Indonesia
NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:208.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ilmu Seni Peran di Tahap yang Lebih Tinggi

Hang Xue memandang Boqin Changing beberapa saat sebelum akhirnya bertanya,

"Tuan Muda Chang, apa yang kau lakukan di sini?"

Boqin Changing tersenyum santai.

"Aku sedang berjalan-jalan di sekitar pasar malam ini."

Ia kemudian mengangkat kantong kacang rebus yang baru saja dibelinya sebelum kembali menatap kedua wanita itu.

"Bagaimana dengan kalian? Mengapa kalian berdua ada di sini?"

Hang Xue tersenyum.

"Aku memang sudah berencana datang ke tempat ini bersama Qian Ling sejak tiga hari yang lalu."

Qian Ling mengangguk membenarkan.

"Benar. Kami sudah merencanakannya sejak beberapa hari lalu. Kebetulan malam ini kami sama-sama tidak memiliki urusan penting."

Boqin Changing hanya mengangguk pelan.

"Oh, begitu."

Dari percakapan singkat tersebut, semuanya memang terdengar seperti sebuah kebetulan. Seolah-olah tidak ada hubungan apa pun antara kedatangan Boqin Changing ke pasar malam ini dengan keberadaan Hang Xue dan Qian Ling.

Namun kenyataannya berbeda. Pertemuan ini bukanlah kebetulan. Semuanya telah sesuai dengan alur yang dirancang Boqin Changing.

Sebelumnya, ia telah mengetahui bahwa Hang Xue dan Qian Ling akan datang ke pasar malam tersebut. Boqin Changing sengaja datang ke tempat ini pada waktu yang sama.

Ia tidak ingin memaksa Hang Xue untuk mendekatinya. Ia hanya ingin menciptakan kesempatan. Setelah itu, semuanya akan berjalan secara alami.

Qian Ling tiba-tiba tersenyum lebar.

"Kalau begitu, ayo kita menjelajahi pasar malam ini bersama."

Hang Xue langsung menoleh kepadanya.

"Qian Ling..."

Ia sedikit menyenggol lengan sahabatnya.

Jelas sekali Hang Xue merasa sedikit tidak nyaman dengan ajakan tersebut. Bagaimanapun juga, Boqin Changing adalah seorang pria yang baru mereka kenal beberapa hari lalu.

Qian Ling justru tertawa.

"Kenapa? Tidak apa-apa, lagipula kita ini bertiga."

Ia kemudian melirik Boqin Changing.

"Benar, kan?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Benarkah tidak masalah?"

Qian Ling menjawab santai.

"Tentu saja tidak masalah."

"Lagipula, kau orang luar. Kau mungkin belum mengenal banyak tempat menarik di Kota Chiyou. Anggap saja malam ini kami menemanimu berkeliling."

Boqin Changing mengangguk.

"Kalau begitu, aku akan merepotkan kalian."

Qian Ling langsung menjawab.

"Tidak merepotkan."

Hang Xue hanya menghela napas kecil. Ia tidak lagi mengatakan apa-apa dan membiarkan sahabatnya menentukan arah perjalanan mereka.

Akhirnya, ketiganya berjalan bersama menyusuri pasar malam.  Keramaian semakin terasa ketika mereka memasuki bagian tengah pasar.

Di sepanjang jalan, berbagai pedagang menawarkan barang dagangan mereka. Lampu-lampu yang digantung di atas lapak membuat seluruh kawasan tersebut terlihat terang dan meriah.

Qian Ling menjadi orang yang paling bersemangat. Ia sesekali menarik Hang Xue untuk melihat barang-barang menarik yang dijual pedagang.

"Saudarai Xue, lihat itu!"

"Yang mana?"

"Jepit rambut itu."

Mereka berhenti di sebuah lapak yang menjual berbagai perhiasan sederhana. Hang Xue mengambil salah satu jepit rambut dan memperhatikannya.

"Cukup indah."

Qian Ling kemudian melirik Boqin Changing.

"Bagaimana menurutmu?"

Boqin Changing melihat jepit rambut tersebut.

"Bagus."

Qian Ling tersenyum.

"Hanya bagus?"

Boqin Changing tertawa kecil.

"Kalau kau ingin penilaian yang lebih panjang, aku tidak terlalu memahami perhiasan wanita."

Qian Ling tertawa.

"Setidaknya kau jujur."

Hang Xue ikut tersenyum kecil.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Sesekali mereka membeli makanan ringan. Kadang-kadang Qian Ling berhenti hanya untuk melihat sesuatu yang menurutnya menarik. Hang Xue juga beberapa kali membeli barang kecil yang disukainya.

Boqin Changing hanya mengikuti mereka dengan santai. Namun di balik sikap tenangnya, ia terus memperhatikan Hang Xue. Melihat wanita itu tersenyum, tertawa, dan menikmati malam bersama sahabatnya membuat Boqin Changing merasa sedikit lega.

Dalam kehidupan pertamanya, terlalu banyak hal buruk yang harus dialami Hang Xue. Kali ini, ia ingin memastikan wanita itu memiliki kesempatan untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

Ia tidak ingin memaksakan takdir kepadanya. Ia hanya ingin memastikan bahwa ketika saatnya tiba, Hang Xue benar-benar memiliki pilihan.

Sementara itu, Qian Ling kembali menunjuk sebuah lapak makanan.

"Di sana ada kue panggang!"

Hang Xue tertawa kecil.

"Kau baru saja makan."

Qian Ling menjawab tanpa merasa bersalah.

"Aku tahu."

"Tapi itu bukan berarti aku tidak boleh makan lagi."

Boqin Changing yang mendengar percakapan tersebut hanya tersenyum.

Ketiganya kemudian berjalan menuju lapak makanan tersebut, perlahan menyatu dengan keramaian pasar malam.

Tidak seorang pun menyadari bahwa pertemuan sederhana malam itu merupakan salah satu langkah kecil dalam rencana Boqin Changing. Bagi Boqin Changing, malam ini baru saja dimulai.

...*****...

Ketiganya terus berjalan menyusuri pasar malam yang semakin dipenuhi orang. Suara para pedagang bercampur dengan tawa para pengunjung, sementara aroma berbagai makanan memenuhi udara. Sesekali seseorang berjalan melewati mereka dengan tergesa-gesa, membuat rombongan kecil itu harus bergeser untuk memberi jalan.

Qian Ling tetap menjadi orang yang paling bersemangat. Ia beberapa kali berhenti untuk melihat barang-barang yang menarik perhatiannya, lalu mengajak Hang Xue melihatnya bersama. Boqin Changing tidak keberatan. Ia hanya mengikuti dari belakang dengan senyum tipis, sesekali membeli makanan atau barang kecil yang menurutnya menarik.

Namun, perlahan-lahan, rencana Boqin Changing mulai berjalan. Ketika mereka melewati bagian pasar yang jauh lebih ramai, Boqin Changing sengaja memperlambat langkahnya sedikit. Pada saat yang sama, seorang pedagang di sisi jalan berteriak menawarkan dagangannya, membuat beberapa orang berhenti dan membentuk kerumunan kecil.

Qian Ling yang berada beberapa langkah di depan Hang Xue segera tertarik melihat sesuatu di salah satu lapak.

"Saudari Xue, lihat itu!"

Hang Xue secara refleks menoleh.

"Apa?"

"Yang itu. Sepertinya bagus."

Qian Ling menunjuk sebuah benda kecil yang dipajang di atas meja pedagang. Hang Xue kemudian berjalan mendekatinya. Boqin Changing tetap berada beberapa langkah di belakang.

Ketika beberapa orang melewati mereka, tubuh-tubuh para pengunjung tanpa sengaja menjadi penghalang pandangan. Dalam waktu singkat, jarak antara Hang Xue dan Qian Ling menjadi sedikit lebih jauh.

Boqin Changing tidak melakukan sesuatu yang mencolok. Ia hanya mengikuti arus orang-orang yang berjalan di antara mereka.

Beberapa saat kemudian, seorang pedagang lain kembali menarik perhatian Qian Ling. Wanita itu berhenti untuk melihat-lihat, sementara Hang Xue tanpa sadar terus berjalan karena mengira sahabatnya berada tepat di belakangnya.

Boqin Changing melihat semuanya dengan tenang. Tidak ada satu pun gerakannya yang terlihat aneh. Ia hanya memanfaatkan keramaian yang memang sudah ada.

Beberapa langkah kemudian, Hang Xue berjalan melewati sekelompok pengunjung yang baru saja datang dari arah berlawanan. Saat kerumunan itu lewat, jalan di belakangnya kembali terbuka. Namun kini Qian Ling sudah tidak berada di sana.

Boqin Changing berjalan di samping Hang Xue. Tidak ada yang berubah dari suasana di sekitar mereka. Pedagang masih berteriak menawarkan dagangan. Anak-anak berlari di antara orang dewasa. Lampion-lampion terus bergoyang tertiup angin malam.

Semuanya terasa begitu alami. Bahkan Hang Xue sama sekali tidak menyadari bahwa kini ia hanya berjalan berdua dengan Boqin Changing.

Boqin Changing melirik wanita di sampingnya. Ia tidak mengatakan apa-apa.

“Belum.”

Mereka terus berjalan selama beberapa saat. Hang Xue sesekali melihat ke arah lapak di pinggir jalan, tetapi pikirannya masih tertuju pada berbagai hal yang mereka lihat sejak tadi. Ia bahkan sempat mengira Qian Ling berjalan beberapa langkah di belakangnya seperti sebelumnya.

Boqin Changing akhirnya membuka suara.

"Kau benar-benar baik-baik saja?"

Langkah Hang Xue tiba-tiba berhenti.

Ia terdiam. Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun entah mengapa, ada sesuatu dalam suara Chang membuatnya merasa berbeda.

Hang Xue perlahan melirik ke kanan. Tidak ada Qian Ling.

Ia kemudian menoleh ke kiri. Tetap tidak ada.

Hang Xue sedikit mengernyit sebelum akhirnya menoleh ke belakang. Barulah ia menyadari bahwa sahabatnya sudah tidak berada di sana.

"Qian Ling?"

"Ke mana dia pergi?"

Hang Xue mengerutkan kening. Ia baru menyadari bahwa sejak beberapa saat lalu, ia memang hanya berjalan bersama Boqin Changing.

Boqin Changing memperhatikan ekspresi bingung di wajah Hang Xue. Ia tidak menjelaskan apa pun. Baginya, keadaan seperti ini justru lebih baik. Tidak ada yang terasa dipaksakan, dan Hang Xue sendiri baru menyadari bahwa mereka telah berpisah.

Mungkin beberapa saat lagi Qian Ling akan menyadarinya juga. Namun sebelum Hang Xue memutuskan untuk kembali mencari sahabatnya, Boqin Changing menunjuk sebuah kedai teh yang berada tidak jauh dari mereka.

Kedai itu tidak terlalu besar, tetapi terlihat cukup nyaman. Beberapa meja berada di bagian luar, sementara lampion-lampion kecil tergantung di bawah atap kayu, memberikan suasana hangat di tengah malam.

"Aku haus."

Boqin Changing kemudian menoleh kepada Hang Xue.

"Bisa kau temani aku ke sana?"

Hang Xue sedikit terkejut. Ia menatap kedai teh tersebut, kemudian kembali melihat ke arah kerumunan di belakangnya.

"Bagaimana dengan Qian Ling?"

"Pasar malam ini cukup luas," jawab Boqin Changing santai. "Mungkin dia sedang melihat sesuatu yang menarik."

Hang Xue masih terlihat ragu.

"Aku seharusnya mencarinya."

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Kita bisa menunggu di sana. Kalau dia kembali ke tempat tadi dan tidak menemukan kita, dia pasti akan mencarimu. Kalian berdua sudah saling mengenal sejak kecil, bukan?"

Hang Xue mengangguk.

Boqin Changing tersenyum kembali.

"Kalau begitu, tidak perlu terlalu khawatir."

Hang Xue terdiam sejenak. Ia merasa ucapan Chang masuk akal. Lagipula, Qian Ling bukan anak kecil yang mudah tersesat. Mereka juga masih berada di dalam pasar malam yang ramai.

Akhirnya, Hang Xue mengangguk.

"Baiklah."

Keduanya kemudian berjalan menuju kedai teh tersebut.

Malam ini Boqin Changing akan mengasah ilmu seni perannya ke tahap yang lebih tinggi.

1
Lekat Wahyudi
ya👍👍👍
Prima Saputra
Lanjut kisah Sha Nuo dan Lan Suyha.🤣🤣🤣🤣
mbono keling
💪👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪💪💪
mbono keling
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ......... .
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
tariii
selamat, Hang Xue.... semoga di kehidupan ini, hidupmu bahagia.. apalagi sudah jadi pengikut bang Boqin.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀
tariii
josssss.. mantappppppp..../Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪✅
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
Nanik S
Sehat selalu untuk Autor dan terus berkarya 🙏🙏👍
Nanik S
Masalahmu sudah selesai kwkwkwkw enteng sekali ucapannya 😇😇😇
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Nanik S
Panen Raya Cincin Patriak🤣🤣🤣
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀✅
Nanik S
Dimana tawa kalian .. habis sudah kesempatan untuk meminta pengampunan🤣🤣👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!