Indonesia
NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Hari terus berlalu, tiba saatnya acara dinner zafana bersama Oliver tanpa anak-anaknya. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju restoran tempat dimana mereka akan melakukan dinner tersebut. Sejak kedatangannya dirumah keluarga Damian Oliver tidak henti terus tersenyum tatkala melihat Zafana yang tampak cantik dengan gaun putih dengan riasan ringan diwajahnya dan hiasan dirambutnya.

"Mas kenapa senyum-senyum terus" tanya Zafana pada akhirnya.

"Mas seneng banget akhirnya bisa ada waktu luang buat makan malem sama kamu tanpa anak-anak"jawab Oliver.

Zafana terkekeh lalu menatap Oliver yang tampan dengan berbalut jas abu-abu dan kemeja putih dengan rambut yang diangkat keatas membuatnya sangat jatuh cinta. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai didepan restoran dengan tampilan klasik yang terlihat penuh oleh pengunjung.

"Untung mas udah pesan meja VVIP"ucap Oliver sembari membukakan pintu mobil untuk Zafana.

Zafana lagi-lagi hanya bisa terkekeh mendengar penuturan Oliver barusan.  Ia menautkann tangannya dengan tangan Oliver lalu mulai berjalan memasuki restoran tersebut. Beberapa pasang mata menatap mereka dengan tatapan yang kagum.

"Meja atas nama Zafana"ucap Oliver saat mereka sampai didepan meja pelayan.

"Silakan ke rooftop, pelayan kami akan mengantar"jawab salah satu pelayan laki-laki.

Oliver hanya mengangguk singkat lalu membawa Zafana untuk mengikuti salah satu pelayan yang berjalan dihadapannya.

"Kenapa pesan meja nya atas nama aku?"tanya Zafana setengah berbisik.

"Biar romantis"jawab Oliver sambil tersenyum kearah Zafana.

Zafana ikut tersenyum dengan kedua pipi yang merona. Ia tidak sanggup membiarkan detak jantungnya terus berpacu begitu cepat. Setelah menaiki lift dalam hitungan 1 menit akhirnya mereka sampai di rooftop yang sudah dihias sedemikian rupa.

"Ada yang bisa saya bantu lagi, tuan?"tanya pelayan itu.

"Tidak, terimakasih"jawab Oliver. Pelayan itu mengangguk lalu kembali pergi meninggalkan Oliver dan Zafana yang hanya berdua dirooftop tersebut.

"Suka gak?"tanya Oliver . Rheyna mengangguk,

"mas yang siapin ini?" "Ya, siapa lagi?"jawab Oliver lalu terkekeh.

"Mas sengaja ambil jadwal istirahat buat hias ini"lanjut Oliver. Zafana menoleh dengan tatapan tidak percayanya,

"serius? Mas niat banget sih?"

"Jelas niat dong, kan buat kamu"jawab Oliver.

Zafana tersenyum dengan kepala menunduk. Melihat itu Oliver ikut tersenyum, membayangkan bagaimana gemasnya wajah Zafana sekarang.

"Sayang"panggil Oliver sambil menarik bahu Zafana agar menghadap kearahnya.

"Apa mas?"jawab Zafana.

"Tetap jadi Zafana yang mas kenal ya, tetap jadi Zafana yang manja, kekanakan, galak, bawel, sayang sama anak-anak dan sayang sama mas..jangan pernah berubah ya"ucap Oliver sambil menatap lekat bola mata Zafana.

"Kenapa mas tiba-tiba bilang gitu?"tanya Zafana.

"Karena mas sayang sama kamu, mas gak mau kehilangan orang yang mas sayang untuk kedua kalinya...mas gak mau kalau ujungnya mas harus menyesal karena belum pernah membahagiakan kamu"jawab Oliver.

Zafana tersenyum, sebelah tangannya terangkat menyentuh pipi Oliver.

"Gak perlu menyesal dengan hal yang udah berlalu mas, masalalu ada hanya untuk dijadikan pelajaran, bukan penyesalan yang akhirnya membuat kamu sulit mengakhiri semuanya"ucap Zafana.

"Aku gak bakalan berubah, seperti apa yang mas bilang..aku akan tetap jadi Zafana yang ada dihati mas"lanjut Zafana.

Oliver tersenyum lalu menarik Zafana kedalam pelukannya,

"i love you"bisiknya didalam dekapan itu.

"I love you to "jawab Zafana dengan senyum yang sangat manis.

Keduanya terus berpelukan, menyalurkan kasih sayang satu sama lain sebelum akhirnya pelukan itu terlepas karena teringat sesuatu yang sudah mendingin diatas meja makan.

"Makanannya udah dingin, mau diganti aja?"tanya Oliver.

"Gak usah mas, ini juga masih enak kok"jawab Zafana.

Oliver tersenyum lalu segera menarik kursi untuk Zafana. Setelah Zafana duduk barulah Oliver duduk ditempatnya.

Drrrtt drrrttt

Belum sempat memakan makanan pesanannya ponsel Oliver sudah berdering, dengan segera ia mengecek ponselnya lalu mendongak menatap Zafana dengan tatapan paniknya.

Zafana yang melihat itu pun ikut bertanya, ada apa?

"Kenapa, mas? Ada masalah?"tanya Zafana

"Mama....mama masuk rumah sakit"jawab Oliver dengan tatapan yang kosong.

Zafana terdiam sejenak sebelum akhirnya tertarik oleh tangan Oliver yang langsung membawanya kembali turun menuju mobil. Oliver segera membawa Zafana menuju rumah sakit tempat mamanya dirawat.

Sampainya dirumah sakit, Oliver kembali menarik tangan Zafana menuju ruangan rawat inap Rina. Mereka berpapasan dengan dokter yang baru saja keluar dari ruangan Rina.

"Dok, gimana keadaan mama saya?"tanya Oliver.

"Berat untuk mengatakannya, tapi mama anda mengalami strooke ringan"jelas dokter itu.

"Strooke ringan? Masih bisa sembuh kan dok?"tanya Oliver dengan rasa cemas yang menyelimuti dirinya.

Zafana disampingnya hanya bisa mengusap pundak Oliver memberikan ketenangan disana.

"Bisa pak, asalkan pasien rajin untuk cek maka akan kami usahakan yang terbaik"jawab dokter itu.

"Syukur lah, kalau gitu terimakasih banyak dok"ucap Oliver lalu melangkah masuk kedalam ruangan itu dengan Rina yang masih terpejam.

Oliver terlihat sangat terpukul dengan kabar yang diberikan oleh dokter itu hingga membuatnya melepaskan genggamannya pada Zafana dan langsung berhambur memeluk tubuh Rina yang tidak berdaya diatas ranjang rumah sakit.

Zafana hanya bisa diam sambil terus mengusap pundak Oliver

"Sabar ya mas"ucap Zafana pada akhirnya setelah memikirkan berbagai kata yang bisa ia ucapkan.

Oliver berbalik lalu memeluk tubuh Zafana begitu erat. Tubuhnya sedikit bergetar memperlihatkan bahwa ia sedang menangis. Zafana sangat paham dengan apa yang dirasakan oleh Oliver, terlebih hanya Rina lah orang tua yang ia miliki sekarang ini.

Zafana melirik kearah ranjang dan melihat Rina yang sudah sadarkan diri den sedang memperhatikan keduanya dengan hati yang sangat merasa bersalah.

"Mas, mama kamu udah sadar"ucap Zafana

Oliver segera menarik diri lalu berbalik menatap Rina. Tidak perlu digambarkan lagi bagaimana ekspresi Oliver sekarang, yang pasti dia sedang tidak baik-baik saja.

"Mama, kenapa bisa kayak gini?"tanya Oliver sambil mengusap puncak kepala Rina dengan lembut.

Rina hanya menggeleng semampunya.

Oliver menghela lalu menunduk untuk kembali menangis.

"Maafin Oliver ma"ucap Oliver lirih.

Zafana menoleh saat pintu ruangan itu terbuka, terlihat mbo Itah, pembantu Rina masuk kedalam ruangan dan Zafana segera memberi tempat untuk mbo Itah. Jujur, Zafana sebenarnya merasa tidak nyaman dengan heels yang masih ia pakai.

"Mbo, kenapa mama bisa kayak gini?"tanya Oliver tanpa menoleh.

"A-anu tuan, non Sintya tadi ke rumah lalu berdebat dengan nyonya sekilas...selebihnya Itah hanya lihat nyonya sudah tidak sadarkan diri diruang tamu, tuan"jawab mbo Itah.

Oliver mengerang pelan dengan tangan yang meremas kuat rambutnya. Zafana yang melihat itu langsung memeluk tubuh Oliver dari belakang membuat Oliver kembali tersadar dan meredakan emosinya. Mbo Itah pun kembali keluar karena takut menjadi santapan hangat majikannya itu.

1
JULIAN
Mohan bantuanya karna saya masi pemula klu ada kesalahan dlm penulisnya tolong dibantu untuk saya perbaiki🙏🙏
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!