Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Youngest Grand Pope
Aroma lilin lebah dan dupa mawar murni mengalir lambat melalui celah-celah pilar marmer berukir di Grand Temple of Olympus. Di dalam aula keagamaan utama, atmosfernya tidak sekadar hening; atmosfer itu terasa dipenuhi kepatuhan yang pekat. Setiap langkah kaki yang menapak pada lantai batu mengilap akan bergema seperti ketukan loncatan waktu, mengingatkan siapa saja bahwa mereka sedang berada di pusat otoritas tertinggi spiritualitas Kekaisaran Celestia.
Di balik tirai beludru merah yang memisahkan ruang doa pribadi dengan selasar utama, berdiri sang pemimpin tertinggi seluruh ordo suci.
Raphael Elias Montclair.
Pria berusia dua puluh enam tahun itu berdiri tegak menghadap jendela kaca patri raksasa yang menggambarkan lanskap Olympus. Jubah keagamaan bertabur benang emas terikat sempurna di bahunya, melengkapi rambut peraknya yang berkilau di bawah terpaan sinar matahari pagi. Wajahnya yang sangat simetris dipadu sepasang mata amber terang memberi kesan keanggunan yang sukar tersentuh. Sebagai Paus termuda dalam sejarah kekaisaran, Raphael dikenal sebagai sosok yang bijaksana, karismatik, sekaligus dingin tak terjangkau.
Namun saat ini, di balik raut wajahnya yang tampak sempurna dan tenang, alis rampingnya sedikit menaut.
Di telapak tangannya yang terbalut sarung tangan sutra putih, sebuah instrumen pualam berbentuk kompas suci—Astraea Indicator—sedang berputar tanpa kendali. Jarum jarum perak pada alat itu bergetar hebat, menunjuk ke arah bagian bawah tanah kompleks kuil sebelum akhirnya berhenti bergetar secara mendadak.
"Fluktuasi konsentrasi mana ilahi yang sangat masif... tetapi durasinya tidak sampai tiga detik," gumam Raphael pelan. Suaranya terdengar seperti dentang lonceng perak yang tenang namun menguasai ruangan.
Sebagai manusia yang dianugerahi Divine Authority dan memiliki resonansi jiwa paling dekat dengan jajaran Olympus, Raphael bisa merasakan setiap kali energi para dewa menyentuh dunia fana. Biasanya, fenomena seperti ini hanya terjadi ketika seorang Saintess memanjatkan doa besar atau saat ritual sakramen puncak dilakukan.
Tetapi hari ini, tidak ada jadwal ritual apa pun.
"Sesuatu yang tidak masuk akal sedang terjadi di bawah sana," bisiknya lagi.
Tepat pada momen ketenangan itu terpecah oleh analisis pribadinya, udara di depan mata Ophelia—yang saat itu baru saja keluar dari perpustakaan bawah tanah untuk menyelinap kembali ke selasar aula—kembali meledak oleh warna emas yang sangat mengganggu.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target Observation: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Divine Attention: MAXIMUM OVERDRIVE
Alert Status: GRAND POPE'S RADAR DETECTED
Sanity Level: 05% (Near Total Collapse)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: HEI! Si rambut perak itu memegang instrumen pencari mana! Dia sedang melacak keberadaan berkah yang baru saja kita berikan!]
[GODDESS OF BEAUTY: Asterion! Ini semua gara-gara kau yang menuangkan berkah sihir secara berlebihan pada doa sederhananya!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Secara kalkulasi, frekuensi gelombang suci yang terpancar dari perpustakaan bawah tanah tadi setara dengan pancaran sinyal Saintess tingkat lima. Sang Paus mustahil tidak menyadarinya.]
[GODDESS OF LOVE: OHOOOO! Sang Paus termuda kini secara pribadi melacak keberadaan Ophelia! Bukankah ini awal dari skenario pengejar dan yang dikejar?! Sangat mendebarkan!]
[GOD OF FORTUNE: Aku buka taruhan baru! 500 keping emas bahwa Raphael akan menyusul ke selasar utama dalam waktu kurang dari dua menit!]
[GODDESS OF WISDOM: Bisakah kalian semua berhenti membuat kekacauan?! Ophelia, sembunyikan gelombang mana di dalam dadamu sekarang juga!]
[UNKNOWN GOD: ...Run.]
Ophelia menggertakkan giginya di balik cadar putih yang menutupi setengah wajahnya. Lari?! Bagaimana aku bisa lari jika seluruh lorong ini dijaga oleh belasan Ksatria Suci?! jeritnya frustrasi di dalam hati.
Langkah kaki Ophelia terhenti di dekat pilar ketiga selasar utama. Ia berusaha mengatur napasnya yang tidak teratur, menekankan telapak tangannya ke dada untuk meredam desakan kekuatan Divine Core yang masih hangat akibat ulah para dewa beberapa saat lalu.
Namun, keberuntungan sama sekali tidak memihak padanya hari ini.
Suara gesekan kain jubah sutra yang sangat halus terdengar dari balik belokan lorong. Langkah kaki yang teratur, tenang, namun memancarkan dominasi yang amat kuat mendekat ke arahnya.
Ophelia mendongak sedikit. Dari sudut pandangannya, sosok Raphael Elias Montclair muncul dengan anggun. Beberapa pendeta tingkat tinggi berjalan di belakangnya dengan kepala tertunduk penuh hormat, tetapi pandangan sang Paus tidak tertuju pada para pengawalnya.
Mata amber terang milik Raphael tertuju lurus pada satu-satunya biarawati bercadar yang berdiri di dekat pilar marmer.
"Agung Paus..." desis para pendeta yang menyadari langkah Raphael mendadak melambat.
Raphael mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat agar rombongan pengawalnya berhenti. Pria berselimut keagungan suci itu melangkah mendekati Ophelia. Setiap langkahnya memancarkan aura Divine Authority yang membuat udara di sekitar mereka terasa makin berat dan padat.
Ophelia segera menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyatukan kedua tangannya di depan tubuh sesuai tata krama biarawati tingkat rendah.
"Hamba menyampaikan penghormatan tertinggi kepada Yang Mulia Agung Paus," ucap Ophelia dengan nada suara serendah dan sedatar mungkin.
Raphael berhenti tepat dua langkah di hadapan Ophelia. Tinggi badannya yang menjulang membuat bayangan jubah emasnya menutupi seluruh tubuh Ophelia yang relatif mungil. Pria itu menatap biarawati di hadapannya dengan kecermatan yang sangat tajam—seolah-olah ia sedang membedah lapisan jiwa gadis itu hanya melalui pandangan mata.
"Biarawati," panggil Raphael. Suaranya terdengar lembut namun menyimpan daya tekan yang tidak bisa dibantah. "Mengapa engkau berada di selasar utama saat jam pembersihan perpustakaan bawah tanah belum usai?"
"Mohon ampun, Yang Mulia," jawab Ophelia cepat, mengatur intonasi suaranya agar tidak bergetar. "Hamba baru saja menyelesaikan tugas pembersihan di Seksi 4 dan hendak mengambil perlengkapan pembersih yang baru di ruang penyimpanan."
Raphael menyipitkan mata amber-nya. Ia mengangkat kompas pualam Astraea Indicator di tangan kirinya. Jarum perak pada instrumen suci itu tampak menunjuk tepat ke arah Ophelia, memancar berkedip-kedip halus.
"Aneh," gumam Raphael pelan, cukup keras untuk didengar oleh Ophelia. "Instrumen ini bereaksi sangat kuat terhadap lonjakan berkah murni yang terjadi beberapa menit lalu. Dan anehnya, garis lintasan mana tersebut berpusat pada tempat engkau berdiri sekarang."
Jantung Ophelia serasa melompat ke tenggorokan.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
CRITICAL WARNING: Identity Exposure Risk at 89%!
Grand Pope's Skill: [Divine Insight] Active!
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF WAR: SIALAN! Pria ini benar-benar jeli! Ophelia, gunakan pedang spiritual untuk memotong kompas itu!]
[GODDESS OF BEAUTY: Jangan bodoh, Asterion! Jika dia bertindak kasar, seluruh kuil akan mengurungnya!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Secara ilmiah, tingkat kewaspadaan Raphael saat ini berada pada puncaknya. Kebohongan standar tidak akan berhasil menipunya.]
[UNKNOWN GOD: ...Stay calm.]
Ophelia menarik napas dalam-dalam. Sifatnya yang cerdas dan rasional kembali mengambil alih kendali atas rasa paniknya. Ia tahu bahwa dalam situasi seperti ini, makin ia berusaha mengelak, makin besar rasa curiga sang Paus.
"Jika Yang Mulia merujuk pada fenomena cahaya yang terjadi di bawah tanah tadi..." Ophelia angkat bicara dengan ketenangan luar biasa, "hamba juga menyaksikannya. Cahaya tersebut muncul ketika hamba sedang membersihkan altar tua. Hamba menyakini bahwa itu adalah bentuk kasih sayang para dewa yang mendatangi kuil ini melalui doa sang Saintess resmi, Lady Seraphina."
Raphael mengangkat sebelah alisnya. Senyuman tipis yang sangat tipis dan sulit diartikan terukir di bibirnya.
"Mengarahkan keajaiban itu kepada Saintess baru?" Raphael melangkah satu senti lebih dekat, menundukkan sedikit kepalanya hingga jarak di antara wajah mereka sangat dekat. "Jawaban yang sangat diplomatis untuk seorang biarawati biasa. Namun, Biarawati... jiwa yang disentuh oleh berkah ilahi secara langsung akan meninggalkan jejak wangi murni yang tidak bisa disembunyikan."
Raphael mengulurkan jemarinya yang terbalut sarung tangan sutra, mengarah tepat ke tepi cadar putih Ophelia.
"Bolehkah saya melihat wajah di balik kain ini untuk memastikan siapa sebenarnya yang dicintai oleh Olympus pagi ini?"
Udara di selasar utama seketika membeku. Ophelia mengepalkan tangannya di balik lipatan jubahnya, bersiap untuk membuat keputusan paling nekat dalam hidupnya.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗