Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penglihatan yang masih samar
"Kharissa apa yang sebenarnya kamu lihat?" tanya Hatta karena Dimas dan yang lain masih berada di rumah Karta.
Mereka baru selesai makan siang dan para tukang sedang memperbaiki atap rumah Karta, Kharissa masih terus memperhatikan Rian dan adik adiknya yang sedang menemani Hannan, Hisyam dan Hannah yang bermain di luar rumah Karta bahkan Kharissa juga menatap jari tangannya dengan tatapan datar.
"Dia di siksa, di kubur hidup-hidup saat kedua adiknya sudah kehilangan mata mereka, mata yang ada pada mereka sekarang adalah mata milik mereka yang tidak di pakai sosok itu, tapi mereka mendapatkan mata itu tidak secara gratis, Rian memberikan sepuluh jari tangannya sebagai bayaran untuk makanan anjing si meneer" jawab Kharissa yang sekarang tatapannya berubah tajam.
"Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, kamu melihat jasad mereka ada di mana?" tanya Dirga
"Tidak, pandanganku tertutup kabut dan begitu gelap, pengap sampai aku tidak bisa bernafas" jawab Kharissa
"Setidaknya kita sudah mendapatkan petunjuk kalau ternyata sosok nyonya meneer itu masih tertahan sesuatu, mungkin juga nenek Ratri masih ada" ucap Dimas
"Ya, dia menginginkan mata Hannah karena mata Hannah di sebut sebagai mata terakhir" jawab Kharissa
"Mata terakhir, maksudnya pasti mata terakhir dari keturunan Hatta kan? karena Hatta lahir dari ajian milik Karta yang berhubungan dengan sosok Urfa, jadi mereka menginginkan keturunan terakhir dari anak Hatta" ucap Rukmini dan Kharissa mengangguk.
"Bagaimana mungkin mereka bisa tahu kalau Hatta tidak akan bisa memiliki anak lagi setelah memiliki Hannah?" tanya Hatta
Setelah melahirkan Hannah, Husna memang menjalani operasi pengangkatan rahim karena saat melahirkan Hannah, Husna terjatuh dari tangga hingga rahimnya rusak dan Hannah harus lahir prematur.
"Bukan karena Hannah saja Hatta, tapi karena kamu, kamu keturunan Wihardja laki laki satu satunya dari Karta, itu sebabnya mata Hannah berharga untuk mereka" jawab Rukmini
"Mereka pasti akan kembali untuk Hannah" ucap Kharissa
"Siapa orang ini, kenapa dia ingin mengambil mata Hannah" gumam Hatta
"Apa ada lagi yang kamu lihat Kharissa?" tanya Rukmini
"Tidak ada, tapi Rissa mendengar kata kacung" jawab Kharissa
"Kacung?" gumam Dirga
Sebenarnya ada banyak penglihatan yang di lihat Kharissa begitu menyentuh kening Rian, tapi itu adalah berupa potongan potongan tidak jelas, jadi Kharissa tidak mau sembarangan menebak, dia hanya mengatakan apa yang menurutnya sudah pasti dan sudah dia yakini adalah kebenaran.
"Biarkan tiga anak itu di sini, sosok itu sepertinya tidak bisa masuk ke kamar anak anak karena ada mereka di sana, biarkan anak anak itu menempati rumah ini di manapun mereka mau" ucap Kharissa
"Tapi semalaman sosok itu tetap bisa masuk meskipun mereka ada di rumah, kami khawatir mereka nanti di bawa sosok itu" ucap Hatta
"Dia tidak akan bisa" jawab Kharissa
"Benarkah? tapi kenapa?" tanya Dimas
"Rissa tidak tahu, tapi ketiganya tidak akan bisa di bawa mereka" jawab Kharissa karena juga masih ragu dengan alasan kenapa tiga jin itu tidak akan bisa di bawa mahluk putih yang meneror rumah Karta.
"Kamu kelelahan, maaf ya" ungkap Dirga
"Tidak apa, asal dengan mas" jawab Kharissa yang akan selalu lebih kelelahan jika banyak bicara saja.
•••••••••••
Di kamar Karta.
"Pak Karta, apa tidak ada bayangan tentang siapa orang yang mungkin dulu begitu tidak menyukai pak Karta?" tanya Bintang
"Sebenarnya ada beberapa orang, tapi mereka sudah meninggal karena rata rata mereka adalah juragan yang dulu jadi pemilik lama lahan ini, lahan ini di beli sekitar empat puluh dua tahun yang lalu, saat itu aku baru menikah dengan Nilam, lima tahun pernikahan aku tidak kunjung di karuniai anak makanya aku datang ke seorang dukun dan berhasil menguasai sebuah ajian benih emas"
"Setelah memiliki ajian itu Hatta lahir, tapi tak lama setelah Hatta lahir, Nilam meninggal dengan cara yang tidak wajar, aku berpikir itu pasti karena ulah para juragan yang ingin membeli lahan ini lagi makanya aku datang ke dukun itu lagi untuk minta agar rumah dan lahan milikku di pagari, tapi dukun itu mengatakan, pagar gaib milikku sudah ada sejak aku memiliki ajian itu, aku tidak tahu kalau bentuk dari ajian itu adalah Urfa" jawab Karta
"Saat itu hanya satu orang yang sudah aku curigai, dia adalah juragan Indra, dia mantan kekasih Nilam tapi mereka tidak menikah karena Indra sudah memiliki satu istri, dia selalu menyumpahi pernikahan kami akan hancur karena Nilam memilihku pak Bintang" ucap Karta
"Apa hanya juragan Indra? dia sudah meninggal sepuluh tahun lalu" tanya Bintang
"Selain dia memang tidak ada, semua mantan juragan pemilik lama lahan ini meninggal, dan rata rata mereka meninggal setelah menjual lahan ini makanya aku tidak mau menjual tempat ini meksipun tubuhku sudah lemah" jawab Karta
Sejak kepergian Hatta ke Bandung, tubuh Karta semakin lemah, dia selalu merasa kalau energinya terus tersedot karena sesuatu, dia sempat berpikir mungkin itu karena Radini tapi Radini sudah lama meninggal dan Hatta juga sudah sembuh dari pengaruh Radini sejak dua tahun yang lalu, di tambah Karta juga memang tidak merasa di berikan sesuatu yang menjijikan seperti kopi untuk Hatta oleh Radini.
"Tapi pak Bintang, kata kacung itu memang cukup menggangu, karena setelah kepergian Hatta, aku sering bermimpi tentang seorang perempuan yang bekerja begitu keras di sebuah rumah, rumahnya lebih besar dari rumah ini tapi sedikit mirip, ada seorang laki laki juga yang menjadi seorang pekerja di perkebunan, apa mungkin itu adalah leluhurku?" tanya Karta
"Aku juga tidak bisa mengatakan itu leluhur pak Karta atau bukan, tapi mungkin itu ada hubungannya dengan teror yang selama ini kalian dapatkan" jawab Bintang
"Satu lagi pak Bintang"
"Apa pak Karta?"
"Setelah Hatta datang, tubuh saya terasa lebih segar, saya juga tidak tahu kenapa tapi sekarang bahkan saya merasa lebih sehat" jawab Karta juga membuat Bintang kebingungan.
Rukmini yang ada di belakang Bintang juga mendengarkan semua obrolan keduanya, tapi dari cerita yang di dengar Rukmini, dia yakin orang yang meneror Karta bukanlah Indra atau keturunan Indra, tapi ada orang lain yang mungkin berhubungan dengan masa lalu keluarga Wihardja dan Karta hanya terseret dalam masalah itu karena dia adalah keturunan Wihardja.
"Syukurlah mereka tidak curiga pada tuan besar" batin seseorang yang berdiri di depan pintu dan berpura pura merapikan tempat itu yang baru selesai di semen tiga orang tukang di bantu tiga orang kenek.
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭