Indonesia
NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Suasana siang yang tenang perlahan berubah menjadi hangat dan intim. Setelah berkeliling cukup lama, Rendra meminta izin untuk membersihkan diri sejenak di kamar utama, meninggalkan Nara yang menawarkan diri untuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.

‎‎Di dalam kamar mandi yang luas, air hangat mengalir deras membasahi seluruh tubuh kekar Rendra. Uap panas mengepul tipis, menyelimuti ruangan itu dengan suasana yang menenangkan, namun tidak bagi pikiran pria itu.

‎‎Matanya terpejam rapat, kepalanya sedikit mendongak menghadap pancuran air. Namun, bayangan yang muncul di balik kelopak matanya bukanlah keindahan alam sekitar, melainkan wajah lembut Nara.

‎‎"Nara..." gumamnya pelan, suaranya tertelan oleh gemericik air.

‎‎Dia bisa merasakan jelas bayangan senyum wanita itu, tawa renyahnya yang baru saja dia dengar, dan sentuhan tangan halusnya yang tadi menggenggam tangannya. Bahkan di dalam imajinasinya, Rendra seakan bisa mencium aroma wangi parfum khas Nara yang bercampur dengan aroma alami tubuh wanita itu, aroma yang begitu menenangkan namun sekaligus mampu membakar hasrat di dalam dadanya.

‎‎Bayangan bagaimana rambut hitam panjang Nara berterbangan ditiup angin, bagaimana pipinya memerah saat dia menggodanya sedikit, dan bagaimana mata teduh itu menatapnya dengan penuh rasa percaya... semuanya terlihat begitu nyata.

‎‎Rendra mengepalkan tangannya di dinding keramik, napasnya mulai memburu. Dia teringat betapa rapuhnya Nara kemarin malam, namun betapa kuat dan anggunnya wanita itu hari ini. Cinta yang selama ini dia pendam, rasa protektif yang meluap-luap, dan hasrat untuk memiliki wanita itu seutuhnya kini bercampur menjadi satu, membuat darahnya berdesir panas.

‎‎"Kamu milikku, Nara... cepat atau lambat, kamu akan sadar bahwa hanya aku yang pantas mendapatkan hatimu," bisiknya serak, jemarinya perlahan bergerak menyusuri tubuhnya sendiri, seolah sedang membayangkan sentuhan itu dilakukan oleh tangan halus milik wanita yang sengat dia cintai.

‎‎Di dalam imajinasinya, Nara ada di sana, berdiri di bawah guyuran air yang sama, menatapnya dengan tatapan yang dalam dan penuh cinta. Aroma tubuh wanita itu seakan nyata menguar di udara, memabukkan akal sehatnya dan membuatnya semakin tak sabar untuk benar-benar memiliki Nara, bukan lagi sebagai istri sahabatnya, tapi sebagai wanita yang akan dia cintai seumur hidupnya.

‎Sementara itu didalam kamar, Nara masih terpaku di tempatnya, seluruh darah di tubuhnya seakan berhenti mengalir sejenak. Telinganya tidak salah dengar, bukan? Pria di balik dinding kaca itu benar-benar menyebut namanya dengan nada desahan yang begitu berat dan penuh gairah.

‎‎"Ren..." bisiknya nyaris tak terdengar, suaranya hilang tertelan udara.

‎‎Matanya tak bisa lepas memandang siluet itu. Dia bisa melihat bagaimana otot-otot kekar Rendra bergerak ritmis, bagaimana kepala pria itu mendongak seolah sedang menahan nikmat yang luar biasa, dan bagaimana tangannya terus bergerak menyentuh dirinya sendiri dengan begitu mesra.

‎‎Dan yang paling membuat jantung Nara berdebar kencang, Rendra terus menyebut namanya berulang kali.

‎‎"Nara... ah, Nara..."

‎‎Setiap kali nama itu terlontar dari bibir pria itu, dada Nara terasa berdebar kencang tak karuan. Wajahnya memanas, bukan hanya karena malu, tapi karena sebuah kesadaran yang tiba-tiba menghantam dirinya.

‎‎Jadi... wanita yang Rendra maksud tadi pagi, yang Rendra katakan sudah miliki seseorang didalam hatinya... itu adalah dirinya?

‎‎Rasa bingung, takut, namun ada getaran aneh yang menjalar hangat di seluruh tubuhnya. Selama ini dia menganggap Rendra hanya sahabat suaminya, tapi melihat pemandangan di depannya ini, mendengar desahan yang begitu penuh hasrat itu... Nara sadar, tatapan Rendra selama ini bukan sekadar tatapan teman. Ada cinta, ada rindu, dan ada hasrat membara yang selama ini pria itu pendam rapat-rapat.

‎‎"Ah... aku ingin memilikimu sekarang juga, Nara..." suara Rendra kembali terdengar, kali ini lebih serak dan berat. "Kamu terlalu indah... terlalu sempurna untuk disia-siakan oleh orang lain..."

‎‎Nara menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan isakan napasnya agar tidak terdengar. Kakinya terasa lemas, dia ingin pergi, tapi tubuhnya seakan membeku, tak mampu bergerak selangkah pun.

‎‎Di dalam sana, Rendra semakin mempercepat gerakannya. Imajinasinya membawa dia pada bayangan wajah Nara yang lembut, pada aroma tubuh wanita itu yang selalu membuatnya mabuk kepayang, pada senyum manis yang baru saja dia lihat pagi ini.

‎‎Bayangan bagaimana Nara menatapnya dengan mata teduh itu kini berubah menjadi tatapan yang memabukkan di dalam pikirannya. Dia membayangkan tangan halus itulah yang sedang menyentuhnya, bukan tangannya sendiri.

‎‎"Nara... ah... ahhh..." erang Rendra, kepalanya terkulai lemas ke belakang saat gelombang kenikmatan memuncak.

‎‎Nara yang melihat itu langsung menutup matanya kuat-kuat, air mata tiba-tiba menggenang. Campuran antara rasa bersalah, rasa takut, dan rasa tersentuh karena tahu dirinya begitu diinginkan oleh seseorang membuat emosinya campur aduk.

‎‎Tanpa sadar, kakinya melangkah mundur pelan, berusaha menjauh dari pintu itu tanpa membuat suara. Jantungnya berpacu begitu kencang, seakan ingin meledak. Namun saat dia baru saja berhasil memutar tubuhnya, tiba-tiba suara air di kamar mandi berhenti, dan tak lama kemudian pintu kamar mandi dibuka oleh Rendra. Nara membeku, napasnya tertahan di tenggorokan.

‎Rendra melangkah keluar dengan hanya mengenakan handuk putih yang melilit di pinggangnya, membiarkan tubuh kekarnya yang masih basah kuyup terpapar udara ruangan. Air menetes perlahan dari ujung rambut hitamnya, mengalir melewati leher yang gagah, turun menyusuri dada bidang dan perut yang berotot, hingga hilang terserap oleh kain handuk.

‎‎"Nara...?"

‎‎Mata Rendra membelalak lebar, tubuhnya kaku seperti patung saat melihat Nara yang kini sedang berdiri memunggunginya.

‎‎"Kamu... sejak kapan kamu ada disini?"

‎Nara tidak bisa menjawab. Tenggorokannya terasa kering dan tercekat. Dia memutar tubuhnya perlahan, matanya reflek menatap tubuh Rendra yang nyaris telanjang itu, lalu cepat-cepat dia membuang muka, wajahnya memerah bak kepiting rebus.

‎‎"Aku... aku..." ucap Nara dengan gugup. "Aku tadi memanggil-manggil kamu... tapi tidak ada jawaban. Aku pikir kamu kenapa-kenapa..." suaranya terdengar putus-putus, matanya mulai berkaca-kaca antara malu dan panik. "Aku tidak sengaja... aku tidak bermaksud mengintip, Ren. Maaf..."

‎‎Rendra tersenyum dengan wajah tenang. Wanita itu jelas-jelas melihat semuanya, mendengar desahannya, dan melihat gerakannya. Akhirnya rahasianya terbongkar, dan dia tidak perlu lagi bersandiwara. Tidak perlu lagi dia menyembunyikan api yang membara di dadanya.

‎‎Rendra perlahan melangkah maju mendekati Nara. Langkahnya tegas meski napasnya masih berat.

‎‎Nara mundur selangkah demi selangkah, punggungnya akhirnya menabrak dinding pintu, memojokkannya. Dia terperangkap. Tidak ada jalan untuk lari.

‎‎"Kamu dengar semuanya...?" tanya Rendra pelan, suaranya rendah dan berat, matanya menatap tajam  kedalam manik mata Nara.

‎‎Nara mengangguk kecil dengan gemetar, air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. "Maafkan aku... maaf aku tidak bermaksud..."

‎‎Rendra menghela napas panjang, lalu dia mendekatkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa senti saja. Dia bisa mencium aroma wangi tubuh Nara yang bercampur dengan aroma wangi sabun dari dirinya.

‎‎"Jangan minta maaf, Nara..." bisik Rendra, tangannya terangkat perlahan, menyentuh pipi mulus wanita itu dengan punggung tangannya yang hangat.

‎‎"Karena apa yang kamu dengar dan lihat itu... semuanya benar."

Dia terdiam sejenak, ‎‎matanya menyala penuh tekad.

‎‎"Aku mencintaimu, Nara. Aku gila karenamu. Dan mulai sekarang... aku tidak akan lagi menyembunyikannya."

-

-

-

Bersambung...

1
Sisca Raharjo
keren ceritanya 😍😍😍😍
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa berkata kata 🤣🤣🤣🤣
dah lah sama sama selingkuh
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhhh kacauuu.. rendraaa... rendraaaa.. boleh cinta tapi jangan sampai membuat orng yg kau cintai ikut merasakan menjadi seseorang yg berkhianat juga. banti beebaskan dl keterikatan antara arha dan nara. baru terserah kalian mau ajeb ajek apa iya iya...
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaahhhh,,, jd ikutan selingkuh ini mah namanya. kalu kau sudah bener2 ga ada hati dan ga bisa kasih kesempatan buat arga lebih bik cerai dl saja nara.. jadi nama baikmu pun bagus ga tercoreng dengan kata perselingkuhan.... jngn ikutan kelakuan buruk arga yaa naraa
dome🌬️🌀🌀🌀
tolol bin goblok nih si Arga 🤣🤣🤣
kebodohan yg pertama selingkuh dan jinah sama sekretaris nya sendiri. lalu memint bantuan sama pesain vintamu sendiri. fan parrahnya ngasih jalan lebar buat rendra masuh kedalam rumah tangganya dan memanfaatkan celah hati iatrimu yg sedang sakit dan dia yg mengobati. kau tunggu tinggal penyesalannya saja🤣🤣🤣🤣
harusnya berusaha gigih kalau menyesal, ini mahh mau gampangnya aja. usaha yg keras yg gigih rebuh hati istri mu kembali, bukan malah minta tolong sama laki2 lain. emang cinta arga setengah2 ihhhh...
dome🌬️🌀🌀🌀
pwnyesalami audah expired yaa arga. harus dimusnahkan dan diganti sama yg baru. sori dori mori stroberi yee.. makn noh jalangmu. nara sudah ada oengganti yg tulus menunggu dia dengan sabar
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkwk... waduh gaswattt kepergok lagi ekheemmmm.... nara juga kepo banget sihhh kan jadi tau😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
hebat bnnget si rendra mengambil kesempatan disaat nara sedang patah hati , disaat itulah dia masuk dan menggoyahkan sedikit sisa perasaan nara yg tertinggal. makk jleb langsung kena. licik dan cerdas
dome🌬️🌀🌀🌀
gile aja nara mau jodohin adeknya dan rendra. sedanggkan rendraa saja sudah menunggumu semenjak dahulu.. wazeekkkkk🤣🤣🤣 sok melakolis🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
gercep bener bang Rendra 😁😁😁, sekali dikasih selah rendra sudah mode sat set jadi pebinor. baagusss.. bagusss..... ga layak nara dengan si bekas pejinah. selingkuh saja sudah katagori erlakuan yg sangat menyakitkan dan sulit dimaafkan ini lagi sampe jinah ape Kate dunieeeee... ogah bnget balik lagi. kalau masa lalu sih bisa kita jadikan ooelajaran mmasa lalu. lahh ini masih status suami selai selingkuh jinah pula. iyyuuuhhhhhh... g oake kata balik yg ada bakik badan dan byeee😁
dome🌬️🌀🌀🌀
kok iya bener khilaf fan bikin kesalahan sampe 6bulan🤣🤣🤣.. kocak nih si bambang. khilafnya dah akut pak. harus dieriksa dokter
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh,,, tidak semudah itu ferguso. burung puyuhmi sudah masuk sarang burung yg lain. jijik amat bisa dengan mudah dimaafkan.. ogaah banget aku mah
nezoooooongggg
dome🌬️🌀🌀🌀
tanyakan pada menantu laknatmu pak wira...
mantumu sudah main serokan sama sampah jalanan pak.. sudah kotor
dome🌬️🌀🌀🌀
sory.. maaf mu ga laku arga. sekarang nikmatilah hasil perbuatan burukmu kepada istrimu. nikmatilah jalangmu.... 😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
kucing garong disodorin ikan asin yaa langsung mangap lah😂😂😂. apa lagi ada sambel tterasi tempe gorng lalpan sama sayur asem..beuuhhhh... dunia milik sendiri yg laen pada ngekos🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
NEZOOOONGGH lu arga, cinta lu kata. tuh mulut samma burung ga sinkron yaa. mulutmu berkata cinta tapi burungmu mematok yg lain😂😂😂

heloooooo...... halo... halooo
kalau lagi sakit minum obat Arga 😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
rendra: nara sedang apa kau sendirian disini.??
Nara: sedang ngitungin mobil ren, gabut ga ada kerjaan.
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
yg sabar bu' nar pak arha sedang sibuk sibuknya.
sibuk bercocok tanam diladang tetangga🤣🤣🤣🤣
rebut aja nara dr arga yg ga bis menjaga hati fa6n imronnya😁😁😁
xixixixi xixixi
fei h
inilah kata2 Rendra yg bikin jantungku tertusuk juga
Katherina Ajawaila
keren akhirnya kebudukkan mu terbuka semua Rendra, jahat pria lucifer😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!