Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Keesokan harinya, udara dingin khas pagi hari di Edinburgh menyelimuti area perkantoran tempat Aisha bekerja.

Aisha melangkah masuk melewati pintu kaca kantornya dengan senyum hangat.

"Morning, Aisha!" sapa Chloe, rekan kerjanya berkebangsaan Skotlandia, yang baru saja selesai menyeduh kopi di area pantri.

"Morning, Chloe! Udah kopi gelas ke berapa pagi ini?" goda Aisha ramah sambil meletakkan tas serta mantelnya di atas kursi meja kerjanya.

"Baru gelas pertama, Sha. Tapi rasanya nyawa aku masih ketinggalan di kasur," sahut Chloe tertawa kecil, lalu melangkah mendekati meja Aisha.

"Dengar-dengar kamu ambil cuti, ya, minggu depan? Mau ngapain, Sha? Buru-buru amat ambil cuti, jangan-jangan....?" tanya Chloe iseng.

"Jangan-jangan apa?? Hayo??" pancing Aisha.

"You are gonna get married?" tebak Chloe.

"No, of course not. Jangan aneh-aneh ya... aku cuma kangen sama keluarga di Indonesia. Sejak wisuda belum pernah pulang," jelas Aisha.

"Kirain mau nikah.. Haha..."

"Yaa enggak lah, Umur segini masih mikir gimana caranya agar kaya, Miss Chloe. urusan itu mah, nanti aja." jelas Aisha.

"Kita nggak tahu, mana tau kamu sudah ada calon. Hahha....Jangan lupa bawa oleh-oleh khas Indonesia kalau balik nanti, ya. Aku tunggu," pesan Chloe seraya meninggalkan Aisha menuju mejanya.

"Okey..."

Aisha tersenyum menggelengkan kepala, lalu menarik kursinya dan fokus menyelesaikan tugas yang diberikan Pak Anton. Ini adalah hari kedua dari tenggat waktu yang diberikan, dan pengerjaannya tinggal menyisakan beberapa poin akhir.

Jemarinya baru saja menari di atas kibor saat ketukan pelan terdengar di bilik kerjanya.

Tok... tok...

"Aisha, gimana perkembangan tugas yang saya kasih kemarin?" tanya Tania, seniornya yang sudah berdiri di samping meja.

"Sudah hampir selesai, Miss. Ini Aisha lagi lanjutin bikinnya."

"Sip. Nanti jam 10 temui saya dan Pak Anton di ruangan beliau ya. Kita bahas tentang tugas kamu ini."

"Oke, Miss," jawab Aisha semangat.

"Sepertinya kamu sudah tidak sabar mendapatkan imbalan tambahan cuti..." goda Tania dengan mata berbinar jahil.

"Hahah... Iya, Miss. Udah kangen banget sama orang tua di rumah."

"Jangan lupa bawa oleh-oleh nanti ya," kekeh Tania seraya berlalu, meninggalkan Aisha yang kembali larut dalam pekerjaannya.

Tepat pukul sepuluh pagi, Aisha merapikan berkas laporannya ke dalam map, menyambar buku catatan kecil, lalu melangkah menuju ruangan Pak Anton. Tania sudah menunggu di depan pintu itu sambil tersenyum tipis.

"Sudah siap, Sha?" bisik Tania.

"Siap, Miss. Laporannya sudah lengkap," jawab Aisha mantap.

Tania mengetuk pintu dua kali lalu membukanya pelan. "Permisi, Pak Anton."

"Ah, Tania, Aisha. silakan masuk, silakan duduk," panggil Anton hangat dari balik meja kerjanya.

Anton adalah atasan muda berusia awal tiga puluhan yang selalu tampil rapi dengan kemeja tergulung rapi hingga siku. Sikapnya tenang dan ramah, namun saat Aisha melangkah masuk dan duduk di hadapannya, pandangan pria itu tertahan sejenak di wajah Aisha sebelum ia cepat-cepat berdehem untuk menguasai diri.

"Bagaimana, Aisha? Ada kendala untuk analisis proyeknya?" tanya Anton lembut.

"Sama sekali tidak ada, Pak," jawab Aisha penuh percaya diri namun tetap santun. Ia menyodorkan lembaran dokumen yang sudah tertata rapi. "Ini hasil evaluasi anggaran dan strategi efisiensi untuk triwulan depan. Aisha sudah bagi poin-poin utamanya menjadi tiga sektor."

Aisha menjelaskan tiap baris data dengan luwes, dan terstruktur. Di seberang meja, Anton menyimak tanpa memotong sedikit pun. Tatapannya memancarkan rasa kekaguman.

"Luar biasa..." puji Anton spontan begitu Aisha menutup penjelasannya.

"Penjelasan yang sangat bagus. Saya bahkan tidak punya catatan revisi untuk bagian ini. Good job, Aisha."

"Thank you, Sir," sahut Aisha tersenyum lega.

Tania yang sejak tadi menyimak di samping Aisha bersandar santai ke kursi, menatap Anton dengan senyum penuh arti.

"Bagus banget kan, Pak? Saya bilang juga apa, Aisha ini aset berharga di tim kita," Ujar Tania dengan nada menggoda.

"Pantas saja Pak Anton royal banget ngasih persetujuan cuti. Boro-boro dipersulit, malah ditambahi bonus. Perlakuan ke karyawan baru yang satu ini memang istimewa banget ya, Pak?"

Seketika rona merah tipis merambat di pipi Anton. Ia membetulkan posisi duduknya.

"Ehem... Ya tentu saja, Tania. Karyawan yang kinerjanya luar biasa seperti Aisha memang layak dapat apresiasi lebih. Ini demi motivasi kerja."

"Ohh... demi motivasi kerja ya, Pak? Kirain demi motivasi yang lain," ledek Tania lagi, menyenggol lengan Aisha pelan. "Iya kan, Sha?"

Aisha yang tidak terlalu menangkap arah godaan Tania hanya tersenyum canggung.

"Ah, Miss Tania bisa saja. Aisha cuma menjalankan tugas kok, Pak."

"Sudah, Tania... jangan membuat Aisha canggung," sela Anton cepat, walau senyum tipis di bibirnya tak bisa disembunyikan.

Ia melirik jam tangan yang menunjukkan pukul sebelas lewat empat puluh lima. "Mumpung pembahasannya sudah selesai dan sebentar lagi jam makan siang... bagaimana kalau kita bertiga makan siang bareng di restoran bawah?"

"Aduh, maaf banget Pak Anton!" potong Tania cepat dengan gerakan tubuh yang terburu-buru dan terkesan dibuat-buat. "Saya baru ingat, jam dua belas ini ada janji meeting sama vendor di luar kantor. Kliennya sudah jalan ke sana."

Anton mengerutkan dahi heran. "Lho? Bukannya jadwal vendor kamu baru besok, Tania?"

"Dimajukan jadi hari ini, Pak! Baru dikabari lewat pesan tadi," jawab Tania beralasan. Ia lalu menepuk bahu Aisha hangat. "Jadi Pak Anton makan siang berdua aja sama Aisha, ya."

"Eh?" Aisha tersentak, matanya berkedip kaget.

"A-Aisha makan di meja kerja saja deh, Miss... atau sama Chloe—"

"Eits! Tidak ada alasan untuk menolak ajakan atasan, Aisha!" pangkas Tania tegas sambil terkekeh jahil.

"Pak Anton kan sudah baik banget memberi bonus cuti dan memuji laporan kamu. Masa diajak makan siang saja ditolak? Tidak sopan lho menolak rezeki dari bos sendiri."

"Tapi, Miss..." bisik Aisha canggung.

"Sudah ya, saya pamit duluan! Selamat menikmati makan siangnya, Pak Anton, Aisha!" seru Tania ceria sambil melambaikan tangan, lalu keluar ruangan dengan cepat dan menutup pintu rapat-rapat.

Ruangan itu seketika hening. Suasana seketika menjadi sangat canggung. Aisha berdiri kaku di depan meja, meremas pelan map di tangannya, bingung harus bersikap seperti apa.

Anton ikut berdiri. Pria muda itu tersenyum canggung, mencoba mencairkan kebekuan yang menggantung di antara mereka.

"Soal Tania... jangan dimasukkan ke hati ya, Aisha. Dia memang suka bercanda," kata Anton dengan suara pelan dan sangat sopan.

"I-iya, Pak Anton... tidak apa-apa," sahut Aisha halus, menundukkan kepalanya , menahan rasa malu.

"Jadi... bagaimana? Kamu tidak keberatan kan kalau kita makan siang berdua?" pancing Anton ramah.

Aisha menggigit bibir bawahnya ragu. Mengingat perkataan Tania soal kesopanan dan kebaikan Pak Anton selama ini, rasanya sangat tidak elok jika ia menolak mentah-mentah.

"B-boleh, Pak Anton... Asal tidak merepotkan Bapak," jawab Aisha akhirnya dengan malu-malu.

Anton tersenyum lega, binar gembira terpancar jelas di matanya. "Sama sekali tidak merepotkan. Ayo, Aisha."

Aisha mengangguk pelan, mengikuti Anton keluar dari ruangan.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!