Indonesia
NovelToon NovelToon
ALEA STORY

ALEA STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dokter
Popularitas:4.4M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Alea Winslow (22th), melanjutkan pendidikan S2-nya di salah satu kampus ternama di Belanda.

Hidupnya yang awalnya dia pikir akan bebas, malah hancur lebur karena harus berhadapan dengan Damon Alvaro. Dokter tampan 39 tahun, kadang hangat kadang dingin, yang tiba-tiba mulai terlibat dalam hidupnya.

Damon selalu menjadi saksi Alea melakukan hal-hal konyol. Bahkan mencuri di salah satu pertokoan di Belanda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus mandi

Damon membuka matanya perlahan. Urat di pelipisnya berdenyut halus.

"Ke bulan?" ulangnya datar, suaranya nyaris seperti bisikan dingin yang berusaha menahan ledakan.

Alea mengangguk cepat di dalam pelukannya, wajahnya cerah seperti anak kecil yang baru menemukan ide paling brilian di dunia.

"Iya! Ayo kita naik… itu…" ia menunjuk asal ke arah langit gelap,

"Pakai tangga panjang, aku pernah lihat di kartun. Bisa kok!"

Damon menatapnya lama. Sangat lama. Dalam keadaan sadar, gadis ini saja sudah cukup membuatnya kehilangan akal sehat. Sekarang, dalam keadaan mabuk seperti ini …

"Turun dari bulan saja kau belum tentu selamat," gumamnya pelan.

"Hah?" Alea mendongak, matanya menyipit tidak fokus.

"Om jahat… nggak mau anterin aku hwaaa... Daddyy ... Alea kangen daddy yang bisa segalanyaaa ..."

"Bukan tidak mau," jawab Damon singkat,

"Itu tidak masuk akal."

Alea mendengus pelan, lalu tiba-tiba meronta kecil dalam pelukannya.

"Turunin aku! Aku bisa jalan sendiri!"

Damon tidak langsung melepas. Tangannya justru menguat sedikit, memastikan gadis itu tidak kehilangan keseimbangan lagi.

"Kau tidak bisa berdiri lurus."

"Bisa!" bantah Alea keras kepala.

Tanpa menunggu persetujuan, ia benar-benar mencoba turun. Damon akhirnya melepas perlahan, tapi tetap siaga. Alea berdiri, tubuhnya goyah. Langkah pertama, gadis itu nyaris jatuh.

Refleks Damon langsung menangkap lengannya.

"Kau bilang bisa? Ini yang namanya bisa?" sindirnya. Alea menatapnya kesal.

"Itu karena lantainya miring!"

"Lantai ini datar."

"Enggak! Ini miring! Aku yang berdiri di sini, aku yang lebih tahu!" balasnya dengan logika penuh percaya diri yang jelas kacau.

Damon menghela napas panjang. Sabar. Ia sudah bersabar sampai sejauh ini. Harus bersabar lagi.

"Cukup."

Tanpa banyak bicara, ia kembali mengangkat tubuh Alea. Kali ini tanpa protes berarti, karena gadis itu malah tiba-tiba tertawa kecil.

Damon mengangkat Alea dan menggendongnya ala koala, meskipun posisi itu agak berbahaya baginya sebagai laki-laki normal, tapi ia tidak ada pilihan lain. Posisi Alea tadi jatuh di atas tubuhnya, dan dia tidak sempat mengatur ulang posisi tanpa membuat gadis itu kembali oleng.

Kaki Alea langsung melingkar di pinggangnya, kedua tangannya memeluk leher Damon erat seperti benar-benar sedang memanjat gunung versinya sendiri. Wajahnya bersandar di bahu pria itu, napasnya hangat menyapu kulit leher Damon.

Damon menegang beberapa detik.

Ia sangat sadar dengan posisi mereka sekarang.

Pria itu melangkah cepat meninggalkan balkon dan masuk ke kamar. Di luar sini dingin sekali, tubuhnya sampai menggigil. Karena Alea terus bergerak di tubuhnya, dia jadi makin tidak nyaman karena bagian tubuh gadis itu bergesekan dengan apa yang harusnya tidak boleh bertemu.

Shit.

Damon mengumpat dalam hati. Kejantanannya bereaksi lagi, bahkan sekarang ia dapat merasakan benda itu membengkak di dalam sana.

Darah Damon seakan berdesir panas dengan cepat menuju ke satu titik. Rasanya menyiksa sekali. Apalagi saat Alea tidak sengaja menggesekkan pahanya yang hangat dan lembut itu tepat di area sensitif pinggangnya saat mencoba menyesuaikan posisi.

"Argh..." Damon menggertakkan gigi, napasnya tertahan di dada.

Ia harus berjalan dengan sangat hati-hati sekarang, bukan hanya karena takut Alea jatuh, tapi karena jika ia bergerak terlalu cepat atau kasar, sensasi gesekan itu akan membuatnya benar-benar kehilangan kendali.

"Om..." gumam Alea pelan di lehernya, suaranya mendayu ngantuk namun sangat mengganggu ketenangan pria itu.

"Wangii... bau obat tapi wangi ..."

Damon tidak menjawab. Ia fokus menahan diri sekuat tenaga. Setiap langkah terasa berat. Setiap gerakan tubuh Alea di atasnya bagaikan siksaan tersendiri bagi dirinya. Dan dia benci karena dirinya lagi-lagi bereaksi terhadap gadis ini. Bahkan waktu dia menyimpan perasaan kepada Kara dulu, dia tidak pernah bereaksi seperti ini saat mereka dekat. Alea adalah perempuan pertama yang berhasil membuatnya bereaksi seperti ini.

Begitu sampai di tepi ranjang, Damon dengan cepat dan hati-hati mencoba melepaskan diri serta menurunkan tubuh mungil itu agar bisa berbaring. Tapi sayangnya, tangan dan kaki Alea melingkar terlalu erat. Gadis itu menempel seperti perangko.

"Jangan lepas... hangat..." rengeknya, malah menarik leher Damon agar semakin mendekat.

"Alea, lepasin. Kau sudah mabuk." desak Damon pelan, suaranya terdengar berat dan serak berbeda dari biasanya. Tangannya berusaha melepaskan ikatan kaki gadis itu dari pinggangnya.

Tapi saat tangannya menyentuh paha putih mulus itu, Damon semakin panik. Kulitnya begitu lembut, begitu hangat...

"Uhuk!" Damon berdeham keras mengalihkan pikirannya.

"Alea, dengar aku, lepas kakinya."

"Nggak mau!" Alea menggeleng-gelengkan kepala di bahunya, hidung mancung itu menggesek-gesekkan leher Damon, bahkan tanpa sengaja menciumnya pelan.

"Aku mau gini aja... Om hangat."

Itu saja. Itu adalah kalimat terakhir yang mampu mematahkan pertahanan Damon.

Rasa tegang di celananya semakin menjadi-jadi. Sudah sangat keras dan menonjol, terjepit tepat di antara kedua paha Alea yang empuk. Damon bisa merasakan betapa bahayanya situasi ini. Jika Alea sedikit saja bergerak maju mundur, dia bisa hancur.

Dengan sisa kekuatan dan kesabaran yang tersisa, Damon akhirnya berhasil memisahkan tubuh mereka. Ia menurunkan Alea berbaring di kasur dengan cepat, lalu langsung mundur selangkah, memunggunginya sejenak untuk menenangkan diri dan menetralkan masalah di dalam celananya yang masih berdiri kokoh dan memberontak ingin keluar.

"Brengsek..." geramnya pelan, keringat dingin keluar di pelipisnya. Bukan karena capek, tapi karena menahan nafsu yang meledak-ledak.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin lemari pakaian. Wajahnya tampak tegang, rahangnya mengeras, matanya gelap.

Kau seorang dokter, Damon. Kontrol dirimu. Dia cuma anak kecil yang mabuk.

Tapi akal sehatnya sulit menang saat ingatan tentang betapa lembutnya kulit Alea, betapa manisnya aroma tubuhnya, dan betapa pasnya tubuh itu menempel padanya terus berputar di kepala.

Setelah merasa cukup tenang, Damon berbalik. Alea sudah meringkuk di bawah selimut, matanya terpejam tapi mulutnya masih sedikit manyun.

Damon duduk di tepi ranjang, menatap wajah polos itu. Tangannya terangkat perlahan, ingin sekali menyentuh pipi itu, ingin sekali mencium kening itu, bahkan ... Bibirnya. Tapi cepat-cepat ia urungkan. Ia tarik tangannya kembali.

"Kau benar-benar ujian terberat dalam hidupku, Alea..." bisiknya pelan, penuh beban. Dia juga bingung kenapa. Tidak mungkin dia ada perasaan pada gadis itu kan? Ya, tidak mungkin. Perasaannya sekarang murni karena dia adalah seorang laki-laki normal. Bukan karena dia ada rasa.

Malam itu, Damon tidur di sofa di ruang tamu. Ia tidak berani berbaring di sofa kamar itu. Itu terlalu berbahaya baginya. Mengingat di bawah sana belum benar-benar tidur.

Kau harus mandi, Damon. Harus mandi.

Gumamnya pada dirinya sendiri. Ia membuka lemarinya untuk mengambil baju dan selimut lalu keluar kamar. Dia akan mandi di kamar mandi dapur saja. Karena di sini terlalu berbahaya.

 

1
Maharani Rani
ahh elvan ternyata suhuu😄😄😄😄
Hanima
🤭🤭
Hanima
😍😍
Hanima
😍🔥🔥🔥
Sri Devi
lho perasaan kemarin Sabine lagi datang bulan 🫢🫢🫢🫢🤔🤔
Gian Hazza
wahhhh pagi2 Sabine dh rileks thor😆
Herman Lim
gila ga bos ga anak buah sama aja doyan kyk gini punya 🤪🤪
🍒WINA🍒
akhirnya elvan menyatakan perasaannya sama sabine, sabine mendenger ungkapan cinta elvan sangat happy dan terharu🤭

ternyata elvan menyukainya juga dsn cintainya sabine tidak bertepuk sebelah tangan...

sabine tidak menyesal telah memberikan sesuatu yg berharga, sama elvan pria sangat dicintainya...

semoga hubungan kalian berjalan lancar dan tidak ada kendala....
🍒WINA🍒
Akhirnya elvan berhasil unboxing sabine sukses dan berhasil, menjebol gawang sabine, keduanya menyatu sabine sekarang hanya milik elvan...

karena elvan cemburu tim elvan sampai harus memiliki sabine seutuhnya, makanya elvan nekat unboxing sabine duluan🤭

elvan berhasil unboxing sabine tanggungjawab menikahi sabine, keduanya saling mencintai dan cocok jadi pasangan...
Ny Rudi Harianto
si Sabine jg pro lagi sma Elvan....apa pun yg d buat Elvan kok jadi mau² aja dia nya...dasar bang Elvan
Ny Rudi Harianto
babang Elvan gercep sekali ya....gak mau sang pujaan hati d rebut dengan orang lain ...jadi mau gasssss aja
wahyu widayati
ayo elvan segera nikahiii sabine....tar keburu hamil sabine....😄
Beni Kayla
Daddy Damian di mana sih..cepat Daddy
.nikahkan mereka..ini kalau Alea tahu.. bisa diledak habis² nih🤣
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Aidil Kenzie Zie
Bara kau ketinggalan sama Elvan 🤣🤣🤣
faridah ida
mauu nya kamu itu mah Elvan ...🤣🤣🤣😜
aryuu
gara gara takut direbut si tim kamu kasar Elvan sama Sabine parahhh lu
faridah ida
harus itu Elvan kalau bisa langsung nikahin Sabine ...
faridah ida
seneng nih Sabine ...😁
Fitria Syafei
ajegilee pagipagi bikin pade nafsuu aje nih kalian 😜 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!