Kedua sahabat dari semasa SMA terjebak dalam sebuah friend zone.
Arjuna sendiri tak menampik dirinya memiliki rasa kepada sang sahabat.
Sedangkan Bianca, gadis itu hanya memanfaatkan keluguan dan cinta tulus Arjuna untuk kepentingannya sendiri.
Hingga seorang anak hadir dalam hubungan rumit keduanya.
Akan kah suatu saat Arjuna sadar jika Bianca yang merupakan sahabatnya tak pernah benar-benar membalas cintanya.
Akan kah Bianca sadar jika selama ini hanya Arjuna yang dengan tulus mencintainya.
Bisakah mereka menyadari perasaan masing-masing saat kehadiran anak di tengah-tengah mereka?
Ikuti kisah rumit mereka ya ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redwhite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rayuan.
Sampai di kamar, Arjuna segera mengecek ponselnya, dia melihat banyaknya panggilan yang di dominasi Bianca.
Arjuna juga membaca pesan yang di kirim gadis itu berupa kalimat yang menyatakan jika gadis itu sangat marah dan kecewa padanya.
Dia segera menghubungi balik sang sahabat, berusaha meminta pengertian dan maaf dari gadis itu. Namun sayang, panggilannya tak tersambung, panggilannya tersambung oleh operator yang menjawab jika nomor gadis itu sedang tidak aktif.
Arjuna berpikir mungkin Bianca mematikan ponselnya karena kesal dengannya. Lelaki berparas tampan itu tak terlalu khawatir, sebab Bianca berada di rumah ibunya.
Dia memilih segera membersihkan diri dan mulai istirahat. Baru saja merebahkan diri, dirinya sudah di interupsi sang atasan yang tak lain adalah sahabatnya sendiri bahwa dia harus sudah menyelesaikan laporannya sebelum kerja lusa nanti.
Dan Roni berkata jika bisa, ia meminta bertemu dengannya dan juga sang ayah untuk membicarakan masalah rapat esok lusa.
Arjuna hanya membalas singkat pesannya, dan memilih berkirim pesan dengan tunangannya.
Dia senyum-senyum sendiri saat mengingat ciuman panas dengan sang tunangan sore tadi.
Saat ini dia malah sedang mengusili sang tunangan dengan kata-kata rayuan yang kaku. Sesuatu yang sama sekali tak pernah ia lakukan. Sungguh dia juga heran bagaimana bisa mengirim pesan seperti ini.
Tak lama ponselnya berdering, rupanya Keysha menelponnya dengan panggilan bergambar.
"Kenapa? Kangen hemm?"
"Aku ngga yakin yang tadi ngerayu aku Arjuna soalnya!"
Arjuna terkekeh lantas membalas, "emangnya kalo bukan aku siapa lagi? Setan?"
"Ih kamu mah, jangan ngomong sembarangan Juna, takut aku malem-malem gini di tempat asing." Keluhnya.
Makin menjadi saja Arjuna mengerjai sang tunangan, bahkan dia bertanya apa mau sang tunangan ditemani olehnya.
"Apaan sih, udah ah mau tidur aku, Night," balas Keysha segera mematikan panggilannya.
Arjuna tersenyum mengingat rona merah gadis itu, Keysha memang memiliki paras cantik natural, saat sedang tak bermake up seperti tadi gadis itu terlihat lebih cantik.
Terlebih Keysha memang selalu berdandan flawless, bukan glamor.
Berbeda dengan Bianca yang jika tak menggunakan make up wajahnya terlihat pucat pasi.
.
.
.
Pagi hari Arjuna belum juga bisa menghubungi sang sahabat. Dia hendak bertanya apa gadis itu akan kembali ke kota bersama lagi, atau masih ingin tinggal di kota ibunya.
Keysha lantas mengusulkan untuk mendatangi kediaman Rita, sekaligus berpamitan kepada wanita yang telah melahirkan Bianca itu, sebagai rasa sopan mereka.
Arjuna mengusap puncak kepala sang tunangan, merasa bangga dengan sifat santun tunangannya itu. Pantas saja sang ibu sangat menginginkan gadis itu menjadi istrinya.
Tak lupa Arjuna juga mengecup punggung tangan sang tunangan saat gadis yang berona itu memukulnya karena ulahnya tadi.
"Ih, aku baru tau ya, ternyata sosok Arjuna yang katanya dingin ternyata romantis banget!" Sindirnya.
"Emangnya kamu cari tau aku dari siapa? Yang kenal banget aku selain aku ya cuma orang tuaku."
"Ngomong-ngomong, semalem aku udah jawab tentang masa laluku, sekarang aku mau tanya masa lalu kamu, berapa mantan pacar kamu? Terus kemarin ciuman pertama kamu bukan?" Ledeknya.
Tentu saja pertanyaan Arjuna membuat pipi Keysha merona semakin merah karena mengingat kejadian mereka kemarin.
Perjalanan mereka menuju kediaman Rita di isi oleh rayuan dan candaan Arjuna.
"Aku pernah pacaran satu kali, tapi putus begitu aja!" Ucap Keysha sedih. Gadis itu menarik napas panjang mengingat sosok lelaki cinta pertamanya.
Entah kenapa ucapan sang tunangan itu sedikit membuat hatinya teriris pedih, Arjuna tak menyadari bahwa ia sedikit cemburu, karena ternyata dia bukan yang pertama.
"Kamu masih cinta dia nih jangan-jangan," ledeknya berusaha menutupi getir hatinya.
"Engga tau, yang pasti dia cinta pertamaku, tapi tentang ciuman ... jujur itu yang pertama, kamu First Kiss ku Juna."
Hati Arjuna kembali bersorak atas ucapan sang tunangan, ahh beruntungnya takut aku dapat bekasan.
Keduanya sampai di kediaman Rita. Rumah itu tampak lebih sepi dari kemarin, Arjuna bergegas turun dan di ikuti oleh sang tunangan.
Mereka mengetuk pintu, tak lama Evan yang membukakan pintu untuk mereka.
Arjuna lantas bertanya ibu remaja itu dan juga Bianca. Tapi ucapan Evan membuat perasaan Arjuna kembali luluh lantah.
.
.
.
Tbc.
ada ya orang kayak Bianca....
ini yg nyebelin othor apa Bianca😅
.😎
semangat ya!