Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 : Terobosan Empat Tingkat

Lautan Jiwa terus berguncang hebat.

Gelombang demi gelombang menghantam permukaan lautan tanpa henti, seolah seluruh dunia akan runtuh.

Namun...

Li Tianxuan tetap berdiri tegak. Tatapannya dipenuhi kebencian, tanpa sedikit pun rasa takut. Ia kembali meraung ke seluruh penjuru Lautan Jiwa.

"Dewa sialan! Keluarlah! Hari ini aku akan membunuhmu!"

Suaranya menggema tanpa henti.

Beberapa saat kemudian... Seluruh guncangan perlahan mereda. Lautan Jiwa kembali tenang. Di tengah keheningan itu, suara berat yang mengandung tekanan luar biasa kembali terdengar dari segala arah.

"Bocah... Apa kau yakin ingin bertemu denganku?"

Li Tianxuan mengepalkan kedua tangannya.

Pembuluh darah di dahinya menonjol.

"Apa kau pikir aku takut kepadamu? Kalau hari ini kau tidak keluar... Kita akan mati bersama!"

Tatapannya tetap sedingin es.

Sepuluh tahun telah berlalu. Namun kebencian di dalam hatinya tidak pernah berkurang sedikit pun.

Hari demi hari...

Ia hidup ditemani bayangan kedua orang tuanya. Bayangan Kota Tai. Bayangan jutaan penduduk yang berubah menjadi abu hanya karena satu kata.

Sosok yang dahulu ia kagumi sebagai Dewa...

Kini berubah menjadi musuh terbesar dalam hidupnya.

Baginya...

Tidak ada lagi Dewa yang pantas dihormati.

Yang ada hanyalah pembantai. Keheningan kembali menyelimuti Lautan Jiwa.

Tiba-tiba—

Boom!!

Tekanan spiritual yang mengerikan menghantam kesadaran Li Tianxuan.

"Arghhh!!"

Kesadarannya hancur berkeping-keping.

Namun...

Dalam sekejap, kesadarannya pulih kembali.

Belum sempat ia bernapas—

Boom!!

Kesadarannya kembali dihancurkan.

Lalu pulih lagi.

Boom!!

Hancur.

Pulih.

Hancur.

Pulih.

Siklus itu terus berulang tanpa henti.

Setiap kali kesadarannya kembali terbentuk, tekanan berikutnya langsung menghancurkannya. Entah sudah berapa kali kejadian itu berlangsung.

Hingga akhirnya... Suara berat itu kembali terdengar.

Kali ini... Nada suaranya mengandung sedikit ketertarikan.

"Menarik..."

Untuk pertama kalinya, Ia melihat sesuatu yang bahkan membuatnya terkejut.

Di dalam tubuh Li Tianxuan... Ada kekuatan lain yang perlahan mulai bangkit. Kekuatan itu terus memulihkan kesadaran Li Tianxuan setiap kali dihancurkan.

Kemampuan regenerasinya bahkan jauh melampaui kekuatan yang dimiliki sang Dewa.

Li Tianxuan sendiri masih belum memahami apa yang baru saja terjadi. Ia hanya merasakan kesadarannya berkali-kali dihancurkan, lalu pulih kembali seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

"Apa... yang sebenarnya terjadi?" gumamnya pelan.

Suara itu kembali terdengar.

"Berlatihlah lebih keras. Kuasai kekuatan itu. Sampai suatu hari... Kau sendiri akan menemukan jawabannya."

Belum sempat Li Tianxuan bertanya lebih jauh...

Boom!!

Gelombang spiritual yang jauh lebih kuat menghantam kesadarannya. Pandangan Li Tianxuan langsung berubah gelap.

Kesadarannya terlempar keluar dari Lautan Jiwa.

Aula Utama Sekte Pedang Langit

Tubuh Li Tianxuan masih terbaring di atas ranjang. Di sampingnya berdiri Qin Haoran dan Yuan Gu.

Wajah keduanya dipenuhi kebingungan. Qin Haoran telah menceritakan semuanya kepada Yuan Gu.

Li Tianxuan hanya sempat mengucapkan kalimat tentang sosok Dewa sebelum tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Belum sempat mereka memikirkan penyebabnya...

Tubuh Li Tianxuan perlahan melayang ke udara.

"Hm?"

Yuan Gu langsung mengernyit.

Energi Spiritual mulai mengalir keluar dari dantian Li Tianxuan. Sedikit demi sedikit...

Energi itu memenuhi seluruh ruangan.

Semakin lama...

Semakin padat.

Di atas dada Li Tianxuan perlahan terbentuk sebuah bola cahaya berwarna keemasan.

Bola cahaya itu terus membesar.

Hingga akhirnya—

Duarrr!!

Bola energi itu meledak. Namun anehnya...

Ledakan tersebut tidak melukai apa pun.

Seluruh Energi Spiritual yang memenuhi aula justru berbalik arah.

Whoosh!

Whoosh!

Whoosh!

Semuanya kembali memasuki tubuh Li Tianxuan.

Detik berikutnya—

Duar!!

Duar!!

Duar!!

Duar!!

Empat ledakan beruntun terdengar dari dalam tubuhnya.

Energi Spiritual meledak di setiap meridian. Membentuk sebuah pilar cahaya yang menembus atap Aula Utama hingga membubung ke langit.

Seluruh murid Sekte Pedang Langit mendongak secara bersamaan.

"Apa itu? "

"Siapa yang menerobos?"

"Aura yang sangat kuat!"

Di dalam aula...

Qin Haoran dan Yuan Gu membelalakkan mata.

"Menerobos..."

"Empat tingkat sekaligus?"

Suara Qin Haoran terdengar hampir berbisik.

Bahkan sepanjang hidupnya... Ia belum pernah melihat kejadian seperti ini.

Yuan Gu pun hanya mampu menarik napas panjang.

"Mustahil... "

"Tidak mungkin..."

"Bagaimana seseorang bisa menerobos saat kesadarannya bahkan tidak berada di dalam tubuh?"

Mereka berdua hanya mampu menyaksikan.

Tidak berani mengganggu proses tersebut sedikit pun.

Beberapa saat kemudian... Pilar cahaya perlahan menghilang. Tubuh Li Tianxuan turun kembali ke lantai.

Matanya perlahan terbuka. Ia mengepalkan kedua tangannya.

Seketika...

Ia merasakan aliran Energi Spiritual di dalam tubuhnya menjadi berkali-kali lipat lebih kuat dibanding sebelumnya.

"Ranah Lautan Spiritual... Tingkat Lima..."

gumamnya pelan.

Qin Haoran dan Yuan Gu masih menatapnya dengan ekspresi sulit dipercaya.

Jika orang lain menceritakan kejadian ini kepada mereka... Mereka pasti akan menganggapnya sebagai omong kosong.

Namun hari ini...

Mereka menyaksikannya sendiri. Seorang pemuda yang bahkan belum berusia dua puluh tahun...

Menerobos empat tingkat hanya dalam satu kali pencerahan.

Bakat seperti itu...

Belum pernah muncul dalam sejarah Sekte Pedang Langit.

Li Tianxuan segera turun dari ranjang. Ia membungkukkan badan sambil menangkupkan kedua tangan.

"Junior memberi salam kepada Senior dan Senior Yuan Gu."

Qin Haoran akhirnya sadar dari lamunannya.

Melihat Tianxuan memanggil Qin Haoran sebagai senior, Yuan Gu segera mengatakan identitasnya.

"Dia adalah Ketua sekte! "

Li Tianxuan terperangah, sebelum akhirnya memberikan hormat.

"Murid memberi hormat kepada Ketua sekte! "

Qin Haoran mengangkat tangannya.

Yuan Gu segera bertanya.

"Tianxuan..."

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Bagaimana kau bisa menerobos ketika kesadaranmu menghilang?"

"Barusan... tubuhmu benar-benar seperti orang yang telah mati."

Li Tianxuan terdiam. Ia teringat kembali pada suara Dewa itu.

Terbayang pula bagaimana kesadarannya dihancurkan berkali-kali sebelum kembali pulih.

Semua terasa begitu nyata.

Namun...

Ia tidak mengetahui bagaimana harus menjelaskannya. Setelah berpikir beberapa saat... Ia hanya menggeleng pelan.

"Junior... juga tidak mengetahuinya."

Yuan Gu dan Qin Haoran saling berpandangan. Mereka tahu Li Tianxuan bukan sedang berbohong.

Ekspresi bingung di wajah pemuda itu terlalu alami untuk dibuat-buat.

Qin Haoran akhirnya menghela napas.

"Kalau begitu... Kita hentikan pembicaraan ini untuk sementara."

Li Tianxuan mengangguk.

Beberapa saat kemudian ia menatap keduanya dengan sorot mata penuh semangat.

"Ketua Sekte... Senior Yuan Gu... Junior ingin meminta izin. Mohon izinkan aku berlatih tanding dengan para murid sekte."

Ruangan mendadak hening. Qin Haoran menatap Yuan Gu.

Yuan Gu balas menatap Qin Haoran.

Sesaat kemudian... Keduanya tertawa bersamaan.

"Hahaha... "

"Bocah ini... "

"Baru saja menerobos..."

"Sudah ingin mencari lawan."

Yuan Gu menggeleng sambil tersenyum.

"Tianxuan... Kau benar-benar tidak bisa diam."

Li Tianxuan tidak menjawab.

Sudut bibirnya hanya terangkat tipis.

Baginya...

Cara terbaik untuk memahami kekuatan barunya bukanlah bermeditasi.

Melainkan...

Bertarung.

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!