Demi melindungi wanita yang dicintainya, sang pengawal siap mematahkan setiap konspirasi membuktikan pada dunia siapa penguasa sebenarnya di balik bayangan Sang Ratu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 3

Gerakan Leo berlanjut tanpa jeda, seolah setiap jengkal aksinya telah diperhitungkan secara presisi. Pria berbekas luka yang memegang pisau itu membelalakkan mata saat menyadari lengannya telah terkunci. Sebelum ia sempat memindahkan tumpuan berat badannya, Leo menekan titik saraf di pergelangan tangan pria itu dengan ibu jarinya.

KLAK!

Genggaman jari sang penjahat melemah seketika. Pisau lipat taktis itu jatuh ke lantai beton, menimbulkan suara dentang nyaring yang memantul di area parkir yang sepi.

Tanpa membuang waktu, Leo menarik pergelangan tangan pria itu ke arah bawah, memutar tubuhnya seraya menghantamkan siku kirinya tepat ke ulu hati lawan. Pria berbekas luka itu sesak napas, tubuhnya membungkuk menahan rasa sakit yang luar biasa. Leo tidak memberinya kesempatan untuk membalas; satu sapuan kaki yang terukur menghantam bagian belakang lutut pria tersebut, membuatnya tersungkur menghantam aspal.

Dua penjahat tersisa yang masih berdiri mendadak membeku di tempat. Tongkat besi di tangan mereka gemetar. Pemandangan di depan mata mereka benar-benar di luar nalar. Dalam waktu kurang dari dua menit, empat rekan mereka yang berpengalaman dalam perkelahian jalanan tumbang tanpa sempat melayangkan satu pun pukulan telak.

A-ampun... kami cuma dibayar..." bisik salah satu dari mereka dengan wajah pucat pasi. Ia sengaja menjatuhkan tongkat besinya ke lantai, lalu mundur pelan sambil mengangkat kedua tangan.

Rekannya yang satu lagi langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju pintu tangga darurat, meninggalkan bos dan teman-temannya yang tergeletak di tanah.

Leo tidak mengejar pria yang melarikan diri itu. Bagi seorang profesional, mengejar lawan yang sudah hilang tekad bertaruhnya hanya akan membuang energi dan membuka celah keamanan bagi target yang harus dilindungi.

Ia berdiri tegak, membenahi posisi jam tangannya yang sedikit bergeser, lalu menarik napas teratur. Tidak ada napas terengah-engah, tidak ada raut amarah di wajahnya. Keseluruhan aksi mematikan tadi dilakukannya dengan ketenangan yang dingin.

Area parkir B2 kembali hening. Hanya terdengar erangan rendah dari penjahat yang mengerang kesakitan di lantai dan deru halus sistem ventilasi gedung.

Maya, yang berdiri rapat di dekat pintu lift, menatap punggung suaminya dengan napas memburu. Jantungnya masih berdegup kencang, bukan lagi hanya karena rasa takut pada para penjahat tadi, melainkan karena guncangan atas apa yang baru saja ia saksikan.

Di mata keluarga besar Maheswari, media, dan dunia bisnis, Leo hanyalah mantan prajurit biasa berpenampilan santai yang beruntung bisa menikahinya. Seorang pria tanpa latar belakang mentereng yang dinaikkan statusnya menjadi pengawal pribadi sekaligus suami demi memenuhi kesepakatan surat wasiat kakeknya. Namun, teknik bertarung yang baru saja diperlihatkan Leo jelas bukan standar latihan tentara biasa. Gerakannya terlalu efisien, sangat bersih, dan berfokus pada melumpuhkan ancaman dalam waktu singkat.

Leo berbalik, melangkah santai menghampiri Maya. Aura mematikan yang tadi melingkupinya menguap begitu saja, berganti dengan raut wajah tenangnya yang biasa.

"Anda tidak apa-apa, Maya?" tanya Leo pelan, matanya menyapu tubuh Maya untuk memastikan tidak ada cedera sekecil apa pun.

Maya menelan ludah keras-keras, berusaha menguasai suaranya yang gemetar. "Aku... aku tidak apa-apa. Tapi kamu..." Maya menunjuk secara samar ke arah lima pria yang tergeletak di aspal. "Siapa kamu sebenarnya, Leo? Teknik tadi... itu bukan cara bertarung pengawal biasa."

Leo menatap balik mata Maya lurus-lurus. Sebuah senyum tipis yang penuh rahasia terbit di bibirnya.

"Prajurit yang pernah bertugas di area konflik memang diajarkan untuk menyelesaikan masalah secepat mungkin, Maya," jawab Leo tenang, suaranya tetap ringan seolah baru saja menyelesaikan pekerjaan kantor biasa. "Kalau tidak, kami yang tidak bisa pulang."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!