Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: syitahfadilah

Kebebasan dari balik jeruji ternyata bukanlah akhir dari hukuman. Setelah bertahun-tahun mendekam di penjara, Indri berharap dapat memulai hidup yang baru. Namun, dosa masa lalu yang telah menghancurkan kehidupan seseorang membuatnya menjadi sasaran balas dendam.

Di balik kepulangannya, Evan telah menyiapkan sebuah permainan yang dirancang dengan sempurna. Bukan untuk membunuh Indri, melainkan membuat wanita itu merasakan penderitaan yang jauh lebih menyakitkan daripada kematian. Sedikit demi sedikit, kehidupan Indri direnggut—harga dirinya, kebebasannya, hingga harapan untuk hidup bahagia.

Namun, semakin jauh Evan melangkah menjalankan rencana balas dendamnya, semakin dalam pula ia terjebak dalam perasaan yang tak pernah ia duga.

Lantas... Akankah Indri berhasil terbebas dari belenggu dendam yang mengikat hidupnya? Ataukah justru Evan yang akan terperangkap dalam rasa yang sama beracunnya dengan kebencian yang selama ini ia pelihara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Ruang tengah rumah terasa begitu sunyi sore itu. Haris duduk seorang diri di sofa. Tatapannya kosong mengarah ke halaman, tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di sana. Sejak mengetahui kehamilan Indri, ada satu pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

Siapa ayah dari anak itu?

Haris mengenal putrinya. Ia tahu Indri bukan perempuan yang akan sembarangan menjalin hubungan tanpa alasan. Namun kenyataan bahwa Indri hamil tanpa pernah menceritakan apa pun membuat pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan.

Ia menarik napas panjang. Entah bagaimana masa depan Indri setelah kabar itu diketahui keluarga besar. Apakah orang-orang akan menghakiminya? Apakah mereka akan menyebut kehamilan itu sebagai aib?

Haris mengusap wajah. Sebagai seorang ayah, ia ingin melindungi putrinya. Namun ia juga tahu bahwa ada bagian dari hidup Indri yang selama ini tidak pernah benar-benar ia pahami.

“Papa.” Suara Indri membuat Haris tersentak dari lamunannya.

Ia menoleh. Indri berdiri beberapa langkah di belakang sofa. Wajahnya tampak pucat. Matanya sembap seperti baru saja menangis.

Haris langsung menegakkan tubuh. “Indri. Duduklah.”

Indri berjalan perlahan kemudian duduk di samping ayahnya. Beberapa saat mereka hanya diam.

Indri menggenggam kedua tangannya erat-erat. “Papa sedang memikirkan aku?”

Haris tersenyum tipis. “Memangnya siapa lagi?”

Indri menunduk. “Maaf.”

Haris mengernyit. “Untuk apa?”

“Karena mungkin... kehamilan ini akan menjadi aib keluarga.”

Haris langsung menggeleng. “Jangan bicara seperti itu.”

“Tapi, Pa...”

“Tidak ada anak yang menjadi aib.” Nada suara Haris terdengar tegas.

Indri terdiam. Air matanya kembali menggenang. “Aku takut Papa kecewa.”

Haris menatap putrinya lama. “Papa memang terkejut. Sangat terkejut.” Ia menghela napas. “Tapi terkejut bukan berarti Papa membencimu.”

Indri akhirnya menangis. Haris membiarkannya beberapa saat. Setelah tangis Indri sedikit mereda, Haris berkata dengan suara lebih lembut.

“Papa boleh bertanya sesuatu?”

Indri mengangguk.

“Siapa laki-laki yang menjadi ayah dari anakmu?” Pertanyaan itu akhirnya datang juga.

Indri memejamkan mata. Nama itu terasa begitu berat untuk diucapkan. “Evan...”

Haris membeku. “Evan?”

Indri mengangguk perlahan.

Haris menatap putrinya dengan penuh keterkejutan. “Evan... Direktur Evara Capital?”

“Iya.”

Ruangan kembali sunyi. Haris tidak langsung berkata apa-apa. Ia mencoba mencerna jawaban tersebut. Selama ini Evan selalu terlihat profesional ketika bekerja bersama mereka. Tidak pernah menunjukkan sesuatu secara terbuka.

Haris bahkan sempat merasa lega karena mengira hubungan pekerjaan antara Evan dan Indri berjalan dengan baik. Namun ternyata di balik sikap profesional itu tersimpan sesuatu yang jauh lebih rumit.

“Ceritakan kepada Papa,” ujar Haris akhirnya.

Indri menarik napas panjang. “Aku tidak tahu harus mulai dari mana.”

“Mulai dari mana saja. Asal Papa tahu bagaimana ini semua bisa terjadi.”

Indri menundukkan kepala. “Evan membenci aku karena Laura.”

Haris terdiam. Ia sudah menduga kemungkinan itu. Sejak awal, Haris memang menyimpan kekhawatiran. Ia tahu hubungan masa lalu antara Indri dan Laura tidak sederhana. Ia juga tahu Evan sangat menyayangi adiknya. Namun selama bekerja bersama, Evan selalu menunjukkan sikap profesional. Karena itulah Haris berusaha berpikir positif. Ia mengira waktu telah membuat Evan mampu memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan. Ternyata ia salah.

Indri mulai bercerita. Tentang masa lalu. Tentang kesalahan yang pernah dilakukannya dan berujung menimpa Laura, yang kemudian berakhir tragis setelah melahirkan Laura kecil. Juga tentang kebencian Evan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang.

“Dia menyimpan dendam selama bertahun-tahun,” kata Indri dengan suara bergetar. “Selama ini aku pikir dia hanya marah karena masa lalu. Tapi ternyata...” Indri mengusap air matanya. “Dia ingin membuatku merasakan penderitaan yang menurutnya pernah dialami Laura.”

Haris mengepalkan tangannya. Namun ia tetap diam. Indri kemudian menceritakan bagaimana tekanan itu perlahan membuat hidupnya berubah. Ia tidak menjelaskan semua kejadian secara terperinci. Tidak ada gunanya membuka kembali setiap luka. Cukup dengan mengetahui bahwa selama bekerja bersama Evan, dirinya tidak pernah benar-benar merasa aman dari bayang-bayang dendam lelaki tersebut. Sampai akhirnya dendam Evan menghasilkan kehamilan yang tidak pernah direncanakan.

Haris mendengarkan tanpa menyela. Setiap kalimat yang keluar dari mulut putrinya terasa seperti pukulan. Ia tidak pernah menyangka. Selama ini, di depan dirinya, Evan terlihat sebagai seorang profesional. Tidak pernah sekali pun menunjukkan bahwa kebencian terhadap Indri begitu dalam.

Haris menatap lantai. Ia menghela napas panjang. Ternyata Indri menanggung semuanya seorang diri. “Kenapa kamu tidak pernah cerita kepada Papa?”

Indri menangis. “Aku malu.”

“Malunya bukan milikmu seorang.”

Indri menatap ayahnya.

Haris melanjutkan dengan suara berat. “Papa seharusnya lebih peka.”

“Papa...”

“Selama ini Papa melihat kamu bekerja, pulang, kemudian menganggap semuanya baik-baik saja.” Haris menggeleng. “Papa tidak tahu kamu sedang menghadapi semua itu.”

Indri menundukkan kepala. “Aku juga salah karena menyembunyikannya.”

“Sekarang kamu sudah menceritakannya.” Haris menggenggam tangan putrinya. “Itu sudah cukup.”

Namun ada satu bagian yang tidak Indri ceritakan. Ia tidak mengatakan bahwa setelah semua tekanan tersebut, dirinya akhirnya mengambil keputusan untuk melenyapkan Evan. Ia tidak mengatakan bahwa kecelakaan itu bukan kecelakaan biasa. Dan ia tidak mengatakan bahwa sebagian dari dirinya masih dihantui rasa bersalah setiap kali mengingatnya.

Bagi Haris, Evan telah meninggal sebagai akibat kecelakaan. Dan untuk saat ini, Indri membiarkan ayahnya tetap mempercayai hal tersebut.

“Aku pernah berpikir untuk menggugurkan kandungan ini.”

Haris langsung menatapnya.

Indri menangis. “Aku takut, Pa. Aku takut anak ini hanya akan mengingatkanku pada semua kejadian buruk.”

Haris terdiam sejenak. Kemudian berkata pelan. “Indri, dengarkan Papa.”

Indri mengangkat wajah.

“Anak itu tidak bersalah.” Air mata Haris sendiri mulai menggenang. “Dia tidak memilih ayahnya. Dia tidak memilih bagaimana dia datang ke dunia. Dan dia juga tidak memilih kesalahan yang dilakukan orang tuanya.”

Indri terisak. “Tapi bagaimana kalau nanti semua orang menghakimi dia?”

“Papa akan berdiri di depanmu.”

Indri menatap ayahnya. “Bagaimana kalau dia bertanya tentang ayahnya?”

“Kalau saat itu tiba, kita akan menjawab dengan cara yang paling baik.” Haris menggenggam tangan Indri semakin erat. “Jangan mengambil keputusan besar hanya karena kamu sedang takut.”

Indri menunduk. “Papa tidak marah?”

“Papa marah pada keadaan.” Haris menggeleng. “Tapi bukan pada anak itu.”

Tanpa mereka sadari, di lorong menuju ruang tengah, dua orang berdiri terpaku. Cinta dan Vano. Keduanya sebenarnya tidak bermaksud menguping. Mereka baru saja hendak masuk ketika mendengar nama Evan disebut. Namun semakin lama mereka mendengar percakapan itu, semakin sulit bagi mereka untuk melangkah pergi.

Cinta menatap Vano. Vano hanya menggeleng pelan. Tidak satu pun dari mereka menyangka bahwa hubungan Indri dan Evan menyimpan luka sebesar itu.

Cinta menutup mulutnya dengan tangan. “Selama ini...” Suaranya hampir tidak terdengar. “Evan menyimpan dendam kepada Indri?”

Vano menghela nafas panjang.

“Aku juga tidak menyangka.”

Cinta memandang ke arah ruang tengah. Ia melihat Indri sedang menangis di samping Haris. Wajah adiknya terlihat begitu rapuh. Selama ini Cinta mengira Indri hanya kelelahan karena pekerjaan. Ia tidak pernah menyangka ada masalah sebesar itu yang disembunyikan di balik senyum adiknya.

Di dalam ruang tengah, Haris masih menggenggam tangan Indri. “Jangan pikirkan apa kata orang.”

“Tapi, Pa...”

“Kalau ada yang menyebut anakmu sebagai aib, biarkan mereka berbicara.” Haris mengusap kepala Indri. “Papa akan menganggap anak itu sebagai cucu yang harus dilindungi.”

Indri menangis semakin keras. Untuk pertama kalinya sejak mengetahui kehamilannya, ia merasa tidak sepenuhnya sendirian. Namun di balik ketenangan yang mulai tumbuh itu, satu rahasia masih terkubur jauh di dalam hatinya.

Kematian Evan. Indri tahu bahwa suatu hari nanti ia harus menghadapi kebenaran itu. Tetapi hari ini, ia hanya ingin belajar menerima kehidupan kecil yang tumbuh di dalam dirinya.

1
ken darsihk
Belum up thorr
ken darsihk: ooh 🙏
Sehat selalu untuk author nya
total 2 replies
Eva Karmita
pengen banget pites kepala nya Rio ...tega amat ngk ngasih tau kehamilan Indri ke Evan 😏😤 ... astagaa bikin emosi aja ini anak manusia satu 😩
Eva Karmita
RioRiooooo... kenapa kamu sembunyikan kehamilan Indri 😏😤 harus nya kamu kasih tau Evan terserah kedepannya Evan mau bagaimana mau tanggung jawab atau lari dari kenyataan... jangan sampai kamu di salah kan kalau Indri mulai membuka hati untuk Riko..
Aditya hp/ bunda Lia
jangan jadi pengacau kamu Evan
ken darsihk
Akhir nya perasaan yng terpendam dari Evan menyeruak juga keluar
ken darsihk
sesungguh nya mereka saling mencintai Evan Indri , tapi mereka menyembunyikan dengan baik
Aditya hp/ bunda Lia
cepat kuatkan pilihanmu Van jangan sampe nanti pas lagi ijab kamu datang mengacau ... 🤭
ken darsihk
Evan pasti akan shick shack shock ketika dia tahu , Indri lah yng menginginkan kamu tiada
ken darsihk: iya bun 🤣🤣🤣
total 6 replies
ken darsihk
Thanks author spillan nya tentang Cinta 👍👍🩵
ken darsihk
Dan ketika Evan tau kematian nya atas ulah nya Indri juga , apa Evan bisa memaafkan Indri
Eva Karmita
kasih vote untuk emak ...siapa tau emak berbaik hati buat Evan balik kampung 😂😂

Evan sudah saatnya kamu keluar dari persembunyian hadapi dengan jentel ..jgn jadi banci kau ..,, selesai masalah mu dgn Indri jgn buat kesalahan lagi kasihan calon anakmu Van nanti tumbuh tanpa sosok mu , jgn sampai kamu menyesal Indri jadi milik Royco...
Aditya hp/ bunda Lia: Iya tuh Royco jamur 😂😂😂
total 4 replies
Eva Karmita
Riko sebenarnya kamu siapa ...tiba" hadir di kehidupan Indri dan mencoba masuk apa tujuan mu Riko tidak mungkin kan kamu langsung suka sama Indri dan mau bertanggungjawab 🤔🤔
ken darsihk
kupersembahkan secangkir kopi thor , untuk penjelasan nya 🤭🤭
Nurlinda: 😄😄😄😄😄🙏🙏🙏
total 1 replies
ken darsihk
Ada sesuatu yng tersembunyi kah dibalik kebaikan nya Riko ke Indri
ken darsihk
Gagal paham sama Cinta dia begitu baik , bukan nya Cinta hanya saudara tiri yak
Belum pernah di bahas deh thor hubungan Cinta dan Indri 🩵
ken darsihk: Yesss tengkyuuu thor
total 4 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Riko ini beneran tulus apa ada sesuatu ada udang di balik bakwan gitu 🤭
jujur ajah masih teka teki sama Riko dia itu emang cinta sama Indri atau ada maksud lain 🤔
Aditya hp/ bunda Lia: 🤷🤷🤷🤷🤷
total 4 replies
Eva Karmita
semangat Indri 🔥💪🥰
ken darsihk
Poor Indri 🤗🤗
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya bukan cuma pak Haris yang tau cerita Indri dan Evan ... cinta dan Vano juga
Aditya hp/ bunda Lia
dan saat semua membaik Rio mendapat bukti kalo Indri yang menyuruh orang buat sabotase mobil evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!