Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 — KEKUATANKU JUGA MILIKMU

Begitu perintah Tetua Rong terdengar, beberapa pria berpakaian hitam muncul dari sudut-sudut Paviliun Medis.

Mereka langsung menangkap tangan dan kaki Jing Lin tanpa memberinya kesempatan melawan.

“Tunggu! Apa yang kalian lakukan? Aku adalah tabib kekaisaran!”

Protes itu sama sekali tidak berguna.

Tubuh Jing Lin diangkat seperti karung, dibawa keluar, lalu dilemparkan begitu saja ke jalan.

Bruk!

Dia jatuh dengan posisi mengenaskan. Pakaian mewahnya dipenuhi debu, sementara para pejalan kaki berhenti untuk menonton.

Wajah Jing Lin memerah karena malu. Dia segera bangkit dan pergi tanpa sempat membersihkan pakaiannya.

Di dalam Paviliun Medis, Yun Luofeng memijat pelipisnya.

“Tetua Rong, Tetua Ning, aku agak lelah hari ini. Kalau kalian masih ingin membicarakan pengobatan, datanglah ke Kediaman Yun besok.”

Tetua Rong hendak menahannya, tetapi Tetua Ning memberi isyarat agar membiarkan gadis itu pergi.

“Baik,” ujar Tetua Ning. “Beristirahatlah. Kami akan mengunjungimu besok.”

Yun Luofeng mengangguk, lalu mengalungkan kedua lengannya pada leher Yun Xiao.

“Yun Xiao, bawa aku pulang.”

Tanpa bertanya, Yun Xiao membungkuk dan mengangkatnya ke dalam pelukan.

Barulah setelah keduanya menghilang, Tetua Rong meledak.

“Jing Lin sialan!”

Dia berjalan menuju rak penyimpanan tanaman obat.

“Sudah susah payah aku mengundang gadis itu kemari, tetapi gara-gara dia semuanya berantakan!”

Brak!

Beberapa tanaman obat berharga dilemparkan ke lantai.

Belum cukup, Tetua Rong mengambil sebotol Ramuan Pengumpul Energi.

Prang!

Botol itu pecah dan cairan di dalamnya tumpah.

Tetua Ning tercengang.

“Apa kau sudah gila?”

Tetua Rong tidak menjawab. Dia malah menginjak tanaman obat yang tadi dilemparkannya hingga rusak.

Setelah selesai, dia menyapu semua orang dengan tatapan tajam.

“Tidak seorang pun boleh menyebarkan apa yang terjadi hari ini, terutama tentang kemampuan Yun Luofeng. Siapa pun yang membocorkannya akan berurusan dengan Paviliun Medis!”

Orang-orang buru-buru menyatakan kesanggupan.

“Bagus.”

Senyum licik muncul di wajah Tetua Rong.

“Sekarang sebarkan kabar lain. Katakan Jing Lin membuat masalah dengan Nona Yun di Paviliun Medis. Ketika pengawal Nona Yun melindunginya, Jing Lin mengamuk dan merusak tanaman obat kami.”

Dia menunjuk pecahan botol di lantai.

“Bahkan Ramuan Pengumpul Energi yang sangat berharga ikut dihancurkannya.”

Tetua Ning akhirnya memahami maksud sahabatnya.

“Kau sengaja menghancurkan semua itu untuk menjebaknya?”

“Menjebak?”

Tetua Rong mendengus.

“Dia yang datang mencari masalah. Aku hanya menghitung kerugianku.”

Tetua Ning menggeleng tak berdaya.

Benar-benar tidak boleh sembarangan menyinggung lelaki tua ini.

“Lin Xiao!”

“Ya, Tetua Rong.”

“Buat daftar semua kerusakan. Setelah selesai, bawa tagihannya ke istana dan minta Jing Lin membayar semuanya.”

Mata Tetua Rong berkilat ganas.

“Kalau aku tidak membuatnya kehilangan banyak uang kali ini, namaku bukan Rong!”

Ning Xin tertawa kecil.

“Sepertinya kita tidak perlu melakukan apa pun lagi untuk membantu Nona Yun.”

Tetua Ning mengangguk.

“Benar. Jing Lin hanya tabib kekaisaran. Kalau aku sendiri yang turun tangan, itu justru terlalu menghargainya.”

Sebagai pemimpin Klan Ning, dia memang memiliki kedudukan yang membuatnya pantas mengucapkan kalimat tersebut.

***

Kepulangan Yun Luofeng dalam pelukan Yun Xiao membuat Kediaman Yun gempar.

Qingyan segera menyuruh seseorang mencari Yun Luo, lalu berlari mengikuti Yun Xiao menuju pegunungan belakang.

“Nona!”

Namun sebelum dia sempat masuk—

Brak!

Pintu tertutup tepat di depan wajahnya.

Qingyan nyaris membenturkan hidung.

Dia menatap pintu dengan kesal.

“Sekarang Nona sudah punya Yun Xiao, pelayan seperti aku tidak dibutuhkan lagi.”

Qingyan mendengus kecil.

“Sudahlah. Lebih baik aku menunggu Jenderal.”

Di dalam kamar, Yun Luofeng duduk di tepi tempat tidur dengan wajah agak pucat.

“Yun Xiao, kau juga keluar.”

Pria itu tidak bergerak.

Tatapannya tertuju pada wajah Yun Luofeng.

“Tadi kau memaksakan kekuatanmu?”

Yun Luofeng memejamkan mata.

Dia memang berhasil membuat Jing Lin kehilangan kemampuan bereaksi, tetapi itu bukan karena tingkat kultivasinya sudah melampaui lelaki tua tersebut.

Kekuatan mereka masih terpaut jauh.

Yun Luofeng hanya seorang kultivator tingkat menengah lapisan rendah, sedangkan Jing Lin sudah mencapai tingkat menengah lapisan yang jauh lebih tinggi.

Untuk menahannya, Yun Luofeng meminjam kekuatan Kitab Dewa Medis dan memaksa kekuatan spiritual jiwanya meningkat dalam waktu singkat.

Serangan terhadap jiwa itulah yang membuat Jing Lin kehilangan kesadaran sesaat sehingga tidak mampu menghindari tamparannya.

Namun harga yang harus dibayar adalah kelemahan jiwa setelah kekuatan tersebut menghilang.

“Aku baik-baik saja,” katanya. “Keluar saja. Aku ingin istirahat.”

Untuk pertama kalinya, Yun Xiao tidak menurut.

Dia malah berjalan mendekat.

“Kenapa tidak membiarkanku melakukannya?”

Yun Luofeng membuka mata.

“Karena aku ingin menghajarnya dengan tanganku sendiri.”

Tidak ada alasan lain.

Jing Lin telah menghina kakeknya dan ikut membantu Klan Mu. Kalau Yun Xiao yang membalas semuanya, kepuasan itu tidak akan sama.

“Kekuatanmu adalah milikmu, bukan milikku. Kau mengerti?”

Yun Xiao terdiam.

Kemudian dia menjawab dengan kesungguhan yang sama sekali tidak dibuat-buat.

“Kalau kau membutuhkannya, kekuatanku juga bisa menjadi milikmu.”

Jantung Yun Luofeng bergetar.

Dalam kehidupan sebelumnya, dia pernah membaca sebuah kalimat: jika seseorang ingin membunuh musuhnya, orang yang benar-benar berdiri di sisinya akan membantu memegang pedangnya.

Yun Xiao tidak mengucapkan kalimat itu.

Namun maknanya sama.

“Bagaimana kalau aku tetap ingin membalas sendiri dan tidak menggunakan kekuatanmu?”

Yun Xiao berpikir cukup lama.

“Aku akan menahan tangan dan kakinya.”

Yun Luofeng terdiam.

“Dengan begitu,” lanjutnya serius, “dia tidak bisa melawan dan kau bisa memukulnya sesukamu.”

Yun Luofeng tidak mampu menahan senyum.

“Yun Xiao, kenapa kau memperlakukanku sebaik ini?”

“Aku tidak tahu.”

Jawabannya datang tanpa keraguan.

“Aku hanya tahu bahwa aku ingin melindungimu.”

Tatapan Yun Luofeng berubah lembut sesaat.

“Baiklah. Sekarang aku benar-benar perlu istirahat.”

Namun Yun Xiao kembali mendekat.

“Yun Xiao—”

Sebelum Yun Luofeng selesai berbicara, telapak tangan pria itu telah menempel di bagian atas dadanya.

Matanya langsung menyipit.

Pria polos ini berani mengambil inisiatif?

Namun sebelum Yun Luofeng sempat menggodanya, aliran hangat memasuki tubuhnya.

Energi itu bukan bermaksud macam-macam.

Yun Xiao sedang memulihkan jiwanya yang melemah.

Yun Luofeng pun membiarkannya.

Meski demikian, kedekatan tersebut membuat napas Yun Xiao sedikit berubah. Dia segera menenangkan dirinya dan memusatkan seluruh perhatian pada pemulihan Yun Luofeng.

Suara Xiao Mo tiba-tiba muncul di benaknya.

“Nona, sudah berapa kali kukatakan jangan menggunakan cara berbahaya untuk meningkatkan kekuatan jiwa?”

Yun Luofeng mengabaikannya.

Xiao Mo belum menyerah.

“Kalau Nona benar-benar ingin cepat menjadi kuat, bukankah sudah ada jalan di depan mata? Konstitusi kalian sangat cocok. Kultivasi berpasangan akan memberi manfaat besar!”

Yun Luofeng tetap diam.

“Nona, lihat Yun Xiao! Dia kuat, patuh, dan bahkan rela memberikan kekuatannya kepadamu. Apa lagi yang kurang?”

Yun Luofeng membuka sebelah mata dan memandang Yun Xiao yang sedang serius memulihkan jiwanya.

Pria itu masih berwajah sedingin es, seolah dunia tidak memiliki sesuatu yang mampu menggoyahkannya.

Namun Yun Luofeng kini mengetahui bahwa di balik sikap dingin itu tersembunyi seseorang yang bersedia berdiri di sisinya tanpa syarat.

Untuk pertama kalinya, godaan Xiao Mo tidak langsung dia bantah.

Bukan karena manfaat kultivasi berpasangan.

Melainkan karena kata-kata Yun Xiao tadi masih terngiang di pikirannya.

**Aku hanya tahu bahwa aku ingin melindungimu.**

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!