Indonesia
NovelToon NovelToon
REINKARNASI: THE RED WORLD

REINKARNASI: THE RED WORLD

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:29.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aidenateden

Nikolas adalah seorang kapten pasukan khusus tentara yang meninggal dalam sebuah misi rahasia. Karena kesalahan yang dibuat oleh malaikat maut, Nikolas diberi kesempatan untuk hidup di tubuh seorang pemuda berusia 21 tahun yang sudah meninggal bernama Nick. Nikolas berpikir dengan hidup sebagai Nick maka ia bisa melakukan segala hal yang tidak sempat ia lakukan di masa mudanya dulu. Tapi seiring berjalannya waktu Nikolas justru harus membantu ‘adiknya’ Niel yang ternyata menjadi korban bully di sekolahnya. Bukan hanya itu, lebih jauh lagi Nikolas harus menyelamatkan Jean, gadis yang ia sukai dari target korban pasar gelap kelompok mafia yang menamakan diri The Batavia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aidenateden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ENDING THE RED WORLD

“Aku tidak bisa” kata Jean menunduk, ia menggigit bibirnya menahan diri agar tidak kembali menangis.

“Kau tidak ingin bertemu dengannya?”

“Menurutmu?!” tanya Jean berang menatap tajam Grey. “Apa kau sanggup untuk melihat mayat temanmu?”

Grey mengerutkan kening bingung. “Teman mana yang kau maksud? Ayo pergi”

“Jangan menyentuhku!” ketus Jean menghempas tangan Grey kasar. Mereka masuk ke dalam gedung rumah sakit tanpa banyak bicara.

“Kau mau kemana?” tanya Grey menahan Jean ketika gadis itu hendak berbelok ke koridor sebelah kiri.

Jean mengangkat tangan menunjuk ke arah papan petunjuk di atas kepala mereka yang bertuliskan ‘ruang jenazah.’

Grey mengerutkan kening bingung. “Kenapa kau mau kesitu?”

“Menemui pacarku yang berpikir dia adalah temanmu tapi sebenarnya bukan temanmu” jawab Jean sarkas dan berbelit, kening Grey semakin berkerut bingung.

“Nikolas tidak ada di kamar mayat” ujar Grey heran.

“Lalu dimana? Apa sampai akhir kalian tidak akan menempatkan mayatnya di tempat yang benar?” ketus Jean kesal. Perasaan duka, sedih, dan amarah bercampur menjadi satu, ingin rasanya ia meninju Grey tepat di wajah lelaki itu.

“Mayatnya? Mayat siapa yang kau maksud?”

Pertanyaan Grey membuat Jean termangu sejenak ia mendongak lalu bertanya ragu, “mayat lelaki tadi….kita membicarakan orang yang sama kan?”

Grey melemparkan tatapan aneh seolah Jean adalah alien yang baru saja mendarat secara sukarela di bumi. Beberapa saat kemudian ia tertawa geli.

“Biar aku meluruskan ini. Sejak tadi kau menangis karena berpikir Nikolas adalah mayat lelaki yang ditemukan dan bukan menangis karena Hansung? Jadi sejak awal kau tidak menangisi Hansung yang mati?”

“Orang yang mengikuti Nikolas adalah Hansung? Bukan kah kakian bilang anggota The Batavia atau apalah itu?” tanya Jean tidak menjawab pertanyaan Grey, gantian ia yang melemparkan ekspresi bingung mendadak tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.

“Hmm” angguk Grey. “Hansung adalah ketua The Batavia, aku juga baru tahu tadi”

“Lalu setahun ini aku berteman dengan ketua dari kelompok yang menculikku?”

“Yep”

“Dan aku menangis mayat ketua dari kelompok yang menculikku?”

“Yep”

“Ya Tuhan! Aku bisa gila!” Jean menepuk keningnya keras-keras. Secara tiba-tiba energi tubuhnya seperti menguap keluar, membuatnya langsung berjongkok dengan ekspresi lelah. Jean merasa apa yang ia dengar membuat segalanya menjadi dua kali lebih rumit untuk dimengerti.

“Hansung ketua The Batavia. Wow!” gumam Jean masih tidak percaya. Sejak pertama kali bertemu Hansung Jean merasa tidak ada yang salah dengan lelaki itu, ia memberikan kesan yang terlampau baik membuat Jean merasa apa yang baru saja ia dengar adalah sebuah lelucon konyol.

Lelaki baik itu adalah ketua The Batavia?

Lelaki baik itu adalah ketua dari orang-orang yang menculikku?

Lelaki baik itu yang mengikuti pacarku?

Apa aku bodoh?

Apa aku lebih bodoh dari bocah berumur lima tahun?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus memenuhi benak Jean. Gadis itu terdiam sejenak dan meringis ketika memikirkan momen apa saja yang telah ia lewati bersama 'temannya' Hansung.

“Jujur, tapi terkadang aku pikir kapasitas kinerja otakmu tidak lebih baik dari orang utan” kata Grey membuat wajah Jean mendongak dengan ekspresi kesal.

“Nah teman Hansung, sekarang berdiri, aku akan mengantarmu ke kamar pacarmu” lanjut Grey sembari terkekeh geli.

...*****...

Jean dan Grey masuk ke dalam kamar VIP rumah sakit dan mendapati Nikolas sedang makan bersama Henry. Lebam-lebam di wajah Nikolas membuat Jean yang tadinya hendak marah mendadak menarik nafas dan terdiam menatap lelaki itu.

“Aku akan mengantar tuan ke ruang jenazah” kata Henry buru-buru ketika merasakan suasana canggung di antara mereka, ia langsung melangkah keluar diikuti Grey yang sempat menepuk pundak Jean.

Hening.

Jean dan Nikoals hanya bertatapan tanpa mengatakan apapun. Nikolas menggaruk rambutnya canggung, ia ingin mengatakan sesuatu tapi khawatir Jean akan berteriak, ekspresi gadis itu jelas menunjukan bahwa ia sangat tidak suka melihat kondisi Nikolas sekarang.

“K-kau….” Wajah Jean menunduk dan akhirnya pertahanannya runtuh, ia menangis.

“Hei, aku tidak mati” kata Nikolas mendekat. Jean tidak menjawab, ia terus menangis membuat Nikolas tiga kali merasa bersalah.

“Maaf” bisik Nikolas akhirnya menepuk-nepuk punggung Jean, sama seperti ketika mereka bertemu kembali dan Nikolas tidak memiliki alasan apapun untuk membela diri. Ia hanya bisa menepuk punggung Jean sembari menunggu gadis itu berhenti menangis.

“Ku kira kau mati bodoh!” pukul Jean kesal ketika mendongak. Nikolas merintih karena Jean memukulnya tepat di lengan kirinya yang teriris pisau. “Kau tak apa? Mana yang sakit?” tanya Jean khawatir tapi sesekali masih terisak.

Nikolas tersenyum geli mengangkat naik lengan bajunya menunjukan perban luka disitu. Mata Jean membulat terkejut, ia meringis dengan ekspresi khawatir.

“Pasti sakit sekali”

“Hmm. Karena itu ayo duduk, aku lelah berdiri” angguk Nikolas kemudian duduk di kasur diikuti Jean.

“Kenapa menangis? Aku kan belum mati” canda Nikolas lagi langsung mendapat pelototan kesal Jean.

“Kau memang tidak mati, tapi aku yang akan mati. Kau pikir aku baik-baik saja ketika melihat pacarku terluka seperti ini?!”

“Maaf. Aku janji ini tidak akan terulang lagi”

“Kubilang jangan berjanji, aku tahu kau akan melanggar janjimu” ketus Jean, tangisannya kini benar-benar berhenti digantikan rasa kesal.

Nikolas tersenyum lalu memeluk Jean. “Jangan marah malam ini, bulan depan saja baru kau marah, aku adalah pasien dengan kondisi lemah. Aghhh” ujar Nikolas merayu sembari pura-pura kesakitan.

Jean diam lalu menghela nafas. “Bagian mana lagi yang sakit?”

“Semua. Tapi hatiku yang paling sakit”

“Kenapa? Kau ditusuk sesuatu?” tanya Jean meraba tubuh Nikolas cemas.

“Tidak. Hatiku sakit karena melihat pacarku menangis”

Jean berdecak pelan. “Pacarmu menangis karena memiliki pasangan yang keras kepala” balas Jean, ia menatap Nikolas lama lalu kemudian bertanya lagi.

“Bagaimana kau bisa selamat? Lalu Hansung...dia benar-benar mati?”

“Kau sudah tahu rupanya, padahal aku berpikir akan menceritakan hal itu padamu nanti” gumam Nikolas.

“Hansung mati, aku membunuhnya” kata Nikolas. “Aku sebenarnya tidak berencana untuk membunuhnya, tapi secara tiba-tiba situasi menjadi sedikit rumit.”

Nikolas menundukan wajah, ekspresinya terlihat tidak jelas menunjukan bagaimana perasaanya saat ini.

Entah ia sedang merasa sedih dengan kematian Hansung atau ia tidak merasakan apapun sama sekali.

“Tak apa, jangan menyalakan dirimu sendiri” kata Jean mengelus pelan wajah Nikolas. “Terkadang memang ada beberapa hal yang berjalan di luar perencanaan kita, termasuk kematian.”

Wajah Nikolas mendongak menatap Jean, senyumnya mengembang. Sesaat Nikolas menarik nafas panjang, perasaan dan hatinya jauh terasa lebih ringan dibanding sebelumnya, seakan Nikolas baru saja membuang beban di punggungnya jauh entah kemana.

...*****...

^^^Sejam sebelumnya.^^^

“Hei, jangan mati. Kau tidak boleh mati cepat, aku belum memotong nadimu.”

Mata Nikolas masih terpejam meskipun ia mendengar jelas teriakan kesal Hansung. Posisi tubuhnya jatuh menyamping membuat Hansung tidak menyadari bahwa tangan kiri Nikolas sudah menyentuh pelatuk pistolnya.

“Hei!”

DOR.

Tepat ketika Hansung berteriak dan mendekat Nikolas langsung menarik keluar pistolnya dan menembak tangan Hansung, membuat lelaki itu berteriak dan melepas jatuh pistolnya.

Bug.

Nikolas langsung bangkit berdiri lalu meninju Hansung, kakinya menendang pistol Hansung sampai masuk ke dalam sela-sela sofa.

“Ketika melihatmu bersikap seperti tadi, aku sempat berpikir kita memiliki banyak kesamaan. Membunuh orang, melarikan diri, kembali, dan membunuh lagi” kata Nikolas sembari menatap Hansung berdiri. “Tapi setelah aku menembakmu ku pikir ada satu hal yang membedakan kita….Aku selalu memiliki persiapan”

“Benarkah?” Hansung tertawa geli. “Kau tidak mengenalku. Jadi jangan bersikap seakan kau tahu segalanya tentangku.”

Setelah berkata begitu Hansung mengeluarkan pisaunya dan maju menyerang Nikolas membabi buta.

Remang-remang cahaya dan pergerakan Hansung yang cepat membuat Nikolas tidak memiliki kesempatan untuk mengarahkan pistolnya pada lelaki itu. Mau tidak mau Nikolas terpaksa menghindari serangan Hansung dan menyerangnya agar memberikan jarak diantara mereka.

Sret.

Satu serangan dari Hansung berhasil mengenai lengan kirinya. Nikolas mundur selangkah, ia sedikit kesulitan melihat pergerakan Hansung yang terlampau cepat. Lelaki itu menendang, meninju, dan mengarahkan pisaunya membuat Nikolas kewalahan. Dapat Nikolas rasakan desiran darah dari sekujur tubuh dan wajahnya yang terkena serangan Hansung.

Tangan Nikolas bergerak cepat mengambil kaleng coklat dari meja kecil lalu melempari Hansung dan setelah itu ia berlari menyalakan saklar lampu dapur.

“Aghhh!” Nikolas berteriak karena tepat ketika lampu menyala Hansung melempar pisaunya menancap di telapak tangan Nikolas, lelaki itu menjatuhkan pistolnya dan memaksa mencabut pisau itu dengan ekspresi menahan sakit.

Nikolas melempar kembali pisau milik Hansung lalu menarik pisau daging miliknya dari meja bar dapur, ia meloncat dan mendekati Hansung dengan ekspresi berang. Meskipun darah mengalir dari kedua tangannya tapi amarah Nikolas sudah cukup untuk membuatnya ingin memotong-motong tubuh Hansung sampai ke bagian terkecil.

Kaki Nikolas bergerak cepat, ia bersikap seakan ingin menendang Hansung namun ketika lelaki itu berkelit tangan Nikolas secara cepat mengarahkan pisaunya dan tepat saat itu juga ujung pisau Nikolas menggores pipi Hansung.

“Benar, mari mati!” gumam Nikolas melempar pisaunya, Hansung langsung berkelit dan pisau itu menancap di dinding.

DOR.

Satu tembakan Nikolas arahkan pada kaki Hansung membuat lelaki itu terjatuh. Nikolas menarik nafas panjang, ini adalah pertama kalinya ia bertemu dengan seseorang yang hampir mengalahkannya. Harus Nikolas akui, pergerakan Hansung membuatnya merasa kesulitan menghindari serangan lelaki itu.

Bagi Nikolas Hansung terlihat seperti gunung api yang kembali aktif setelah sekian lama tertidur. Hansung yang bergerak secara brutal membuat Nikolas tidak bisa memikirkan hal lain selain menembak kaki lelaki itu.

“Sudah kubilang aku punya banyak persiapan” kata Nikolas menyibak jasnya menunjukan masih ada satu lagi pistol cadangan yang terselip di pinggangnya.

“Seharusnya kau menyerahkan diri ke polisi dibanding mati ditanganku” kata Nikolas melangkah mendekat.

Bung.

Satu tendangan Nikolas arahkan tepat pada wajah Hansung membuat lelaki itu tekapar. Kaki Nikolas menginjak tangan Hansung sampai ia berteriak, lelaki itu melepas pisaunya dan kemudian menarik nafas panjang ketika Nikolas mengarahkan pistol tepat pada wajahnya.

“Bunuh saja aku” ujar Hansung lalu tertawa tanpa beban, ia bangkit duduk dan menarik pistol Nikolas sehingga ujungnya tepat menyentuh keningnya.

“Bunuh aku!!!” teriak Hansung terdengar seperti putus asa. “Bunuh aku bajingan! Aku akan membunuhmu kalau tidak membunuhku! Bunuh aku!”

“Hentikan aku! Atau aku akan menjadi lebih tidak terkendali!”

Nikolas menarik nafas panjang, ia ingin menarik pistolnya menjauh tapi tangan Hansung menahan kuat pistolnya agar tidak bergerak.

“Bunuh saja aku, agar kau hidup dalam rasa bersalah” tawa Hansung malah terdengar senang mendengar perkataannya sendiri.

Brak.

DOR.

Nikolas terkejut bukan main ketika tangan Hansung menarik pelatuk sehingga peluru berhasil membuatnya tewas seketika, cipratan darah dari kepala lelaki itu mengenai wajah dan jaket Nikolas.

“A-apa dia bunuh diri?” tanya Henry gugup. Ia dan Jinsung yang membuka pintu sama-sama mematung terkejut ketika melihat jelas bagaimana Hansung menarik pelatuk pistol.

“Lelaki ini gila” kata Jinsung ketika bisa menguasai dirinya dari rasa terkejut. Ia menutup pintu dan masuk mengecek mayat Hansung.

“Dia benar-benar mati?” Henry ikut mendekat dengan ekspresi tidak percaya. “Hei, hei, kau mati? Hei bodoh! Apa kau mati? Anak ini......”

“Berbicara dengan mayat seperti orang bodoh” gumam Nikolas lalu duduk di lantai. Matanya menatap seksama mayat Hansung yang terbujur kaku, sedikit masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

“Kami akan mengurus ini, kau sebaiknya ke rumah sakit. Tanganmu terluka” kata Jinsung menunjuk ke arah tubuh Nikolas yang terluka.

 Nikolas tidak menjawab, tapi tangannya bergerak membersihkan cipratan darah di wajahnya. Ia mendengus untuk terakhir kalinya ketika menatap mayat Hansung. Lelaki itu mati sia-sia dengan harapan yang juga sia-sia. Hansung berpikir dengan bunuh diri depan Nikolas akan membuat Nikolas hidup dalam rasa bersalah.

Namun sayangnya harapan itu Hansung inginkan dari Nick, sementara lelaki yang mengarahkan pistol padanya adalah Nikolas.

Nick sudah tidak ada, hanya ada Nikolas yang kini melemparkan tatapan iba pada Hansung selama tiga detik dan setelah itu ia bangkit berdiri seolah tidak terjadi apapun.

“Mission complete” kata Nikolas pada Jinsung dan Henry, ia tersenyum lebar lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

1
Nisa Taurus
semoga ceritanya tidak mengecewakan seperti cerita sebelah sebelumnya aku baca.
Dahlia Anwar
ternyata si crewet ya dalang nya
Unii
Bagus👍👍
Titik Oktifiyanti
bikin penasaran nich cerita nya...
masijacoke021205
hahaha Nicolas sinting seenak jidatnya aja manggil ayah😂
Ryan Samudra
modarrrrrr
Myka Sulis
kok ceritanya mirip drama The K2 ya🙏🙏
Eden: iya kak. kebetulan pas nulis ini lagi nonton K2 dan sampe hari ini masih gk bisa move on T T
total 1 replies
Jimmy Avolution
Bagus....
Jimmy Avolution
Sippp....
Jimmy Avolution
Asyiek....
Jimmy Avolution
Sippp....
Jimmy Avolution
Asyiek....
Jimmy Avolution
Terus....
Jimmy Avolution
Ayo....
『Gres Ier』
keren tor
modal like🚶
pikir truck-kun ternyata malaikat-sama..yg salah🤭😂🤣🤣🤣
Xmolt: Untuk sementara ini Truck-kun sedang libur dikarenakan sedang lockdown
total 1 replies
Aris Satria
keren
Aris Satria
seru thor 👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏
ini yg gw suka
N Rani kudo
bgaimna pun dia adlh kapten ny / lbh tepat ny mantan kapten nya...
mnh bs dia nolak
... Silent Readers
🆙🆙🆙🆙🆙.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!