Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Keesokan paginya.

Mentari sudah mulai bersinar terang, sementara gadis kecil itu masih sibuk menata dagangan ibunya ke dalam keranjang yang sudah diletakkan di atas sepeda onthel.

“Mira... sudah, Nak. Kamu berangkat sekolah dulu, nanti terlambat,” ujar Rina dengan lembut.

Anak itu tersenyum hangat. Namun, bukannya berhenti dari pekerjaannya, ia justru menjawab dengan tenang.

“Masih ada waktu, Bu.”

“Kamu itu, Nak. Kenapa keras kepala?” ucap Rina.

“Untuk meringankan beban Ibu, enggak apa-apa keras kepala sedikit,” sahutnya sambil nyengir kuda.

“Ada-ada saja kamu ini,” ujar Rina sambil tersenyum.

“Gitu dong, Bu. Senyum yang banyak, ya, untuk Mira,” pinta anak itu.

Setelah semua dagangan selesai ditata, Mira menatap keranjang jualan sang ibu. Entah karena kebiasaannya atau memang sedang ingin memberi semangat, anak itu tiba-tiba berbicara sendiri seolah sedang memberikan kata-kata afirmasi kepada dagangan ibunya.

“Cemilan, jepitan rambut, sama minuman... kalian jangan lama-lama, ya, duduk di keranjang Ibu. Semoga nanti kalian laku di tangan pembeli yang baik, supaya Ibu enggak perlu keberatan membawa kalian pulang lagi," gumam Mira sambil menepuk pelan dagangan tersebut.

“Makasih ya, Nak, untuk doanya,” ujar sang ibu tiba-tiba.

Mira menoleh dan tersenyum. “Sama-sama.”

Ia kemudian melihat jam. “Ya sudah kalau begitu, Mira berangkat sekolah dulu, ya, Bu.”

Mira pun berpamitan, lalu mengambil tas yang sudah disiapkan oleh ibunya.

Gadis kecil itu melangkah menuju sepeda mininya. Seperti biasa, ia berangkat sekolah dengan penuh semangat dan tidak pernah lupa memperlihatkan senyum manisnya kepada orang-orang di sekelilingnya.

Jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Bel sekolah pun berbunyi. Anak-anak segera masuk ke kelas masing-masing. Begitu juga dengan Mira.

Ia duduk di bangku paling depan. Meskipun penampilannya terlihat berbeda dari anak-anak lainnya, Mira cukup pintar dalam beberapa pelajaran. Salah satu yang paling ia sukai adalah pelajaran IPA.

Entah mengapa, setiap kali guru menjelaskan tentang tubuh manusia, hewan, tumbuhan, atau berbagai hal yang ada di sekitar mereka, mata Mira selalu terlihat lebih berbinar.

Pagi itu, guru sudah tiba di kelas. Suasana yang sebelumnya ramai perlahan berubah menjadi hening. Semua anak mulai duduk rapi di tempat masing-masing. Mira pun ikut menegakkan tubuhnya, bersiap mengikuti pelajaran.

“Selamat pagi, anak-anak.”

“Selamat pagi, Bu!”

Suara mereka terdengar hampir bersamaan. Guru itu tersenyum, kemudian meletakkan beberapa buku di atas meja.

“Pagi ini Ibu tidak akan langsung meminta kalian membuka buku.”

Beberapa anak langsung saling pandang. “Memangnya kita mau belajar apa, Bu?”

“Tenang saja.” Guru itu terkekeh kecil. “Kita akan belajar berbicara di depan kelas.”

Seketika beberapa anak mengeluh.

“Jangan, Bu.”

“Kenapa harus maju?”

“Takut, Bu.”

Mendengar berbagai macam protes itu, sang guru justru tersenyum. “Justru karena kalian takut, kalian harus belajar berani.”

Kelas kembali tenang. Guru tersebut kemudian mengambil spidol dan menuliskan sebuah kata di papan tulis.

CITA-CITA

“Siapa yang tahu apa arti cita-cita?”

Beberapa tangan langsung terangkat. “Kamu.”

“Cita-cita itu keinginan kita kalau sudah besar, Bu.”

“Bagus." Guru itu mengangguk. “Hari ini Ibu ingin tahu cita-cita kalian. Nanti Ibu akan bertanya satu per satu. Kalian berdiri dan menyebutkan ingin menjadi apa ketika besar nanti. Tidak perlu takut salah.”

Beberapa detik kemudian. Satu per satu anak mulai dipanggil.

“Raka.”

Anak laki-laki yang duduk di bangku tengah langsung berdiri. “Saya ingin jadi polisi, Bu.”

“Kenapa ingin jadi polisi?”

“Biar bisa menangkap penjahat.”

Teman-temannya tertawa. Guru itu ikut tersenyum bangga dengan cita-cita salah satu dari muridnya itu.

“Bagus. Duduk.”

Kemudian giliran anak lainnya.

“Saya mau jadi guru.”

“Saya mau jadi tentara.”

“Saya mau jadi pengusaha.”

“Saya mau jadi koki.”

Berbagai macam jawaban terdengar dari dalam kelas. Ada yang menjawab dengan malu-malu. Ada pula yang terlalu bersemangat sampai membuat teman-temannya tertawa.

Mira memperhatikan semuanya sambil menopang dagu. Ia sudah tahu jawabannya.

Bahkan sejak dulu.

Sementara Ibu Rosy kembali melihat daftar nama di tangannya, dan nama Azmira mulai dipanggil.

“Azmira.”

Mendengar namanya dipanggil, Mira langsung berdiri. Ia merapikan seragamnya sebentar, kemudian berjalan ke depan kelas dengan langkah ringan.

“Coba katakan kepada teman-temanmu. Mira ingin menjadi apa ketika besar nanti?”

Mira berdiri tegak. Tidak ada keraguan sedikit pun di wajahnya. “Mira ingin menjadi dokter, Bu.”

Suasana kelas hening sesaat, beberapa anak saling melihat heran. Lalu terdengar suara tawa dari beberapa anak.

“Hehehe... Mira jadi dokter?”

Mira menoleh pada teman-teman yang sedang menertawakannya, ia sedikit heran kenapa mereka menertawakan cita-citanya.

Bahkan seorang anak perempuan yang duduk di bangku belakang menunjuk ke arah kakinya.

“Dokter itu sekolahnya lama dan biayanya mahal, Mira.”

Beberapa anak kembali tertawa. “Lihat saja sepatumu!”

Mira spontan melihat ke bawah. Sepatu yang dikenakannya memang sudah lama. Bagian depannya sedikit terbuka hingga kaus kaki putih yang dipakainya terlihat.

Mira tidak langsung menjawab. Ia hanya melihat sepatunya beberapa detik. Kemudian mengangkat wajah.

“Memangnya kenapa kalau sepatu Mira bolong?”

Anak yang tadi mengejeknya mengangkat bahu. “Ya... bagaimana kamu mau jadi dokter sedangkan beli sepatu saja kamu masih belum bisa."

Mira tersenyum kecil. “Sepatu Mira yang bolong hari ini bukan berarti akan tetap bolong sampai Mira besar.”

Kelas kembali hening, ucapan gadis kecil itu seolah menampar teman-teman yang barusan menertawakannya. “Kalau sekarang Mira belum punya sepatu bagus, ya tidak apa-apa.”

Mira mengangkat dagunya sedikit. “Yang penting Mira tetap belajar.”

Tidak ada satu pun anak yang tertawa kali ini. Guru Bahasa Indonesia yang sejak tadi memperhatikan Mira akhirnya tersenyum.

“Bagus sekali.”

Ia kemudian menatap seluruh muridnya. “Anak-anak, dengarkan baik-baik. Jangan pernah menertawakan cita-cita teman kalian hanya karena keadaan mereka hari ini.”

Guru itu berjalan mendekati Mira. “Tidak ada yang tahu kehidupan seseorang sepuluh atau dua puluh tahun lagi.”

Mira mengangguk patuh. “Terima kasih, Bu.”

“Kenapa kamu ingin menjadi dokter?”

Pertanyaan itu membuat wajah Mira semakin cerah. “Karena Mira ingin membantu orang sakit.”

“Kenapa?”

Mira berpikir sebentar. “Karena aku sering melihat tetangga Mira yang sakit tapi gak bisa berobat karena tidak ada biaya,"

Beberapa anak akhirnya mulai memperhatikan Mira, perlahan mereka mulai mendengar.

“Kalau Mira nanti jadi dokter, Mira mau membantu mereka yang membutuhkan."

Guru itu tersenyum mendengar jawaban sederhana tersebut, ada rasa bangga tersendiri dengan kegigihan gadis berpenampilan lusuh itu. Mira memang tergolong anak yang kurang mampu. Tapi guru itu paham jika anak itu mempunyai cukup bekal yang mungkin bisa mengantarnya ke pintu kesuksesan.

“Semoga cita-citamu tercapai ya Nak."

“Aamiin.”

Mira kembali ke tempat duduknya. Ia duduk sambil merapikan ujung rok seragamnya. Teman yang tadi mengejeknya masih memandang ke arahnya, sedangkan Mira memandangnya dengan senyuman. Ia tidak marah ataupun merasa malu.

Dalam hati, ia justru mengulang kembali perkataan gurunya. Tidak ada yang tahu kehidupan seseorang sepuluh atau dua puluh tahun lagi.

Mungkin suatu hari nanti, ia benar-benar akan menjadi dokter. Mungkin juga tidak. Namun Mira tidak ingin menyerah hanya karena hari ini ia belum memiliki apa-apa. Sebab baginya, cita-cita tidak harus dimulai dari kehidupan yang sempurna. Cita-cita bisa dimulai dari sebuah keinginan kecil... dan keberanian untuk memperjuangkannya.

Bersambung .....

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!