Indonesia
NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Sang CEO

Plak!

​Sebuah tamparan keras, telak, dan bergema nyaring memotong kalimat kotor Xander. Bukan Evita yang menamparnya, melainkan Bu Yekti—ibu Evita yang sudah tidak tahan melihat suaminya dihina di usia senja mereka.

​Xander terhuyung ke samping, memegang pipinya yang langsung memerah panas. Ia menatap Bu Yekti dengan mata melotot tidak percaya. "Beraninya orang tua pikun menampar saya?!"

​"Cukup!"

​Sebuah suara bariton yang sangat rendah, berat, dingin, dan memancarkan wibawa absolut tiba-tiba menggema dari arah pintu masuk apartemen yang masih terbuka lebar. Suara itu begitu dominan hingga membuat seluruh kebisingan di dalam ruangan seketika senyap dalam sepersekian detik.

Semua pasang mata serentak menoleh ke arah pintu.

​Di sana, berdiri sesosok pria berbalut setelan jas tailored-fit berwarna hitam legam dengan potongan sempurna. Pria berdarah Tionghoa itu melangkah masuk dengan perlahan namun pasti, ditemani oleh dua orang pengawal pribadi berjas rapi di belakangnya.

​Ma Yong Hua.

​Sang CEO muda Ma Group itu hadir di sana membawa aura dingin yang mampu membekukan udara di dalam ruangan. Rambut hitam pendeknya tertata rapi, kulit putih bersih tanpa cela, serta sepasang mata sipitnya menatap lurus ke depan dengan tatapan setajam pisau belati.

​Begitu melihat sosok Ma Yong Hua muncul secara tiba-tiba di hadapannya, Xander Wiryawan mendadak menegang. Rasa takut, cemburu, dan amarah bercampur aduk menjadi satu di dalam dadanya.

Namun, reaksi yang sangat berbeda justru ditunjukkan oleh Viola Sanustika.

​Meskipun jantungnya sempat berdegup kencang melihat pria yang selama ini menjadi obsesinya berdiri di hadapannya, Viola tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Sebaliknya, di balik tubuh Xander, bibir Viola justru merekah membentuk sebuah seringai licik, bengis, dan penuh kemenangan.

​Akhirnya mangsa utamaku datang juga ke perangkap ini... batin Viola menyeringai sadis, merasa bahwa kehadirannya bersama Xander di sini dan skenario fitnah yang ia bangun akan menjadi senjata pamungkas untuk menjatuhkan sang konglomerat sekaligus menghancurkan Evita untuk selamanya.

Ma Yong Hua menghentikan langkahnya tepat beberapa meter di hadapan mereka. Ia menyapu pandangannya sekilas ke arah Pak Santoso dan Bu Yekti yang tampak terguncang, beralih sejenak ke arah Evita yang menahan tangis, sebelum akhirnya mendaratkan sepasang mata sipitnya yang dingin tepat pada wajah Viola Sanustika.

​"Wah, wah... Pelaku pembakaran rumah orang tua dan penebar fitnah murahan rupanya sedang asyik bermain drama di sini," ucap Ma Yong Hua dengan nada suara rendah yang sangat menusuk, melangkah maju perlahan sambil menatap tajam ke arah wanita iblis tersebut.

****

​Suasana di dalam unit apartemen Evita mendadak berubah menjadi arena pertempuran psikologis yang begitu pekat. Keheningan yang mencekam menggantikan kegaduhan sesaat setelah kedatangan Ma Yong Hua. Sang CEO muda berdiri dengan postur tubuh tegap dan sorot mata setajam elang, memancarkan dominasi mutlak yang membuat siapa pun di dalam ruangan itu menahan napas.

​Namun, di luar dugaan semua orang, reaksi yang ditunjukkan oleh Viola Sanustika sama sekali tidak mencerminkan ketakutan. Wanita bergaun merah menyala itu justru menegakkan dagunya. Seringai sadis terukir jelas di bibirnya—sebuah senyuman khas antagonis sinetron papan atas yang dipenuhi kelicikan, rasa percaya diri yang berlebihan, dan ambisi destruktif yang mengerikan.

Sembari merangkul lengan Xander yang masih diliputi kemarahan buta, Viola melangkah maju secara perlahan. Hak sepatu tingginya berketukan nyaring di atas lantai marmer, memecah kesunyian ruangan. Ia berjalan mendekati Ma Yong Hua, memangkas jarak di antara mereka hingga hanya tersisa beberapa jengkal saja.

​Xander sempat menoleh kaget melihat keberanian wanita simpanannya itu. "Viola, apa yang kamu lakukan? Jangan mendekati pria itu, dia berbahaya!" bisik Xander memperingatkan, namun diabaikan sepenuhnya oleh Viola.

​Viola terus melangkah dengan seringai licik yang semakin melebar. Begitu ia berdiri tepat di hadapan Ma Yong Hua, wanita itu tidak menunjukkan tanda-tanda gentar menghadapi aura dingin sang taipan. Sebaliknya, ia memiringkan kepalanya, lalu dengan gerakan perlahan ia berjinjit mendekatkan bibirnya tepat ke telinga kanan sang CEO Ma Group.

****

"Tuan Ma Yong Hua yang terhormat..." bisik Viola dengan nada suara mendesis yang begitu tajam dan beracun, sengaja diatur agar hanya bisa didengar oleh pria di hadapannya dan segelintir orang terdekat. "Anda mungkin mengira diri Anda adalah raja yang tidak terkalahkan di dunia bisnis ini. Anda bisa menghancurkan keluargaku, Anda bisa membayar polisi, Anda bisa melakukan apa saja dengan kekayaanmu..."

​Ma Yong Hua tidak bergeming. Sepasang mata sipitnya tetap menatap lurus ke depan dengan dingin, meski rahangnya mengeras sempurna mendengar bisikan provokatif itu.

​"...Tapi tahukah Anda, Tuan Besar?" lanjut Viola dengan seringai semakin lebar, matanya membelalak penuh kemenangan teatrikal. "Kelemahan terbesar Anda bukanlah uang, bukan pula reputasi... melainkan detak jantung Anda sendiri."

****

​Mendengar kalimat itu, sekujur tubuh Ma Yong Hua mendadak menegang kaku. Bola matanya sedikit melebar. Rahasia terbesar yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh lingkaran medis pribadi Ma Group—bahwa sang CEO menderita penyakit kardiovaskular akut dan mengalami gagal jantung stadium lanjut yang mengharuskan ia segera mendapatkan donor jantung kompatibel dalam waktu dekat demi bertahan hidup—kini diucapkan secara gamblang oleh wanita di hadapannya.

​"Bagaimana...?" suara bariton Ma Yong Hua meluncur tertahan, nyaris berbisik dengan nada dingin yang sarat akan keterkejutan luar biasa.

Viola tertawa tertahan di samping telinga Ma Yong Hua—sebuah tawa kecil yang terdengar sangat merendahkan dan penuh racun.

​"Kau terkejut, gege... eh, Tuan Ma?" bisik Viola makin menekan psikologis sang taipan.

"Kesehatanmu sudah berada di ambang kehancuran. Dokter pribadimu sudah angkat tangan, dan kamu sedang menunggu keajaiban donor yang entah kapan datangnya. Bagaimana kalau rahasia medis ini kubocorkan sekarang juga pada Xander, pada media massa nasional, dan pada seluruh dewan direksi Ma Group? Bayangkan... dalam sekejap mata, saham perusahaanmu akan terjun bebas, kerajaan bisnis yang kamu bangun akan runtuh, dan kamu akan mati perlahan di atas kursi pesakitan!"

****

Provokasi keji itu dilontarkan Viola dengan sengaja, bertubi-tubi, dan tanpa jeda. Wanita itu menggunakan seluruh kemampuan manipulatifnya untuk menyerang titik terlemah Ma Yong Hua secara fisik maupun mental, berharap sang taipan kehilangan kendali emosionalnya di hadapan publik.

​Dan rencana busuk itu mulai membuahkan hasil.

​Tekanan darah Ma Yong Hua mendadak melonjak drastis akibat kombinasi amarah, keterkejutan, dan serangan psikologis yang teramat kuat. Pasokan oksigen di dalam rongga dadanya terasa lenyap seketika. Napas sang CEO mendadak memburu, menjadi pendek-pendek dan tersengal-sengal.

​Deg! Deg! Deg!

Jantung Ma Yong Hua berdetak tidak karuan, menghantam dinding dadanya dengan rasa sakit yang luar biasa menusuk. Tangannya yang tadinya terkepal kuat perlahan-lahan melemas. Ia meraba dada bagian kirinya dengan sebelah tangan, mencoba menstabilkan napasnya yang kini tersendat-sendat. Keringat dingin seketika bercucuran membasahi pelipis dan keningnya yang putih bersih.

​"Tuan Ma!" teriak Feng Zhi, sekretaris pribadi Ma Yong Hua, yang langsung panik melihat perubahan drastis pada fisik atasannya. Feng Zhi segera berlari menerobos maju untuk menopang tubuh sang CEO yang mulai kehilangan keseimbangan.

1
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!